
Reki pun masuk kembali ke dalam Rumah bersama Aira , dan menunggu kedatangan Ibunda Aira, Keno sekarang juga sudah datang lagi pada Reki, karena dia memang bisa keluar saat hari melai gelap
"Reki, kamu ingat poin perjanjian ke delapan?" tanya Aira
"Mmm?,,, Sepertinya Aku tidak ingat" ucap Reki
"Kamu itu harus menghapal semuanya, supaya aku tidak perlu mengulang ngulang memberitahumu terus, poin ke delapan itu, harus terlihat romantis jika berada di depan orang tuaku, dan itu tidak berlaku jika tidak ada mereka, paham" ucap Aira
"Romantis?? bagaimana melakukanya?" ucap Reki bingung
Aira pun merenung sejenak "Mmm, ah sudah lah, males kalau harus jelasin itu, intinya kita harus seperti sepasang kekasih saja," ucap Aira, dia memang tipe wanita serius, jadi mana bisa dia jelasin sesuatu hal yang romantis
Reki pun menengok ke arah Keno
"Tenang saja,, gue bisa urus nanti" ucap Keno
Tidak berselang lama, seorang nyonya berpenampilan modis dan memakai perhiasan mahal pun masuk bersamaan dengan Argi, dia adalah Veronika Haris, Ibunda Leticia Aira Permadi
Aira tidak berdiri untuk menyambut ibundanya ini,
dia hanya terus memegang tangan Reki layaknya seorang pasangan harmonis
Veronika pun langsung duduk bersebrangan dengan mereka
Dan langsung menatap tajam pada putrinya "Ternyat hanya pria seperti Ini yang menghamilimu?, otak mu di mana?, sepertinya kamu benar-benar sudah tidak waras Leticia, apa yang kamu lihat darinya?, bagaimana bisa kamu melakukan hal memalukan dengan dia, dia bahkan tidak punya derajat sama sekali,"
Veronika pun menghela nafas nya "mamah benar-benar kecewa padamu, harusnya kamu menikah dengan Richard sekarang, mungkin papah mu masih bisa mempertahankan kerja samanya dengan keluarga Handira" ucap Veronika
"Maaf mah, dari awal Leticia sudah menolak perjodohan itu, Leti tidak mau di jodoh jodohkan, tapi kalian terus memaksa leti menikah, jadi jangan salahkan Leticia jika sekarang Leti memaksakan jalan Leti sendiri" ucap Leticia
"Sepertinya kita harus bicara empat mata Leticia" ucap Veronika
Veronika pun mengajak Aira ke kamarnya, Keno pun diam diam mengikuti mereka, dan tentu saja mereka tidak tau karena mereka tidak dapat melihat Keno
"Berapa bulan usia kandungan mu sekarang" tanya Veronika
Aira pun kaget karena Veronika langsung mengajukan pertanyaa seperti itu, dia pun bingung sendiri "Aku tiga, eh dua bulan mah" ucap Aira
"Gugurkan kandungan mu, dan kamu segera bercerai dengan suami sampah mu itu" ucap Veronika tampa basa basi
Aira pun tertegun sejenak "Tidak mah, Aira akan menjaga bayi ini sampai dia lahir" ucap Aira menyentuh perutnya
Keno pun sampai tersenyum melihat drama Aira yang totalitas ini,
"Mamah mohon, jangan kamu coreng nama baik kakek dan ayah mu dengan lahirnya anak itu, tolong turuti mamah untuk kali ini saja, dan menikahlah dengan Ricard" ucap Veronika
"Mah, dari kecil aku slalu menuruti apa kata mamah kan?, aku selalu jadi gadis yang sesuai dengan keinginan mamah, bahkan aku rela meninggalkan hobi dan cita citaku karena mamah melarangnya, tapi apa, Aira tetap tidak pernah di istimewa kan seperti kak Vincent kan?, dan untuk kali ini, pertama kalinya Aira tidak ingin menuruti mamah, kenapa? karena Aira tidak mau hidup dengan orang yang tidak Aira cintai, dan sekarang, Aira ingin menjalani kehidupan yang Aira inginkan, jadi tolong mah, jangan paksa Aira lagi" ucap Aira
