
Gemercik hujan seakan menyuruh mereka untuk berhenti sejenak. Awan hitam yang pekat memberi pertanda bahwa guyuran hujan akan semakin deras.
"Lebih baik kita berteduh dulu, hujannya makin deras"ujar Agatha
"Yaudah, kita berteduh dihalte depan sana"ujar Alif
Suasana halte bus nampak sepi, hanya ada seorang pria berjaket hitam yang wajahnya tertutup masker, sedang duduk seorang diri dihalte.
Kini keduanya sedang berteduh dihalte bus, dengan hujan yang semakin deras dan udara yang begitu dingin.
"Esssh ssshhhh"tubuh Agatha menggigil kedinginan
Tanpa babibu Alif melepas jaket yang ia gunakan, kemudian ia pakaikan pada tubuh Agatha yang menggigil.
"Aku gak..."ujar Agatha terpotong
"Gak ada penolakan, pakai aja jaketnya. Lagian tubuh kamu menggigil kedinginan kaya gitu. Dan...." Alif menjeda kalimatnya, sembari memperhatikan baju Agatha yang sudah basah kuyup
"Baju kamu nerawang, gue gak suka orang lain melihatnya juga"ujarnya lagi setengah berbisik ditelinga Agatha.
Agatha membulatkan matanya sempurna, kemudian melihat bajunya yang basah. Dan benar, benar apa yang dikatakan Alif, bajunya nerawang. Agatha kaget dengan dirinya sendiri.
"Dasar mesum, kenapa gak bilang dari tadi"ujar Agatha, tangannya sudah memukul dada bidang milik Alif berkali-kali
"Iya kalo gue yang lihat gapapa dong, kan nanti juga kalo udah nikah gue bisa lihat semuanya juga"ujar Alif dengan santainya.
"Dasar orang gila, siapa juga yang mau nikah sama orang mesum kaya kamu"ujar Agatha sembari memalingkan wajahnya dari Alif.
"Ada, kan lo yang bakal jadi calon istri gue"ujar Alif sembari memegang tangan Agatha.
"Ihh apaan sih lif, lepasin malu tau"ujar Agatha risih melepaskan tanganya dari Alif.
"Gak usah malu sama calon suami sendiri"ujar Alif dengan santainya.
"Apaan sih lif, ngomong calon suami calon suami kenal juga enggak"ujar Agatha dengan nada kesal, sebenarnya Agatha sama sekali tidak kesal, justru ia ingin tertawa atas perlakuan Alif tapi ia gengsi akan hal itu.
"Iya iya gue minta maaf, jangan ngambek gitu dong nanti gue cium loh"ujar Alif frontal.
"Apaan sih lif, dasar omes, OTAK MESUM!!" Ujar Agatha dengan penekanan.
"Bercanda Agatha, jangan marah-marah terus dong. Nanti beneran gue cium, mau?" Ujar Alif
"Awas aja kalo berani, aku kasih ini" ujar Agatha menunjukan tangannya yang sudah mengepal.
"Duhh takut, ada preman disini"ujar Alif dengan nada meledek Agatha.
"Kamu itu yah ngeselin banget jadi orang, sabar Agatha sabar, jangan diladenin gak guna"ujar Agatha menenangkan diri sendiri.
Alif pun hanya tertawa atas apa yang barusan dilontarkan Agatha.
"Apanya yang lucu coba, dasar mesum aneh pula"batin Agatha
Tanpa disadari bibir Agatha tersenyum setelah apa yang barusan ia katakan.
"Kamu cantik sekali Agatha apalagi kalo tersenyum"batin Alif.
Tanpa disadari keduanya ada seseorang yang memperhatikan mereka tangannya mengepal sedari tadi.
"Gue gak akan biarin lo dapetin Agatha"batinnya.
Waktu berlalu begitu cepat, guyuran air hujan yang begitu deras kini sudah reda. Langit yang tadinya begitu pekat kini berangsur-angsur cerah.
