SHE IS MAFIA!

SHE IS MAFIA!
SHE IS MAFIA 20



Edward yang curiga langsung menepis itu tidak mungkin wanita selembut Nay bisa seperti itu apa lagi dia kekasih dari seorang Sean.edward pun peka dengan tatapan sean yang menyuruhnya pergi dari sana


"Sean...pernikahan kita 4 hari lagi..apakah itu tidak terlalu cepat?"Kata Nay


"Mana mungkin honey itu sudah sangat lama"kata Sean sambil menjilati leher Nay


"Ehmm ya mungkin kau benar"kata Nay yang tidak bisa mengelak lagi


"Oh iya..bisakah aku malam ini tidur dengan mu?"tanya Nay "agar aku bisa mendapatkan sidik jari mu sayang"batin Nay menlanjutkan


"Oh..tentu saja"kata sean sambil tangannya sudah menjalar kedada Nay dan langsung saja sean meremasnya pelan


"Shh Sean jangannn apa kau tidak bisa menunggu 4 hari lagi ehmm shh"kata Nay sambil menahan tangan sean


"Aku bisa menahannya tapi adik ku yang tidak bisa sayang"kata sean sembari mencium leher Nay dan tak lupa tangannya bermain juga


"Mph Seann ku mohon..."kata Nay


"Aku tidak bisa mendengar kan mu sayang"kata Sean


Nay tak mau jika keperawanannya diambil oleh siberengsek ini dengan keberanian Nay pun mengigit pundak Sean sehingga membuat sean melepaskannya


Nay pun langsung berlari keluar


"Liar... i like this.."kata Sean mengusap bibirnya


Disisi lain


Edward masih menyingkirkan pikirannya itu dan mulai menyelidiki tentang CCTV tersebut


Asal kalian tau Gerald pun sudah mengetahuinya karna gerald selalu standby di monitor setiap saat dan selalu mendengar kan perkataanya.


Gerald langsung memanipulasi lagi dengan menganti semua CCTV yang sudah di ubahnya itu menjadi CCTV yang seperti sebelumnya


"Mari kita lihat..apa ada yang salah dari sini.."kata Edward melihat lihat dan memperhatikan setiap detail dari CCTV tersebut tapi nihil..tidak ada yang aneh dari sini apa kah cuman perasaan dia karna dia sangat lelah kemarin itu? Dia tidak tahu.


Eksperesi aneh edward pun membuat smirk di wajah tampan gerald tersebut


"Huh kau tak akan bisa mengalahkan kami edward.. karna kau hanya pencundang pencundang pencundang pencundang hip hap hip hip kau hanya pencundang hip hip hip hey hip!"kata Gerald dengan bahagia dan menjulurkan bokong nya kelayar monitor


Edward pun kebingungan dan mencari tahu apa yang terjadi dia pun berhenti menelusuri CCTV dan keluar dari ruangan itu dia harus mencari tahu harus!


Dan gerald setelah melihat itu pun langsung memanipulasi lagi CCTVnya


"Huuu gila Gerald dilawan ga bakalan menang bos ku!! Pencundang si tua... wle gerald ingin dilawan mana bisa dasar lontong malam!"kata Gerald menjulurkan lidahnya memang gerald seperti anak kecil yang imut..tapi seimutnya wajahnya akan berubah seketika menjadi monster


"Idih sebut sebut lontong malam jadi pengen dah."kata gerald memegang perutnya


Disisi lain


Nay pun berlari dan memasuki kamar dan mengontrol nafasnya bukannya deg degan karna dicium dan di sentuh sean dia malahan merasa jijik kepada apa yang dilakukan oleh sean terhadap dirinya yang lebih parahnya mulutnya mengeluarkan desahannya yang menjijikan


"Mulut ini sangat menjijikan jika mulut ini bukan ada di dalam diri ku sudah ku bunuh kau kenapa kau telah mengeluarkan desahan yang menjijikan tau ga?!aku ga suka kamu gitu aku ga suka!"kata Nay melihat bibirnya dan mengigit bibirnya


"Ehm sakit kau sakitt biarin aja sakit ku gigit biarin!"kata Nay berprilaku bodoh