"Kamu memang keras kepala Leticia, kalau kamu tidak menurut pada mamah, mamah tidak akan meperdulikan kamu lagi, juga tidak akan memperdulikan bayimu" ucap Veronika
"Bukan kah dari dulu mamah tidak pernah peduli dengan kebahagiaan Aira" ucap Aira
Veronika pun tidak bisa berkata kata lagi, dia juga tidak punya cara untuk mengancam Aira, karena Aira mempunyai pasilitas dari permadi, bukan dari Argi, jadi dia tidak bisa menakuti Aira dengan mencabut pasilitasnya
Veronika pun langsung melangkah keluar dari kamar Aira dengan wajah kesal, karena dia tidak berhasil membujuk putrinya
Aira pun mengikuti langka ibu nya itu untuk kembali ke Ruang tengah dan duduk lagi di samping Reki, dan langsung memegang tangannya lagi
"Mah, kami tidak akan berpisah, apapun yang terjadi" ucap Aira menatap mata Reki
Kakek Permadi pun sampai menyembunyikan senyumanya di balik tanganya, karena drama Aira ini terlalu totalitas menurutnya
"Namamu Reki kan?, Reki,, aku bisa mencarikan mu wanita cantik untuk mengganti Aira, aku juga bisa memberimu mobil, jabatan, atau apapun yang kamu mau, Asal kamu tinggalkan Leticia selamanya" ucap Veronika
"Tidak bu, terimakasih untuk tawaranya, tapi aku sudah menganggap Leticia adalah hidup dan mati ku, jika aku melepasnya, sribu wanita cantik pun belum tentu bisa untuk menggantikanya" ucap Reki yang tentunya di rasuki Keno
Aira pun terbengong lagi oleh pernyataan Reki, dia heran karena dia tidak pernah mengajari Reki untuk berkata kata lebay, menurutnya kepribadian Reki itu seperti selalu berubah-ubah, kadang seperti tidak tau apa apa, kadang juga kata katanya selalu indah untuk di dengar
Veronika pun langsung memasang wajah ilfil, dan juga kehabisan kata kata untuk membujuk mereka berdua "Dady, aku ingin menginap malam ini di sini" ucap Veronika
"Silahkan saja, Dady tidak akan melarangmu" ucap Kakek Permadi
Aira pun langsung terkejut "Tu tunggu dulu, kenapa mamah tiba tiba mau menginap, aku aku tidak setuju" ucap Aira
"Tapi tapi........" kali ini Aira yang kehabisan kata katanya, masalahnya, jika orang tuanya menginap di sini, itu artinya dia harus bersama Reki juga semalaman, dan mungkin tidur pun harus di satu ruangan yang sama,
"Pokoknya mamah malam ini akan tidur di sini, dan mamah akan tinggal di sini juga mulai malam ini" ucap Veronika
"Apa?, Apa maksud mamah?" ucap Aira lebih terkejut lagi
"Ya, mamah akan tinggal di Rumah kakekmu ini, apa ada masalah?" ucap Veronika
'Mati aku, dramaku pasti akan mudah terbongkar kalau mamah benar benar tinggal di sini, aduuuhhh kacaaaauu' pikir Aira
Dan benar saja, setelah mereka membubarkan diri, Reki di ajak Aira untuk tidur di kamarnya "Malam ini kamu tidur di kamar ini, supaya mamah tidak curiga, tapi ingat, jangan sampai kamu macam macam padaku, dan jangan sampai kamu berani mendekati tempat tidurku" ucap Aira
"Baiklah, kalau gitu aku harus tidur di sebelah mana?" tanya Keno
"Terserah, asal jangan di tempat tidurku" ucap Aira, dia pun langsung naik ke tempat tidurnya dan masuk kedalam selimut
