SAVIOR

SAVIOR
Chapter IV : Past Mistakes



"Tak kusangka kita akan bertemu disini wahai diriku."


"TIDAK MUNGKIN! INI TIDAK MUNGKIN!!! AKU TIDAK PERNAH MEMBUAT DIA!" seluruh tubuh Versha bergetar dan air mata mulai membasahi pipinya.


"Benarkah itu?"Plevra itu mendekat ke arah Versha. " Lalu apakah kau masih ingat hari dimana kau gagal menyelamatkannya!"


"ITU BUKAN KESALAHANKU!!"


"Itu adakah kesalahanmu!! dan aku ada merupakan kesalahanmu juga!"


"TIDAK MUNGKIN!! AKU TIDAK BERSALAH!!!"


"Sayang, lihatlah mataku makan kau akan mengetahui segalanya!"


"Versha tutup matamu!!" sayangnya seruan Elance sudah terlambat karena Versha sudah melihat mata Plevra itu.


"Emang apa yang terjadi jika Versha menatap mata Plevra dirinya sendiri?" tanya Scarlet yang sendiri tadi mencoba mencerna setiap kejadian yang terjadi.


"Dia akan melihat kembali kenangan-kenangan terburuknya dan rasa yang didalamnya akan membuat Plevra itu semakin kuat!" jelas Luren.


Dan kini Versha terpaksa mengingat kembali kejadian itu.


(Flashback On)


"Kalian tetaplah disini!" seru Shasa.


"Ibu!! Aku takut!" kedua anak itu terus mendekap ibunya.


"Tenang aja bentar lagi ayah dan lainnya akan datang." wanita paruh baya itu tersenyum mencoba menenangkan anak-anaknya tapi hatinya juga tidak yakin soal itu.


"Tenang saja aku akan melindungi kalian semua!"


"Tapi kau sudah terluka parah?!!"


"Tidak apa-apa Bu, ini memang sudah menjadi tugasku."


Shasa melawan delapan Plevra sekaligus, 1:8 itu adalah pertarungan yang tidak adil. Shasa tetap mencoba bangkit walaupun sudah tersungkur beberapa kali dan juga sudah banyak luka yang dia terima.


Tidak ada yang menyangka bahwa hari ini akan ada delapan Plevra yang menyerbu rumah mereka untuk mengambil seekor Dyret istimewa yang berada di rumahnya.


"Ibu tinggal lindungi saja Dyret itu dan jangan biarkan makhluk rendahan ini mengambilnya, apapun keadaan yang terjadi!"


Kedua anak kembar itu terus memeluk ibunya sedangkan tangan ibunya memeluk erat seekor Dyret yang merupakan naga kecil.


"Boneka kucingku!!" tiba-tiba saja Versha melihat boneka kesayangan berada didekat salah satu Plevra.


"VERSHA, JANGAN KESANA?!!" ucapan ibunya tersebut tidak dia dengarkan. Dia tetap pergi mengambil bonekanya tersebut.


"VERSHA!!"


JLEB


"SHASA!!"


"Dasar anak nakal, bukankah kakak sudah menyuruhmu untuk tidak kemana-mana!" pada akhirnya Shasa lah yang terkena pedang bayangan yang harusnya mengenai adiknya.


"Kakak berdarah!!" Versha menangis ketika melihatnya.


Ketika itu juga bantuan datang tapi Shasa tidak dapat tertolong. Kini Shasa telah tiada akibat melindungi Versha.


(Flashback off)


"Kak Shasa!" Versha terbangun dengan sekujur tuh dipenuhi keringat.


"Syukurlah kau sudah bangun!" ucap Vion.


Versha melihat ke sekeliling "Mengapa kita berada disini?"


"Kamu pingsan dan akhirnya kita memilih untuk mundur terlebih dahulu." balas Lyca.


"Andai saja_"


"Sudahlah yang lalu tetaplah berlalu!" ucap Tersa sambil menyandarkan dirinya di pepohonan.


"Maaf!"


"Tidak apa-apa, aku mengerti kok apa yang kamu rasakan." Elance mencoba menenangkan Versha.


"Tapi mau sampai kapan kita bersembunyi disini? Aku yakin bahwa Plevra itu cepat atau lambat akan menemukan kita!" seru Lyca.


"Mau bagaimana lagi? Ner kita tidak cukup untuk menghabisi Plevra itu." balas Nion sambil memukul dahan pohon yang ada di belakangnya.


"Aku dapat merasakan bahwa Plevra itu bertambah kuat." ucap Luren.


"Versha, aku tau bahwa hal itu sangatlah sulit untuk dilupakan dan aku juga tau bahwa hal itu terjadi karenamu tapi jika kamu menyalahkan diri sendiri terus-menerus itu malah memperparah keadaan!" Tersa menghela nafas panjang, "Hal itu bukan sepenuhnya salahmu! Kakak juga pasti tidak ingin kamu menyalahkan diri sendiri atas kematiannya! Jangan buat kakak sedih disana karena melihatmu seperti ini!"


"Ma-maaf!"


"Berhentilah terus-menerus meminta maaf, bodoh!" saat ini Versha sedang menangis dipelukan Tersa.


"Maaf, saya tidak ingin mengganggu momen kalian tapi saat ini aku sedang memikirkan kondisi Ares." ucap Scarlet dengan wajah datar.


"Oh iya ARES!!" Versha langsung berdiri dan sadar bahwa Aree masih belum ditemukan.


"Mungkin dia sudah tiada_ ADUH!!" Nion mengaduh kesakitan karena kakinya diinjak oleh Luren.


"Tapi dengan kondisi seperti ini 25% dia masih hidup." semua orang menatap Lyca kecuali Nion yang masih kesakitan. "Ada apa? Aku benarkan?"


"Jangan berbicara seperti itu! Karena itu dapat memperburuk keadaan." bisik Elance.


"Jadi kalian disini?" dia datang dengan senyuman diwajahnya.