Searching

Searching
Eps 6.



Tugas Ata sekarang adalah membantu pak Marcel agar perjodohan dan kencan buta ini segera di batalkan.


“ Selamat pagi.”


“ Pagi, hm maaf anda siapa?.”


“ Saya sekretaris baru disini, mau bertemu dengan pak Marcel?.”


“ Oh iya boleh.”


Posisi Ata pun sekarang di ganti dengan orang baru, agar Ata bisa lebih fokus ke pekerjaan nya yang sekarang.


“ Pak Marcel.”


Pak Marcel memutar kursinya.


“ Saya sengaja menggantikan sementara posisi kamu.”


“ Dan Yuda akan membantu kamu.”


“ Sekretaris baru itu?.”


“ Iya dia Yuda, teman kuliah saya.”


Ata hanya bisa pasrah dan berharap semua ini segera berakhir.


“ Kamu tau Hanna kan?.” Tanya pak Marcel.


“ Iya pak, kenapa ya?.”


Pak Marcel menceritakan bahwa Hanna adalah alasannya untuk menyembunyikan dan mengganti Ata.


“ Tugas kamu sekarang tetap membantu saya.”


Ata meninggalkan ruangan dengan muka yang sedikit pucat dan tanpa senyum.


“ Semangat Ata.”


“ Makasih Yud, saya pergi dulu.”


Kemudian Ata mengajak Yuri untuk bertemu di tempat mereka biasa bertemu.


“ Aneh banget kan..”


“ Ga aneh si Ta.”


“ Kamu kenapa? Muka nya merah banget.”


“ Jangan kasih tau siapa-siapa ya Ta, aku tadi habis ketemu sama cowok ganteng hihi.”


Pria yang bertemu dengan Yuri adalah sekretaris baru, Yuda si pria berkelas, pintar, dan sangat tampan.


Pantasan saja Yuri menyukai Yuda.


“ Tapi ya Yur, liat deh muka kita berdua ga mungkin Yuda dan pak Marcel bakal suka sama kita.”


“ Kan belum di coba Ta.”


Ata dan Yuri pun akhirnya pulang ke rumah..


Tituttt…


“ Ata? Kamu ga kerja?.” Tanya Mama.


“ Ah? Kerja kok tapi udah ga ada rapat aja, oh iya. Yuri mau bicara katanya.”


“ Kenapa Yuri? Kamu lapar?.”


Yuri menggelengkan kepalanya.


“ Tante, hm.. Yuri boleh kerja disini ga? 2 hari aja.”


“ Kamu berkelahi lagi dengan Papamu?.”


Malam hari ketika Ata sibuk mengurus pekerjaan, dia mendapatkan sebuah pesan singkat.


“ Ata, kamu sudah tidur?.”


Pesan singkat itu dari pak Marcel.


“ Yuri udah tidur belum ya..” melihat ke arah belakang.


Aman…


“ Belum pak.”


“ Ok.”


“ Cuma nanya gini doang?.”


Ata meletakkan handpone nya di meja dan berjalan ke kasurnya.


“ Sangat melelahkan sekali, tapi kenapa ya kalau sama pak Marcel itu kayak ga capek sama sekali.”


“ Itu tandanya kamu suka sama dia.”


“ Yuri..”


Pipi Ata menjadi merah merona saat Yuri mengatakan hal itu.


2 hari berlalu, pagi ini Ata dan Yuri yang di jadwalkan untuk membuka dan menjaga kedai makanan milik keluarga Ata.


“ Ta, kenapa ya dia udah ga keliatan lagi.”


“ Bukan jodoh kamu kali haha.”


“ Tapi kayaknya dia jodohku deh, ganteng, tinggi dan wow.”


“ Wow..wow.. lanjut dulu ngepel nya.”


Kringggg


“ Selamat datang di kedai…jodohku.”


Yuri menjatuhkan pel nya dan bergegas ke kasir.


“ Mau pesan apa?.”


“ Saya mau pesan 1 paket ayam saja, dengan nasi.”


“ Ok baik.”


“ Saya tunggu di mobil, tolong di antar ya.”


Ata kembali dan melihat Yuri yang sedang melamun ke arah mobil hitam yang sedang terparkir.


“ Yur..ngapain ngelamun?.”


“ Ta, ada mas jodoh.”


“ Ohh, dimana?.”


“ Disitu ( sambil menunjuk ).”


“ Mobil hitam?.”


Mereka berdua berjalan mengendap-ngendap dan melihat plat mobil itu.


“ Yuri..itu pak Marcel, aduh gabisa kalau dia tau aku juga disini bagaimana?.”


“ Kok panik gitu.”


“ Pak Marcel gatau kalau aku punya kedai, nih makanan nya kamu yang antar aja.”


“ Ya udah, I’m coming mas jodoh…”