Selin I'M Not Cinderella

Selin I'M Not Cinderella
Skandal



Happy Reading




Di pagi yang sedikit mendung, kota digemparkan dengan Skandal sang pebisnis paling Hot di Negara ini yang dikabarkan tengah berkencan dengan seorang gadis kalangan bawah


Bahkan seluruh surat kabar tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk memuat berita tak biasa itu, karena beberapa bulan lalu sang pebisnis dikabarkan mempunyai penyipangan seksual


Tak hanya melalui surat kabar berita ini memenuhi semua stasiun tv bahkan sosial media tak luput dari pemberitaan yang tengah hot ini, banyak penggemar sang pebisnis yang pata hati, walau ia bukan artis ia telah mendapat banyak penggemar di plosok negeri ini.


Sedangkan yang menjadi topik utamanya masih asik dengan alam bawah sadarnya yang entah apa yang ia impikan sampai belum bangun padahal para bawahannya tengah sibuk mencegah berita tersebut.


Leo yang sendari tadi tiba dikantor menunggu Sean yang tak datang-datang pun memilih menghapirinya ke Mansion keluarga Sean, karena telpon darinya tak diangkat olehnya.


"pagi Bibi" sapa Leo begitu melihat Ibu Sean yang tengah berada di taman depan Mansion


"pagi juga Leo" jawab Elisa dengan senyum ringan


"Sean nya ada Bibi ?"


"Ada, mungkin masih tidur, tadi malam pulang larut dalam kondisi mabuk tak biasanya dia seperti itu" ucapnya dengan sedikit cemas dengan anak semata wayangnya itu


"mungkin lagi seneng Bibi, Bibi tidak usah cemas biar Leo liatin Sean dulu" ucapnya sambil berjalan masuk kedalam saat Elisa telah mempersilahkannya


"clek" begitu membuka pintu kamar terlihat kondisi kamar Sean yang terlihat gelap karena gorden yang menutupi jendela tidak terbuka sehingga kondisi kamarnaya terlihat remang.


"sreeett"


"sreett" Leo pun membuka semua gorden dan membiarkan semua cahaya masuk


"ck....ck... Semua orang gempar dengan gosip yang beredar kau malah asik tidur tak tahu diri" Leo mengomel sendiri seperti seorang Ibu yang memarahi anaknya yang bangun kesiangan


"woy.. Bangun!!"


"bangun sudah pagi bum!!" Leo teriak sabil memukul Sean dengan bantal, seperti tak mempan Leo pun kembali mengambil bantal dan membekap kepala Sean dengan bantal tersebut, sehingga Sean tidak bisa bernafas dengan benar.


"woy...ha..haha.." terbukti mempan Sean langsung terduduk dengan nafas yang tersengal akibat kekurangan oksigen


"akhirnya bangun juga" ucap Leo sedikit legah karena capek membagunka Sean, sedangkan Sean yang mendengarkan itu langsung menatap tajam sahabatnya itu.


"ck makanya kalau dibankan itu, cepat ngak usah ngebo" jawab Leo santai tak menghiraukan tatapan tajam Sean


"awas kau jika tidak ada yang penting" ucapnya beranjak dari kasur menuju ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi


"ada apa? "tanya nya setelah dari kamar mandi


"silahkan liat sendiri" ucap Leo memberikan surat kabar yang sempat tadi ia amabil di ruang tamu, tak hanya surat kabar Leo membuka juga media sosial yang tengah ramai dan terakhir ia menyalakan TV untuk memperlihatkan berita tentang Sean tak tanggung-tanggung Leo langsung memperlihatkan semua ulah Sean.


Sedangkan Sean langsung memijat keningnya karena tiba-tiba meresa sangat pening dengan berita yangvia lihat dan dengar barusan.


"apa ini berdampak dengan saham perusahaan saat ini? " tanyanya dengan cemas pasalanya kemarin baru saja ia mendapat keuntungan masa harus rugi lagi.


"beruntungnya walau turun tapi ini masih dalam jangka wajar, jadi tolong kau harus tangani masalah ini secepatnya" ucap Leo karena ia sama sekali tidak tau tentang masalah ini dikarenakan kemarin ia tak ikut jadi malah tambah rumit jadinya bukannya seneng istirahat malah ambah masalah.


