Sorry I Love You

Sorry I Love You
Part 3 : Si Tampan Kevin yang Baik Hati



Kring~kring~kring


Jam istirahat pun telah tiba, Agatha pun hendak menuju kantin dikarenakan cacing diperutnya sudah tidak bisa diajak kompromi ditambah tadi pagi Agatha tidak sempat sarapan.


"Hmmm ma...u kekantin bareng" Ajak Agatha gugup pada cowok disampingnya.


"Lo gak usah sok akrab deh" ujar Ryan ketus.


"Emmm yaudah aku duluan" ujar Agatha, lantas melangkahkan kakinya keluar kelas.


"Ehh...Agatha tunggu!" Ujar Kevin dari belakang menghampiri Agatha yang tengah berdiri didepan pintu.


"Barengan yuk kekantinya" ujar Kevin sambil tersenyum.


"Ayo, cacing diperutku udah konser dari tadi nih" ujar Agatha. Tangannya reflek memegang Tangan Kevin.


Kevin pun tersenyum atas prilaku Agatha.


"Eh...ehh maaf aku gak sengaja pegang tangan kamu" ujar Agatha, lantas melepaskan tanganya dari Kevin.


Namun belum sempat Agatha melepaskan Tanganya, tangan Kevin terlebih dahulu mengeratkan tangannya pada Agatha.


"Udah gapapa, gak usah minta maaf. Aku malah seneng" ujar Kevin sambil tersenyum.


"Tapi..."ujar Agatha terpotong.


"Udah ayo, katanya udah lapar dari tadi, ntar keburu masuk loh" ujar Kevin.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah dengan tangan yang masih menempel satu sama lain.


Namun tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan pembicaraan mereka dengan tangan yang sudah mengepal.


~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~


Diperjalanan menuju kantin terdengar suara bisikan-bisikan murid murid yang sedang berdiri didepan kelasnya masing-masing.


"*Eh,eh bukanya itu murid baru yang katanya pindahan dari sekolah swasta itu loh"ujarnya seorang murid


"Eh iyah, kok bisa barengan sama Kevin sih"ujarnya ketus.


"Cantik, bener kata orang orang"ujar yang lainya.


"Alaahh masih cantikan gue kali"ujarnya ketus.


"Dasar kecentilang bangett sih jadi cewek, pake acara pegang-pegang tangan kevin segala" ujarnya lagi


"Aku aja udah lama naksir sama kevin, tapi gak direspon sama kevin"ujar salah seorah murid perempuan yang menyukai kevin*


"Iyah vin"ujar agatha sambil menunduk


Keadaan kantin yang ramai dan cukup bising membuat Agatha sedikit tidak nyaman. Apalagi ketika Agatha mendengar orang-orang yang tengah berbisik tentang dirinya. Siapapun pasti risih bila diposisi Agatha sekarang.


"Kita duduk disana Agatha"ujar kevin sembari menujuk meja kosong


Agatha tidak menjawab, ia hanya mengangguk setuju. Agatha pun mengikuti langkah kaki Ryan dengan keadaan lengan mereka yang masih menempel satu sama lain.


Mereka berjalan menuju meja kosong dengan kondisi kepala Agatha yang menunduk, sedangkan Kevin masih dengan tatapan datarnya. Seolah tidak memperdulikan omongan orang-orang.


Sekarang mereka berdua kini tengah duduk dimeja paling pojok, dengan Agatha yang masih mendudukan kepalanya.


"Kamu gak usah dengerin apa kata mereka, udah sekarang angkat kepalamu Agatha" ujar Kevin menguatkan Agatha.


"Hmm makasih yah vin, kamu baik banget" ujar Agatha sambil tersenyum.


"Iyah atha, oh ya kita belum pesen. Kamu mau pesen apa?" Tanya kevin


"Atha??" Ujar Agatha heran.


"Iyah Atha, aku bolehkan panggil kamu Atha??" Tanyanya.


"Hmm...iyah boleh deh"ujar Agatha.


"Jadi kamu mau pesen apa??" Tanyanya lagi


"Aku sama aja sama kamu"ujar Agatha.


"Oh yaudah kalo gitu, kita pesen nasi goreng aja yah"ujar kevin. Agatha mengangguk tanda setuju.


"Bi Ijah, saya pesen dua nasi goreng"ujar Kevin setengah berteriak.


"Baik den kevin" ujar wanita setengah paruh baya yang kevin sebut Bi Ijah.


Akhirnya pesanan mereka pun datang


"Ini den nasi gorengnya"ujar bi ijah


"Iyh makasih bi"ujar Kevin


Merekapun menyantap basi gorengnya dengan lahap. Sesekali Kevin menggoda Agatha dengan memberikan nasi gorengnya yang telah diberi sambal kepada Agatha. Alhasil Agatha kepedasan, Kevin pun dengan sigap memberinya minum.


"Kenapa kamu itu menggemaskan sekali sih Agatha. Dengan pipi gembul yang memerah, semakin cantik" batin kevin


Tanpa disadari keduanya, ada seseorang yang sangat tidak suka dengan keakraban keduanya. Tangannya sedari tadi sudah mengepal dengan tatapan mata yang tidak suka.