"Eh..tunggu..kok jadi orang bodoh gini?!dimana harga diri king? Oke bodoh lebih baik aku menghubungi gerald membahas tentang besok seperti edward sudah mencurigainya"kata Nay


"Halo gerald bagaimana dengan CCTV itu"kata Nay


"Tentu saja berhasil Nay dia kalah cepat dengan ku"kata Gerald


"Oh baguslah kau sangat teliti dan hal ini dan ya. Kau sudah mendengarkan tentang hal bahwa Besok seluruh pelayan akan diperiksa aku takut jika aku juga diperiksa ger aku antar takut dan bingung.yang aku takutkan jika aku benaran diperiksa bagaimana? Dan yang kubingungkan adalah jika benaran aku diperiksa ini semua alat alatnya mau ku letak mana astaga "kata Nay menjelaskan panjang lebar


"Aish kau tenang saja kau tidak akan di periksa lagi pula semua orng disana sudah tau kau adalah kekasih dari sean tidak mungkin mereka akan memeriksa mu..sean juga tidak akan membiarkan itu"kata Gerald


"Ya aku tau tapi kau sudah tau bukan edward sudah mencurigaiku dan dia juga hampir mengetahui tentang CCTV tersebut"kata Nay


"Ya aku melihatnya sepertinya edward adalah penghalang bagi kita! "Kata Gerald


"Wait jangan bilang kau ingin menyuruh ku membunuhnya malam inikan ger?"tanya Nay


"Ya itu terserah mu aku tidak menyuruhnya malam ini juga tapi edward termasuk ancaman bagi kita bisa juga kau diperiksa juga seperti yang lain dalam perintah Edward"kata Gerald


"Ehmm akan ku pikirkan itu Apa yang harus ku lakukan pada Edward nanti..ehmm sekarang ini aku harus berakting seperti anak polos yang tidak tahu apa apa aku pasti bisa pasti bisa!"kata Nay


"Ya Kau pasti bisa Nay kau adik ku bukan kau tidak usah panik sekarang ini"kata Gerald


"Ya thanks!dan kau tahu bukan pernikahannya akan dilaksanakan 4 hari lagi aku harus cepat melaksanakan rencana kita ini malam ini aku akan mengambil sidik jarinya"kata Nay menyebutkan rencananya


"Ya aku tahu 4 hari lagi dalam 4 hari lagi kau harus bisa"kata gerald menyemangati


"Tentu saja aku tidak mau pulang pulang aku sudah dijuluki sebagai Nyonya muda Sean"kata nay yang sudah ingin muntah jika membayangkan itu


"Jika kau tak mau bagaimana dengan ku mungkin aku tidak sudi jika adik ku adalah nyonya muda Sean astaga"kata Gerald seperti terlihat jijik memanggil sean


"Hahahaha tapi itu tidak mungkin aku akan menyelesaikannya malam ini juga"kata Nay sembari tertawa


"Ya sudah kau harus tetap berhati hati edward pasti akan mengawasimu! dan ya sudah good bye dan good luck muach"kata gerald dengan ciuman


"Good bye muach"balas Nay


Telponan itu pun berakhir..


Nay pun sudah bersiap siap untuk malam ini


Malam harinya..


Saat ini Nay pura pura malu karna mengingat kejadian saat Nay mengigit Sean tapi aslinya dia sangat senang saat mengigit Sean seharusnya dia mengigit lebih kuat akan lebih bagus mengeluarkan darah tapi dia tidak mengeluarkan darah damn it!


