
Sean langsung memanggil dokter sembari memakaikan dia baju
Sean terus memegang tangan Nay dengan penuh kasih sayang
"Bagaimana keadaannya?"kata Sean menatap sinis dokter tersebut sehingga dokter tersebut gugup
"D-dia hanya kecapean dan jangan membuat dia tertekan jika tidak dia akan semakin memburuk,dan t-tangannya baik baik saja,abis ini berilah dia makan dan minum obat dia akan bangun sesegera mungkin"kata dokter tersebut secara detail
"Baiklah kau boleh pergi"kata Sean
Dokter tersebut langsung pergi
"DARWIN!"kata sean
"Ya tuan?"kata darwin langsung menghampiri sean
"Bagaimana keadaan gerald?"kata Sean
"Dia sekarat Tuan, dia juga tidak mau makan pemberian kami"kata darwin
" paksa dia makan dan jangan sampai dia mati Biarkanlah nay menjaga kesehatannya dulu Biarkan dia pulih"kata sean
" tapi Tuan Bukankah rencananya kita akan membunuh tuan gerald?"kata darwin
" biarkan dia berjumpa dulu jangan nay baru kita akan membunuh dia biarkan nay melihat gerald sekali lagi setelah dia sadar"kata sean
" baik tuan"kata darwin
Sean pun memegang tangan nay
"Kau menyusahkan ku sayang.tapi itu bagian terserunya"gumam Sean sembari mencium tangan nay
Kebesokan harinya...
Nay pun terbangun dari tidur panjangnya 4 hari dia tidak sadarkan diri..perutnya kosong
Dikamar itu kosong tidak ada siapa siapa
Dia sadar dia ada dirumah sean
"Huh...aku harus tenang..aku tidak tau sudut rumah ini.aku harus kabur dan memberitaukan semuanya kepada ayah dan bunda."Batin nay
Dia pun berjalan kekamar mandi dan langsung mandi.
Dia memakai baju yang tersedia di lemari tersebut
Dia berkeliling dikamar tersebut melihat semua secara detail dan beralih kekaca
"Kaca ini sangat tebal..jika aku memecahkannya..bukan kacanya yang pecah..tulang ku yang pecah .."kata Nay
Dan tiba tiba suara pintu pun terbuka
Dan terlihatlah Sean dengan gagah memakai jasnya masuk dan melihat Nay
Nay pun hanya menatap datar sean dengan tatapan kebencian
"Kau sudah bangun?apakah kau sudah makan?"kata sean
"Pasti belum,darwin suruh pelayan membuatkan makanannya pengantin ku tak boleh kelaparan"sambung sean
"Baik tuan"kata darwin
"Dimana gerald."kata Nay dengan sangat dingin
Sean pun mendekatinya sambil menghela nafas
"Huh...okey"kata Sean menarik tangan Nay dia pun menuju ruang bawah tanah
Sean mengandengnya dan nay memperhatikan sisi rumah ini dengan sebisanya
Ruang bawa tanahnya sangat jauh
Banyak penjagaan disana
Dan terlihatlah gerald dengan penuh darah dan terlihatan tak berdaya dengan tangan kaki dirantai.
Nay pun berlari menuju gerald dan memeluknya
Dan sean hanya berdiri didepan pintu sembari melihat nay
"Gerald hey kakak.."kata Nay meneteskan air mata belum pernah dia melihat gerald begini seumur hidupnya
Dia pun memegang wajah gerald
"Gerald hey look at me hiks gerald"kata Nay dan mengusap rambutnya agar terlihat wajah gerald
"N-nay?"lirih gerald
"Iya ini aku"kata Nay menangis
Gerald pun berusaha memegang wajah adiknya tersebut tapi dia tidak sanggup tangannya sangat sakit dan terlihat tangan gerald penuh luka cambukkan
Nay pun marah dengan Sean
Dan nay berlari kearah sean dan langsung meninju sean
"KAU APAKAN KAKAK KU HAH?!"kata Nay dan sean pun memegang wajahnya yang terkena pukulannya
Dan dia yang tersenyum manis
"KAU GILA!"kata Nay
"Gila karena mu"jawab sean dengan santai
Nay pun kembali kepada gerald dan gerald berusaha memeluk adiknya dan nay pun langsung memeluk gerald dengan tangisannya
"Ini terakhir kalinya kita berjumpa...aku harap kau menjaga ayah bunda...dan.uhuk..kaburlah lewat pembuangan sampah di dapur.."lirih Gerald yang bahkan tidak kedengar
Tapi Nay masih mendengarnya sebab dekat
