
Hari hari pun berlalu seperti biasa Nay sudah terbuka kepada pelayan hari hari yang dijalaninya hanya sebagai Ibu rumah tangga menyiapkan sarapan pagi siang malam
dia tidak memikirkan chip itu lagi sebab sudah tidak ada gunanya juga toh hidupnya sudah hancur..
Tapi dia sangat bingung kemana orang tuanya..mengapa tidak ada kabar apakah mereka tidak mencurigaiku karna tidak ada kabar? Nay ingin mencari tau tapi akses untuk keluar tidak ada alat komunikasi tidak ada.
Hari hari yang dia lakukan hanyalah membaca Novel atau komik,memasak hidangan yang baru mencoba eksperimen bersama pelayan,mendengarkan musik kadang kadang berkebun berenang sesuka hatinya saja
Bagaimana dengan perasaannya pada sean?
Dia mulai menerima sean disisinya seperti tidur bersama,makan bareng itu sudah menjadi rutinitas Nay sehari hari
Dengan segala semangat Sean membuat Nay jatuh cinta kadang kadang membuat Nay tersenyum lalu Sean pun sangat senang dan tiba tiba Nay tersadar lalu menjadi cuek lagi
Sekarang Nay sedang bersantai raya duduk disofa sembari membaca Novelnya dengan hikmat senyap
Tiba tiba
Satu buket bunga besar berada di hadapannya
"Sayang!"kata Sean dengan penuh ceria Nay yang melihat itu pun hanya berdehem ria
"Ya"kata Nay dingin dan lanjut membaca Novelnya
"Apakah kau suka dengan bunganyam
?"kata sean membuat perhatian Nay menuju ke bunga tersebut
"Suka tapi kalau kau yang membawanya bunga itu berubah menjadi sampah"kata Nay beranjak dari sofa dan ingin ke kamar
Sean yang mendengarnya sedih seperti benar benar tidak harapan lagi sudah 3 minggu lebih pernikahan mereka tapi Nay belum membuka hatinya untuk dirinya tapi Sean tidak akan menyerah
"Nay aku lapar"kata Sean yang membuat Nay berhenti
"Mau makan apa?"kata Nay menghembuskan nafasnya kasar
Membuat Sean makin gemas pada dirinya
Sekejam kejamnya Nay padanya jika sean meminta makan akan dibuatin juga
"Apa saja"kata Sean,Nay pun menuju kedapur diikuti oleh Sean
Nay pun mulai masak Mie saja
"Sepertinya Mie dari korea ini enak"gumam Nay
Nay pun mengambil sosis,bakso,jamur enoki,cabai rawit,bawang bombay dan bahan lainnya
Nay pun menumis semuanya dan memasak mie tersebut
Sean pun melihat itu pun tersenyum dia memeluk Nay dari belakang
Nay tidak merespond apapun dia sudah muak dan sudah terbiasa
Nay pun merasa masakannya
"Pedas enak"gumam Nay
Aku mauu
Nay pun memberikannya kepada sean
Sean pun merasanya
"ENAK ISTRIKU PANDAI MASAK!"kata Sean tersenyum manis
Nay tidak merespondnya hanya saja kupingnya memerah
Mereka pun makan bersama setelah memasak mie
Nay pun kembali kekamar disusul oleh sean
Nay tiduran dan sean memeluknya dari samping
"Aku mencintaimu"bisik Sean
"Aku juga mencintai diriku sendiri i love my self"kata nay dengan santai sembari memejamkan matanya
Dan sean kecewa lagi untuk ke sekian kalinya
"Apa kurangnya aku?"kata Sean
"Apa kurangnya dirimu?kau tidak pernah kacaan ya?sampai kau bertanya dimana kekurangan mu?"kata Nay langsung tertidur memeluk guling punggungin Sean
Dan Sean tetap memeluknya
"Jika kau menjadi aku,kau pasti akan menjadi aku"batin Sean
LEONARD POV
Sudah minggu keempat Leonard dan Rahina tinggal bersama diNew Zealand di sebuah mansion mewah yang cocok sekali untuk pasangan
Rahina yang sangat perhatian kepada Leonard justru menjadi malapetaka bagi leonard
Bahkan leonard terkadang lepas kendali tapi bisa dikontrol lagi seperti semula
Rahina yang perhatian pada leonard karna dia ingin membalas budi telah menyelamatkan nyawanya sejak hari itu
Walaupun dia sangat terpuruk tapi leonard yang selalu menyemangatinya tiada henti
Itu yang membuat rahina hampir jatuh hati pada leonard semasa dia SMA dulu sempat baper sempat ingin membuka hati tapi dendam itu masih tercium,
Rahina sangat tahu betul bahwa leonard masih suka dengannya
Memberikannya hal romantis setiap hari dan lain lain
Dia sudah tahu itu
Cuma..
