Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Pangling



Wajah Argi pun semakin menggelap saat mendengar kalau Reki hanya orang biasa "Apa, hanya orang biasa?, Leticia, apa kamu tidak waras, apa yang akan Rekan bisnis papah katakan kalau Putri dari keluarga Permadi menikah dengan seorang pria dari kalangan biasa, mau di taruh di mana muka papah ini" ucap Argi menaikan nada bicaranya


Pandangan Argi pun langsung mengarah tajam pada Reki "Heh anak muda, perlu uang berapa kamu supaya mau menjauhi putriku?, aku tau kamu mendekati putriku hanya ingin memoroti uangnya saja kan?, jadi katakan lah butuh uang berapa kamu sekarang,1miliar, 2 miliar?, aku akan memberikan kamu cek sesuai dengan yang kamu minta sekarang juga, tapi kamu harus segera pergi dari kehidupan putriku" ucap pak Argi


Aira sangat terkejut mendengar itu, karena ini tidak ada dalam perkiraanya, dia tidak yakin Reki akan menolak tawaran papahnya itu, dia hanya menggenggam lebih erat tangan Reki


Reki gemetar dan menundukkan pandanganya ke lantai, dia bingung harus menjawab apa, karena Aira tidak mengajarinya berkata untuk menjawab papahnya, dia hanya di ajari bagai mana bersikap di depanya saja oleh Aira, namun tiba tiba ada sekelebat bayangan yang masuk langsung ke tubuh Reki,


Dan Aira pun langsung merasa kalau tangan Reki menjadi dingin


"Aku tulus mencintai Putri bapak, aku tidak mungkin menukar cintaku dengan uang, berapa pun jumlahnya itu tidak akan sebanding dengan cinta kami, karena yang ku tau Aira lebih berharga dari apapun juga di dunia ini" ucap Reki sambil memandang wajah Aira


Aira pun juga menatap mata Reki, hatinya sedikit bergetar mendengra kata kata dari Keno itu, Hinga air mata buayanya pun kini bercampur dengan air mata sungguhan, dia tidak sangka Reki bisa sejentelman itu berkata di depan Ayahnya, meski dia tau ini cuma bohongan, tapi kata kata Reki itu bisa tembus ke hatinya


Argi yang kalap oleh kata kata Keno pun langsung bangkit dan menghampiri Reki "Kurang ajar, dasar pemuda tidak tau di untung, sini kamu," Argi langsung meraih kerah baju Reki dan membuatnya berdiri "Aku sudah meminta mu baik baik, tapi kamu sepertinya kamu memintaku untuk berbuat kasar padamu" ucap Argi, dia pun langsung melayangkan pukulan pada wajah Reki itu 'jebret' dia tidak banyak pertimbangan lagi karena tau Reki hanya orang biasa


"Aah" lirih Reki yang terkena pukulan itu, diapun sampai kembali terduduk lagi ke kursi akibat dari pukulan Argi itu


"Sini kamu, aku akan menghajarmu lagi, suapay kamu bisa sadar kalau kamu tidak pantas untuk putri ku" ucap Argi sambil mencoba meraih kerah baju Reki lagi


Namun Aira langsung berdiri untuk menahan pergerakan papah nya itu


"Pah, cukup pah hentikan,, apa papah tidak kasihan padaku, kalau papah menyakiti dia, itu sama saja papah menyakiti ayah dari cucu papah yang ada dalam rahim ku ini" ucap Aira yang kehabisan akal untuk menahan papahnya itu, dia tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini


Seketika Ruangan itu pun jadi hening karena ucapan Aira itu


"Apa?, cucu papah?, apa maksudmu kamu? Apa kmu sedang hamil?" ucap Argi seakan tidak percaya apa yang sudah di dengarnya barusan


"Iya pah, aku hamil" ucap Aira menatap wajah Argi


"Mustahil,,, kamu tidak sedang bercanda kan?" ucap Argi


Aira pun pura pura sangat sedih, "Maaf pah, ini terjadi karena aku sangat mencintainya" ucap Aira


"Ya Tuhan, kenapa kamu bisa berbuat serendah itu, kenapa ini bisa terjadi di keluarga ku, lihatlah Dady,, cucu kesayangan mu ini sudah membuat aib di keluarga kita, ini karena Dady terlalu memanjakan nya" ucap Argi sedikit frustrasi


"Ini bukan salah Dady, ini salah kamu yang selalu memaksakan kehendakmu padanya" ucap kakek Permadi juga ikut berakting, juga sebagai penyalur unek unek Aira yang tidak bisa dia ungkapkan pada Argi


Argi pun terlihat sangat bingung sekarang, dia mundar mandir sana sini dengan seperti sudah kehabisan kata-kata nya "Baiklah, kalian menikahlah dulu,, tapi jangan sampai berita ini tersebar keluar, dan setelah bayi itu lahir, kalian harus segera berpisah, papah tidak mau tau" ucap Argi seperti sudah kehilangan harapanya


