SHE IS MAFIA!

SHE IS MAFIA!
SHE IS MAFIA 45



Nay pun keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama


"Huh..sekarang panggilan ku sudah menjadi nyonya muda sean.ck.."kata Nay terkekeh menertawakan hidupnya


Keluarlah dia dri kamar mandi dengan rambut terurai basah


Dia pun mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer dimeja riasnya tanpa mempedulikan sean yang melihatnya sejak tadi


"Kau sudah siap mandi?"tanya Sean berjalan menuju Nay


"Apakah mata mu buta?"kata Nay dingin dan berfokus mengeringkan rambutnya


Sean pun hanya berdehem dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya


Melihat itu pun nay langsung bercepat cepat mengeringkan tidur dan berjalan kekasur untuk tidur


Dia tidak lupa karena ini adalah malam pertama


Nay tidak mau merasakan sakit yang luar biasa itu lagi


Nay pun berusaha tidur


LEONARD POV


Leonard pun sampai kerumah sakit sudah diperiksa juga rahina oleh dokter dan sekarang leonard menunggu rahina di ruangan tersebut sembari memegang tangan rahina dan berdoa


"Ku mohon tuhan kumohon rahina bangunlah"kata leonard


Leonard pun tertidur setelah mengucapkan itu beribu ribu kali


Leonard masih tertidur lelap tetapi tiba tiba rahina terbangun dan melihat leonard memegang tangannya dengan raut wajah ketakutan dan mengkhawatirkan


"Leo.."lirih rahina sembari memegang tangan leonard


Leonard pun tersentak dengan itu


"RAHINA?RAHINA KAU AKHIRNYA SADAR TERIMAKASIH"kata leonard memeluk rahina dengan masih memikirkan zeandra rahina pun dengan tangisannya memeluk leonard kembali


"Terimakasih leo telah menyelamatkan ku hiks.."kata rahina lirih


"Tidak apa apa...aku akan selalu berada disamping mu i love you rahina..aku sangat mencintai mu seperti dahulu..tidak ada yang berubah"kata Leonard mengungkapkan perasaanya lagi yang membuat rahina melepaskan pelukkannya dan lagi lagi membuat leonard sedikit kecewa ternyata dia ditolak..lagi.


"Ah...terimakasih Leonard."kata rahina


Leonard pun tersenyum lirih.


Tapi terbesit dipikirannya ...


"Zeandra sudah mati...aku akan menjaganya...dan membuatnya jatuh cinta dengan ku"batin leonard bersemangat


Rahina pun memandang Leo


"Leo?bisakah aku menelpon anak ku?"kata Rahina


Leonard pun terkejut


"Aku tidak boleh memberi tau Rahina tentang Nay sudah menjadi menantu ku.."batin Leonard


"Rahina..aku sudah menghubunginya..tetapi..dia menghilang bersama dengan Gerald anak mu yang satu lagi...mereka hilang tidak ada jejak"kata Leonard berbohong


"APA?"kata Rahina terkejut "tidak ada kabar sama sekali?"kata Rahina hampir menangis tetapi leonard langsung menenangkannya lagi


"Iya."kata Leonard


"Siapa yang berbuat jahat seperti ini.."tangis Rahina memeluk Leonard


"Maaf kan aku Rahina..itu semua perbuatan Anak ku.."batin Leonard


"Aku tidak tau.."Peluk leonard balik


AUTHOR POV


Sean pun selesai mandi dan keluar hanya menggunakan handuk dan memakai piyamanya


Dilihatnya Nay sedang tertidur walaupun sebenarnya Nay hanya memejamkan mata


Sean pun mendekatinya


Dan duduk disebelahnya


"Aku mencintaimu..apa susahnya jika kau menerimaku? Aku mempunyai mu..tapi tidak hati mu..aku harus bagaimana agar kau mencintaiku sama seperti aku mencintaimu? Setidaknya buka lah hati mu untuk menerima ku..agar aku mendapatkan semangat dan terus berjuang untuk mendapatkan mu...bisakah?jika aku terlahir kembali..aku ingin meminta tuhan untuk melahirkan ku sebagai Sky..orang yang kau cintai..bisakah kau mencintaiku seperti kau mencintai Sky?bisakah?"kata Sean dengan suara lirih sembari menghelus pipi Nay dengan lembut


Nay yang mendengar itu pun sangat terkejut...hatinya merasa tersentuh dengan perkataan sean seperti itu...


"B-benarkah dia M-mencintaiku?"batin Nay masih terkejut


Nay sedikit Iba dengan perkataan sean yang seperti itu


Haruskah dia membuka hatinya?


Hati nya yang beku pun sedikit meleleh saat sean berkata seperti itu..


Tetapi...


"DOR"


Suara tembakkan itu...yang membunuh Gerald


"PYARRR"


Suara kaca itu...disaat Sky melompat...


Kejadian itu terbesit didalam pikiran Nay


SEMUANYA GARA GARA SEAN!


"Jika kau bukan cucu dari orang yang membunuh kakek ku...yang membunuh Sky...yang membunuh Gerald...aku mungkin bisa mencintaimu."batin Nay


Sean yang melihat Nay setelah berkata seperti itu langsung berbaring disebelahnya


Dia tidak mau melakukan itu ...


