
Beberapa hari berlalu, seorang cewek datang dengan memegang tas dan handpone di tangannya.
“ Saya mau ketemu dengan pak Marcel.”
“ Dia ada di dalam, silahkan.”
Perempuan dengan paras glamour, fashionable itu bernama Hanna. Dia sengaja datang karena di suruh langsung oleh Ayah Marcel.
“ Halo Marcel.”
Marcel lalu memutar kursinya..
“ Siapa kamu?.”
“ Oh ya sorry, saya Hanna. Tentu kamu tau tentang kencan buta bukan?.”
“ Kamu juga punya bukunya, sudah di lihat?.” Lanjutnya.
Marcel memutar kembali kursi dan melihat ke arah jendela.
Tidak lama Hanna kemudian keluar dengan muka datar dan sangat judes.
Kelihatannya Marcel menolak lagi kencan buta yang satu ini.
Tittt..
“ Ata, tolong ke ruangan saya segera.”
“ Baik pak.”
Tokkk tokkk ..
“ Permisi pak, mau saya bikinin kopi? Atau teh?.”
“ Tidak, tidak perlu saya mau minta tolong sama kamu.”
Marcel bercerita ingin menjadikan Ata sebagai pacar bohongan agar dapat segera lepas dari kencan buta dan perjodohan ini.
“ Maaf pak, saya gabisa.”
“ Ata..”
“ Baik pak, saya pikir-pikir dulu. Lagian pak orang kantor udah kenal sama saya.”
“ Saya tau, tapi Kakek tidak kenal kamu.”
Ata berjalan dengan muka setengah senyum, dan berpikir apakah dia harus mengambil tawaran itu?.
Malam harinya di restaurant ayam..
Ata mengajak Yuri bertemu untuk mendiskusikan hal ini.
“ Jadi gimana Yur, ngasih pendapat dong jangan diam aja.”
“ Kalau kata aku si ya..kenapa ga?.”
“ Hmm gitu ya, ya udah nih makan dulu.”
***
Ata keluar dari kamarnya dengan pakaian tidur, menuju ruang tamu.
“ Woaah.. Papa, kenapa masih disini?.”
“ Papa akkswkwj.”
“ Papa pake masker?.”
Kleeek lampu di nyalakan
“ Siapa yang ngasih pake masker?.”
Mama dan Kevin muncul.
“ Nih ka, maskernya duduk sini.”
Keesokan hari, Marcel datang ke kantor dengan membawa 1 kantong tas berisi baju dress baru, heels dan perlengkapan lainnya.
“ Ata, ini buat kamu.”
“ Pak, saya belum punya keputusan.”
“ Udah ga ada waktu lagi, besok malam kamu ikut saya.”
Disusul dari belakang suara sang Kakek yang sedang mengomel, di temani dengan asisten nya.
“ Dimana ruangan Marcel?.”
“ Di depan pak.”
“ Oke makasih, Cha..tolong pegang tongkat saya.”
Di ruangan
Marcel baru saja sampai dan memutar badannya, tiba-tiba melihat Kakek yang sudah ada disitu.
“ Kek, dari kapan disini?.”
“ Hoa, baru saja.”
“ Oh hehe, ada perlu apa?.”
“ Bagaimana dengan calon-calon kamu?.”
“ Sudah ada, besok kita akan bertemu dengan dia tenang saja.”
Marcel mengedipkan matanya ke Ata, dan menutup pintu.
“ Kamu yakin?.”
“ Iya yakin kek.”
***
Saat perjalanan menuju arah pulang, Marcel meminta supir untuk singgah ke makam Mama.
Duppp .. duppp..
Suara langkah kaki itu, sangat terdengar jelas melewati lorong yang sangat hening.
“ Ma.. Marcel datang.”
“ Ini bunga kesukaan Mama, Papa kemarin datang Ma.”
Mama Marcel meninggal akibat kecelakaan setelah menjadi korban tabrak lari.
Flashback kejadian saat Marcel berumur 5 tahun.
Di rumah sakit.
Semua orang menangis, termasuk Marcel sambil memeluk Mama.
Sementara itu di ruangan sebelah, seorang perempuan kecil sedang di rawat akibat kecelakaan yang sama.
Kembali ke situasi Marcel sekarang.
Marcel cukup lama terdiam di samping makam Mama, sampai akhirnya dia di telepon untuk segera pulang.
“ Ma, nanti Marcel datang lagi.”
“ Ini buat Mama.”
Dia kembali berjalan ke mobil, dan tidak lama Ata datang untuk berbelanja di supermarket yang cukup dekat jaraknya dari mobil Marcel.