SHE IS MAFIA!

SHE IS MAFIA!
SHE IS MAFIA 46



Hari hari pun berlalu seperti biasa Nay sudah terbuka kepada pelayan hari hari yang dijalaninya hanya sebagai Ibu rumah tangga menyiapkan sarapan pagi siang malam


dia tidak memikirkan chip itu lagi sebab sudah tidak ada gunanya juga toh hidupnya sudah hancur..


Tapi dia sangat bingung kemana orang tuanya..mengapa tidak ada kabar apakah mereka tidak mencurigaiku karna tidak ada kabar? Nay ingin mencari tau tapi akses untuk keluar tidak ada alat komunikasi tidak ada.


Hari hari yang dia lakukan hanyalah membaca Novel atau komik,memasak hidangan yang baru mencoba eksperimen bersama pelayan,mendengarkan musik kadang kadang berkebun berenang sesuka hatinya saja


Bagaimana dengan perasaannya pada sean?


Dia mulai menerima sean disisinya seperti tidur bersama,makan bareng itu sudah menjadi rutinitas Nay sehari hari


Dengan segala semangat Sean membuat Nay jatuh cinta kadang kadang membuat Nay tersenyum lalu Sean pun sangat senang dan tiba tiba Nay tersadar lalu menjadi cuek lagi


Sekarang Nay sedang bersantai raya duduk disofa sembari membaca Novelnya dengan hikmat senyap


Tiba tiba


Satu buket bunga besar berada di hadapannya


"Sayang!"kata Sean dengan penuh ceria Nay yang melihat itu pun hanya berdehem ria


"Ya"kata Nay dingin dan lanjut membaca Novelnya


"Apakah kau suka dengan bunganyam


?"kata sean membuat perhatian Nay menuju ke bunga tersebut


"Suka tapi kalau kau yang membawanya bunga itu berubah menjadi sampah"kata Nay beranjak dari sofa dan ingin ke kamar


Sean yang mendengarnya sedih seperti benar benar tidak harapan lagi sudah 3 minggu lebih pernikahan mereka tapi Nay belum membuka hatinya untuk dirinya tapi Sean tidak akan menyerah


"Nay aku lapar"kata Sean yang membuat Nay berhenti


"Mau makan apa?"kata Nay menghembuskan nafasnya kasar


Membuat Sean makin gemas pada dirinya


Sekejam kejamnya Nay padanya jika sean meminta makan akan dibuatin juga


"Apa saja"kata Sean,Nay pun menuju kedapur diikuti oleh Sean


Nay pun mulai masak Mie saja


"Sepertinya Mie dari korea ini enak"gumam Nay


Nay pun mengambil sosis,bakso,jamur enoki,cabai rawit,bawang bombay dan bahan lainnya


Nay pun menumis semuanya dan memasak mie tersebut


Sean pun melihat itu pun tersenyum dia memeluk Nay dari belakang


Nay tidak merespond apapun dia sudah muak dan sudah terbiasa


Nay pun merasa masakannya


"Pedas enak"gumam Nay


Aku mauu


Nay pun memberikannya kepada sean


Sean pun merasanya


"ENAK ISTRIKU PANDAI MASAK!"kata Sean tersenyum manis


Nay tidak merespondnya hanya saja kupingnya memerah


Mereka pun makan bersama setelah memasak mie


Nay pun kembali kekamar disusul oleh sean


Nay tiduran dan sean memeluknya dari samping


"Aku mencintaimu"bisik Sean


"Aku juga mencintai diriku sendiri i love my self"kata nay dengan santai sembari memejamkan matanya


Dan sean kecewa lagi untuk ke sekian kalinya


"Apa kurangnya aku?"kata Sean


"Apa kurangnya dirimu?kau tidak pernah kacaan ya?sampai kau bertanya dimana kekurangan mu?"kata Nay langsung tertidur memeluk guling punggungin Sean


Dan Sean tetap memeluknya


"Jika kau menjadi aku,kau pasti akan menjadi aku"batin Sean


LEONARD POV


Sudah minggu keempat Leonard dan Rahina tinggal bersama diNew Zealand di sebuah mansion mewah yang cocok sekali untuk pasangan


Rahina yang sangat perhatian kepada Leonard justru menjadi malapetaka bagi leonard


Bahkan leonard terkadang lepas kendali tapi bisa dikontrol lagi seperti semula


Rahina yang perhatian pada leonard karna dia ingin membalas budi telah menyelamatkan nyawanya sejak hari itu


Walaupun dia sangat terpuruk tapi leonard yang selalu menyemangatinya tiada henti


Itu yang membuat rahina hampir jatuh hati pada leonard semasa dia SMA dulu sempat baper sempat ingin membuka hati tapi dendam itu masih tercium,


Rahina sangat tahu betul bahwa leonard masih suka dengannya


Memberikannya hal romantis setiap hari dan lain lain


Dia sudah tahu itu


Cuma..