"Hujan udah reda, ayo kita pulang"ujar Agatha.
"Lo gak mau apa lama-lama sama gue disini?"ujar Alif
"Big no! Ayo kita pulang, aku takut nanti turun lagi hujan" ujar Agatha tangannya reflek menarik tangan Alif.
"Cie cie main narik-narik aja tangan, ntar nyaman loh"ujar Alif menggoda Agatha.
Agatha pun langsung melepaskan tangannya dari Alif.
"A...aku gak sengaja, ayo buruan kita pulang. Kalo kamu masih mau disini yaudah aku naik angkot aja"ujar Agatha sedikit gugup.
"Iya iya sekarang kita pulang"ujar Alif.
Keduanya kini telah duduk diatas motor, Alif langsung menyalakan mesin motornya. Mereka telah meninngalkan halte bus yang kini menyisakan seorang pria berjaket hitam dengan wajah yang tertutup masker.
Ditengah perjalanan.
"Btw, gue belum tau alamat rumah lu dimana?"Tanya Alif.
"Oh iya aku lupa belum ngasih tau kamu. Alamat rumahku di Kompleks Graha Indah No.7"ujar Agatha.
Alif tidak membalasnya, matanya justru masih terpokus pada jalanan kota Bandung.
"Iyah gue juga lihat. Ada apa emangnya?"tanyanya
"Ada yang aneh gak sih, pria tadi itu misterius banget"ujar Agatha.
"Ah itu cuma perasaan lo doang kali"ujar Alif.
"Maybe?"ujar Agatha
"Tapi ntahlah aku rasa ada yang aneh"lanjutnya lagi.
"Udah lah gak usah dipikirin, mungkin cuma karena penampilannya aja"ujar Alif.
"Iya mungkin"ujar Agatha.
Setelah itu tak ada lagi pembicaraan, keduanya pokus ke jalan yang ada dihadapannya.
~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~
"Makasih lif, udah mau nganterin aku"ujar Agatha
"Iya sama-sama sayang"ujar Alif dengan santainya
"Dih sayang sayang pala kamu peyang"ujar Agatha setengah kesal.
Alif pun hanya terkekeh atas apa yang diucapkannya.
"Besok aku kembalikan jaket kamu, aku ajan cuci dulu"ujar Agatha.
"Iya terserah lo aja mau kapan, oh iya kalo lo mau, buat lo aja"ujar Alif.
"Enggak makasih"ujar Agatha
"Dasar cewe preman"ujar Alif
"Ngomong apa barusan"ujar Agatha menaikan satu alisnya.
"PREMAN"ujar Alif dengan penekanan.
"Dasar cowok aneh, mesum dan nyebelin"ujar Agatha lantas masuk kedalam rumahnya.
"Dasar preman, gue gak dusuruh masuk gitu kerumahnya, baru kali ini gue dicuekin sama cewek"ujar Alif.
Alif pun langsung menyalakan mesin motornya dan meninggalkan rumah Agatha.
.
.
.
Agatha kini tengah duduk disofa seorang diri. Ibunya belum pulang dari tempat kerjanya. Agatha masih memikirkan tentang sosok pria misterius 'itu'
"Kenapa aku kepikiran terus sih sama pria misterius itu"ujarnya pada diri sendiri.
"Aku ngerasa bahwa pria itu diam-diam memperhatikanku dengan Alif"ujarnya lagi.
~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~
Ada yang kepo gak ama kelanjutan ceritanya gimana?? :v
Hayolohh siapa yg bisa nebak PRIA MISTERIUS ITU ?? 😂
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yahh 🤗
dengan cara LIKE +COMMEN+VOTE+kasih RATING 5 yahh supaya aku lebih semangat lagi buat ceritanya 😘
.
.
TAMBAHKAN KE FAVORITE juga yahh supaya setiap kali aku UP ada notif.hhe
.
.
FOLLOW juga akun Akunya @Syahh dan jika kalian suka sama ceritaku tolong SHARE ketemen temen kalian 😇