Sorry I Love You

Sorry I Love You
Part 1 : Mentari Pagi



 


Mentari pagi mulai menunjukan jati dirinya, udara dingin adalah ciri khasnya. Kicauan burung seakan menambah keindahan pagi yang begitu sempurna.


~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~


 


"Agatha, sayang ayo cepet bangun" teriak wanita setengah paruh baya, yang tak lain adalah ibunya


"Eungh...5 menit lagi Bun" ujar Agatha


"Aishh...nih anak susah yahh kalo disuruh bangun. Cepetan sayang bangun, ntar telat loh kesekolahnya" ujar ibu agatha, sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Agatha


"Eungh..iyah bun iyah" ujar agatha sambil meregangkan otot otot tubuhnya


 


Agatha bangun dari ranjang kesayanganya, lantas duduk disisi ranjangnya. Sembari mengumpulkan sisa sisa nyawanya yang masih tertinggal dialam mimpi.


 


"Kamu tuhh yah dari dulu susah kalo disuruh bangun" ujar Ibu Agatha


" .....sekarang cepetan mandi, ini udah jam enam lebih. Bunda tunggu dimeja makan" ujarnya lagi


 


Setelah Ibu Agatha meninggalkan kamarnya, Agatha langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama bagi seorang Agatha Anatasya Artama untuk mandi, bukti nya baru beberapa menit dia sudah selesai dengan ritual paginya.


Agatha langsung memakai seragam sekolahnya, kemudian memoles wajah cantiknya dengan make up yang sangat tipis, sehingga terlihat natural dan yang pasti jauh dari kata menor.


 


"Semoga hari pertama sekolah, aku dapat banyak teman" ujar Agtha sambil tersenyum melihat pantulan dirinya dicermin.


 


Kaki jenjangya melangkah keluar dari kamarnya dan bergegas menuju meja makan. Namun belum sampai ke meja makan jantung Agatha berdetak lebih cepat, ketika matanya melihat benda yang menempel dilengan kirinya.


 


"APA? Jam setengah tujuh lebih!! Oh No Agatha, hari pertama jangan sampai telat, jangan jangan, kumohon" omelnya pada diri sendiri.


 


Agatha mempercepat langkahnya menuju meja makan. Bukan, bukan untuk sarapan melainkan untuk pamit berangkat sekolah. Karena yang ada diotaknya sekarang hanyalah 'jangan sampai telat' kalimat yang terus berputar\-putar diotaknya. berpamitan pada Ibunya


 


"Hey sayang kamu gak mau sarapan dulu"ujar Ibu Agatha


"Nggak keburu bun, aku udah telat bangett" ujar Agatha, setengah berlari keluar rumah.


 


Dengan langkah cepat Agatha meninggalkan rumahnya dan bergegas ke sekolah. Agatha berdiri dipinggir jalan menunggu mobil angkutan umum yang lewat. Beruntunglah tidak perlu menunggu waktu lama, yang ditunggu tunggu sudah datang. Tanpa membuang waktu Agatha langsung masuk kedalam mobil.


Agatha bisa saja naik 'ojek online' tpi dia lebih memilih naik mobil angkutan umum \(angkot\) karena ongkosnya yang lebih murah. Menurutnya lebih baik uangnya disimpan untuk keperluan lainnya.


 


 


~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~


Mobil yang dinaiki Agatha berhenti didepan gerbang sekolah barunya. Yaps, Agatha adalah seorang murid pindahan. Dulu Agatha sekolah di SMA swasta, namun karena kemampuan otaknya, Agatha berhasil mendapatkan beasiswa untuk sekolah di SMA terfavorit Bandung. Kepala sekolahnya meminta Agatha untuk pindah ke sekolah yang lebih lengkap fasilitasnya, harapannya agar dia lebih mengembangkan kemampuannya.


Agatha melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam area sekolah, untungnya gerbang masih terbuka lebar untuknya. Akhirnya Agatha bisa bernapas lega, karena yang dia takuti tidak terjadi.


 


" haahh aku kira akan telat dihari pertamaku masuk sekolah" ujar Agatha


 


Baru beberapa langkah kakinya memasuki area sekolah. Agatha dibuat kagum bukan main, bagaimana tidak, sekolah ini benar benar keren menurutnya. Nama sekolahnya terpampang jelas 'ARTAMA HIGH SCHOOL' Gedung sekolahnya yang berderet panjang serta berlantai 3, jangan lupakan interior gedungnya yang sangat mengagumkan dan lapangan olahraganya pun lebih dari satu. Berbeda jau dengan sekolahnya dulu.


Agatha terus memandang setiap sudut sekolah barunya, tanpa disadari langkahnya terhenti ketika tubuhnya menabrak seseorang.


 


BRUKKK


.


.


DUGHH


.


.


Buku yang tadi dipegang Agatha seketika jatuh kebawah dan berserakan. Namun tidak dengan tubuhnya. Agatha pikir ia akan jatuh bersamaan dengan bukunya tapi tunggu....


 


Agatha membulatkan matanya ketika melihat seseorang yamg menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


 


"Tampan" batin agatha


 


Agatha segera membuyarkan lamunannya


 


"Hemm maaf a..aku tadi nggak liat jal..." ujar agatha terpotong ketika lengan orang yang menahan tubuhnya dilepas sepihak. Otomatis tubuh Agatha ambruk kebawah.


"Aww sakit" ujar Agatha merintih kesakitan


Sementara pria yang barusan tidak sengaja ditabrak oleh tubuhnya pergi begitu saja.


"Dihh apa-apaan, niat nolong gak sih tuh orang. Tapi kalo dilihat-lihat Tampan juga" batin Agatha