Karna dia tidak mau membuat Nay merasa sakit dan bertambahnya perasaan benci pada dirinya


Sean pun tertidur sembari memeluk Nay dari belakang


Nay yang dipeluk itu sekilas memegang tangannya


Dia merasa hangat..nyaman dengan pelukkan itu..


Tapi..perasaan benci itu..tidak bisa tertahankan


Kebesokkan harinya..


Aktivitas baru pun dimulai sebagai pengantin baru..


Nay yang sudah pasrah dengan hidupnya tidak ingin berencana kabur lagi


Dia lelah dengan semua ini


Sean pun sudah mengijinkan Nay keluar dari kamar


Karna sean tidak mau mengekang Nay lagi sebab dia sudah menjadi suami bagi Nay tetapi dengan penjagaaan ketat


Pagi pagi Nay sudah bangun lebih dahulu


Dia mandi


Dia melihat sean masih tertidur lelap


Walaupun Nay membenci Sean tapi Nay sudah bersumpah kepada dirinya sendiri setiap pagi dia akan membuat sarapan untuk suaminya nanti


Tapi sekarang dia membenci sumpah tersebut


Nay pun langsung kebawah dan terlihat pelayan sedang menyibukkan diri tapi setelah melihat mereka berhenti dan memberi salam pada Nay


"Selamat Pagi Nyonya Muda"kata pelayan disana


"Selamat pagi"kata Nay tersenyum dia ingin membuka lembaran baru


Nay pun langsung menuju kedapur yang membuat pelayan terheran-heran


Nay pun membuka Kulkas dan melihat lihat isi dapur


Pelayan dengan takut takutnya pun bertanya dengan Nay


"Nyonya muda kenapa anda didapur?"kata pelayan tersebut


"Aku ingin memasak"kata Nay mengucir rambutnya dengan asal


"Nyonya muda itu tugas kami bukan tugas anda biar kami saja yang memasak"kata Salah satu chef sekaligus pelayan tersebut dengan sopan


"Kenapa aku tidak boleh memasak?"kata Nay dengan cutenya sambil memayunkan bibirnya


Mereka semuanya yang ada disitu pun merasa terpanah dengan keimutan nay


Mereka pun melihat Nay memasak pancake dengan mudah dan sangat lihat


Nay pun melihat mereka dan sekalian memasakkan pancake buat mereka


Siaplah semua pancake tersebut selama 45 menit


Nay pun memberikan 7 piring masing masing dari pelayan yang melihatnya tersebut


"Kalian belum sarapan bukan?makanlah ini ada 7 piring pas buat kalian"kata Nay tersenyum


"ADUH NYONYA MUDA KENAPA REPOT REPOT"


"Astaga Nyonya muda kami bisa kena marah jika Nyonya memasakkan buat kami"


"Astaga Nyonya"


Kata para pelayan tersebut


Memang nay sangat ramah dengan pelayan dimana pun dan kapan pun


"Sudah makan ya kalian"kata Nay


Mereka pun senang dan mengira Nyonya muda mereka akan jahat tetapi tidak nyonya muda mereka sangat ramah


Mereka pun pergi dari sana sambil membawa pancakenya


Nay pun melihat hidangannya dan melihat kelantai atas


"apakah sean sudah bangun"pikir Nay


"ASTAGA APA YANG KAU PIKIR KAN?!"batin Nay memukul pipinya sendiri


Nay pun kembali membuat susu


Sean yang meraba tempat yang disebelahnya pun tersadar bahwa Nay sudah tidak ada dikasur


Sean pun mencuci wajahnya dan langsung kebawah dan Sean melihat dimeja makan ada 2 pancake dan melihat kearah dapur ternyata Nay yang membuatnya


"A-apakah aku bermimpi?apakah dia mulai menerima ku?dia menjalankan kewajibannya sebagai istri?"batin Sean kegirangan



Sean pun diam diam memeluk Nay dari belakang yang sedang membuat susu


Nay terkejut dan hanya diam tidak mengubris pelukkannya dia berfokus membuat susu


"Kau membuatnya untuk ku sayang?"kata Sean mencium lehernya dan Nay diam tidak menjawab


"Ternyata belum..hah.."batin Sean sedikit kecewa dan tersenyum kecut


Nay pun menepis pelukkannya dan kembali kemeja makan sambil membawa susu


Dan duduk disana sean pun hanya mengikutinya


"Makanlah."kata Nay berdoa dan langsung memakan pancake tersebut


Sean pun senang walaupun kata yang diucapkan oleh Nay hanya "makanlah"


Sean pun memakannya dengan lahap seperti anak kecil memakan hidangannya dengan lahap


"Enak! Istri ku pandai memasak"kata Sean tersenyum manis


Nay pun yang mendengarkannya sedikit merasa senang dan tersenyum sekilas ternyata senyuman itu terlihat oleh sean


Sean pun langsung bersemangat


"Hari ini dan hari seterusnya akan ku buat nay mencintai ku"batin sean


---------------------------



"Kenapa aku tidak boleh memasak?"