
5 Mei 2021.
Hari ini kami menemani Yuli untuk ke rumah sakit, sebelum menikmati hari libur-libur berikutnya dia harus memeriksa penyakitnya terlebih dahulu.
“ Jadi bagaimana dok?.”
“ Yuli tidak kenapa-kenapa, hanya saja dia harus rajin minum obat.”
Sepulangnya kami, aku pergi ke supermarket sendiri untuk membeli beberapa perlengkapan yang aku butuhkan.
Hanna dan Yuli memutuskan untuk kembali ke rumah.
“ Mie, dimana ya itu..”
Apa yang baru saja aku lihat? Kenapa pria itu muncul lagi?.
“ Permisi, permisi..”
Aku terburu-buru berjalan ke kasir, dan meninggalkan beberapa bungkusan makanan yang sudah ku pegang tadi.
Dia mengejar ku ..
Sebuah notifikasi muncul dari facebook.
“ Kita akan segera bertemu lagi.”
17.00
“ Sam, kamu kenapa? Tadi kok buru-buru banget..”
“ Ga kenapa-kenapa hehe, ada yang liat cas hp ga?.”
“ Di kamar Yuli di atas, bentar ya aku ambilin.”
Aku terduduk di ruang tamu dan merenung sebentar, aku mencoba melihat kembali cara dia mengetik dan mengirim pesan.
Ku samakan dengan beberapa teman tapi tidak ada yang sama.
3 hari kemudian atasan kami mengirim surat di email.
Dia mengatakan jika kami sudah boleh pulang 2 minggu lagi.
Ini berarti kami bertiga tidak sampai 1 bulan disini, aku legah.
“ Revan sekarang udah ga sama lagi.”
“ Maksud kamu kayak gimana?.”
“ Padahal kan kalian berdua cocok banget.”
“ I know, tapi sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyiin.”
Di hari itu juga, sahabat Revan mengirim sebuah pesan dan foto Revan sedang bersama dengan wanita lain di club malam.
Kami berkelahi hebat, setelah itu dia memblokir pesan ku.
“ Kalian ingat kan kalau kata atasan kita udah boleh pulang 2 minggu depan.”
“ Iya inget kenapa?.”
“ Ayo pulang.”
“ Tapi aku belum sempat cuci mata.”
“ Yuli..”
Di akhir bulan Mei, saluran pipa di bagian tempat cuci piring kami mampet.
Karena aku tidak tau bagaimana cara memperbaiki nya, aku memanggil tukang.
Dia memberikan senyuman manis sebelum masuk dan meninggalkan rumah.
“ Sudah ga mampet lagi ya.”
“ Oh iya, makasih ya ini uangnya.”
19.00 waktunya untuk makan malam, makanan malam ini di masak oleh Yuli.
Aku hanya memakai baju satu tali dan celana pendek saja, begitu juga dengan mereka berdua.
Kami menikmati makanan itu sambil bercerita-cerita.
Kelihatannya Yuli terpesona dengan pria iu..
“ Iya kan, ganteng banget kalian ga liat emang senyum nya?.”
“ Boleh juga selera mu kayaknya menurun lagi.”
“ Ah haha, bisa aja Han.”
Keesokan harinya, aku pergi berkunjung di salah satu rumah rekan kerja ku.
Karena tempat nya yang agak jauh, aku memutuskan untuk menaiki bis sendiri.
“ Kalian bener ga mau ikut?.”
“ Iya ga, Yuli sama aku mau ke salon.”
“ Ya udah deh, bye bye.”
Kira-kira itu adalah saat terakhir aku melihat Yuli.
Sebelum Hanna menelepon ku dan mengabarkan kalau Yuli telah tiada.
Kasus kematian Yuli akhirnya di usut oleh polisi, aku dan Yuli di mintai beberapa keterangan dan juga mereka memeriksa beberapa tempat di rumah.
Mereka menemukan luka sayatan dan tanda perlawanan dari Yuli, Yuli juga di temukan tergeletak di dapur.
Hanna di tahan 2 malam karena dia adalah satu-satunya orang terakhir yang bersama dengan Yuli.