
Happy Reading
•
•
Selin pun membulatkan matanya menatap Sean, terkejut dan meminta penjelasan, pantas sebelum masuk ke dalam sini ia memegang tanganku ternyata ia ingin memperkenalkan kepada ibunya kalau aku ini pacarnya, ck yang benar saja.
Selin pun memandang Sean dengan tajam tetapi Sean membalas tatapan itu tak kalah tajam, sambil mengusap kepala Selin dengan kaku, untuk menegaskan sandiwaranya disepan sang Ibu
"oh kau sudah punya pacar Sean" ucap ibunya dengan senang
"iya bu berita yang ibu lihat itu tidak benar" mempertegas agar ibunya tak gampang percaya dengan gosip murahan seperti itu
"Nak Selin, sini nak" ucap Ibunya menepuk ranjang di sebelahnya, sedangkan Selin memandang Sean meminta persetujuan Sean yang mengerti pun, mengguk sebagai jawaban
Melihat jawaban Sean, Selin pun berjalan mendekat dan duduk di tepi ranjang dengan kaku.
"kalau begitu Sean keatas dulu bu" ucapnya pamit saat melihat Selin mengobrol santai dengan Ibunya
"iya" jawab Ibunya singkat karena sibuk dengan Selin
Setelah berpemitan dengan ibunya Sean segera beranjak dari sana dan bergegas menuju kamarnya yang terletak di lantai dua
Setibanya dikamarnya ia lansung melepaskan bajunya dengan tak sabaran sambil berjalan menuju kamar mandi yang ada di sudut kamar
Setelah bebrapa menit ia keluar dengan rambut basah dan baju khas rumahan yang santai, ia berencana tinggal untuk merawat Ibunya hari ini tanpa kembali ke kantor walau jadwalnya sangat padat, tetapi Ibunya selalu ia tempatkan di nomer pertama dan selalu ia proritaskan.
Setelah rambutnya cukup kering Sean pun kembali ke kamar Ibunya, tetapi saat ingin memasuki kamar terdengar tawa ibunya begitu keras dan itu salah satu pemandangan yang jarang Sean liat selama ayahnya telah tiada.
Karena tak ingin menggangu Ibunya Sean pun lebih memilih ke ruang kerjanya untuk melanjutkan kerja setidaknya ia bisa mengandalkan Selin sebentar saja untuk menemani Ibunya
•••
Di kediaman keluarga Lau, Christopher mendengar Bibinya sedang tak sehat, ia pun langsung berniat berkunjung dan kebetulan Xia anak Mr. Liu sedang ada dirumahnya.
"Xia, temani aku berkunjung kerumah Bibi Elisa" ucap Chris menghampiri Xia yang tengah duduk di ruang tamu bersama Maminya
"memang Bibi Elisa kenapa ? " tanya Xia yang tengah asik memakan kudapan didepannya
"Bibi sedang tak sehat jadi aku ingin jenguk, mau ikut" tawarnya pada Xia sebab melihat Xia masih asik dengan kudapannya
"tentu saja, ayo" Xia pun bangkit dari duduknya dan mengikuti Chirs untuk kerumah Bibi Elisa
Sesampainya di sana Chris di sambut oleh asisten rumah tangga yang memang kenal dekat dengan Chris, sebab saat masih kecil Chris sangat sering main ke mansion ini, sejak ibu dan ayahnya menikah mereka tinggal di kediaman ibunya di mansion keluarga Lau sampai sekarang.
"tuan Chris silahkan masuk"
"eh ada Nona Xia, silahkan masuk"
"iya terima kasih" ucap Xia membalas dengan senyum
Meraka pun masuk dan duduk di ruang tamu menunggu sang pemilik rumah
"kamu tunggu disini dulu yah" ucap Chris pada Xia, Xia pun mengguk saja
Chris pun menuju ke kamar Bibi yang tak jauh dari sana, begitu dekat ia melihat pintu kamar yang tak tertutup tapat tetapi ia mampu melihat keadaan kamar dari luar
Ia melihat seorang wanita yang duduk didekat sang Bibi dan mengobrol dengan akrab, Chris pun bertanya-tanya siapa wanita itu, sebab seingatnya ia tak punya kerabat wanita yang seumuran wanita itu.
