
" Ehh tapi baju siapa? Nggak mungkin kan gue ake baju lo,? balas Keyzia.
" Baju sepupu gue. Dia emang suka ninggalin baju di sini biar nggak repot kalo mau nginap mendadak. " Keyzia hanya membulatkan mulutnya lantas pamit untuk ganti baju.
Sementara itu Rangga dan Reivan langsung menyerbu makanan yang di bawa joval tadi. Pemuda itu berdecak kasar lantas ikut menyerbu. Begini keseharian mereka bertiga ketika di rumah Joval, tak pernah lepas dari makanan.
" Adek lo kemana, Val? " tanya Rangga.
" Di kamar. Ini kan jam tidur, " jawab Joval sekenanya.
Ketiga pemuda itu lantas membicarakan banyak hal. Sambil menunggu Keyzia yang lama, ah Keyzia kan juga perempuan pasti ganti baju juga lama. Jadi, mereka memilih membicarakan hal-hal mengenai basket. Ketiga pemuda tampan ini memang jago basket bahkan tergabung dalam pemain basket inti di Saint Peterson. Hal itu pula yang membuat popularitas mereka semakin naik.
" Keyzia lama banget sih. Gue susulin ya, " ujar Rangga.
" Nyeehhhhh bilang aja lo mau ngintip, Jangan! " seloroh Reivan. Rangga mendelik lantas meninju baju Reivan.
" Sial. Gue cuma nyusulin dia cepat odong, " ketus Rangga.
" Tapi jangan macem-macem ya, " sahut Joval tanpa dosa.
" Iyee iyee" kesal Rangga.
Pemuda itu lantas berjalan menaiki tangga. Ia mencari Keyzia di kamar yang di maksud Joval tadi, namun kamar itu susah terbuka dan tidak ada Keyzia di dalam kamarnya, ia lantas mencari gadis itu di sudut-sudut ruangan namun Keyzia tetap tidak ada. Sampai sebuah suara menyapa telinganya, ia hafal betul pemilik suara itu. Pelan-pelan, Rangga membuka pintu kamar paling pojok.
" Keyzia, ngapain lo di sini? " Gadis yang tak lain adalah Keyzia terlonjak lalu menatap Rangga yang sudah berdiri di ambang pintu.
" Ngagetin aja lo! " omel Keyzia.
" Ya elo gue cariin juga. Ganti baju aja kayak mandi pohon tujuh rupa, ngapain sih lo? " balas Rangga asal.
" Itu adiknya Joval. Udah ayo turun! " Keyzia hanya menurut, sambil melirik anak gadis itu ia mengikuti langkah Rangga.
Pandangan Keyzia baru beralih ketika Rangga menutup pintu kamar tersebut. Setelah menutup pintu, pemuda yang suka berbicara sengak itu menggandeng tangan Keyzia takut gadis berwajah anime Jepang itu hilang. Mereka berjalan menuju ruang keluarga di mana Joval dan Reivan sudah ada di sana bermain playstation.
" Dari mana aja lo? " tanya Joval tanpa mengalihkan pandangannya.
" Ini bocah TK nyasar ke kamar adek lo, " jawab Rangga sekenanya. Pemuda itu lantas menghempaskan tubuhnya ke kursi empuk di belakang Joval dan Reivan. Keyzia mengikutinya.
" Ehhh.. lo nggak bangunin dia kan, Key? " tanya Joval.
" Kagak. Orang dia tidur pules banget, lucu lagi, " singkat Keyzia.
" Syukur deh. Ini jam dia tidur soalnya, " ujar Joval.
" Namanya siapa, Val? Kok lo nggak pernah cerita? Wahhh jahat lo! " omel Keyzia tanpa jeda.
" Ya makanya gue ajak lo ke sini, " sewot Joval.
" Berenti dulu, Rei, " lanjut Joval. Reivan mengangguk dan berbalik menghadap belakang. Sejurus kemudian Rangga dan Keyzia duduk lesehan.
.............................................................................
"Selamat membaca ya guys 😍😍 "
Mohon dukungannya yang teman-teman jagan lupa Like and Komentarnya. 🙏🙏
Jangan lupa Votenya ya guys 🤩🤩