
Samantha Clairine, nama sekretaris baru itu.
Dia sedang berjalan bersama CEO melewati lorong menuju lift.
“ Ata, jadwal saya jam 1 di cancel saja.”
“ Maaf pak, yang jam 1 gabisa.”
“ Kamu mau saya ganti in posisi kamu?.”
“ Bukan saya yang buat jadwal nya pak.”
“ Lalu siapa?.”
Terdengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka..
duppp..duppp..
“ Marcel ..”
Belum selesai berbicara, pak Marcel langsung berjalan masuk ke ruangan nya di susul dengan Ata.
“ Maaf pak.”
Di ruangan pak Marcel, jelas sekali terdengar kalau ternyata meeting itu di buat dengan maksud mempertemukan antara anak perusahaan kaya raya ( Angie ). Dan pak Marcel.
“ Kamu harus datang ke meeting itu.”
“ Di tunda saja, ok Ata sebentar tolong berikan data-data yang saya minta tadi..”
“ Marcel, kamu tidak bisa bekerja terus sepanjang hari.”
“ Ata, tolong buatkan saya teh.”
“ Ata, Ata, Ata kamu keluar saja dulu..Marcel Papa minta kamu segera menikah dengan Angie.”
Teriak Ayah Marcel ..
namun Marcel berusaha keras untuk menolak pertemuan itu.
“ Kamu mau bertemu atau ini .. “ sambil meletakan buku di atas meja.
“ Apa ini?.”
* Buku list nama wanita *
“ Kencan buta?.”
“ Iya, kamu bisa memilih di antara mereka semua.”
“ Papa tunggu kabarnya besok.” Lanjutnya sembari berjalan meninggalkan ruangan.
10 menit kemudian Ata masuk membawakan teh yang diminta.
Lalu tanpa sengaja Ata melihat buku yang ada di meja.
“ Ini pak teh nya.”
“ Taro di sana aja.”
Muka nya memerah, terlihat sangat kesal dan sangat dingin.
“ Ata, jam berapa meeting saya selanjutnya?.”
Tempat berpindah saat perjalanan menuju restaurant.
Di mobil..
“ Batalkan semua janji saya berikutnya, setelah ini saya akan beristirahat di kantor.”
“ Baik pak, em ini tempatnya kita sudah sampai.”
“ Kamu ikut saya masuk.”
“ Engga pak saya tunggu disini saja.”
Sesampainya mereka di restaurant, Angie kelihatan sangat terpaksa untuk bertemu dengan Marcel.
“ Permisi mba, saya mau pesan kopi nya satu.” Lanjutnya.
Malam harinya ..
“ Aku pulang.”
“ Bagaimana pertemuan kalian tadi?.”
“ Membosankan.”
Sementara itu Ata dan keluarganya..
“ Huf, sangat melelahkan.”
Notif kalender masuk ke hp Ata.
* Ulang tahun Ata besok *
“ Ata, ada makanan di dapur kalau belum makan.”
“ Iya Ma.”
Ata berbaring di kasurnya dan merenung tentang kejadian tadi..
Pesan singkat masuk dari Yuri sahabat Ata.
“ Ata, besok makan-makan dimana.”
“ Makan ya hmm di tempat ayam yang biasa aja, jangan lupa kado nya haha.”
Pagi hari ketika Ata bersiap berangkat kerja, Ata berjalan ke dapur berharap mereka mengingat hari ini adalah ulang tahunnya.
“ Ga ada makanan.”
Mama, Kevin dan Papa berjalan keluar dari kamar masing-masing ..
“ Permisi ka.”
“ Eh iya, Ma hari ini ga masak?.”
“ Siang seperti biasa.”
“ Pagi nya kenapa ga masak.”
“ Ada acara memangnya?.”
“ Hari ini ulang tahun anak perempuan mu.” Sahut Papa.
Mama kemudian memutar badan nya dan berjalan meninggalkan dapur.
“ Mama selalu lupa sama ulang tahun Ata.”
“ Apa liat-liat.”
“ Kevin ga liat kak Ata, aku tadi liat itu tu.”
“ Ish..”
17.15
Waktunya pulang dari kantor, Yuri menagih obrolan yang semalam.
“ Happy birthday Ata, gimana jadi pergi ga nih.”
“ Saya masih punya meeting kan?.”
“ Aduh, bentar ya Yur nanti aku telepon lagi.”
“ Udah ga ada pak.”
“ Bagus, kalau begitu kamu temani saya.”
“ Sekarang pak?.”
“ Iya sekarang.”