
Sampai disini Author ingin melihat komentar dari kalian mengenai cerita "Selin I'm Not Cinderella" selain ingin melihat respon kalian😁 Author juga sebenarnya sepi😞 karena pembaca tidak tinggalkan jejak 👣 berasa tak ada yang melirik 😒 apakah cerita ini memang sangat membosangkan? atau bahkan tidak bisa di beri tanggapan saking ngak bagusnya🤔? atau bahkan membosangkan😑? , sampai disini Author hanya bisa menerka-nerka karena tak memiliki respon🥺
Bagi kalian yang masih suka silakan lanjut dan jangan lupa komen Author menunggu tanggapan kalian agar Author semangat 💪🏻💪🏻💪🏼😉 upnya hehehe😄
Happy Reading
•
•
Setelah Selin pergi menuju kamarnya dengan tergesa Sean masih melanjutkan kerjanya tanpa memperdulikan Selin yang tampak terburu-buru karena ucapanny, tetapi tak berselang lama bersamaan dengan munculnya Selin, tablet Sean tiba-tiba terkena eror membuatnya panik seketika tetapi itu tak terlihat karena ia tak merubah ekspresi wajahnya tetap terlihat datar
Sean yang melihat Selin berjalan mendekat pun berdiri dan mengulurkan tabletnya yang eror itu pada Selin tanpa berbicara bahkan masih dengan raut daternya itu.
Selin yang menerima tablet itu langsung mengerutkan kedua alisnya bingung, tetapi kebingungannya langsung hilang saat melihat layar tablet yang terlihat eror tersebu, ia pun langsung mengutak atik tablet itu tanpa mengatakan apa-apa
"ini bos" ucap Selin menyerahkan kembali Tablet yang telah ia perbaiki tersebut dan Sean pun segera merebut dan mengeceknya.
"baik ayo berangkat, kita ada rapat pagi ini" ucapnya mendahului tugas Selin untuk menyebutkan jadwal Sean hari ini.
Mereka pun berangat bersama menuju kantor, terasa seperti pasangan suami istri sungguhan yang sarapan di pagi hari, berangkat kerja bahkan pulang kerja bersama.
Ini pertama kalinya Sean bermalam di apartemen semenjak ia manikah dengan Selin dan menempatkan Selin untuk tinggal disana.
Walau wajar ia tinggal disana karena mereka suami istri tetapi pernikahan mereka yang tak wajar apalagi di balik pernikahan itu hanya ingin memanfaatkan statusnya untuk menembus pasar dunia dan begitulah memang adanya Sean ingin menikahi Selin karena harus membuat kontarak kerja dan menjalin kerja sama dengan orang timur tengah dimana disana sangat meproritaskan sebuah pernikahan apalagi bagi seorang pemimimpin, dimana pun itu baik instansi pemerintah atau perusaahaan seperti yang Sean geluti
Mereka pun sampai di perusahaan bersamaan turun dari mobil yang Sean kemudikan sendiri, tetapi kali ini sedikit berbeda karena Chris mendapati mereka yang turun dari mobil yang sama
Chris memandang mereka dengan cerutan di alisnya, penasaran dengan mereka Chris pun menghampiri keduanya dan berjalan di sisi Selin
"kenapa kalian bisa berangkat bersama"tanya Chris sambil menyamakan langkahnya dengan Selin
"dia adalah pacarku jika anda lupa tuan Chris" ucal Sean dingin sambil menarik pergelangan tangan Selin yang masih tertutup kemeja untuk segera meninggalkan Chris
Sedangkan Chris yang mendengar itu menghentikan langkahnya sambil mengingat, beberapa detik ia berfikir sambil menyentuh kepalanya, makanya tadi ia merasa familiar dengan perempuan itu ternyata benar Sean pernah memperkenalkan Selin sebagai pacarnya saat ia menjenguk Bibi Elisa
Tapi teumben masalah sebesar ini tidak ada yang tahu, biasanya apa pun yang Sean lakukan akan diliput oleh media walau hanya masalah pakaian yang ia kenakan hari ini pikir Chris sambil melanjutkan langkahnya.