"iya, aku juga ngak tahu dengan perempuan itu, baiknya kita tanya ke pemilik Bar itu saja" ucapnya sedikit prustasi


"ya sudah buruan aku tunggu dibawah" Leo pun meninggalkan Sean yang ingin mandi


"Sean nya sudah bagun nak Leo" tanya Elina saat melihat Leo menuruni tangga


"iya Bibi"


"lagi mandi jadi Leo tungguin disini saja" ucapnya sambil duduk di salah satu sofa


"iya" jawanya singkat


•••


Lain Sean lain Selin, karena mukanya yang tak kelihatan dalam bebrapa foto yang beredar membuatnya sedikit legah akan gosip yang beredar itu.


Dan baju yang ia pakai berbeda dengan yang kemarin pagi jadi tak akan di curigai oleh teman di tempat kerja, tetapi di bar bisa saja seseorang mengenalinya walau persentasenya sangat rendah.


Yang membuatnya bersyukur karena ia dapat melakukan altivitas sehari-harinya tanpa terganggu dengan gosip yang beredar dan berpura-pura tak tahu.


Seperti sekarang ia masih sibuk melayani beberapa pembeli di mini market karena hampir akhir bulan jadi banyak ibu-ibu yang tengah belanja kebutuhan harian yang mungkin menipis dirumahnya.


"eh Sis tau tidak berita yang lagi viral itu?" tanya salah satu ibu pada pembeli yang lain, mereka jadi ngerumpi karena bosan ngantri


"eh iya, yang pengusaha itu yah" ucap sang ibu menimpali


"heem, anakku beberapa kali bertemu dengan Mr. Smith tapi anakku tak pernah dekat dengannya bahkan anakku bercerita bahwa Mr. Smith ini tak ingin bersalaman dengan perempuan, saya kan jadi heran, kok tiba-tiba punya pacar" ceritanya drngan lugas khas ibu-ibu sosialita


"iya, bu anak saya yang kerja di SC juga bilang gitu"


Selin yang mendengar itu hanya mengeleng kepala mendengar gosip ibu-ibu, mereka suka sekali berbicara mengenai urusan orang lain, mereka itu seakan lebih ceria dan bersemangat jika ceritanya menyangkut orang lain seakan lupa dengan masalah mereka sendiri.


"bu silahkan blanjaannya" ucap Selian mengingatkan sang Ibu penggosip yang tak sadar sudah gilirannya membayar belanjaan saking asiknya bercerita.


"eh, ha ha" sang ibu pun tertawa tak enak karena asik dengan kegiatan sendiri dan lupa kalau lagi ngantri


"tit" sedangkan Selin menanggapinya dengan senyum maklum


"totalnya 252.000" sang ibu pun memberikan uang pas


"terima kasih silahkan berkunjung kembali" ucapnya saat semua pelanggan telah keluar.


"huuuf"cukup melelahkan siang ini karena banyak pembeli


"Agustina, kau bisa ganti sekarangkan" ucapanya melepas seragam di depan lokernya di ruangan ganti pegawai.


"oh.. Oke" ucap Tina yang sudah siap untuk menggantikan Selin untuk jam berikutnya, sementara Selin bergegas ke tempat kerja selanjutnya yaitu Restoran L’Assiette yang berjarak ± 10 kilo meter dari minimarket ini.


•••


Leo dan Sean telah menghubungi pihak bar yang bersangkutan dan menanyai perempuan yang mengantarnya tadi malam dan itu membuahkan hasil karena sang pemilik mengetahui gadis itu.


"baik ini detai tentang gadis itu" ucap Leo memberi Sean map yang berisi informasi Selin


"Namanya Selin dan tak punya marga ? " tanya Sean heran


"iya, karena ia ditemukan oleh pemilik panti asuhan saat madih bayi di depan pintu panti asuhan" ucap Leo menjelaskan


"baiklah kirim seseorang untuk menjemputnya dan bawah ia keartemen milikku" ucap Sean menutup informasi peribadi milik Selin


"kau ingin apa ? " tanya Leo heran pasalanya Sean tak suka jika seseorang memasuki apartemen pribadinya bakan ia saja sangat jarang memasuki apartemen itu.


"aku akan membuat kesepakatan dengannya dan kau jadi saksi" ucapnya mengelus dagunya sambil terkekeh ringan seperti seorang psikopat.


"kau sudah menyelidiki siapa di balik berita ini" ujar Sean kembali serius


"iya, seorang wartawan yang memang selalu mengikutimu beberapa hari terakhir ini dan ia bergerak di bawah perintah keluarga Liu" jawab Leo mantap karena memang ia telah menyelidikinya sebelum Mansion Smith tadi.


"tetapi aku belum memastikan siapa tepatnya" ucap Leo sedikit berfikir


"baiklah kita harus segera menemukan dalangnya dan membalas hal serupa padanya" ucapnya dengan wajah dingin


•••