Searching

Searching
Eps 8.



Cahaya matahari masuk menembus jendela, dan angin sepoi-poi masuk melewati jendela kamar Ata yang terbuka.


Hari ini adalah hari dimana mereka akan bertemu sang Kakek.


“ Lihat anakmu ini, ish ish gaya tidurnya sama sepertimu.” Kata Mama Ata sambil memegang sapu.


“ Tapi dia anak perempuanmu.”


“ Bangun….” Teriak Mama.


“ Hah? Hoaam..kenapa? Ini masih pagi kan.”


Dengan setengah sadar Ata berusaha meraih handpone nya dan melihat tanggal.


“ Hah? Kenapa hari sangat cepat berlalu.”


Ata terbangun dari kasurnya dan melihat ke arah mereka.


“ Mama sama Papa ngapain? Ata mau siap-siap kerja.”


Tentu saja Ata bukan bersiap untuk pergi bekerja ke kantor melainkan ..


“ Aku bawa laptop ga ya? Tapi kalah ga bawa nanti di tanya.. hm..”


10 menit kemudian Ata terlihat terburu-buru dan langsung bergegas berangkat ke sebuah salon bersama dengan sekretaris baru.


“ Ata pergi dulu..”


“ Ayam nya Ata.”


“ Oh iya lupa, makasih ya.”


“ Anakmu cepat sekali tumbuh dewasa, tapi tumben dia mau bawa ayam.”


“ Dia juga anak perempuan mu.”


Selama di perjalanan Ata mulai bersiap, seperti makeup dan memakai aksesoris.


“ Ta, ga usah pakai disini.”


“ Hah? Kenapa? Kan buru-buru?.”


“ Pak Marcel nyuruh kamu buat ke Salon.”


“ Salon?.”


Sesampainya mereka di salon, para karyawan terbaik sudah di persiapkan untuk membantu Ata.


“ Yud, pak Marcel nya dimana?.” Sambil memiringkan kepala.


“ Pak Marcel masih di kantor.”


“ Maaf mba, kepala nya tolong lurus.”


“ Oh iya maaf, tapi Yud..”


“ Mba..”


“ Maaf hehe.”


Hampir 1 jam akhirnya selesai, penampilan Ata berubah menjadi lebih cantik daripada biasanya.


“ Yud, kata pak Marcel cuma mau ketemu Kakek nya aja kan?.”


“ Ga, masih ada orang lain lagi.”


“ Siapa? Kenapa saya ga di kasih tau?.”


“ Udah kamu masuk ke mobil aja.”


“ Yud, rambut ku bagus ga? Ah, makeupnya wow.”


Yuda bergumam sendiri.


“ Dia yang nanya, dia yang jawab sendiri.”


15 menit kemudian Ata tiba di sebuah hotel.


“ Yud, kita ngapain ke hotel?.”


“ Pakaian, aksesoris dan lain nya ada di kamar atas kamu sudah di tunggu.”


“ Tapi bajunya sudah saya bawa sendiri.”


“ Ata..”


“ Oh iyaiya.”


Di kamar Ata bertemu dengan seorang designer ternama yang di siapkan oleh Pak Marcel.


Ata mencoba beberapa dress dan akhirnya..


“ Sempurna..” kata designer itu.


Ata berkaca dan terlihat terharu, dia sangat senang.


“ Padahal ini cuma kencan pura-pura saja..”


“ Kamu cantik sekali, sekarang saatnya pilih sepatu dan tas.”


Sore hari pun telah tiba..


Saatnya mereka pergi ke restaurant, Pak Marcel pun mulai menancapkan gas nya untuk menjemput Ata.


Kringggg..


“ Halo Ata, saya sudah tiba.”


“ Baik pak.”


Suara heels kaca itu terdengar jelas, tas dan pakaian itu terlihat sangat serasi dengan Ata.


Ata berjalan mendekat ke arah mobil, pak Marcel pun keluar untuk membuka kan pintu.


“ Halo? Pak? Pak Marcel?.” Kata Ata sambil melambaikan tangannya.


“ Ah, maaf maaf.”


“ Jangan melamun pak, kata Mama saya ga boleh gitu.”


“ Iya udah.”


Di perjalanan Pak Marcel mengambil kesempatan untuk melihat-lihat Ata dari kaca yang ada di mobil.


Pak Marcel tersenyum kecil.


“ Pak, saya mau nanya.”


“ Iya nanya apa?.”


“ Baju- baju yang bapak belikan kemarin itu saya udah bawa pak tadi, tapi kenapa saya di suruh pakai baju yang lain?.”


“ Gapapa yang ini buat kamu juga, kamu terlihat sangat cantik.”


Ata menatap pak Marcel sambil tersenyum.