Dia ingin pura pura tidak tahu saja dan leonard tidak canggung padanya
Dalam masa sekarang Rahina menganggap Leonard hanya sebagai abang tidak lebih apa lagi dia belum bisa melupakan Zeandra
"Leonard kau hari ini kau kemana saja?"kata Rahina mengambil Jas Leonard yamg baru pulang dengan tingkah laku Rahina seperti ini pikiran leonard sudah kemana mana
"Suami istri begini bukan?"batin Leonard
"Aku hanya kekantor melihat pabrik sangat lelah dan sangat panas hari ini badan ku remuk semua"kata Leonard merengangkan badannya dan tersenyum
"Aku buatin teh herbal ya sekalian aku pijitin mau?"kata Rahina bertanya
"Boleh"kata Leonard duduk disofa menunggu Rahina
Rahina pun siap membuat Teh dan berjalan menuju Leonard untuk memijatnya
Leonard pun menikmati pijatannya dan menikmati sentuhannya sudah 10 menit rahina memijat bahu leonard sambil berbicara ringan tentang kegiatan masing masing
Rahina pun berhenti dan duduk disofa
"Sini kepalanya"kata Rahina sambil memukul pelan pahanya
Leonard pun langsung bulshing dan pelan pelan dia meletakkan kepalanya di paha Rahina
Rahina pun mulai memijatnya
"Enak tidak?"kata Rahina
"Enak tangan mu sangat ahli"kata Leonard memejamkan matanya
"Iyalah tuh"kata Rahina terkekeh pelan
Rahina pun menunduk dan melihat wajah Leonard
Leonard pun membuka matanya
Mereka saling bertatapan
Leonard pun bangun dan mereka masih bertatap tatapan
Seperti ada yang mengunci
Tiba tiba Leonard mencium bibir Rahina pelan dengan lembut
Rahina yang terkejut pun hanya bisa diam
Tiba tiba dia teringat Zeandra Rahina pun mendorong dada Leonard tetapi Leonard tak ingin melepaskannya
Seperti sudah pasrah Rahina pun membalas ciuman Leonard yang membuat leonard seperti berada dilangit ketujuh saat ini
Ciuman mereka makin panas disaat Leonard sudah menjalar keleher dan membuat sejumlah kissmark disana
Mereka sama sama Menikmatinya
Sampai pada akhirnya
"Aku sangat mencintaimu"Kata Leonard melihat mata Nay dengan penuh cinta yang besar
"Iya"kata Rahina tidak bisa menjawab disisi lain tidak mungkin dia menjilat ludahnya sendiri tapi disisi satunya lagi dia ingin menerima leonard tapi tidak bisa
Leonard hanya tersenyum kecut dengan itu
Leonard makin emosi dan terus mencium bibir rahina lagi
Leonard menjalar kebawah
Tangan leonard tak tinggal dia terus memegang pay*dara Rahina
Rahina yang merasakan itu hasratnya pun terbangun tapi dia pun mendorong leonard
"Leonard aku masih belum melupakan Zeandra maafkan aku"Kata Rahina berlari kekamar
Leonard hanya melihat itu dan langsung berdecak kesal
"ARGH!!"decak kesal Leonard
Leonard pun tertidur disofa
"Mengapa aku selalu kalah dari mu Zeandra walaupun kau sudah tiada"batin leonard
Rahina mengunci pintunya rapat rapat
Dia pun merosot kebawah dan Menangis
"Zeandra aku mulai menerima Leonard bagaimana ini..aku tidak ingin rasa cinta ku padamu berkurang tapi...bagaimana?mulai tumbuh rasaku pada nya aku akan berusaha menolak perasaan ini"tangis Rahina
NAY POV
Nay pun tertidur bersama dengan Sean memeluknya
Nay pun melihat Sean dengan tatapan yang beda
"Kau tampan kau baik kau memberikan apapun kepada orang yang kau cintai..tapi orang yang kau cintai itu salah,mengapa harus aku?aku tidak akan pernah mencintaimu"kata Nay mengusap kepala Sean
DEG!!
Nay pun terkejut..kenapa hatinya sesakit ini saat dia mengucapkan
"Aku tidak akan pernah mencintaimu?".
Mengapa demikian?
"Tidak mungkin ini karna cinta!tidak!ingatlah DIA ITU PEMBUNUH KAKAK DAN PASANGAN MU"batin Nay yang berusaha sinkron dengan otak dan hatinya
Nay pun berdiri menuju kekamar mandi
Dia pun mandi disana dan keluar memakai handuk
Terlihat Sean sudah duduk disana sambil memperhatikan Nay
Sean menelan ludahnya
Semenjak hari itu Sean tidak pernah menyentuh Nay lagi
Nay pun menuju kecloset dia pun membuka handuknya disana di Intip oleh Sean,Sean melihat body Nay yang sangat bagus dia ingin merasakan itu lagi
Sean pun mendekati Nay
Dan memeluk Nay yang tanpa busana itu
"Apakah kau tidak tahu bahayanya kau tanpa busana bersama dengan laki laki?"bisik sean dan mulai mencium leher Nay
"Kau suamiku,kau juga sudah melihat semuanya waktu kau memperkosaku ngapain aku harus menutupinya lagi"kata Nay masih memilih baju tidurnya
Sean pun tidak mengubris perkataan itu
Dia tetap fokus dengan mencium leher Nay
Sean yang sedang menciumi leher Nay pun merasa geli
"Apa yang kau lakukan"kata Nay mulai menggeliat
Sean pun tiba tiba mengendong Nay dan melemparkannya dikasur
Sean pun membuka kancing bajunya satu persatu
Nay melihat itu pun merinding geli
"Bolehkah?"kata Sean