
“ Akhirnya sampai, makasih banyak ya pak.”
Ata menghela nafas dan bergegas keluar dari mobil, di kejauhan Kevin melihat sang kakak sedang bersama seorang pria.
“ Ma.. Kakak punya pacar.”
Tituttt..
“ Melelahkan sekali hari ini, Kevin tolong pijit kakak.”
“ Mama mau bicara dulu.”
Mama bertanya serius tentang siapa pria itu.
“ Dia atasan aku Ma, pak Marcel.”
“ Apa dia menyukaimu?.”
“ Mulai deh.”
“ Kevin…pijit kakak.” Tambah Ata.
***
10.00 pagi
Ata kelihatan sangat kelelahan, dan terlambat untuk pergi bekerja.
“ Ata, kamu ga kerja?.”
“ 5 menit lagi Ma ( meraba hp ), hah???.”
Ata berlari terburu-buru meninggalkan rumah dan tidak sarapan.
“ Sarapannya…”
“ Nanti makan di kantor aja..”
Tidak jauh dari rumah, mobil hitam itu terparkir lagi.
“ Pak Marcel? Ah tapi ga mungkin, kan udah jam berapa ini.”
Pak Marcel menoleh dan menurunkan kaca mobilnya.
“ Mau ikut?.”
“ Ga usah pak gapapa.”
“ Ok, ayo jalan.”
Tiba-tiba saat lampu merah, Ata diam-diam masuk ke mobil pak Marcel.
“ Hehe, maaf pak.”
Marcel pun tersenyum kecil melihat tingkah Ata.
***
Duppp..duppp.
Suara langkah itu terdengar kembali.. Ayah Ata berjalan mendekat dan langsung berjalan masuk.
“ Ata.”
“ Katanya kamu pacaran dengan sekretaris kamu?.”
“ Kamu tau kan kalau kamu harus mendapatkan yang lebih dari sekretaris kamu itu.”
“ Pa, papa bisa ga diem aja.”
Beberapa menit kemudian ayah Marcel keluar dari ruangan..
“ Ata, saya peringatkan yang terakhir buat kamu. Jauhi anak saya.” Dengan nada yang tinggi.
***
Sepertinya ini salah paham saja, pasti yang memberitahukan tentang ini adalah Hanna. Dia satu-satunya orang yang kenal dan bertemu denganku di restaurant itu.
“ Tolong buatkan saya teh seperti biasa.”
“ Baik, hm.. pak saya minta maaf.”
“ Kenapa?..oh tentang tadi, itu bukan salah kamu.”
Sang Kakek bercerita ke ayah Marcel bahwa dia sudah bertemu dengan kekasih cucu nya.
“ Pacar anakmu sangat cantik.”
“ Marcel tidak punya pacar.”
“ Kita sudah bertemu semalam, mereka datang bersama.”
“ Itu sekretaris nya..”
wajah ayah Ata sangat datar semenjak tau tentang kejadian semalam, beberapa minggu kemudian Ayah dan Kakek Marcel kembali membawa buku dengan list yang lebih banyak.
“ Ini yang terakhir.”
“ Kamu akan ayah ketemu kan dengan anak perusahaan Hera.”
“ Tanpa sekretaris kamu.” Lanjut ayah Marcel.
“ Tapi Marcel udah punya pacar.”
“ Kalau begitu kenalkan ke Ayah dan Kakek mu.”
“ Dengarkan saja apa katanya Cel.”
***
18.50 malam.
Di rumah Ata
Mereka sedang makan malam bersama, dan Yuri datang untuk menginap.
“ Halo Tante, tante Yuri nginep 3 hari ya.”
“ Tumben 3 hari.” Tanya Mama Ata dengan keheranan.
Ata berjalan keluar dari kamar mandi, dengan membawa handuk di pundak nya.
“ Woahh… Yurii.”
“ Ata…”
“ Mulai mulai..”
Kemudian Yuri bercerita kenapa dia akhirnya menginap untuk beberapa hari kedepan.
“ Bersabar ya, nih baju tidurnya.”
“ Makasih sista.”
Handpone Yuri berbunyi dan tanpa sengaja Ata melihat nama Ken.
Apakah Ken dan Yuri berpacaran?.
“ Yur, hp mu bunyi tadi.”
“ Oh iya gapapa, terus gimana atasan kamu?.”
“ Itu siapa tau penting.”
Mengecek hp..
“ Ken, bentar ya Ta.”
“ Tuh kan jangan-jangan bener lagi.” Ata terus bergumam.
Klikkk..
“ Gimana Ta, atasan kamu?.”
“ Baik-baik aja si.”
“ Yakin?.”
“ Yuri… huhuhu makan-makan kemarin ketahuan, pas banget ga sengaja ketemu Hanna.”
“ Serius? Terus gimana.”
Ata memberikan muka sedih dan mengingat kembali.