Karena banyak yang belum tahu jadi Chris berinisiatif untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat berita tentang hal itu agar cepat menyebar, sambil tersenyu. Lebar Chris segera mengabari seseorang untuk membantunya mengatasi hal ini
•••
Rapat kali ini membahas tentang proposal yang pernah ia minta untuk di buat oleh semua instasi di kantor ini untuk ia pertimbangkan idenya untuk ia jadikan proposal dan ia bawa ke Dubai dalam lima hari ini.
Bahkan Chris pun ikut hadir di rapat kali ini dan Chris pun menyadari bahwa tempatnya sekarang masih sangat jauh untuk mencapai tempat Sean sekarang.
Ternyata perkataan Ayahnya benar kalau ia hanya bisa bermain-main buktinya ia telah kalah jauh dengan Sean yang sekarang bahkan bisa memimpin perusahaan Raksasa milik keluarga Smith tak seperti dirinya yang hanya seorang dokter dan sekarang masih belajar untuk bisa mencapai kedudukannya dalam bisnis.
Dan dari sinilah Chris membulatkan tekatnya untuk berjuang lebih keras untuk bisa merebut posisi CEO Smith Corporation dan membanggakan Ayahnya, ia pun tersenyum melihat Sean dari tempat duduknya yang lumayan jauh darinya
•••
Rapat pun selesai, yang memakan waktu lumayan banyak karena waktu sudah menunjjukkan waktu makan siang, sedangkan Sean kembali keruangannya untuk makan siang bersama dengan Selin dan Leo, mereka melanjutkan pekerjaan mereka sambil makan siang, mereka sangat sibuk untuk mempersiapkan keberangkatannya ke Dubai dengan beberapa persiapan
"apakah perwakilan dari LSC akan datang juga" tanya Sean pada Leo yang sedang memakan makan siangnya
"iya, dan kemungkinan besar yang datang adalah paman Franklin" jawab Leo sambil meletakkan alat makannya di meja
"ck, bisa kau tak melakukan itu" ucap ketus Sean saat melihat sendok Leo memyentuh meja, Sendok yang baru saja ia masukkan kedalam mulutnya.
Selin yang memdengar itu dengan sigap mengabil tisu dan anti septik untuk membersihkan meja dari kuman yang membuat Sean marah.
"selalu saja merusak suasana" ucap Leo sebal, nafsu makannya telah hilang karena teguran Sean, Leo pun menyingkirkan semua makanan yang ada di atas meja dan membuangnya kedalam tong sampah, mereka berdua memang telah kenyang tinggal Leo yang terlambat makan karena baru saja menyelesaikan tugasnya untuk bertemu klien diluar, tetapi ia tak makan siang dan baru makan saat sampai disini
"baperan seperti perempuan" gumam Sean tapi tak didengar oleh Leo
"tapi kenapa paman Franklin yang mewakili" ujar Sean kembali serius
"entah tetapi aku juga penasaran" ucap Leo sambil mengedikkan bahunya tak tahu, walau paman Franklin adalah menantu mereka tetapi bukankah paman Franklin juga punya perusahaan sendiri Sean befikir demikian
"tetapi kau perlu tetap waspada" ucap Leo dengan serius, Selin yang sendari tadi hanya diam pun angkat bicara
"siapa paman Franklin?" tanya Selin sambil melihat kepada Leo dan Sean
"saudara ayahnya Sean yang sekarang telah menjadi menantu keluarga Lau" ucap Leo menatap Selin
"nanti saya jelaskan detailnya, sebelum kita kesana kau harus tahu semua tamu undangan yang penting, yang akan kemungkinan besar akan kau temui di sana" lanjut Leo
"dan ingat posisimu saat di sana, kau adalah istri Mr. Sean Alexander Smith jadi jangan sampai mengacaukan rencana kami" ucap Sean memperingati sambil menatap Selin tajam