
"Untuk apa anak ku kesana menjenguk anak mu jika tuhan sudah menakdirkan anakmu itu mati ya mati saja!"kata Zeandra menusuk ke hati leonard
"Tahan leo tahan demi sean aku tidak ingin anak ku menderita lagi.."batin Leonard
"Zean!kau tidak boleh seperti itu"kata Rahina"seharusny lebih kejam lagi dong"sambung rahina yang sangat menusuk hati Leonard
"Ku mohon..sekali saja..aku tidak ingin anak ku menderita"kata Leonard lirih harga dirinya sudah tidak ada lagi harga dirinya sudah di injak injak demi anaknya tadi dia harus...dia harus..
"Apa imbalan mu jika anak mu sudah bertemu anak ku?"kata rahina
"Akan ku beri apapun"kata Leonard
"Ops aku lupa sayangnya sudah tidak berguna lagi harta pada kami..karna harta kami sudah berlimpah apalagi semenjak Chip itu ada"kata rahina tersenyum miring
"Ku mohon aku sudah berjanji"kata Leonard sudah bertekuk lutut
Leonard..seorang mafia hebat bertekuk lutut dihadapan musuhnya demi anaknya dia tidak akan mengingkari janjinya kepada anaknya tidak akan.
"Jika kau sudah berjanji itu urusan mu bukan urusan ku !kau yang berjanji,kenapa kami yang dibawa bawa"kata Rahina
"Sakit sekali hati ku rahina kau mengatakan hal yang perih pada ku..tapi dengan bodohnya aku masih mencintai mu..rahina..."batin Leonard
"Tapi.."perkataan Leonard terputus saat Zeandra menyuruh bodyguardnya menyeret Leonard keluar
"Tolonglah kumohon sekali saja hiks sekali saja demi anak ku.."tangis Leonard pecah dia sudah pasrah dan disinilah dia sekrang duduk didepan gerbang musuhnya dengan gumamam Tolong
Sedangkan Zeandra dan Rahina pun menuju kekamarnya lagi tapi saat Rahina ingin masuk ke rumahnya dia menoleh kebelakang dan melihat leonard penuh harapan
"Kasian juga pria itu...dia baik tapi karna diriku dia tersakiti...sudahlah dendam ya dendam bagaimana lagi.. tapi leonard jika ayah mu bukan fernando...mungkin aku akan mencintaimu melebihi cintaku kepada zeandra.. "batin Rahina
Rahina dan zeandra pun masuk kerumahnya dan Leonard masih menangis disana karna kasihan tuannya begitu supirnya ozan sang supir mendatanginya dan menyuruh leonard berdiri
"Tuan berdirilah tuan kau terlihat rendahan jika seperti ini"kata Ozan memegang tangan leonard yang sudah lemas tak berdaya
Leonard pun berdiri dibantu ozan
"Dimana Tuanku yang gagah dingin dan perkasa ? Tuan ku yang tidak mengenal belas kasih dimana dia?tuan bukan tuanku yang dulu kukenal! Tuan yang selama ini ku banggakan harga dirinya jatuh begitu saja dibuat musuhnya apakah pantas?"kata Ozan
"Ozan..aku tidak sanggup ozan..hiks kau tau kisah hidupku semuanya...hiks"tangis Leonard disana
Jujur ozan tau semua..
"Tuan jangan menangis...hapuslah air mata mu itu!kau harus kuat demi tuan muda sean"kata ozan
"Kau benar Ozan aku harus kuat"kata Leonard menghapus air matanya
"Bisakah aku memeluk mu ozan kau sudah ku anggap kakaku.."kata Leonard langsung memeluk ozan dan Ozan pun menenangkannya memang ozan saat ini lebih tua dari pada Leonard kira kira umur ozan selisah 7 tahun lebih tua dari pada leonard
"Sudahlah tuan ayo kita masuk kemobil kita beristirahat dimansion mu yang ada diaustria biar kau tenang jangan kau datang kesini lagi harga dirimu dimana"kata Ozan membantu Leonard masuk kedalam mobil
Setelah masuk kedalam mobil ozan pun masuk juga
"Ozan..apa yang harus kukatakan kepada Sean?"tanya Leonard
"Bilang saja tuan tidak menemukan Nona Nay tuan,karna tuan muda tidak tau kalau tuan mengetahui rumah Keluarga zeandra"kata Ozan
"Baiklah ozan kau benar terimakasih"kata Leonard
"Sama-sama tuan"kata ozan
Setelah itu pun Leonard pun menatap langit langit mobilnya
"Mengapa...mengapa aku dan anakku sangat lemah terhadap cinta..itu hanya cinta hanya perasaan..tapi kekuatannya..sungguh luar biasa"batin Leonard dan meneteskan air matanya lagi
"Ayo lah leo kenapa kau sangat lemah..kau harus kuat...semua orang menghormatimu..nunduk kepada mu tapi bagaimana jika mereka tau seorang leonard fernando tunduk dan lemah terhadap perasaan..itu bukan dirimu leo.."batin Leonard
Dan sampailah mereka di mansion leonard
AUTHOR POV
Zeandra dan rahina pun ingin masuk kedalam kamar tapi
"A-ayah b-bunda?kenapa berisik sekali dan kenapa bunda dan ayah sudah bangun?"tanya Nay
"I-iya benar"kata gerald masih menutup matanya
"Tidak apa apa hanya tadi kata Bodyguard ada yang datang jadi kami hanya melihatnya"kata Zeandra
"Emang siapa yang datang ayah?"kata gerald
"Tidak ada hanya orang gila"kata rahina menjawab
"Ohhh"serentak mereka berdua
"Kalian pasti masih ngantuk tidur dikamar ayah aja sini sama bunda"kata Zeandra merangkul Gerald
"Hmm"kata Mereka berdua masuk kedalam kamar Zeandra dan rahina dan mereka tidur di satu kasur yang sama
AUTHOR POV
Leonard pov
Leonard pun bangun dalam keadaan mata sembab..
