
Nay pun keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama
"Huh..sekarang panggilan ku sudah menjadi nyonya muda sean.ck.."kata Nay terkekeh menertawakan hidupnya
Keluarlah dia dri kamar mandi dengan rambut terurai basah
Dia pun mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer dimeja riasnya tanpa mempedulikan sean yang melihatnya sejak tadi
"Kau sudah siap mandi?"tanya Sean berjalan menuju Nay
"Apakah mata mu buta?"kata Nay dingin dan berfokus mengeringkan rambutnya
Sean pun hanya berdehem dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya
Melihat itu pun nay langsung bercepat cepat mengeringkan tidur dan berjalan kekasur untuk tidur
Dia tidak lupa karena ini adalah malam pertama
Nay tidak mau merasakan sakit yang luar biasa itu lagi
Nay pun berusaha tidur
LEONARD POV
Leonard pun sampai kerumah sakit sudah diperiksa juga rahina oleh dokter dan sekarang leonard menunggu rahina di ruangan tersebut sembari memegang tangan rahina dan berdoa
"Ku mohon tuhan kumohon rahina bangunlah"kata leonard
Leonard pun tertidur setelah mengucapkan itu beribu ribu kali
Leonard masih tertidur lelap tetapi tiba tiba rahina terbangun dan melihat leonard memegang tangannya dengan raut wajah ketakutan dan mengkhawatirkan
"Leo.."lirih rahina sembari memegang tangan leonard
Leonard pun tersentak dengan itu
"RAHINA?RAHINA KAU AKHIRNYA SADAR TERIMAKASIH"kata leonard memeluk rahina dengan masih memikirkan zeandra rahina pun dengan tangisannya memeluk leonard kembali
"Terimakasih leo telah menyelamatkan ku hiks.."kata rahina lirih
"Tidak apa apa...aku akan selalu berada disamping mu i love you rahina..aku sangat mencintai mu seperti dahulu..tidak ada yang berubah"kata Leonard mengungkapkan perasaanya lagi yang membuat rahina melepaskan pelukkannya dan lagi lagi membuat leonard sedikit kecewa ternyata dia ditolak..lagi.
"Ah...terimakasih Leonard."kata rahina
Leonard pun tersenyum lirih.
Tapi terbesit dipikirannya ...
"Zeandra sudah mati...aku akan menjaganya...dan membuatnya jatuh cinta dengan ku"batin leonard bersemangat
Rahina pun memandang Leo
"Leo?bisakah aku menelpon anak ku?"kata Rahina
Leonard pun terkejut
"Aku tidak boleh memberi tau Rahina tentang Nay sudah menjadi menantu ku.."batin Leonard
"Rahina..aku sudah menghubunginya..tetapi..dia menghilang bersama dengan Gerald anak mu yang satu lagi...mereka hilang tidak ada jejak"kata Leonard berbohong
"APA?"kata Rahina terkejut "tidak ada kabar sama sekali?"kata Rahina hampir menangis tetapi leonard langsung menenangkannya lagi
"Iya."kata Leonard
"Siapa yang berbuat jahat seperti ini.."tangis Rahina memeluk Leonard
"Maaf kan aku Rahina..itu semua perbuatan Anak ku.."batin Leonard
"Aku tidak tau.."Peluk leonard balik
AUTHOR POV
Sean pun selesai mandi dan keluar hanya menggunakan handuk dan memakai piyamanya
Dilihatnya Nay sedang tertidur walaupun sebenarnya Nay hanya memejamkan mata
Sean pun mendekatinya
Dan duduk disebelahnya
"Aku mencintaimu..apa susahnya jika kau menerimaku? Aku mempunyai mu..tapi tidak hati mu..aku harus bagaimana agar kau mencintaiku sama seperti aku mencintaimu? Setidaknya buka lah hati mu untuk menerima ku..agar aku mendapatkan semangat dan terus berjuang untuk mendapatkan mu...bisakah?jika aku terlahir kembali..aku ingin meminta tuhan untuk melahirkan ku sebagai Sky..orang yang kau cintai..bisakah kau mencintaiku seperti kau mencintai Sky?bisakah?"kata Sean dengan suara lirih sembari menghelus pipi Nay dengan lembut
Nay yang mendengar itu pun sangat terkejut...hatinya merasa tersentuh dengan perkataan sean seperti itu...
"B-benarkah dia M-mencintaiku?"batin Nay masih terkejut
Nay sedikit Iba dengan perkataan sean yang seperti itu
Haruskah dia membuka hatinya?
Hati nya yang beku pun sedikit meleleh saat sean berkata seperti itu..
Tetapi...
"DOR"
Suara tembakkan itu...yang membunuh Gerald
"PYARRR"
Suara kaca itu...disaat Sky melompat...
Kejadian itu terbesit didalam pikiran Nay
SEMUANYA GARA GARA SEAN!
"Jika kau bukan cucu dari orang yang membunuh kakek ku...yang membunuh Sky...yang membunuh Gerald...aku mungkin bisa mencintaimu."batin Nay
Sean yang melihat Nay setelah berkata seperti itu langsung berbaring disebelahnya
Dia tidak mau melakukan itu ...