"Baiklah..hiks kenapa kau bilang begitu hiks?"tanya Nay menghapus air matanya dan tiba tiba sean mendekat
"Karna dia tau ini ajalnya."kata Sean langsung menembakkan sebuah pistol kearah gerald
"Kaburlah sekarang.."kata kata terakhir Gerald
"ARGHHHHHH TIDAKKKK!!"kata Nay dengan wajah bersimpuh darah gerald
Sean pun menarik nay yang menangis
Dan memeluknya
"Buang mayatnya"kata Sean dan menenangkan Nay bukannya tenang nay makin malah marah dia pun mengambil pistol yang ada disaku sean dan menolak sean dengan sekuat tenaga
Nay lari dengan menangis menuju ke dapur
"SIALAN KEJAR NAY!"teriak sean berlari
Semua bodyguard mengejar Nay
Nay dengan begitu pandainya menutup pintu yang dilewati satu persatu
Dan melemparkan barang barang yang ada disana seperti kursi
Nay pun menendang kotak kepada bodyguard tersebut dan menembak mereka satu persatu dan akhirnya peluru dipistol itu habis tapi bodyguard sean banyak sekali dibelakangnya
"Shit!" Gumam Nay
Nay berlari dan sampailah di ruangan utama semua bodyguard mengepungnya ditengah tengah dan Nay langsung mengambil tongkat besi yang kebetulan ada disana dia pun mengambil vas bunga dan melemparkannya
Sean pun hanya memperhatikan nay
Bodyguard tersebut pun maju Nay pun memukul mereka dengan sekuat tenaga
Nay pun mendorong bodyguard satu lagi yang menyerang ya dari samping dengan kakinya dan langsung Nay memukul bodyguard yang menyerangnya lagi
Dengan sigap nay berlari menuju dapur dan bodyguard pun mengejarnya lagi pelayan pelayan pun dibuat ketakutan dan berlarian.
Nay pun mengambil pisau dapur dan menancapkannya kepada bodyguard tersebut dan mengambil pisau dari perut bodyguard
Dan bodyguard satu lagi pun menyerang Nay dan segera nay memukul kepalanya dengan tongkat besi
Nay pun melemas sebab dia belum makan dari kemarin
Bodyguard tinggal 10 Lagi
Nay pun menyerangnya secara habis habisan
Tenaganya tidak ada lagi dia pun tertatih ke dapur dengan lariannya
Sean tau bahwa jalan pikiran Nay akan ke pembuangan sampai
Sean pun bertepuk tangan
"Luar biasa kau menghabiskan 20 bodyguard ku sayang kau luar biasa"kata sean seperti bangga
Nay pun melihatnya
Terlihat nay lemas tak berdaya lagi
Dia pun jatuh lemas
Usahanya melawan 20 bodyguard dan apa yang disuruh oleh gerald sia sia..
Sean pun mengendong Nay
Dan nay pun bersandar di dadanya
Dia lemah sekali dia butuh makanan.
"Huh akhirnya aku gagal"gumam Nay dan sean mendengarnya dan tersenyum
Sean meletakkannya di kasur dengan perlahan
"Seharusnya kau tidak perlu menghabiskan tenaga mu sebab itu akan sia sia sayang"kata Sean mengambil makanan yang dia suruh tadi dan menyuapkannya pada nay
"Aku bisa sendiri "kata Nay
Tapi sean tidak peduli dan akhirnya Nay pun menerima suapan tersebut
"Besok kita akan menikah."kata Sean
Nay pun tersedak
"APA?!"kata Nay
Sean pun dengan sigap mengambil air dan memberikannya
"AKU TIDAK MAU."kata Nay dengan tegas
"Kau harus mau karna kau milikku."kata Sean
"KAU ********"kata Nay
"Terima kasih sayang"kata sean keluar dengan santainya
Nay pun pasrah dengan hidupnya
Dia tidak tau harus kemana
Apa dia akan kabur besok?
Tapi tidak mungkin.
Dia pusing.
Apakah zeandra sudah mengetahui hilangnya Nay?
Tidak ada penggerakkan sama sekali
Nay pun nangis dia tak tahu nasibnya seperti apa..
Gerald sudah tiada..hidupnya hancur
Disisi lain Sean pun dengan bahagia besok dia akan menikah dengan wanita pujaannya
"Bunuh orang tua Nay.dia adalah tembok pembatas untuk ku dan Nay jika dia mengetahui nay bersama ku.besok aku akan menikah jangan sampai Nay tau orang tuanya tiada."kata sean
"Baik tuan."kata Darwin
"Berbulan bulan sayang..akhirnya.."gumam Sean dengan menghembuskan nafasnya