SHE IS MAFIA!

SHE IS MAFIA!
SHE IS MAFIA 43



Sean langsung memanggil dokter sembari memakaikan dia baju


Sean terus memegang tangan Nay dengan penuh kasih sayang


"Bagaimana keadaannya?"kata Sean menatap sinis dokter tersebut sehingga dokter tersebut gugup


"D-dia hanya kecapean dan jangan membuat dia tertekan jika tidak dia akan semakin memburuk,dan t-tangannya baik baik saja,abis ini berilah dia makan dan minum obat dia akan bangun sesegera mungkin"kata dokter tersebut secara detail


"Baiklah kau boleh pergi"kata Sean


Dokter tersebut langsung pergi


"DARWIN!"kata sean


"Ya tuan?"kata darwin langsung menghampiri sean


"Bagaimana keadaan gerald?"kata Sean


"Dia sekarat Tuan, dia juga tidak mau makan pemberian kami"kata darwin


" paksa dia makan dan jangan sampai dia mati Biarkanlah nay menjaga kesehatannya dulu Biarkan dia pulih"kata sean


" tapi Tuan Bukankah rencananya kita akan membunuh tuan gerald?"kata darwin


" biarkan dia berjumpa dulu jangan nay baru kita akan membunuh dia biarkan nay melihat gerald sekali lagi setelah dia sadar"kata sean


" baik tuan"kata darwin


Sean pun memegang tangan nay


"Kau menyusahkan ku sayang.tapi itu bagian terserunya"gumam Sean sembari mencium tangan nay


Kebesokan harinya...


Nay pun terbangun dari tidur panjangnya 4 hari dia tidak sadarkan diri..perutnya kosong


Dikamar itu kosong tidak ada siapa siapa


Dia sadar dia ada dirumah sean


"Huh...aku harus tenang..aku tidak tau sudut rumah ini.aku harus kabur dan memberitaukan semuanya kepada ayah dan bunda."Batin nay


Dia pun berjalan kekamar mandi dan langsung mandi.


Dia memakai baju yang tersedia di lemari tersebut


Dia berkeliling dikamar tersebut melihat semua secara detail dan beralih kekaca


"Kaca ini sangat tebal..jika aku memecahkannya..bukan kacanya yang pecah..tulang ku yang pecah .."kata Nay


Dan tiba tiba suara pintu pun terbuka


Dan terlihatlah Sean dengan gagah memakai jasnya masuk dan melihat Nay


Nay pun hanya menatap datar sean dengan tatapan kebencian


"Kau sudah bangun?apakah kau sudah makan?"kata sean


"Pasti belum,darwin suruh pelayan membuatkan makanannya pengantin ku tak boleh kelaparan"sambung sean


"Baik tuan"kata darwin


"Dimana gerald."kata Nay dengan sangat dingin


Sean pun mendekatinya sambil menghela nafas


"Huh...okey"kata Sean menarik tangan Nay dia pun menuju ruang bawah tanah


Sean mengandengnya dan nay memperhatikan sisi rumah ini dengan sebisanya


Ruang bawa tanahnya sangat jauh


Banyak penjagaan disana


Dan terlihatlah gerald dengan penuh darah dan terlihatan tak berdaya dengan tangan kaki dirantai.


Nay pun berlari menuju gerald dan memeluknya


Dan sean hanya berdiri didepan pintu sembari melihat nay


"Gerald hey kakak.."kata Nay meneteskan air mata belum pernah dia melihat gerald begini seumur hidupnya


Dia pun memegang wajah gerald


"Gerald hey look at me hiks gerald"kata Nay dan mengusap rambutnya agar terlihat wajah gerald


"N-nay?"lirih gerald


"Iya ini aku"kata Nay menangis


Gerald pun berusaha memegang wajah adiknya tersebut tapi dia tidak sanggup tangannya sangat sakit dan terlihat tangan gerald penuh luka cambukkan


Nay pun marah dengan Sean


Dan nay berlari kearah sean dan langsung meninju sean


"KAU APAKAN KAKAK KU HAH?!"kata Nay dan sean pun memegang wajahnya yang terkena pukulannya


Dan dia yang tersenyum manis


"KAU GILA!"kata Nay


"Gila karena mu"jawab sean dengan santai


Nay pun kembali kepada gerald dan gerald berusaha memeluk adiknya dan nay pun langsung memeluk gerald dengan tangisannya


"Ini terakhir kalinya kita berjumpa...aku harap kau menjaga ayah bunda...dan.uhuk..kaburlah lewat pembuangan sampah di dapur.."lirih Gerald yang bahkan tidak kedengar


