Searching

Searching
Eps 15.



Pagi itu, Ata baru saja tiba di kantor sambil mendengarkan musik.


“ Selamat pagi bu.”


“ Pagi hehe.”


Ata terlihat bahagia, tidak lama setelah itu..


Pak Marcel baru saja turun dari mobilnya, dengan memakai setelan jas dan jam tangan yang baru di beli.


“ Selamat pagi pak.”


“ Selamat pagi.”


Di ruangan Yuda terkejut karena melihat Ata yang akan menaruh flashdisk.


“ Ata?.”


“ Ah, hai Yud. Nih..flashdisk isi nya jadwal dan laporan punya nya pak Marcel.”


“ Yuda..”


Mereka terkejut dan Yuda menyuruh Ata untuk bersembunyi di bawah meja kerja.


“ Iya pak.”


“ Tadi sepertinya saya mendengar suara Ata.” Sambil mencari-cari.


“ Tidak ada pak.”


“ Hacuuuu..”


Suara bersin itu jelas sekali terdengar dari bawah meja.


“ Halo pak hehe..”


Di ruangan pak Marcel, Ata berusaha menjelaskan yang terjadi semalam.


Tapi pak Marcel terus mengganti topik pembicaraan.


“ Ata, lusa kamu akan pergi dinas dengan saya.”


“ Kita mau kemana pak?.”


“ Manado.”


“ Dinas nya agak jauh ya pak, ya udah ini saya tinggalin flashdisk nya di dalam ada jadwal bapak.”


“ Dan mulai bulan depan kamu tidak perlu mengatur jadwal saya lagi.”


“ Iya? .. baik pak.”


***


Ata menghampiri Yuri di apartemen, mereka berdua menghabiskan waktu untuk memasak dan menikmati sore hari.


“ Yuri..”


“ Mukanya serius amat, kenapa nih.”


“ Kamu pasti tau kan yang semalam.”


“ Yang man..”


Flashback kejadian semalam.


Ata menghabiskan beberapa gelas minuman dan menelepon pak Marcel, Yuri yang melihat itu hanya bisa menepuk jidat.


“ Ohh haha, iya tau.”


“ Tadi ada pak Marcel di kantor.” Dengan muka sedih.


“ Terus..terus reaksi nya gimana?.”


“ Ya gimana? Dia ga mau dengar penjelasan malah ngajak dinas ke Manado.”


“ Untuk berapa lama?.”


“ 5 hari.”


Sementara itu pak Marcel sedang melihat isi flashdisk nya.


“ Dimana jadwalnya..”


“ Apa ini? Foto-fotonya?.”


“ 2016..ini di Manado kan.”


Pak Marcel kemudian mengatur kencan nya yang berkedok pekerjaan.


Hari keberangkatan pun tiba, pak Marcel menjemput Ata di rumahnya.


“ Ma, Ata pergi dulu..”


“ Hati-hati, atasannya Ata ganteng juga.”


Kevin dan Papa Ata menatap tajam.


Ken yang juga berada disitu melihat Ata di jemput.


“ Kak Ken ga cemburu?.”


Tanya Kevin.


“ Kenapa harus cemburu Ah hahaha, ngomong-ngomong kemana mereka pergi?.”


Di pesawat Yuda bertukar kursi dengan Ata.


“ Ata kamu duduk di depan.”


“ Tapi, kursi nya..baiklah.”


Dengan muka pucat pak Marcel memegang tangan Ata.


“ Apakah kamu takut?.”


“ Tidak pak, hehe.”


“ Tidak apa-apa tutup saja matamu.”


“ Apa ini, kenapa jantungku berdegup kencang.” Kata Ata dalam hati.


Selama perjalanan Ata sangat menikmati.


Setiba nya mereka pak Marcel membawa Ata untuk makan di tempat yang ingin di kunjungi Ata tahun 2016.


Namun sayang restoran itu tutup.


“ Pak, saya punya 1 tempat lagi.”


“ Dimana?.”


“ Bapak ikut aja, tapi duduknya di kursi penumpang ya.”


“ Apa?.”


Yuda menepuk pundak pak Marcel.


20 menit kemudian mereka tiba di tempat makan.


“ Pak, itu…diaa disana.”


Orang-orang melihat Ata yang tersenyum sepanjang jalan.


“ Mau pesan apa?.”


“ Menu yang paling di cari disini apa?.”


“ Kita punya bubur Manado.”


Ata tampak menikmati makanan itu sambil menggoyangkan kepalanya.


“ Yuda kamu duluan saja ke mobil, sebentar saya menyusul.”


“ Baik pak.”


Yuda berjalan meninggalkan mereka berdua.


“ Kamu sudah tidak mau makan lagi?.”


“ Ga pak, udah kenyang tapi kalau untuk es cream..”


“ Umm,yummie..”


Pak Marcel tersenyum, dan menunduk untuk mengikat tali sepatu Ata.


“ Dia masih saja tidak berubah, tali sepatunya selalu terlepas.”