Sean melihat wajah nay memerah pun langsung menghelus pipi sang pemilik dan bertanya


"Nay kau kenapa?kau demam?"tanya Sean


"Ehmm tidak tidak aku ehmm Sean apa bahu mu tidak apa apa"kata Nay bertanya


"Menurutmu?"tanya Sean mendekat pada Nay


"Anjirr jangan deket deket jigong kau itu bau... ga deng cuman seperti jijik saja jika kau mendekati ku"batin Nay idih idihan


"Ehmm menurut ku itu agak sedikit membengkak pasalnya aku sedikit kuat kan mengigitnya"kata Nay pura pura ketakutan


"Yaa sedikit membengkak tapi tidak apa apa kau akan mengoleskan salep kan kebadan ku ?"kata sean meminta pertanggung jawaban dan tersenyum miring


"Damn it! Omfg Aku terjerat umpan ku sudahlah Hanya mengoleskan salep"batin nay kesal dan mencoba untuk tenang


"Tentu saja aku akan bertanggung jawab"kata Nay


"Dan tolong maaf kan aku...aku tidak sengaja mengigit mu"kata Nay murung


"Honey sudahlah tidak apa apa kok aku tidak suka kau murung seperti ini yaa tenang saja"kata Sean mengecup bibir Nay


"Yaaa lagi pula kenapa kau mengigit ku huh?"sambung sean


"Karna ehmm karna kau ingin melakukan itu pada ku ya aku kesal dong"kata Nay cemberut


"Melakukan apa?"kata sean mulai menggoda Nay


"Ahhh bodo ahh masa gitu aja ga tauu"kata nay kesal


"Ya emang ga tau sayang"kata Sean pura pura polos


"Iya iya iya"Kata nay masih kesal


"Iya iya tuh apa?"kata Sean


"Ahh dah ah kesel aku tuh! Aku akan menunggu mu dikamar"kata Nay meninggalkan sean


"Menunggu ku?ohh kau ingin melakukan yang tadi kah?"kata sean selalu menggoda Nay mungkin ini sudah menjadi hobby sean mulai detik ini soalnya dia sangat suka jika Nay kesal dan marah sebab dia sangat imut


"Ahhh dasar mesum"kata Nay berlari menuju tangga dan ingin masuk ke Kamar sean


"Mesum mesum gini kau juga menyukainya bukan"kata Sean..


Sean pun menyudahi makanannya karna dia sudah kenyang sudah saat ini dia ingin menggoda Nay saja


Tidak menggoda saja sih bisa juga melakukan hal lebih?


"Omfg sean kau harus tahan hanya 4 hari lagi"batin Sean


Sean pun memasuki kamar dan terlihat Nay sedang mencari salep untuk sean.


"Nay kau sedang apa by?"tanya sean


"Aku sedang mencari salep untuk bahu mu itu"kata Nay masih mencarinya dan akhirnya menemukannya


"Sini sini duduklah"kata Nay menyuruh sean duduk ditempat tidur


"Bukalah baju mu"kata Nay


"Bukainnn"kata Sean


Sean memanglah sangat manja kepada Nay walaupun dia dingin dan tidak mempunyai hati kepada siapapun tapi dia sangat manja kepada Nay


Nay pun membukai bajunya terlihatlah perut sixpack dari Sean


Nay menelan ludahnya..


Dia memang benci dengan sean tapi jika melihat pemandangan ini siapasih yang tidak akan tertarik


"Helpp aku dah ada sky huuu tolong" batin Nay


Nay pun menyentuh bahu sean dan mengoleskan salep itu dengan lembut dan tanpa disadari Nay sean menikmati sentuhan itu


Selesai Mengoleskan salep tersebut tanpa sadar Nay mengelus perut sixpack sean.


Sean pun terkejut dan langsung memegang tangan Nay dan mendekatkan wajahnya kepada Nay


"By..apa yang kau lakukan hmm?"tanya sean dan membuat nay tersadar dengan tingkah lakunya sendiri


"Hah?huh hmm tidak ada aku ingin tidur"kata nay yang sudah seperti kepiting rebus karna malu dan langsung berbaring disamping sean dan menenggelamkan dirinya dibawah selimut


"Shit kenapa kau seperti itu ingat Nay dia musuh mu dia MUSUH MU"batin Nay


Sean melihat itu pun merasa gemas


Dan langsung berbaring tanpa menggunakan baju dan memeluk nay dari samping


Jangan kalian kira Nay melupakan bahwa dia akan mengambil sidik jari big no itu salah dia tetap akan mengambil itu saat sean tertidur.


Mereka berdua pun tertidur jam sudah menunjukan jarum panjang ke angka 2 saatnya Nay melakukan apa yang seharusnya dia lakukan