
EAN POV
AUTHOR POV
Sean pun meminta Darwin untuk membuat dokumen rencana Kerjasama dengan perusahaan Sky.
"Kirimkan Surat permintaan kerja sama ini kepada Grup Thara"kata sean
"Grup thara?apakah tuan serius? Grup thara beda cabang dengan kita tuan.mereka memproduksi alat gadget yang canggih dan perhiasan bukan Helikopter pesawat dan saham tuan."kata darwin
"Iya aku tau.minta saja kerjasama dengannya.grup thara tidak berani menolak grup kita."kata sean
"Baik tuan"kata Darwin keluar dari sana dan langsung menuju grup Thara.
Keluar darwin disitu Sean pun menelpon Detektif yang bertugas memata matai sky.
"Bagaimana Sky?"kata Sean
"Tuan sky tidak pernah keluar kemana mana tuan.dia hanya kekantor setelah itu pulang.dia tidak pernah ke club atau apapun itu"kata Detektif tersebut
"Akan sangat susah...Nay mungkin tidak percaya..tapi...jika dia melihat aku sebagai sky yang meniduri wanita tersebut akan sangat percaya bukan ehm"batin sean
"Baiklah awasi terus jangan sampai kalian ketahuan"kata Sean
"Baiklah tuan"kata Detektifnya
"Baiklah tinggal kabar kekasihku saja"kata Sean
Sean pun menelpon detektif yang diwajibkan untuk mengawasi Nay
"Bagaimana kabar Disana,kapan mereka pulang"kata Sean
"Belum dipastikan kapan mereka pulang tapi yang dikabarkan mereka hanya 2 hari dimaldives.setidaknya mereka besok baru pulang setelah makan siang."kata Detektif yang mengawas Nay
"Baiklah,Apakah ada hal hal yang mencurigikan?"kata Sean.
"Tidak ada cuman Nona hanya bersikap aneh seperti dia takut akan satu hal tapi tidak tau pasti itu apa"kata detektif
"Apa yang dipikirkan Nay?"batin sean
"Baiklah awasi terus dan bagaimana dengan zeandra?"tanya sean
"Dikabarkan zeandra akan meresmikan chip itu sesegara mungkin.belum tau pasti kapan tapi diduga akan di resmikan dan dibuka pada saat mereka pulang dari Maldives sekitar 3 hari lagi mungkin akan dikonfirmasikan"kata Detektif tersebut
"Aku harus cepat melakukan rencana tersebut agar Dapat mengecoh zeandra untuk tidak mengonfirmasikannya."batin Sean
"Baiklah"kata Sean mematikan telponnya
"Cepatlah Topeng kulit itu siap!aku tidak sabar!"kata Sean
SKY POV
AUTHOR POV
Darwin sudah sampai di thara group
Sampai lah dia disana
"Ingin berjumpa siapa pak?"tanya petugas repsesionis
"Saya ingin berjumpa dengan tuan Sky. Saya dari Group sean corp. Saya asisten tuan sean darwin qase"kata darwin dingin dan langsung wanita yang menjaga repsesionis itu terkejut dan ketakutan dan langsung mengantarkan darwin kelantai paling atas dan berjumpa kepada seketaris Sky.
Bastian Qase.
"Tuan bastian.perwakilan dari Sean corp datang"kata Wanita itu dan langsung bastian berdiri dan menyambut darwin
"Darwin Qase kakak."kata Bastian
"Bastian Qase adik."kata Darwin
Bastian dan Darwin adalah kakak adik kandung yang sangat membenci satu sama lain.
Apa lagi ada perseteruan ini hubungan mereka lebih memanas.
Walaupun mereka kakak adik
Bastian tidak pernah memberi informasinapapun kepada Darwin tentang Thara group maupun sebaliknya darwin seperti itu.
Mereka sangat setia satu sama lain.
Penyebab mereka berseteru adalah Pacarnya bastian diperkosa oleh Darwin.
Bastian membenci darwin sangat sangat membenci Darwin hingga dia pergi dari rumah.
