
" Apa-apaan sih lo??! " Kalo mau mati jangan ngajak-ngajak gue bod*h!! " omel Rangga dengan nada ketusnya.
Keyzia langsung berhenti mengusap keningnya. Ia menatap Rangga, pemuda itu mengira bahwa Keyzia ingin menangis karena telah ia bentak. Sejurus kemudian Rangga membuka mulut hendak meminta maaf.
" Huaaaaa!!! " Gue lupa alamat rumah gue dimanaaaaa... Gue sama sekali nggak ingat sedikit pun dimana alamat rumah gue!!!!! "
Jdddeeerrrr. Rangga mengurungkan niatnya untuk meminta maaf, ia benar-benar sial hari ini. Terlebih lagi semua kesialannya karena Keyzia. Menyebalkan. Seharusnya ia tak pernah menyetujui usulan Joval untuk menjadikan gadis ini sebagai teman mereka, yang ada menyusahkan saja.
" Nggaaa, kalo gue nggak pulang gimana? Aduuhhh... gue belum mau jadi gembel, huhuuuu. " Ucapan Keyzia lama-lama semakin ngelantur. Dalam hati Rangga mengamini. " Bagus! kalo lo jadi gembel kan nggak perlu masuk sekolah dan gue nggak bakal kena sial lagi. "
Keyzia mendelik mendengar jawaban Rangga. Bersama dengan pemuda yang baru di kenalnya, tidak membawa ponsel, baru pindah ke Jakarta kemarin dan lupa alamat rumahnya. Lucu. Ia belum siap kalau harus tidur di bawah kolong jembatan dan di emperan toko, memikirkannya saja sudah mengerikan apa lagi kalo betul-betul jadi nyata.
" Dasar anak TK. Cepat telfon ke rumah lo! " ketus Rangga.
" Berenti manggil gue anak TK! Gue nggak bawa ponsel tau, " jawab Keyzia. Rangga refleks memijat keningnya. Untung saja jalanan sepi jadi Rangga dengan mudah menepikan mobilnya atau lebih mudah lagi kalah ingin membuang Keyzia tinggal buka pintu, dorong itu anak TK dan pergi begitu saja tanpa menghiraukannya lagi.
" Hhh... ni pake ponsel gue. " Rangga menyodorkan ponselnya. Ia berusaha menghilangkan pikiran buruknya untuk menyeret Keyzia dari mobil mewahnya.
Lagi-lagi Rangga meminjamkan benda mahal dan canggih. Keyzia berdecak, bukan decak kagum namun heran. Di sisi lain, Rangga lagi-lagi berpikir negatif. Keyzia segera menelfon ke rumahnya, setelah berceloteh dengan menggunakan ponsel Rangga, ia mengembalikannya.
" Anterin gue ke dekat sini, belok terus ntar turunin gue di gang, ntar ada yang jemput gue, " ujar Keyzia kepada Rangga.
" Lah apa bedanya gue anter langsung? " tanya Rangga heran.
" Gue salah ngomong kayaknya. Oke gue anterin sampe situ tapi kalo elo di culik atau ilang jangan salahin gue! "
Keyzia merengut namun tak berkomentar panjang.
Di lain sisi, Joval dan Reivan lagi makan siang di sebuah cafe. Mereka membayangkan apa yang sedang terjadi di mobil Rangga sekarang. Mereka tau persis pemuda itu malas berdekatan dengan gadis mana pun. Satu alasan, menurutnya semua gadis yang menyukainya tak benar-benar menginginkannya tetapi hanya ingin harta, uang, dan kedudukan di mata orang lain. Rangga tidak menyukai itu.
" Jadi, yang sial Rangga atau Keyzia? " tanya Joval.
" Hmmm.... Keyzia. Satu mobil sama Ice Man, sekali ngomong seengaknya minta ampun dan... menyebalkan, " jawab Reivan sekenanya.
Joval tergelak. Pemuda berwajah korea ini menyetujui ucapan Reivan. Sayangnya tebakan mereka salah besar, bahkan Rangga meresa lebih sial di banding Keyzia.
................................................................................
"Selamat membaca ya guys 😍😍 "
Mohon dukungannya yang teman-teman jagan lupa Like and Komentarnya. 🙏🙏
Jangan lupa Votenya ya guys 🤩🤩