SAVIOR

SAVIOR
Chapter V : Have Been Found



"ARES!!" seru Scarlet dan Versha secara bersamaan.


"Ku kira dia Plevra." ucap Nion.


"Tapi apakah kita bisa memastikan bahwa itu temanmu?" setelah Lyca mengatakan hal itu semuanya menjadi diam.


"Ares kamu habis darimana?" tanya Versha mencoba melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk meyakinkan bahwa dia benar Ares.


"Saat itu aku sedang mengejarmu, tapi karena capek, aku istirahat di antara pepohonan dan gak sengaja ketiduran terus ada ledakan dan aku terbangun tetapi ketika aku sampai di tempat itu tidak ada siapa-siapa lalu aku mencari kalian dan akhirnya aku menemukan kalian disini." jelas Ares panjang lebar.


"Terlihat dari kebodohannya yang natural sepertinya dia memang Ares." Scarlet sangat paham kerjanya otak temannya yang kelewat waras dan akhirnya setelah sudah dipastikan,orang-orang disana dapat benapas lega.


"Apakah kamu melihat ada Savior lain disini?" tanya Luren.


"Ya, aku melihat mereka di kabut itu sedang tertidur. Aku sudah melakukan banyak cara untuk membangunkan mereka tapi mereka tetap saja tidak terbangun."


"Kabut? Pasti itu adalah Nimary!" Luren sudah menebak bahwa itulah yang terjadi.


"Maksudmu Plevranya Versha membuat kabut mimpi buruk untuk membuat mereka semua tertidur." balas Tersa.


"Kurang lebih begitu tapi kalau kita tidak menghentikan Plevra Versha maka mereka semua tidak akan terbangun atau tidak kita harus menyadarkan salah satu dari mereka agar kabut itu akan hilang."


"Jadi Plevra itu dari Versha pantas saja mukanya sedikit mirip kukira itu Plevranya Tersa." ujar Ares dan semuanya langsung menatap dia. "Kenapa? Aku benarkan bahwa Tersa dan Versha mukanya mirip?"


"Kau bertemu dengan dia? Dia sekarang dimana?!" tanya Versha.


"Dia berada tidak jauh dari tempat ini."


"Kok kamu bisa lolos?" tanya Vion, mewakilkan pertanyaan yang pasti akan dilontarkan yang lain.


"Karena Dyret ini!" Ares sedikit menyingkir dari tempatnya dan terlihat dibelakangnya terdapat seekor kucing tetapi memiliki tubuh yang besar.


"Inilah Dyret yang dari tadi kucari! Dimana kau menemukannya?"


"Saat aku terbangun dia sudah ada disampingku seperti habis bangun tidur sebelumnya aku tidak tau kalau ini Dyret, awalnya aku membawa kucing ini untuk Versha lalu aku bertemu Plevra, dia sangat menyeramkan dan hampir saja aku terbunuh jika aku tidak melarikan diri tapi kucing ini membantuku yang lalu tubuhnya menjadi membesar seperti ukuran tubuh singa terus dia seolah-olah menyuruhku untuk menaikinya sehabis itu dia berlari dan lariannya sangat kencang sehingga Plevra itu tidak bisa mengejar kami." setelah Ares mengatakan hal itu, kucing tersebut kembali menjadi ukuran yang normal.


"Sungguh kebodohan yang menghasilkan... ADUH, kenapa kau memukulku?!" protes Nion karena dirinya di pukul dan lagi-lagi pelakunya adalah Luren.


"Terserah diriku!"


"Dia sungguh beruntung masih hidup." celetuk Vion.


"Itu adalah Dyret level 4, bintang 1 namun jika dilatih mungkin levelnya nya akan naik dan bisa memungkinkan juga bintabgnya akan naik." Elance angkat bicara setelah memperhatikan lebih seksama Dyret tersebut.


"Tapi jika Plevra itu datang kembali,apa yang harus kita lakukan?" tanya Vion.


"Terpaksa kita harus melawannya." Tersa bangkit dari tempatnya lalu membersihkan pakaianya yang penuh debu.


"Dengan keadaan kita yang seperti ini? Apakah kau bercanda?!"


"Yang dikatakan oleh Kak Nion memang benar, tapi kita harus bagaimana lagi?" Tersa terlihat sedang berpikir lalu secara bersamaan mereka semua memandang Scarlet, dan Ares.


"Kalian berdua tolonglah!" seru Luren dengan menepuk pundak Scarlet, "Dan Versha tetaplah disini!"


"Mengapa?"


"Aku tidak ingin Plevra itu meracuni dirimu lagi!"


"Asik!! kita akan berhadapan bersama Plevra, betulkan Scarlet?"


"Terserah."


"Pakailah pedangku! Sepertinya kamu sangat lihai memakai pedang."


"Terima kasih."


"Ini ambillah! Tabung ini akan menyimpan Plevra itu ketika kau sudah berhasil mengalahkannya."


"Mengapa Scarlet yang memegang semuanya? Aku gak?"


"Tidak usah, kamu terlalu ceroboh!"


___


"Aku tidak menyangka bahwa kita akan melawan Plevra!" Ares terlihat sangat bersemangat.


"Aku menyesal ikut kalian kesini!"


"Kalian tidak usah melakukan itu! Biar aku saja!" tiba-tiba saja Versha datang.


"Bukankah kau disuruh untuk pergi selagi kita memancing Plevra tersebut?"


"Aku tidak ingin diam saja melihat kalian yang harus menjadi umpan. Ini semua gara-gara diriku!"


Ares tiba-tiba tertawa, "kau ini cengeng sekali, Versha. Padahal biasanya kau yang paling tenang."


"Ares, ini semua berbeda! Jangan bermain-main karena nyawamu bisa saja melayang!"


"Kalau begitu anggap aja ini adalah sebuah game dan kau harus memenangkan game tersebut karena didalam sebuah game kita tidak akan takut mati."Ares menepuk pundak Versha lalu tersenyum.


Scarlet merasa ada sesuatu yang menuju mereka, "Ssst, ada yang mendekat!"


"Itu pasti dia!"


"Baiklah, kalau begitu biar aku yang memancingnya. Aku tidak menerima komentar kalian!" dengan cepat Scarlet pergi dengan memakai Dyret tersebut.


"Selalu saja begitu padahal dia_"


Ares menatap kembali Versha, "Versha, kamu bawel banget!" ledek Ares. "Dan sekarang adalah giliranku."


"Maksudmu?"