Sorry I Love You

Sorry I Love You
Episode 13



" Yapppss!! Sekarang itu ko temen kita, Key. Mereka juga nggak berhak buat ngelarang kita temenan sama siapa aja, " timpal Joval.


" Yayaya. Gue setuju sama Joval, " balas Reivan sambil melahap nasi gorengnya.


" Bukannya lo temenan sama gue karena terpaksa? " sengit Keyzia menatap tajam ke arah Rangga.Pemuda itu langsung merinding.


" Udah ikhlas lahir batin kok. Lo... lumayan sih, nggak malu maluin di jadiin temen, " jawab Rangga asal.


" Memang udah seharusnya lo ikhlas, " ketus Keyzia.


" Terus apa yang mau di permasalahkan lagi? Nggak ada kan? " tanya Reivan.


" Oh iyaa, emang kalian nggak pernah ada temen selain kalian ini? " tanya Keyzia.


" Temen cowok ya ada lah. Kalo cewek cuma elo aja. Di sini anak-anak cewek kebanyakan ngincer harta, siapa sih yang nggak mau dekat sama kita? Ikut beken iya, " jawab Joval.


" Oh jadi lo pikir gue juga pengen bejen? Dih, " omel Keyzia.


" Ngg... oke, kecuali elo, " ujar Joval sambil cengengesan.


Rangga dan Reivan terkikik geli. Keyzia ada-ada saja membuat lawan bicaranya kehabisan stok kata-kata. Cara makan gadis itu juga apa adanya, tidak di buat-buat dan natural, itu yang membuat mereka tidak terganggu akan kehadiran Keyzia.


" Ehh by the way, gimana sama acara pulang bareng kemaren? " tanya Joval iseng.


" Gue selamat sampai tujuan! " celetuk Keyzia tanpa menelan makanannya terlebih dahulu.


" Tapi kita hampir mati, " sambung Rangga.


" Mati? " tanya Joval dan Reivan secara bersamaan. Kening mereka sudah berkerut.


" Iyaa! Gara-gara noh temen lo pada, " ujar Rangga sambil menunjuk Keyzia dengan dagunya.


" Kenapa sih? " tanya Joval. Keyzia malas berkomentar apa-apa dia hanya diam saja.


" Dia tiba-tiba teriak, gue ngerem mendadak sampe kejedot setir. Pas gue mau marahin, dia kayak mau nangis eh taunya dia teriak lupa letak rumahnya," jelas Rangga dengan nada kesalnya.


Seketika Joval dan Reivan tertawa ngakak. Rangga memanyunkan bibirnya, merasa tersudutkan. Kedua sahabatnya ini memang selalu bisa membuat Rangga terlihat seperti orang gila. Parahnya lagi Rangga selalu menuruti keinginan dua sahabatnya ini. Satu alasan, mereka sudah seperti satu keluarga yang apabila salah satu merusak hubungan maka semuanya benar-benar rusak dan akan sulit di perbaiki.


" Jadi tebakan kita salah dong? " celetuk Joval.


" Ita yaahhh.... hahaha, " sahut Reivan


" Tebakan apa? " tanya Keyzia yang sedang meminum lemon tea yang ia pesan.


" Gue pikir elo yang bakalan sial semobil sama Rangga yang jarang ngomong dan sekali ngomong itu super menyebalkan, " jawab Joval sambil cekikikan.


" Udah kebal, " ujar Keyzia asal.


Diam-diam Rangga tertawa dalam hati, menertawai dirinya sendiri karena baru menyadari bahwa ia banyak merespon gadis yang baru ia kenal kemarin dan tiba-tiba sudah menjadi anggota sahabatnya. Jika dipikir lagi, ini sangatlah lucu. Rangga yang biasanya enggan bergaul dengan orang selain Joval dan Reivan malah kini bisa di bilang dekat dengan Keyzia. Menakjubkan lagi, Keyzia baru pindah ke Jakarta kemarin.


" Ntar pulang sekolah main kerumah gue yuk, " ajak Joval.


" Ngapain tanya Keyzia.


" Biar lo lebih kenal siapa gue, Rangga, Reivan dan kita juga bisa lebih kenal sama lo. Gimana? " tanya dan jawab Joval.


" Keyzia ragu-ragu, namun akhirnya mengangguk juga. Joval dan yang lain terlihat senang.


.......................................................