Keno pun memperhatikan setiap sudut Ruangan kamar itu, dan untungnya terdapat Sofa panjang di kamar Aira, jadi diapun segera ke Sofa itu dan langsung membaringkan dirinya di sana, dan perlahan dia pun tertidur
Aira sebenarnya merasa sedikit risih karena ada Pria yang menginap di kamar nya, Aira pun jadi susah untuk tertidur karenanya, dia takut Reki akan berbuat macam macam padanya, hingga diapun baru bisa tidur setelah lewat tengah malam
…
Keesokan paginya, Aira pun di bangunkan oleh bunyi alarm yang ada di mejanya "Berisiiiiiik, aku baru saja bisa tidur" ucap Aira, dia pun mencoba meraih jam Alarm itu untuk mematikanya, Namum dia malah menyentuh tangan lain yang ingin mematikan Alarmnya juga
Aira pun langsung terperanjat dan duduk "Kamu,,, apa yang kamu lakukan di dekat tempat tidurku?" ucap Aira
"Mematikan alarm, bukan kah ini berisik" ucap Reki yang memang duluan mematikan Alarmnya
"Sudah sana sana, jangan dekat dekat tempat tidurku" ucap Aira
"Iya saya keluar saja non," ucap Reki menggaruk rambut belakangnya "Kenapa aku bisa tidur di sini?" gumam Reki heran
"Heh, kamu mau kemana? di luar masih gelap" ucap Aira
"Aku mau tidur lagi di luar" ucap Reki
"Tidak boleh, apa yang akan ibuku katakan kalau melihat kamu tidur di luar, itu akan membuat dia curiga, kamu tidur di sofa lagi sana" ucap Aira
"Oh, baiklah" Reki pun sedikit paham sekarang
Diapun melanjutkan tidurnya lagi sebentar, dan setelah hari mulai terang dia pun baru keluar saat Aira di kamar mandi
Saat dia berjalan keluar ternyata dia sudah di tunggu Veronika di ruang tengah "Heh kamu, apa pekerjaanmu?" tanya Veronika
Reki pun bingung menjawabnya, karena Aira tidak mengajarinya untuk berbohong, pada ibu nya ini "Aku aku bekerja di sini" ucap Reki
"Bekerja di sini?, Apa maksudmu kamu?" tanya Veronika
Dia pun mencoba mencari cari jawabannya, dia merasa tidak mungkin berkata jujur kalau kerjaanya adalah jadi suami palsu Aira "Aku aku asisten Kakek Permadi" ucap Reki
"Jangan bohong, aku tau Dady tidak punya asiten" Veronika pun berpikir sejenak "Sekarang, mending kamu bersihkan semua Ruangan di Rumah ini saja,, jangan malas kalau kamu ingin tinggal di sini" ucap Veronika
"Oh, Baik bu" ucap Reki, dia tidak menolak perintah Veronika itu
"Jangan panggil aku ibu, aku tidak Sudi mempunyai menantu seperti mu, panggil aku nyonya" ucap Veronika
"Iya Baik nyonya" ucap Reki, dia pun mulai beranjak
"Tunggu Reki" ucap Aira yang baru saja keluar dari kamarnya
"Mamah apa apan sih?, kenapa menyuruh suamiku membersihkan Rumah, sudah banyak asisten Rumah yang bertugas membersikan Rumah di sini, Reki adalah Asisten pribadi ku, dia tidak boleh mengerjakan pekerjaan Rumah" ucap Aira
"Ibu tidak peduli dia asistenmu atau bukan, kalau dia ingin tinggal di sini, dia juga harus bisa merawat Rumah ini" ucap Veronica
"Tidak, Aira tidak setuju" ucap Aira "Reki, kamu bersiap, kita pergi ke kantor sekarang" ucap Aira yang memang sudah bersiap
Reki pun sangat terpana melihat Aira yang sekarang mengenakan jas formalnya 'Cantik sekali, coba kalau dia tidak se galak itu, pasti dia akan sangat sempurna' pikir Reki
"Suami ku, ayo cepat, kita ke kantor" ucap Aira, dia tidak punya pilihan lain selain mengajak Reki ke kantor, atau drama yang dilakukan nya bisa dengan mudah terbongkar ibunya, karena dia tau Reki tidak pandai berdalih