"Ada apa tuan darwin kemari?"tanya bastian menatap remeh Darwin
"Apakah kau tidak salah tuan darwin qase?kita beda bidang.dan kami tidak akan menerima musuh kami tidak sebodoh itu"kata Bastian
"Bukan kau yang mengatur tuan Bastian Qase"kata Darwin
"Baiklah saya akan mengantarkan anda kepada Tuan sky "kata Bastian
Bastian pun masuk kedalam ruangan sky dan memang ada Sky disana yang sedang mengurus berkas berkas
"Tuan ada yang bertemu anda"kata Bastian
"Siapa bastian?"tanya Sky
"Perwakilan dari Sean Corp.Darwin Qase"kata bastian
Sean pun terkejut dan tenang kembali dan tersenyum simpul seperti ketawa kecil
"Apakah mereka bodoh?kita beda bidang terhadap mereka apa yang mau mereka rencanakan?"batin Sky
"Kakak mu bastian?"tanya Sky terkekeh
"Seperti yang kau tau tuan"kata Bastian
"Bawa mereka masuk jangan sampai kita membuat tamu terhormat kita menunggu"kata Sky kembali dingin
"Baik tuan"kata Bastian keluar dan mempersilakan Darwin masuk
NAY POV
AUTHOR POV
Mereka pun masih berenang ria di maldives dan sampai mereka pada kelaparan.
"Bunda ayah kami lapar"kata Gerald
"Kalian seperti anak kecil saja abis berenang lalu kelaparan"kata Zeandra
"Ayo ayah kitaa makan!"kata Nay
"Hah ayolah ..."kata Zeandra
Mereka pun langsung kerestorant hotel yang menuju pemandangan pantai
Mereka pun makan disana sembari tertawa ria
"Ayah bagaimana rencana ayah dengan Sean corp?"tanya Nay
"Pertama tama kita harus menduduki posisi pertama dengan chip tersebut agar segera menyingkirkan Sean dari posisi pertama makanya itu kita harus pulang besok setelah makan siang."kata zeandra dengan tegas dan tidak ada yang berani membantah
"Baik Ayah.dan bagaimana Dengan wilayah Afrika utara ayah?perlu kita rebut dari sean?"Tanya Nay
"Tidak usah kita sudah mendapatkan wilayah afrika Selatan biarkan mereka mendapatkan afrika utara karna daerah tersebut tidak terlalu ya penting"kata Zeandra sambil memakan makanannya
"Baik ayah "kata Gerald sambil minum minumannya
Sampai padanya ada yang menelpon mereka.
SEAN POV
AUTHOR POV
Sean pun pulang kemansionnya dan sudah ada leonard disana
"Ayah dengar kau melakukan rencana yang sangat licik melibatkan thara group benar?"tanya Leonard
"Ya seperti yang kau tau ayah"kata Sean
"Hati hati.thara group bukan lawan yang lemah"kata Leonard
"Ya aku tau,hanya menyakiti hati Nay agar membenci sky "kata sean
"ya tapi kau tidak bodoh sean kau mengajukan Kerja sama dengan thara group dan 360° beda bidang dengan punya kita"kata Leonard
"ya aku tau aku hanya ingin mempererat saja"kata Sean
"terserah jangan sampai kita rugi dengan rencana mu itu.ingat Zeandra,Rahina,Gerald dan Nay bukan orang bodoh yang bisa kau tipu dengan rencana licik mu ini"kata Leonard
"aku tau makanya aku harus melakukan ini sesempurna mungkin aku sudah mengetahui identitas semuanya."kata sean
"kau hanya tau identitas luar mereka bukan dalam mereka ingatlah aku duluan yang mengenal mereka dan jangan sampai tertipu dengan sampul mereka"kata Leonard pergi dari mansion tersebut
sean pun tak terlalu memikirkan perkataan ayahnya dia hanya langsung kekamar mandi dan beristirahat sembari melihat Photo Nay di layar ponselnya
"aku rindu dengan mu rindu wangimu... cepatlah kita bersama"kata Sean memeluk Photo Nay