"ck, Chris pun berdecak karena melihat Sean yang ternyata ada di rumah ia mengira Sean masih ada dikantor karena ini belum jam pulang kantor
"kenpa kau tak masuk" tanya Sean saat ia telah berdiri tak jauh dari Chris, Chris yang di tanya tak menjawab melainkan mengetuk pintu didepannya
"Eh, nak Chris masuk" ucap Elisa saat melihat Chirs yang berdiri di depan pintu
Chris pun langsung masuk dan duduk di dekat Bibinya sambil memandang intens ke arah Selin, Elisa yang melihat Chris terus memandang Selin, pun angkat bicara
"Chris, kenalkan ini Selin pacar Sean" ucapnya Elisa sedikit bangga
"dan Selin ini Chris sepupu Sean" Sedangkan Chris yang mendengar itu langsung melihat kearah Sean yang masih berdiri di kusel pintu sekan bertanya apakah benar dia pacarmu
Sean yang ditatap seperti itu, hanya mengabaikan, ia berjalan kesisi ranjang yang lain yang mana tempat Selin tengah duduk
"bu Selin harus pulang dulu" ucap Sean saat berdiri disamping Selin, Elisa yang mendengar itu langsung mengubah tatapannya menjadi sendu
"kapan-kapan Selin datang lagi berkunjung tante" ucap Selin spontan saat melihat raut wajah Ibu Sean yang berubah sendu, karena ia juga merasa nyaman dengan Elisa walau ini adalah pertemuan pertamanya.
Ibu Sean sangat hangat sebagai seorang ibu makanya Selin pun mudah akrab dengannya yang memang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
Begitu pun dengan Elisa yang tak punya seorang anak perempuan, makanya saat Sean membawa Selin kemari itu membuatnya senang, walau ia punya anak, tetapi Sean sulit ia ajak ngobrol karena Sean orangnya kaku walau sudah berusaha hangat pada ibunya tetapi tetap saja Sean tak bisa.
"baiklah tapi ingat, bawa Selin kesini lagi" ucap Elisa saat Sean dan Selin ada di ambang pintu
"iya Bu"
Setelah kepergian Sean yang mengantar Selin Chris pun membawa Xia ikut masuk menjenguk Elisa, karena Sean telah pergi maka Chris pun lebih nyaman.
"Bibi kenapa bisa pingsan" tanya Chris
"kata dokter Bibi kurang darah"
mereka pun berbincang-bincang sambil memperkenalkan Xia sebagai pacarnya dan itu membuat Elisa terkejut, sebab yang ia tahu saat makan malam yang dilakukan tempo hari, bukannya Mr. Liu menawarkan perjodohan dengan Sean, tapi ternyata anaknya telah menjalin hubungan dengan Chirs.
•••
"silahkan duduk bos" ucap Selin mempersilahkan Sean untuk duduk saat mereka memasuki apartemen
"ck, ini apartemen siapa" tanya Sean ketus, karena ini adalah apartemennya jadi sesuka dia mau duduk, baring, bermalam sesuka dia
"eh maaf bos, jadi lupa" ucap Selin malu sendiri, salah lagi kan
Selin pun bergegas pergi kekamarnya untuk berganti pakaian karena ia sudah merasa gerah memakai pakaina kantor, ia ingin mengganti paiannya menjadi pakaian santai.
"saya menambahkan point dalam kontrak kita, agar kau bisa bersandiwara di depan ibuku sebagai pacar" ucap Sean saat melihat Selin keluar dari kamarnya
Selin hanya mengiyakan karena bukankah mereka memang sepasang suami istri yang sah jadi tak apa, sebenarnya ia sempat lupa fakta itu selama beberapa hari ini.
Bukan ia menggampakan sebuah pernikahan, ia hanya tau diri dimana ia bukan siapa-siapa disini, jadi ia tak bisa berbuat apa-apa selain menurut apalagi Sean adalah seorang yang mempunyai kedudukan, dimana sekarang ini hukum bisa di beli oleh orang yang punya kuasa jadi orang yang seperti dirinya tak mungkin menang, walau ia benar sekali pun.
Walau ia menurut menikah dengan Sean tetapi jika ia tak suka dengan perlakuan Sean, tetap saja ia ekspresikan walau tak bisa melawannya juga.
Miris memang, tetapi bukankah memang mayoritasnya memang seperti itu sekarang, jika kau tak punya uang maka kau akan kalah.
•••