Dia ingin pura pura tidak tahu saja dan leonard tidak canggung padanya


Dalam masa sekarang Rahina menganggap Leonard hanya sebagai abang tidak lebih apa lagi dia belum bisa melupakan Zeandra


"Leonard kau hari ini kau kemana saja?"kata Rahina mengambil Jas Leonard yamg baru pulang dengan tingkah laku Rahina seperti ini pikiran leonard sudah kemana mana


"Suami istri begini bukan?"batin Leonard


"Aku hanya kekantor melihat pabrik sangat lelah dan sangat panas hari ini badan ku remuk semua"kata Leonard merengangkan badannya dan tersenyum


"Aku buatin teh herbal ya sekalian aku pijitin mau?"kata Rahina bertanya


"Boleh"kata Leonard duduk disofa menunggu Rahina


Rahina pun siap membuat Teh dan berjalan menuju Leonard untuk memijatnya


Leonard pun menikmati pijatannya dan menikmati sentuhannya sudah 10 menit rahina memijat bahu leonard sambil berbicara ringan tentang kegiatan masing masing


Rahina pun berhenti dan duduk disofa


"Sini kepalanya"kata Rahina sambil memukul pelan pahanya


Leonard pun langsung bulshing dan pelan pelan dia meletakkan kepalanya di paha Rahina


Rahina pun mulai memijatnya


"Enak tidak?"kata Rahina


"Enak tangan mu sangat ahli"kata Leonard memejamkan matanya


"Iyalah tuh"kata Rahina terkekeh pelan


Rahina pun menunduk dan melihat wajah Leonard


Leonard pun membuka matanya


Mereka saling bertatapan


Leonard pun bangun dan mereka masih bertatap tatapan


Seperti ada yang mengunci


Tiba tiba Leonard mencium bibir Rahina pelan dengan lembut


Rahina yang terkejut pun hanya bisa diam


Tiba tiba dia teringat Zeandra Rahina pun mendorong dada Leonard tetapi Leonard tak ingin melepaskannya


Seperti sudah pasrah Rahina pun membalas ciuman Leonard yang membuat leonard seperti berada dilangit ketujuh saat ini


Ciuman mereka makin panas disaat Leonard sudah menjalar keleher dan membuat sejumlah kissmark disana


Mereka sama sama Menikmatinya


Sampai pada akhirnya


"Aku sangat mencintaimu"Kata Leonard melihat mata Nay dengan penuh cinta yang besar


"Iya"kata Rahina tidak bisa menjawab disisi lain tidak mungkin dia menjilat ludahnya sendiri tapi disisi satunya lagi dia ingin menerima leonard tapi tidak bisa


Leonard hanya tersenyum kecut dengan itu


Leonard makin emosi dan terus mencium bibir rahina lagi


Leonard menjalar kebawah


Tangan leonard tak tinggal dia terus memegang pay*dara Rahina


Rahina yang merasakan itu hasratnya pun terbangun tapi dia pun mendorong leonard


"Leonard aku masih belum melupakan Zeandra maafkan aku"Kata Rahina berlari kekamar


Leonard hanya melihat itu dan langsung berdecak kesal


"ARGH!!"decak kesal Leonard


Leonard pun tertidur disofa


"Mengapa aku selalu kalah dari mu Zeandra walaupun kau sudah tiada"batin leonard


Rahina mengunci pintunya rapat rapat


Dia pun merosot kebawah dan Menangis


"Zeandra aku mulai menerima Leonard bagaimana ini..aku tidak ingin rasa cinta ku padamu berkurang tapi...bagaimana?mulai tumbuh rasaku pada nya aku akan berusaha menolak perasaan ini"tangis Rahina


NAY POV


Nay pun tertidur bersama dengan Sean memeluknya


Nay pun melihat Sean dengan tatapan yang beda


"Kau tampan kau baik kau memberikan apapun kepada orang yang kau cintai..tapi orang yang kau cintai itu salah,mengapa harus aku?aku tidak akan pernah mencintaimu"kata Nay mengusap kepala Sean


DEG!!


Nay pun terkejut..kenapa hatinya sesakit ini saat dia mengucapkan


"Aku tidak akan pernah mencintaimu?".


Mengapa demikian?


"Tidak mungkin ini karna cinta!tidak!ingatlah DIA ITU PEMBUNUH KAKAK DAN PASANGAN MU"batin Nay yang berusaha sinkron dengan otak dan hatinya


Nay pun berdiri menuju kekamar mandi


Dia pun mandi disana dan keluar memakai handuk


Terlihat Sean sudah duduk disana sambil memperhatikan Nay


Sean menelan ludahnya


Semenjak hari itu Sean tidak pernah menyentuh Nay lagi


Nay pun menuju kecloset dia pun membuka handuknya disana di Intip oleh Sean,Sean melihat body Nay yang sangat bagus dia ingin merasakan itu lagi


Sean pun mendekati Nay


Dan memeluk Nay yang tanpa busana itu


"Apakah kau tidak tahu bahayanya kau tanpa busana bersama dengan laki laki?"bisik sean dan mulai mencium leher Nay


"Kau suamiku,kau juga sudah melihat semuanya waktu kau memperkosaku ngapain aku harus menutupinya lagi"kata Nay masih memilih baju tidurnya


Sean pun tidak mengubris perkataan itu


Dia tetap fokus dengan mencium leher Nay


Sean yang sedang menciumi leher Nay pun merasa geli


"Apa yang kau lakukan"kata Nay mulai menggeliat


Sean pun tiba tiba mengendong Nay dan melemparkannya dikasur


Sean pun membuka kancing bajunya satu persatu


Nay melihat itu pun merinding geli


"Bolehkah?"kata Sean