Selin I'M Not Cinderella

Selin I'M Not Cinderella
Pekerjaan Baru



Happy Reading




"kalian kembali keaktivitas kalian"


"dan satu lagi dia adalah asisten baruku maka kalian harus menghormatinya" setelah mengucapkan itu Sean kembali melanjutkan langkahnya tanpa melihat respon pegawainya karena tujuannya repot-repot memperkenalkan Selin karena ia ingin pekerjaan Selin tak terhambat oleh para pegawainya yang super kepo.


"aku kira tadi tunangannya si bos" ucap kumpulan pegawai wanita yang dari tadi memperhatikan Selin yang begitu cantik dan cocok jika disandingkan dengan Sean


"untung cuma seorang asisten" ucap beberapa penggemar Sean yang sedikit terobsesi pada Sean.


•••


"fiuit...." siulan Leo pada Sean yang tengah berjalan menuju ruangannya dengan Selin yang berjalan dibelakangnya.


"Yuhu.. Aura pengantin baru berbeda" ucap Leo menggoda Sean setelah menutup ruang Sean


"Leo tolong beritahukan tugas Selin selama bekerja disini" tanpa merespon godaan Leo


"kau kan bisa, aku juga banyak kerjaan nih" tolak Leo sambil memasang tampang memelas agar Sean luluh


"iya atau gajimu aku potong" ancam Sean tanpa melihat wajah Leo yang berubah panik seketika


"jangan....iya aku akan lakukan" ucapnya dan bergegas menarik pergelangan tangan Selin


"ayo Selin kita bahas ini diruangan saya saja" mengetahui Sean tak ingin diganggu Leo pun mengajak Selin keruangannya untuk menjelaskan pekerjaan Selin selama menjadi asisten pribadi Sean.


Mereka pun duduk berhadapan di sebuah set sofa yang memisahkan mereka dengan meja dan disana sudah siap dengan kontrak kerja Selin.


"ini adalah kontrak kerja selama kau bekerja disini" mengetuk kontrak diatas meja untuk memperlihatkannya pada Selin


"saya akan jelaskan beberapa tugas utama yang akan kamu kerjakan dalam kontrak"


"sisanya kau bisa baca sendiri"


"pertama, kau harus mempersiapkan dan memperhatikan keperluan pribadi Sean dari makanan dan pakainnya"


"kedua masalah dokumen kantor, kau tak perlu mengerjakan sesuatu jika tak disuruh oleh Sean sendiri, jadi kalau orang lain yang suruh jangan kerjakan"


"ketiga, kau harus selalu ikut dengan Sean selama ia meeting dengan klien"


"keempat, jika ada perjalanan bisnis kau juga di wajibkan ikut dan membantu Sean selama pejalanan bisnis" sementara Selin hanya menggukkan kepala tanda ia mengerti dengan tugasnya


"sementara hanya itu, tetapi kontrak bisa Sean ubah sewaktu-waktu jadi persiapkan diri anda Nona"


"ah, dan satu lagi gaji bulananmu tujuh puluh juta, itu adalah gaji pokok dan bonus belum masuk di dalamnya, jika kerjamu bagus maka gajinya bisa lebih dari itu" ucap Leo panjang lebar sambil Menyodorkan kontrak kerja tersebut kepada Selin agar ditandatangani.


"sungguh, Boss yang egois, maksudnya apa dengan kontrak bisa berubah sewaktu-waktu, semena-mena sekali" ucap lirih Selin dengan hati yang sedikit tak relah tetapi ia tetap menandatangani kontrak tersebut karena ia tak punya pilihan lain, karena ia sudah tak punya pekerjaan lagi.


"baik nona Selin selamat bergabung di perusahaan Smith Corporation" ucap Leo sambil menyodorkan tangannya sambil tersenyum kepada Selin dan Selin pun membalas uluran tangan Leo sambil membalas senyum Leo dengan senyum tipis.


"terima kasih pak direktur" Selin membalas ucapan Leo dengan formal


"kau bisa bekerja hari ini"


Setelah tanda tangan kontrak Leo menyuruh Selin untuk kembali keruangan Sean untuk membantu Sean di sana yang tengah sibuk.


Ia tak habis pikir, tak hanya itu dalam foto yang memuat berita gosip tentangnya juga terlihat Sean yang tak terganggu dengan Selin yang menyentuhnya, yang bahkan lebih dari menyentuh karena Sean merangkul Selin agar bisa menopang tubuhnya.


