
Happy Reading
•
•
Setelah menyelesaikan makan siangnya Sean pun kedatangan Mr. Liu yang memang ingin membahas kerja sama yang sempat tertunda saat dirumah Sean, di karenakann Sean yang ingin meminta waktu dan beruntungnya Mr. Liu bermurah hati memberinya waktu.
Mereka duduk di sofa set yang ada diruangan Sean yang memang bertujuan untuk menjamu tamu penting seperti ini.
Sean duduk di sofa singel sebelah kiri sedangka Mr. Liu duduk di singel sofa sebelah kanan jadi mereka berhadapan dan dengan dipisahkan meja yang sedikit panjang sedangkan di samping kiri dan kanan Sean terdapat Selin dan sekertaris Mr. Liu yang juga berhadapan Sekertaris itu membantu Mr. Liu membawakan kontrak kerja sama dan semua berkas yang berkaitan dengannya.
sedangkan sekertaris Sean, tetap pada pekerjaannya di luar ruangan Sean, Sean memang tak bisa percaya dengan seseorang dengan mudah jadi selama ini ia hanya mempekerjakan sekertarisnya dengan sesuatu yang sepele dan tak terlalu penting.
Sean sempat melirik sekertaris Mr. Liu yang seorang wanita berpenampilan sangat sopan dan juga profesional tidak seperti sekertarisnya yang sudah banyak yang ia pecat karena suka sembarangan menyentuhnya, walau sudah di peringatkan saat menandatangani kontrak kerja bahwa ia tak suka disentuh tetapi tetap saja mereka lakukan tetapi sekertaris diluar adalah sekertaris yang terakhir dan Sean pun mengubah pekerjaan sekertarisnya sehingga membatasinya berinteraksi dengan Sean, walau itu terdengar aneh, tetapi Sean tak peduli karena kenyamanannya saat bekerja yang paling utama, sebab jika tidak mengubahnya mungkin akan berakhir sama dengan yang sebelumnya.
Dan Selin adalah satu satunya wanita yang bisa bekerja sama dengannya dan mengerti dengan peraturan yang dia buat walau tak tau alasan kenapa Selin tak boleh begini dan begitu.
Sean sedikit bersyukur setidaknya ia punya orang yang bisa diandalkan selain Leo sekarang.
"seperti syarat yang kemarin yang saya ajukan, tak berubah jadi apa keputusan anda Mr. Smith" tanya Mr.Liu sambil menyodorkan kontrak kerja samanya
"saya tak bisa, Mr. Liu" ucap Sean menatap lurus pada Mr. Liu dengan tampang yang datar sambil menyilangkan kedua kakinya menumpuk kaki kanan diatas kaki kirinya yang sebelumnya duduk dengan sopan.
"Xia anda adalah pacar sepupu saya Christopher Franklin Smith, jadi saya tak bisa" lanjut Sean sambil mengkode Selin untuk menyerahkan lembaran yang telah ia buat tadi untuk kerja sama ini
"dan saya juga sudah punya wanita yang saya cintai" cih...mulutmu itu sangat pandai berbohong Sean, tambah Sean dalam hati
Sedangkan Selin yang mendengar itu segera menengok kearah Sean dan meneliti ekspresinya, apakah benar ia punya wanita yang ia cintai, kalau punya kenapa harus menikah denganku dan berpura-pura pacaran di depan ibunya.
"benarkah begitu, saya minta maaf Mr. Smith saya tidak tahu kalau anda telah memiliki seorang kekasih" ucap Mr. Liu dengan wajah yang tampak menyesal, padahal ia sudah tahu dari kabar tempo hari yang menggemparkan banyak media dan juga hasil penyelidikan anak buahnya.