Tapi Nay masih mendengarnya sebab dekat


"Baiklah..hiks kenapa kau bilang begitu hiks?"tanya Nay menghapus air matanya dan tiba tiba sean mendekat


"Karna dia tau ini ajalnya."kata Sean langsung menembakkan sebuah pistol kearah gerald


"Kaburlah sekarang.."kata kata terakhir Gerald


"ARGHHHHHH TIDAKKKK!!"kata Nay dengan wajah bersimpuh darah gerald


Sean pun menarik nay yang menangis


Dan memeluknya


"Buang mayatnya"kata Sean dan menenangkan Nay bukannya tenang nay makin malah marah dia pun mengambil pistol yang ada disaku sean dan menolak sean dengan sekuat tenaga


Nay lari dengan menangis menuju ke dapur


"SIALAN KEJAR NAY!"teriak sean berlari


Semua bodyguard mengejar Nay


Nay dengan begitu pandainya menutup pintu yang dilewati satu persatu


Dan melemparkan barang barang yang ada disana seperti kursi


Nay pun menendang kotak kepada bodyguard tersebut dan menembak mereka satu persatu dan akhirnya peluru dipistol itu habis tapi bodyguard sean banyak sekali dibelakangnya


"Shit!" Gumam Nay


Nay berlari dan sampailah di ruangan utama semua bodyguard mengepungnya ditengah tengah dan Nay langsung mengambil tongkat besi yang kebetulan ada disana dia pun mengambil vas bunga dan melemparkannya


Sean pun hanya memperhatikan nay


Bodyguard tersebut pun maju Nay pun memukul mereka dengan sekuat tenaga


Nay pun mendorong bodyguard satu lagi yang menyerang ya dari samping dengan kakinya dan langsung Nay memukul bodyguard yang menyerangnya lagi


Dengan sigap nay berlari menuju dapur dan bodyguard pun mengejarnya lagi pelayan pelayan pun dibuat ketakutan dan berlarian.


Nay pun mengambil pisau dapur dan menancapkannya kepada bodyguard tersebut dan mengambil pisau dari perut bodyguard


Dan bodyguard satu lagi pun menyerang Nay dan segera nay memukul kepalanya dengan tongkat besi


Nay pun melemas sebab dia belum makan dari kemarin


Bodyguard tinggal 10 Lagi


Nay pun menyerangnya secara habis habisan


Tenaganya tidak ada lagi dia pun tertatih ke dapur dengan lariannya


Sean tau bahwa jalan pikiran Nay akan ke pembuangan sampai


Sean pun bertepuk tangan


"Luar biasa kau menghabiskan 20 bodyguard ku sayang kau luar biasa"kata sean seperti bangga


Nay pun melihatnya


Terlihat nay lemas tak berdaya lagi


Dia pun jatuh lemas


Usahanya melawan 20 bodyguard dan apa yang disuruh oleh gerald sia sia..


Sean pun mengendong Nay


Dan nay pun bersandar di dadanya


Dia lemah sekali dia butuh makanan.


"Huh akhirnya aku gagal"gumam Nay dan sean mendengarnya dan tersenyum


Sean meletakkannya di kasur dengan perlahan


"Seharusnya kau tidak perlu menghabiskan tenaga mu sebab itu akan sia sia sayang"kata Sean mengambil makanan yang dia suruh tadi dan menyuapkannya pada nay


"Aku bisa sendiri "kata Nay


Tapi sean tidak peduli dan akhirnya Nay pun menerima suapan tersebut


"Besok kita akan menikah."kata Sean


Nay pun tersedak


"APA?!"kata Nay


Sean pun dengan sigap mengambil air dan memberikannya


"AKU TIDAK MAU."kata Nay dengan tegas


"Kau harus mau karna kau milikku."kata Sean


"KAU ********"kata Nay


"Terima kasih sayang"kata sean keluar dengan santainya


Nay pun pasrah dengan hidupnya


Dia tidak tau harus kemana


Apa dia akan kabur besok?


Tapi tidak mungkin.


Dia pusing.


Apakah zeandra sudah mengetahui hilangnya Nay?


Tidak ada penggerakkan sama sekali


Nay pun nangis dia tak tahu nasibnya seperti apa..


Gerald sudah tiada..hidupnya hancur


Disisi lain Sean pun dengan bahagia besok dia akan menikah dengan wanita pujaannya


"Bunuh orang tua Nay.dia adalah tembok pembatas untuk ku dan Nay jika dia mengetahui nay bersama ku.besok aku akan menikah jangan sampai Nay tau orang tuanya tiada."kata sean


"Baik tuan."kata Darwin


"Berbulan bulan sayang..akhirnya.."gumam Sean dengan menghembuskan nafasnya