Dan satu lagi yang lebih membuat Leo tambah heran, Sean menyuruh Selin untuk tinggal di apartemen pribadi Sean, dimana ia saja sebagai sahabat sangat jarang diperbolehkan untuk sekedar main kesana, bukankah itu sesuatu yang ganjil jadi wajarkan jika Leo merasa heran.


Kita tinggalkan Leo dengan segala pemikirannya sekarang kita berahli pada Selin dan Sean.


Nampak Sean yang sangat serius meneliti tulisan dari beberapa laporan dari anak prusahaan yang dibawahi oleh SC, dimana memang peraturan prusahaan yang memberi wewenang untuk selalu meninjau perkembangan anak perusahaan dan memberi wewenang untuk menindak lanjuti urusan para anak prusahaan.


Dan wewnang itu di berikan kepada Sean selaku CEO SC, sama dengan kasus tadi pagi tetapi ia tak harus turun tangan ia harusnya cukup memberi izin kepada Leo untuk mengurusnya tetapi ia ingin terjun langsung tanpa perantara walau sedikit beresiko.


Sean sibuk maka Selin pun juga ikut membantunya dengan beberapa hal kecil yang membatu seperti mensortir dan merapikan dokumen yang telah diperiksa oleh Sean dan mereka pun duduk berhadapan di meja kerja Sean, mereka tampak serius pada pekerjaan masing-masing tanpa merasa canggung, walau ini hari pertama mereka kerja bersama.


"Selin buatkan saya kopi" ucap Sean mengalihkan pandangannya kearah Selin yang tengah sibuk sendiri tetapi yang Sean lihat malah jatuh pada wajah Selin yang terlihat cantik berkarisma saat sedang serius tetapi kerena anak rambut yang jatuh kewajah Selin membuat Sean terhalang melihat kecantikan wanita di depannya ini.


Seakan tak sadar tangannya perlahan menghampiri anak rambut itu, niatnya ingin merapikannya agar tak menghalangi pandangan tetapi....


"eh baik bos" ucap Selin lambat merespon Sean karena terlalu serius, sedangkan Sean yang tangannya hampir sampai pun tiba-tiba mengambil dokuman yang telah ia periksa tersebut untuk ia lihat kembali.


"kenapa dengan dokumen itu bos" tanya Srlin heran karena dokumennya sudah Sean lihat tadi.


"tidak, ada yang kurang" ucapnya beralasan


"saya suruh buat kopi, malah nanya-nanya" suaranya naik satu oktaf sambil menatap tajam Selin


"maaf bos, kalau begitu saya pergi bikin kopi dulu" Selin berbalik dengan wajah cemberut karena merasa Sean itu sangat pemarah.


Setelah Selin keluar Sean kembali menyimpan dokumen itu ketempat semula sambil memikirkan kekonyolannya yang ingin menyenyuh Selin dan tak merasa takut sedikit pun.


"ber..ber.." ponsel Sean bergetar di atas meja dan tertulis nama kotak disana grandma


"halo Grandma, ada apa menelpon Sean" ucap Sean santai


"Sean sayang Grandma hanya mengingatkan untuk kamu datang ke acara makan malam nanti, karena keluarga Liu akan datang" ucap Grandma Sean mengingatkan karena tadi pagi ia telah diberitahu


"Grandma berhenti membuat acara seperti itu, Sean belum ingin menikah" ucap Sean sekan memohon pada sang Grandma, karena ini bukan pertama kalinya ia dipaksa untuk melakukan pertemuan keluarga seperti ini


"Sean kau harus segera menikah umurmu itu sedah tiga puluh delapan tahun, kau tunggu apa lagi!!" suara Grandma naik beberapa oktaf dan kedengarannya seperti orang yang sedang marah


"baik Grandma, Sean akan datang tapi......"


Apa yang kan Sean minta atau negosiasikan pada Grandma nya ?



Ia akan membawa Selin ikut serta


ia akan ikut tetapi hanya sebatas menghargai dan menolak perjodohan


Ia akan membawa Leo ikut serta


Ia membuat permintaan yang sulit untuk Grandma agar ia lepas dari perjodohan kali ini



Tuliskan jawaban kalian di kolom komentar 😁👇