Sean yang mendengar itu hanya mampu bedecih dalam hati, ia tahu Mr. Liu berbohong dan hanya bermulut manis di depannya
Mr. Liu terkenal sebagai pebisnis handal dan tak hanya bisnis keluarga yang ia kelola ia juga punya bisnis sendiri yang ia bangun dari nol dan tak berkaitan dengan bisnis keluarga itu, tak hanya sampai di situ Mr. Liu bekerja sama dengan kelompok mafia untuk membatu keamanan bisnisnya, makanya Sean sangat sayang kalau ia tak mengambil kesempatan ini, karena ia bisa mendapat dukungan yang kuat dari Mr. Liu dalam mempertahankan kursinya sekarang.
Sean merasa bahwa Mr. Liu, juga sudah tahu mengenai hubungan Chris dengan anaknya Xia, tetapi malah tetap ngotot mengadakan pernikahan bisnis ini. Tak habis pikir ternyata dia adalah pebisnis yang totalitas dalam berbisnis bahkan anaknya pun ingin ia bisniskan.
"kalau begitu saya punya sedikit usulan mengenai kerja sama kita, silahkan lihat" ucap Sean mengisyaratkan untuk melihat proposal yang sempat Selin sodorkan tadi kepada Mr. Liu dan juga pembaruan kontrak yang tidak mengikut sertakan pernikahan di dalamnya
Setelah membacanya ia berfikir sejenak sambil berunding dengan sekertarisnya sedangkan Sean hanya menatap datar, ia tahu Mr. Liu tak akan bisa menolak apa yang ia tawarkan.
"saya setuju dengan kerja sama ini dan saya akan menginfestasikan sebagian ke pembangunan Hotel yang akan anda bangun ini" ucap Mr. Liu dan menandatangani kontrak kerja sama sekaligus infestasi yang ia setujui di berkas yang Sean sedikan tadi.
Sementara Sean tersenyum miring penuh kemenangan saat melihat Mr. Liu menandatangani kontrak dan setuju dengan penanaman modal pada pembangunan cabang Hotel yang akan ia bangun.
"baik kami sangat senang bekerja sama dengan anda Mr.Smith" Mr. Liu sambil mengulurkan tangan pada Sean dengan Senyum yang mengembang
"kami juga sangat senang Mr. Liu" balas Sean dengan wajah datar sambil membalas uluran tangan Mr. Liu * **memang ada orang yang senang dengan wajah datar, Sean ini emang spesies langkah bwhahaha🤣🤣
Sean pun mengantar Mr. Liu sampai ke lift, setelah mereka hilang di balik lift Sean pun bergegas keruangannya sambil melihat tangannya yang sudah memerah
"brak" pintu Sean banting dengan keras, Selin yang masih dalam ruangan pun terkaget dengan suara pintu yang di banting
"uhaa uhaaa" Sean sudah sesak nafas, ia pun melepas dasinya dengan susah payah
Selin yang melihat Sean seperti itu merasa heran sekaligus khawatir, Selin tak tahu perihal Sean yang mengidap OCD ia hanya tahu Sean tak suka dengan sentuhan.
Selin pun panik dan segera menghapiri Sean yang seakan kehabisan oksigen, padahal disini bukan ruangan pengap yang kekurangan oksigen.
"bos ada apa" tanya Selin cemas saat sampai didepan Sean dan tak tahu harus bagaimana karena Sean tak ingin disentuh
"ba.." kalimat Sean terpurus dan jatuh pinsang dalam pelukan Selin yang memang berdiri didepannya saat itu.
"bos..bos" tangan selin menepuk punggung Sean untuk menyadarkannya tetapi ternyata ia telah pingsan.
"sekarang apa yang harus kulakukan" ucap Selin tambah panik karena Sean yang malah pingsan seperti ini
Sedangkan diluar ruangan juga sedikit riuh karena melihat bos mereka yang seperti sedang marah, membuat mereka menerka, bahwa kontrak kerja dengan PT. Liu mungkin gagal jadi pak CEO mereka marah sambil membanting pintu ruangnnya.
Akankah Selin mengetahui penyakit Sean atau Sean bisa menutupinya dengan caranya sendiri.
⚠️jangan lupa like comennya👍👇🙏 agar Author semangat💪🏻
•••