Searching

Searching
Eps 5.



“ Akhirnya sampai, makasih banyak ya pak.”


Ata menghela nafas dan bergegas keluar dari mobil, di kejauhan Kevin melihat sang kakak sedang bersama seorang pria.


“ Ma.. Kakak punya pacar.”


Tituttt..


“ Melelahkan sekali hari ini, Kevin tolong pijit kakak.”


“ Mama mau bicara dulu.”


Mama bertanya serius tentang siapa pria itu.


“ Dia atasan aku Ma, pak Marcel.”


“ Apa dia menyukaimu?.”


“ Mulai deh.”


“ Kevin…pijit kakak.” Tambah Ata.


***


10.00 pagi


Ata kelihatan sangat kelelahan, dan terlambat untuk pergi bekerja.


“ Ata, kamu ga kerja?.”


“ 5 menit lagi Ma ( meraba hp ), hah???.”


Ata berlari terburu-buru meninggalkan rumah dan tidak sarapan.


“ Sarapannya…”


“ Nanti makan di kantor aja..”


Tidak jauh dari rumah, mobil hitam itu terparkir lagi.


“ Pak Marcel? Ah tapi ga mungkin, kan udah jam berapa ini.”


Pak Marcel menoleh dan menurunkan kaca mobilnya.


“ Mau ikut?.”


“ Ga usah pak gapapa.”


“ Ok, ayo jalan.”


Tiba-tiba saat lampu merah, Ata diam-diam masuk ke mobil pak Marcel.


“ Hehe, maaf pak.”


Marcel pun tersenyum kecil melihat tingkah Ata.


***


Duppp..duppp.


Suara langkah itu terdengar kembali.. Ayah Ata berjalan mendekat dan langsung berjalan masuk.


“ Ata.”


“ Katanya kamu pacaran dengan sekretaris kamu?.”


“ Kamu tau kan kalau kamu harus mendapatkan yang lebih dari sekretaris kamu itu.”


“ Pa, papa bisa ga diem aja.”


Beberapa menit kemudian ayah Marcel keluar dari ruangan..


“ Ata, saya peringatkan yang terakhir buat kamu. Jauhi anak saya.” Dengan nada yang tinggi.


***


Sepertinya ini salah paham saja, pasti yang memberitahukan tentang ini adalah Hanna. Dia satu-satunya orang yang kenal dan bertemu denganku di restaurant itu.


“ Tolong buatkan saya teh seperti biasa.”


“ Baik, hm.. pak saya minta maaf.”


“ Kenapa?..oh tentang tadi, itu bukan salah kamu.”


Sang Kakek bercerita ke ayah Marcel bahwa dia sudah bertemu dengan kekasih cucu nya.


“ Pacar anakmu sangat cantik.”


“ Marcel tidak punya pacar.”


“ Kita sudah bertemu semalam, mereka datang bersama.”


“ Itu sekretaris nya..”


wajah ayah Ata sangat datar semenjak tau tentang kejadian semalam, beberapa minggu kemudian Ayah dan Kakek Marcel kembali membawa buku dengan list yang lebih banyak.


“ Ini yang terakhir.”


“ Kamu akan ayah ketemu kan dengan anak perusahaan Hera.”


“ Tanpa sekretaris kamu.” Lanjut ayah Marcel.


“ Tapi Marcel udah punya pacar.”


“ Kalau begitu kenalkan ke Ayah dan Kakek mu.”


“ Dengarkan saja apa katanya Cel.”


***


18.50 malam.


Di rumah Ata


Mereka sedang makan malam bersama, dan Yuri datang untuk menginap.


“ Halo Tante, tante Yuri nginep 3 hari ya.”


“ Tumben 3 hari.” Tanya Mama Ata dengan keheranan.


Ata berjalan keluar dari kamar mandi, dengan membawa handuk di pundak nya.


“ Woahh… Yurii.”


“ Ata…”


“ Mulai mulai..”


Kemudian Yuri bercerita kenapa dia akhirnya menginap untuk beberapa hari kedepan.


“ Bersabar ya, nih baju tidurnya.”


“ Makasih sista.”


Handpone Yuri berbunyi dan tanpa sengaja Ata melihat nama Ken.


Apakah Ken dan Yuri berpacaran?.


“ Yur, hp mu bunyi tadi.”


“ Oh iya gapapa, terus gimana atasan kamu?.”


“ Itu siapa tau penting.”


Mengecek hp..


“ Ken, bentar ya Ta.”


“ Tuh kan jangan-jangan bener lagi.” Ata terus bergumam.


Klikkk..


“ Gimana Ta, atasan kamu?.”


“ Baik-baik aja si.”


“ Yakin?.”


“ Yuri… huhuhu makan-makan kemarin ketahuan, pas banget ga sengaja ketemu Hanna.”


“ Serius? Terus gimana.”


Ata memberikan muka sedih dan mengingat kembali.