
Setelah bel masuk berbunyi. Kantin yang tadinya ramai dan bising kini menjadi sepi, satu persatu dari mereka mulai meningglkan kantin. Begitu juga dengan Agatha dan Kevin keduanya bergegas ke kelas.
.
.
.
Agatha duduk dimejanya, disampingnya Ryan masih sibuk dengan benda persegi panjang 'itu' (Hp). Ntah berapa lama Ryan duduk sembari memainkan ponselnya
"Apa yang menarik sih dari Hp nya itu?" Batin Agatha.
Matanya terpokus pada Ryan yang masih sibuk dengan ponselnya itu.
"Gue tau, dari tadi lo merhatiin gue kan"ujar Ryan dengan tangan yang masih sibuk memainkan ponselnya.
Kalimat yang keluar dari bibir tipis Ryan, sontak saja membuat Agatha terkejut. Agatha diam, tidak tahu harus apa.
Suasana hening diantara keduanya. Padahalah kelas begitu ramai dan bising. Saling diam dan keduanya terlarut dalam pikiran masing-masing.
Namun itu tak berlangsung lama, ketika seorang guru masuk ke dalam kelas.
"Selamat siang Anak-anak"ujar Bu guru yang dibaju nya bernametage 'Ani'
"Siang Bu" ujar seluruh murid.
"Baik anak-anak untuk materi hari ini kita akan belajar tentang Matrik"ujar bu Ani.
Bu Ani pun memulai pelajarannya dengan menjekaskan materinya.
.
.
.
Kring~kring~kring~kring
Bel pulang sekolah pun terdengar nyaring ditelinga para murid. Tak terasa jam menunjukan pukul 14 : 30. Para 'penghuni' ARTAMA HIGH SCHOOL sudah bersiap-siap untuk meninggalkan area sekolah. Begitu juga dengan Agatha, ia segera membereskan buku-bukunya kedalam tas.
Disisi lain Ryan sudah terlebih dahulu meninggalkan ruangan kelas.
"Huuuh....hari pertama tidak begitu buruk"ujar Agatha pada diri sendiri, sembari melangkahkan kakinya meninggalkan kelas.
Baru beberapa langkah, ada seseorang yang memanggil namanya.
"Agatha tunggu" ujar kevin dari belakang
"Iyah ada apa vin"ujar Agatha
"Kamu pulang naik apa?"tanya kevin
"Aku pulang naik angkot, emangnya ada apa?" Ujar Agatha
"Emm...kita pu...pulang bareng yuk"ujar Kevin gugup.
"Hmm gak usah aku gak mau ngerepotin, aku bisa pulang sendiri kok"ujar Agatha
"Enggak ngerepotin kok, mau yah please"ujar Kevin memohon pada Agatha
"Yaudah ayo kalo gitu"ujar Agatha
Mereka berdua pun lantas pergi meninggalkan ruang kelasnya. Sesampainya diarea parkir, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggil dari belakang.
"Kevin tunggu"ujar seorang pria
Merasa namanya disebut, kevin pun mebalikkan badanya ke sumber suara tersebut.
"Iyh ada apa,lif" ujar Kevin padanya
"Gue disuruh Bu Sri nyari lo. Katanya hari ini ada rapat Osis" ujarnya
"Gak bisa besok apa? Hari ini gue ada urusan. Alif, lo tolong bilangin ke Bu Sri, rapatnya besok aja gitu"ujar kevin
"Gak bisa Vin, kata Bu Sri sekarang rapatnya. Mending lo buruan sana, lo tau sendiri kan Bu Sri oramgnya gimana"ujar ujar pria itu yang nametage Alif.
"Tapi..."ujar kevin terpotong
"Aku bisa pulang sendiri kok, mending kamu cepetan pergi sana. Aku takut nanti kamu dimarahin Bu Sri."ujar Agatha
"Bener tuh apa kata dia"ujar Alif, jarinya menunjuk Agatha
"Yaudah, oke fine"ujar kevin pasrah
"Maafin aku Agatha, aku gak bisa anterin kamu"ujarnya lagi.
"Iyah gapapa Vin, kamu gak usah minta maaf"ujar Agatha
"Yaudah aku pergi dulu yah"ujar kevin
"Dan buat lo lif, lo jangan maem-macem sama Agatha, awas aja lo"lanjutnya.
"Btw, gue baru lihat lo. Murid baru?"tanya Alif
"Iy...iyah aku murid pindahan"ujar Agatha gugup
"Gak usah gugup gitu kali. Perkenalkan, nama gue Alif Maheswara Putra, lo bisa panggil gue Alif"ujar Alif sembari mengulurkan tangannya pada Agatha.
"Agatha Anatasya Artamevia, biasa dipanggil Agatha"ujar Agatha membalas uluran tangan Alif.
"Cantik"batin Alif
"Ekhem, tanganya"ujar Agatha dengan tanganya yang masih menempel satu sama lain
"Ohh iya maaf"ujar Alif sembari melepaskan tanganya.
"Mau pulang bareng"Ajak Alif
"Gak usah, aku bisa sendiri kok"ujar Agatha
"Gak ada penolakan. Ayo, lu naik motor gue"ujar Alif, tanganya meraih tangan milik Agatha.
"Tapi..."ujar Agatha
"Ayolah Agatha, gue cuma mau nganterin lo balik. Gue gak akan berbuat aneh-aneh kok sama lo"ujar Alif
"Yaudah iyah"ujar Agatha pasrah
Keduanya tengah bersiap, Alif memberikan helm nya pada Agatha.
"Nih, lopakai helmnya"ujar Alif sembari meberikan helmnya.
"Kalo aku yang pakai helmnya, kamu pakai apa?"tanya Agatha
"Gue gapapa, helmya lo aja yang pakai"ujar Alif
"Gak ada penolakan"ujarnya lagi.
"Dasar tukang maksa"gumamnya
"Apa? lo barusan ngomong apa gue gak denger"ujar Alif
"Oh gak kok, a...aku gak ngomong apa-apa"ujar Agatha gugup
"Ayo kalau gitu, cuaca udah mendung nih. Ntar keburu hujan lagi"ujar Alif
Mereka pun kini telah meninggalkan area sekolah, Alif mengendarai 'Moge' nya melintasi jalanan Ibu Kota Bandung. Langit sedang tidak bersahabat. Seteres demi setetes air hujan mulai turun, Alif pun mempercepat laju motornya.
"jangan ngebut, aku takut nanti kita bakal jatuh"ujar Agatha ketakutan, tangannya reflek melingkar diperut Alif.
Sontak saja perilaku Agatha membuat jantung Alif seperti dipompa dua kali lebih cepat.
"kenapa dengan jantung gue"batin Alif
~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~
Hayoohh ada yang tahu jantung Alif kenapa ?? 😅
.
.
GIMANA CERITA NYA GUYSS??
Maaf yahh kalo GAJE masih belajar 🙏😂
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yahh 🤗🥰
dengan cara LIKE + COMMENT + VOTE kasih RATING 5 okayy karna itu semua GRATISS!!
.
.
Tambahkan juga ke FAVORITE karena ini baru sedikit, kalo banyak yang suka Aku usahain Tiap hari Bisa UP 😇
.
.
FOLLOW juga akunnya guys 😂 dan di SHARE ke teman² kalian semua
.
.
SEE YOU AGAIN 😘🤗