Semalaman dia menangis memikirkan kejadian hari itu..
Hari ini dia harus bersiap siap pulang ke Swiss untuk menemui sean
"Mari tuan kita kebandara"kata ozan
"Baiklah.."kata Leonard
Mereka pun menuju kebandara tapi saat menuju kebandara ozan teringat bahwa leonard belum makan sejak kemarin
Ozan pun berbelok ke sebuah mini market untuk membelikan tuannya itu sebuah roti
"Ozan kenapa kita menuju ke sini"kata Leonard dengan suara Lemah
Sungguh...belum pernah dia selemah ini sejak kejadian puluhan tahun itu..dimana Rahina membunuh ayahnya
"Tuan kau belum makan aku akan membelikan mu roti"kata Ozan langsung masuk kemini market
"T-tapi"perkataan Leonard terputus karna ozan sudah masuk kedalam minimarket
Dan kembali dengan cepat dengan sebuah roti dan air mineral
"Makanlah tuan"kata Ozan memberikannya dari belakang jok tempat dia menyetir
"Tapi ozan aku bisa makan dipesawat"kata Leonard mengambil roti tersebut
"Itu untuk sementara dulu tuan..kita tidak mau melihat mu sakit..jika kau sakit siapa yang mengurus tuan muda sean?"kata Ozan menarik rem tangan dan langsung berangkat kebandara.
AUTHOR POV
NAY POV
Sudah pagi Nay dan ayah,bunda,gerald sudah tidak ada lagi ditempat tidur karna memang tidur yang palung lama itu adalah Nay saat bangun tidur Nay pun melihat tempat disebelahnya..
"Sean..bangun.."gumam Nay yang masih ngantuk tapi dengan sekejap dia langsung terbangun dan duduk
"Sean apanya bodoh! Kau sudah terlepas kenapa kau mengingatnya lagi?!"batin Nay
Dia harus mandi ya dia harus mandi ini adalah pagi yang indah. Dia tidak boleh memikirkan sean yang telah merusak pikirannya selama beberapa bulan terakhir ini..
Nay pun mandi dan memakai baju casualnya
"Pagi ayah!bunda!gerald!"kata Nay mengambil Apel dan memakannya
"Pagi sayang"kata Ayah dan bunda serentak
"Pagi kebo"kata Gerald
"MONYET KEBO KEPALA KAU!"kata Nay kesal
"HAHAHAHAH"tawa gerald
Mereka pun duduk dan makan sambil makan pun Nay bertanya
"Ayah kapan kita mengonfirmasi dan mengecheck chip tersebut?"tanya Nay
"Yang pasti tidak sampai satu bulan..karna kita harus hati hati memindahkan data itu"kata Zeandra
"Yaa benar juga..."kata Nay
"Nay bagaimana jika chip yang kau ambil itu palsu?"tanya Gerald
"Gila nangis aku rald, capek capek drama korbankan ini itu cuman dapat chip palsu sumpah nangis aku"kata Nay
"HAHAHAHAHAHAHA bunda harap itu palsu"kata Rahina
"BUNDAAAA!"kata Nay kesal
Mereka pun tertawa melihat nay kesal seperti itu
"Ayah punya rencana"kata Zeandra
Dan mereka pun melihat zeandra dan zeandra melihat mereka
"Mari kita liburan selama 2 hari"kata Zeandra
"SETUJU!!!!!"kata Gerald
"BENER TUH!"kata Nay
"Hahahahaha baiklah kita akan liburan..kemana kita?"kata Rahina
"Kita ke..euhm...ke .....euhmm...Maldives?"kata Zeandra
"YAAAA AKU MAU AKU MAU AKU MAU "kata Gerald dan Nay
"BAIKLAH AYO KITA BERSIAP!"kata Rahina