Karna dia tidak mau membuat Nay merasa sakit dan bertambahnya perasaan benci pada dirinya
Sean pun tertidur sembari memeluk Nay dari belakang
Nay yang dipeluk itu sekilas memegang tangannya
Dia merasa hangat..nyaman dengan pelukkan itu..
Tapi..perasaan benci itu..tidak bisa tertahankan
Kebesokkan harinya..
Aktivitas baru pun dimulai sebagai pengantin baru..
Nay yang sudah pasrah dengan hidupnya tidak ingin berencana kabur lagi
Dia lelah dengan semua ini
Sean pun sudah mengijinkan Nay keluar dari kamar
Karna sean tidak mau mengekang Nay lagi sebab dia sudah menjadi suami bagi Nay tetapi dengan penjagaaan ketat
Pagi pagi Nay sudah bangun lebih dahulu
Dia mandi
Dia melihat sean masih tertidur lelap
Walaupun Nay membenci Sean tapi Nay sudah bersumpah kepada dirinya sendiri setiap pagi dia akan membuat sarapan untuk suaminya nanti
Tapi sekarang dia membenci sumpah tersebut
Nay pun langsung kebawah dan terlihat pelayan sedang menyibukkan diri tapi setelah melihat mereka berhenti dan memberi salam pada Nay
"Selamat Pagi Nyonya Muda"kata pelayan disana
"Selamat pagi"kata Nay tersenyum dia ingin membuka lembaran baru
Nay pun langsung menuju kedapur yang membuat pelayan terheran-heran
Nay pun membuka Kulkas dan melihat lihat isi dapur
Pelayan dengan takut takutnya pun bertanya dengan Nay
"Nyonya muda kenapa anda didapur?"kata pelayan tersebut
"Aku ingin memasak"kata Nay mengucir rambutnya dengan asal
"Nyonya muda itu tugas kami bukan tugas anda biar kami saja yang memasak"kata Salah satu chef sekaligus pelayan tersebut dengan sopan
"Kenapa aku tidak boleh memasak?"kata Nay dengan cutenya sambil memayunkan bibirnya
Mereka semuanya yang ada disitu pun merasa terpanah dengan keimutan nay
Mereka pun melihat Nay memasak pancake dengan mudah dan sangat lihat
Nay pun melihat mereka dan sekalian memasakkan pancake buat mereka
Siaplah semua pancake tersebut selama 45 menit
Nay pun memberikan 7 piring masing masing dari pelayan yang melihatnya tersebut
"Kalian belum sarapan bukan?makanlah ini ada 7 piring pas buat kalian"kata Nay tersenyum
"ADUH NYONYA MUDA KENAPA REPOT REPOT"
"Astaga Nyonya muda kami bisa kena marah jika Nyonya memasakkan buat kami"
"Astaga Nyonya"
Kata para pelayan tersebut
Memang nay sangat ramah dengan pelayan dimana pun dan kapan pun
"Sudah makan ya kalian"kata Nay
Mereka pun senang dan mengira Nyonya muda mereka akan jahat tetapi tidak nyonya muda mereka sangat ramah
Mereka pun pergi dari sana sambil membawa pancakenya
Nay pun melihat hidangannya dan melihat kelantai atas
"apakah sean sudah bangun"pikir Nay
"ASTAGA APA YANG KAU PIKIR KAN?!"batin Nay memukul pipinya sendiri
Nay pun kembali membuat susu
Sean yang meraba tempat yang disebelahnya pun tersadar bahwa Nay sudah tidak ada dikasur
Sean pun mencuci wajahnya dan langsung kebawah dan Sean melihat dimeja makan ada 2 pancake dan melihat kearah dapur ternyata Nay yang membuatnya
"A-apakah aku bermimpi?apakah dia mulai menerima ku?dia menjalankan kewajibannya sebagai istri?"batin Sean kegirangan
Sean pun diam diam memeluk Nay dari belakang yang sedang membuat susu
Nay terkejut dan hanya diam tidak mengubris pelukkannya dia berfokus membuat susu
"Kau membuatnya untuk ku sayang?"kata Sean mencium lehernya dan Nay diam tidak menjawab
"Ternyata belum..hah.."batin Sean sedikit kecewa dan tersenyum kecut
Nay pun menepis pelukkannya dan kembali kemeja makan sambil membawa susu
Dan duduk disana sean pun hanya mengikutinya
"Makanlah."kata Nay berdoa dan langsung memakan pancake tersebut
Sean pun senang walaupun kata yang diucapkan oleh Nay hanya "makanlah"
Sean pun memakannya dengan lahap seperti anak kecil memakan hidangannya dengan lahap
"Enak! Istri ku pandai memasak"kata Sean tersenyum manis
Nay pun yang mendengarkannya sedikit merasa senang dan tersenyum sekilas ternyata senyuman itu terlihat oleh sean
Sean pun langsung bersemangat
"Hari ini dan hari seterusnya akan ku buat nay mencintai ku"batin sean
---------------------------
"Kenapa aku tidak boleh memasak?"