SHE IS MAFIA!

SHE IS MAFIA!
SHE IS MAFIA 12



"Eughh"renguh Sean yang terbangun dari tempat tidur dan sangat terkejut dirinya sudah telajang bulat tanpa sehelai benang dia melihat sekeliling melihat baju dan celana wanita dan melihat juga bajunya berserakkan dilantai dia pun mengambil celana Dalam nya melihat baju wanita itu mirip dengan baju Nay..


"Apakah aku bermalam dengannya?tapi aku tidak mengingat apa pun.AH MASA BODOH yang penting aku sudah menghabiskan malam ku "batin sean yang tiba tiba berjalan ketempat tidur dan melihat ada darah di seprainya.. yang berarti dia beneran sudah mengambil keperawanan orang lain..


"Hah?aku sungguh tidak menyangka AKU YANG PERTAMA MELAKUKANNYA!DIA PASTI MENJADI MILIKKU"batin sean yang kesenangannya bukan main


Tiba tiba yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dengan kemeja kedodoran dan celana yang sangat pendek yaitu adalah Nay.


"Sean.. kau sudah bangun"kata Nay


Tiba tiba Sean pun memeluk Nay


"Terimakasih sayang.."kata Sean memeluk Nay dari belakang


"Berterimakasih apa?"kata Nay


"Berterimakasih telah menjadikan aku yang pertama untuk mahkota mu"kata Sean langsung mencium Leher Nay


"Eumm apakah Dia sangat bodoh?jujurnya aku sangat kasian karna telah membohongi dia ah sudah lah"batin Nay


"Eugh sean..mandi sana dan kekantor.


.."rengek Nay


"Eumm tidak mau.. aku mau bersama mu"kata sean seperti anak kecil


"Emang mau ngapain sama aku?"kata Nay


"Melakukan kejadian tdi malam sepertinya?"kata Sean tersenyum smirk dan membuat sedikit Nay ketakutan


"Ahhh seann sudahlah mandi sana dulu aku akan membuatkan sarapan"kata Nay melepaskan Tangan Sean


Sean pun mengiyakannya dan langsung mandi tapi dia tidak ingin kekantor karna dia hari ini ingin menghabiskan waktu dan bertanya tanya tentang diri Nay..


Sean pun memakai baju tidur dan berbaring lagi di tempat tidur sambil menunggu Nay


Sungguh hari ini hari terbaik Sean ,sean juga membayangkan bagaimana jika setiap hari mereka begini... huh... membentuk suatu hal..


Tiba tiba ada seorang wanita yang berdiri didepan pintu dengan membawa nampan makanan wanita itu yang sangat cantik yaitu Nay


Nay berjalan membawa nampan dan memberikannya pada sean.


"Makanlah "kata Nay dengan tersenyum sangat manis


"Suapinn"kata Sean manja dan mencium leher Nay


"PERCAYALAH SEAN JIKA BUKAN KARNA MISI INI DIA TIDAK AKAN SUDI MENYUAPI MU SKY AJA GA PERNAH ISH "kata Gerald mengoceh di monitornya


"Ishh kamu bukan anak kecil lagi sean."kata Nay


"Hahhh ayolah"kata Sean memeluk Nay


Nay pun mengalah..


Dia harus sabar demi misi ini.


Harus.


Dia pun menyuapi sean dengan perhatian dan disela sela makan sean pun bertanya tentang Nay


"Nay berapa umur mu?"tanya Sean tetap memeluk Nay sambil memakan makanannya


"17 tahun"jawab Nay yang masih menyuapi Sean


"Ohhhh berarti kita berbeda 4 tahun"kata Sean manja


"Huh?berarti kau berumur 21 tahun?"kata Nay


"Iya..kapan ulang tahun mu Nay"kata Sean bertanya tanya seakan dia ingin mengetahui semua tentang Nay semuanya!


"Ulang tahun ku tanggal 6 bulan oktober"kata Nay sudahi menyuapi sean dan memberikan air kepada Sean dan sean meminumnya


"HAH?benarkah?berarti itu sekitar 4 bulsn lgi bukn"kata Sean meneguk airnya dan memberikannya pada Nay dan Nay meletak nampan makanannya dimeja dan tidur disebelah Sean didekat dada bidangnya


Sean pun memeluknya


"Iya itu sekitar 4 bulan  lagi "kata Nay


"Kta harus merayakannya bukan?"kata sean


"Aduh sean.. itu tidak penting aku tidak mau kau membuang uang untuk hal yang seperti itu"kata Nay


"Tidak apa apa aku masih punya banyak uang untuk kau..lagi pula apa yang tidak penting ulang tahun orang yang paling aku cintai itu tidak penting ?apa kah itu tidak penting Nay?"tanya  sean


"Iya lah terserah kamu aja sayang.."kata Nay 


"DEG DEG DEG" detak jantung sean tidak karuan saat ini saat Nay menyebutnya dengan "sayang"


"Sayang?"tanya Sean


"Tentu saja my sweety"kata sean


"Sean apakah aku tetap menjadi Asisten pribadi mu?"tanya Nay


"Sesuai kemauan mu saja apakah kamu masih mau?"tanya sean


"Jujur aku mau disini saja aku mau membantu bibi jola sean.."kata Nay


"Iya baiklah jika itu mau mu..jujur aku pengen kamu menjadi asisten pribadiku karna aku ingin selalu didekat mu aku sepertinya tidak bernyawa jika tidak dekat dengan mu"kata sean


