Searching

Searching
Eps 9.



“ Wah, pak ini mah namanya Restaurant bintang 10.”


“ Kok bintang 10.”


“ Ya iya pak, mewah banget ini tempatnya.”


“ Ini Restaurant milik saya, sebelum kita masuk mungkin di dalam kamu akan bertemu dengan beberapa orang baru..tapi tenang saja.”


Pak Marcel mengambil tangan Ata dan merangkulnya.


Ata berusaha terlihat tenang dan baik-baik saja.


Di dalam Pak Marcel sudah di tunggu beberapa orang dari perusahaan ternama dan juga Vienna anak perusahaan kayu jati.


“ Selamat malam semua, maaf saya terlambat.”


Ayah Marcel terlihat kaget dan tidak bereaksi apa-apa saat melihat Ata.


“ Malam, oh iya perkenalkan saya pak Redi dan ini teman dan anaknya ada Ibu Yunita dan Vienna.”


Vienna, wanita yang usia nya beda 5 tahun dengan pak Marcel. Cerdas dan berwawasan luas.


“ Maksud saya mengundang kalian semua kesini adalah untuk memperkenalkan Marcel kepada Vienna.” Kata Ayah Marcel.


Ata terkaget dan segera melepaskan rangkulan itu.


“ Silahkan duduk Ata dan Marcel.”


“ Makasih pak.”


“ Tapi Marcel terlihat sudah punya pacar, siapa namanya?.”


“ Dia bukan pacar Marcel.”


“ Namanya Ata, dia pacar saya. Maaf.”


Duppp..duppp..


Kakek baru saja tiba di restaurant itu, semua berdiri menyambut Kakek.


“ Tidak apa-apa, duduk saja.” Katanya.


“ Ngomong-ngomong kenapa kamu ada disini? Seharusnya kamu ada di Jepang kan?.” Tanya kakek Marcel ke ayah.


“ Saya mau menjodohkan Marcel dengan Vienna.”


“ Vienna, ini Kakek nya Marcel.” Lanjutnya.


Ata terlihat kebingungan dan memberikan kode kepada pak Marcel agar Ata bisa segera pulang.


“ Pak..” kata Ata sambil berbisik.


Ata mulai menyenggol kecil kepada pak Marcel.


“ Saya permisi dulu, ayo Ata.”


“ Marcel…Kamu jangan pulang ke rumah.”


“ Kamu kembali saja ke Jepang.”


Ayah dan Kakek Marcel masih beragumen, sementara mereka berdua pergi ke belakang restaurant dan menikmati pemandangan.


“ Tidak, kamu ga perlu minta maaf.”


“ Terus bapak mau kemana sebentar?.”


“ Mungkin saya akan tidur di rumah Kakek, lagian Papa juga harusnya berangkat ke Jepang pagi ini.”


“ Entah siapa yang memberitau tentang ini.”


Flashback kejadian tadi pagi di rumah Hanna..


Hanna baru saja bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah dapur untuk sarapan, dia tanpa sengaja mendengar percakapan antara Ayah Marcel dan Papanya.


“ Baik sebentar saya akan telepon kembali.”


Hanna mendekat dan coba bertanya dengan siapa Papa nya berbicara barusan.


“ Papa bicara sama siapa tadi Pa?.”


“ Oh, sama Papa nya Marcel.”


“ Pa, aku mau kasih tau Papa sesuatu.”


Papa Hanna terlihat biasa-biasa saja saat mendengar Hanna bercerita bahwa dia bertemu dengan sekretaris nya Ata.


“ Pa..kok Papa ga ada reaksi apa-apa?, karena perempuan itu Marcel gamau sama Hanna.”


Hanna murka dan berjalan kembali ke kamarnya, siang harinya Hannna menelepon Ayah Marcel dan menceritakan kejadian itu.


Hanna berharap Ayah Marcel mau membantunya untuk menyingkirkan Ata dari kantor.


“ Terima kasih infonya Hanna.”


“ Sama-sama Om.”


Titttt..


“ Haha.. sebentar lagi tidak ada penghalang, bye-bye Ata.” Kata Hanna sambil tertawa.


Ayah Marcel kemudian bertanya kepada asisten sekretarisnya apa jadwal Marcel hari ini, dan kemudian mengatur pertemuan dengan keluarga Vienna.


Kembali ke situasi Ata dan Pak Marcel di belakang restaurant.


“ Bintangnya indah sekali.”


Ata membalikkan badan nya dan melihat seorang Ibu-Ibu yang menjual jagung bakar.


“ Pak, pak.. ada jagung bakar.”


“ Dimana?.”


“ Disitu pak.” Sambil menunjuk.


“ Kamu saja, saya tunggu di mobil.”


“ Bapak ga lapar?.”


“ Ga.” Tiba-tiba perut pak Marcel berbunyi..


Ata tertawa dan merangkul tangan pak Marcel.