"ALAH ****** BASTARD BUCHININ ADIK AKU DIA BAH!CUIH!DIA YANG BUCHININ AKU YANG BAPER **** **** SEJAK KAPAN SEAN XAVIER LEONARD BEGINI ******"kata Gerald melihat dari CCTV


"Alah kalau bukan dia orang yang gituin aku ehmmm meleleh aku MELELEH!tapi ehmm si sean yang gituin lah lah ga mood pun aku"batin Nay


"Benarkah?"kata Nay


"Beneran serius"kata sean"Nay jika aku boleh bertanya lagi.. mengapa kau tiba tiba seperti ini kepada ku?"tanya Sean lagi


"Aku tidak tau mengapa tapi sepertinya memiliki getaran pada mu seperti ada setruman di dada ku ini ketika melihat mu saat melihat mu itu jantung ku seperti tidak karuan aku deg degan ketika bersama mu walaupun perasaan ini datang secara tiba tiba dan sangat cepat perasaan ini tidak bisa dibohongin aku sepertinya menyukai mu"kata Nay seperti aktris profesional tanpa gagap sekali pun sungguh luar biasa perkataannya


"Tipe tipe cewe lucknut begini baperin anak orang,Kalau si Nay adalah aktris percayalah DAPAT 10 PIALA OSCAR DIA!"kata Gerald


"DEG DEG DEG"


"Apakah aku sudah gila sean sadar lah!mengapa aku sangat lemah jika kepadanya..jantung ku sungguh ingin meledak rasanya"batin Sean yang sudah tidak tahan lagi


Tiba tiba saat memeluk sean naik keatas Nau


Dan langsung ******* bibir Nay


Sekali lagi demi rencananya Nay ******* balik bibir Sean sampai akhirnya Nay menghentikannya


"I love you"kata sean masih menatap Nay dan membuat Nay agak sedikit illfeel?


"I love you  too"kata Nay tidak nyaman


"Jangan pernah tinggalin aku"kata Sean


"Never"kata Nay


Setelah itu.. Malam harinya mereka melakukan kegiatan yang Nay inginkan seperti menonton film dan sebagainya


Bisa dibilang saat itu Sean sudah menganggap hubungan mereka sudah menjadi sepasang kekasih?


Kebesokan harinya Sean pun berangkat kekantor dengan Nay yang memasang dasinya dengan Naik ketangga kecil agar sampai untuk memasangkan dasi untuk sean


"Kerja yang benar okey..jangan main wanita!"kata Nay


"Iya sayang ku"kata Sean dan Nay sudah memasangkan dasinya


"Sarapan dulu"kata Nay


Mereka pun sarapan


Bibi jola sudah menyiapkan tas kerja sean


Nay dan bibi jola pun mengantarkan Sean sampai kepintu rumah,jujur dari tadi bibi jola agak kebingungan dengan tingkah tuannya yang sejak dari tadi sangat bahagia dan selalu tersenyum belum pernah dia sebahagia itu sejak bibi jola tinggal dirumah sean sejak dari tadi bibi jola mengerti situasi dan dia sangat paham ternyata tuan nya sudah jatuh cinta pada Nay sigadis muda itu


Bibi jola sepertinya ingin memeluk Nay  karna dirinya lah sean bisa seperti itu tapi Bibi jola agak sedikit takut karna mungkin Nay akan menjadi Nona muda?


"Bibi jola jagalah Nay jangan menyuruh dia melakukan hal berat"kata Sean tersenyum


"Baik tuan muda"kata Bibi jola


"Sayang aku berangkat dulu ya.."kata Sean dan mengecup bibir Nay sekilas


"Iya"kata nay dan langsung sean memasuki mobil dan pergi kekantor melihat kepergian itu Nay hanya bisa melambaikan tangan


Nay pun merengangkan tubuhnya


Bibi jola masih disitu.


"Ehmm sesuai rencana"batin Nay


Nay pun melihat bibi Jola


"AYO BIBI JOLA KITA MASUK KEDALAM KITA MEMASAK AKU PENGEN MAKAN SESUATU"kata Nay merangkul bibi jola dengan sangat happy bibi jola senang akan hal itu karna calon nona mudanya tidaklah sombong seperti yang dia bayangkan


Dia membayangkan bahwa Nay akan sombong karna akan diangkat sebagai nona muda tetapi itu sangat berbeda


Bibi jola pun melepaskan rangkulannya dan mengatakan


"Nona muda jangan begitu tidak enak saya hanya seorang pembantu dan anda sudah menjadi kekasih tuan muda saya dan anda tidak usah kedapur bilang saja mau makan apa biar saya buatkan"kata bibi jola dan membuat Nay cemberut


"Apa maksud bibi huwaa bibi tidak sayang pada ku?dan Jangan memanggil ku nona muda aku tetaplah Nay yang bibi bawa itu jadi ku mohon jangan berubah okeh"kata Nay kembali merangkul Bibi jola


"Baiklah Nay"kata Bibi Jola berjalan kedapur bersama dengan Nay