Seorang pria di belakang Argi pun langsung berdiri dari duduknya, "Om tidak bisa gitu dong om, Leticia itu tunanganku, dia harus menikah denganku, bukan dengan dia" ucap Ricard yang tidak terima


"Tapi papahmu tidak Akan setuju kalau dia tau Aira hamil oleh orang lain, papahmu pasti akan marah besar ke Om, dan Om tidak mau itu terjadi. Ricard, apa kamu bisa merahasiakan ini dari papahmu sementara?" tanya Argi


"Tidak bisa Om, papa harus tau masalah ini, permisi, saya pergi" ucap Ricard, dia pun pergi dengan sangat marah dan di ikuti oleh orang-orang nya


Dan itu membuat Hati Aira pun bersorak sorai karena melihat Ricard pergi dari hadapannya, tapi ada masalah lain yang lansung terpikirkan olehnya, yaitu 'Menikah dengan Reki?, itu tidak ada dalam rencananya' gumam batinnya


"Ricard,,,, Ricard tunggu" Argi memangil manggil namanya untuk menghentikannya,


Tapi Ricard tidak menoleh lagi dan terus saja pergi


"Lihatlah kekacauan yang kamu buat ini Leticia, ini semua gara-gara kamu, papah tidak habis pikir dengan kelakuanmu ini, kenapa kamu bisa melakukan ini ke papah" ucap Argi marah


"Dan kamu laki laki brengsek, jangan pikir kamu bisa dengan mudah memiliki putriku" ucap Argi menunju ke Arah Reki


Kemudian Argi pun berbalik pergi dari Ruangan itu dengan amarahnya yang sampai ke ubun-ubun


Aira pum langsung melihat ke adaan Reki yang terduduk Sekarang, dan pipinya terlihat sedikit memar akibat pukulan Argi tadi


"Reki, apa kamu tidak papa?" tanya Aira sedikit panik


"Aku minta maaf, ini di luar perkiraan ku" ucap Aira


"Kamu ternyat bisa minta maaf juga " ucap Keno yang sudah melihat ingatan Reki yang terus di omeli Aira dari tadi siang


"Iya maaf, karena ini memang tidak ada dalam kesepakatan kita, jadi aku sangat minta maaf padamu" ucap Aira


"Iya tidak papa, ini hanya sakit sedikit saja, Apa aku sudah bisa pulang sekarang?" ucap Keno,


"Apa kamu tidak tinggal di sini dulu?" tanya Kakek Permadi


"Tidak Kek, aku pulang saja ke rumah" ucap Keno


"Oh, ya sudah kalau gitu" Kakek Permadi juga bersimpati pada Reki


"Tapi masih ada yang ingin ku bicarakan padamu, apa kamu bisa di sini sebentar lagi" ucap Aira


"Memangnya ada apa?" tanya Keno


"Apa kamu bersedia menikahiku" ucap Aira


"Apa? menikah??" Keno sedikit terkejut, dia tidak habis pikir, Reki dan Aira baru saja bertemu hari ini, tapi Reki langsung di ajak menikah oleh dara muda yang cantik ini 'Reki, kau memang Hoki' pikir Keno


"Maksudku kita pura-pura nikah, aku hanya ingin meyakinkan papahku saja supaya mereka membatalkan pernikahan ku dengan Ricard, karena tadi aku juga sudah terlanjur bicara kalau aku hamil olehmu,, dan tenang saja, kamu juga akan dapat imbalan untuk itu, bagaimana?" tanya Aira


Keno bingung harus jawab apa untuk mewakili Reki sekarang, tapi Keno berpikir 'Beruntung sekalian si Reki bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, jadi suami wanita cantik dan di bayar pula, pasti Reki akan menyetujui ini' pikiranya "Baiklah, aku setuju" ucap Keno


"Bagus lah, nanti aku kasih kabar lagi tentang rencana selengkapnya" ucap Aira


"Iya"


Keno pun segera beranjak dari Rumah Kakek Permadi untuk pulang ke Rumahnya lagi, dia membawa uang yang lumayan banyak sekarang, jadi dia pun membeli banyak makanan kesukaan adik dan ibunya di Rumah, dia sangat senang masih ada kesempatan melakukan ini untuk mereka


"Bu, aku pulang" ucap Keno yang ada di tubuh Reki


Keno pun tidak melihat Ibunya diruang tamu, dia pun menaruh semua makanan di atas meja, dan mencari ibunya ke dapur


Dan memang bu Yuni ada di sana sedang memasak sesuatu


"Bu, lagi masak Apa,?" tanya Keno


"Kamu sudah pulang ya, ini ibu lagi bikin mie untuk kita makan," ucap bu Yuni yang membelakangi Reki


"Kamu tidak ada jatah makan di sini, jadi jangan harap bisa makan juga, cari makan sendiri sana" ucap Anggi juga Tampa menoleh


"Anggi, jangan gitu ah" ucap Bu Yuni


Bu Yuni pun menoleh ke Reki " Reki kamu jangan dengarkan.........., kamu Siapa?" tanya Bu Yuni


"Ini aku Ken...., maksudku Reki" ucap Keno, dia berpikir kalau ibunya mengenalinya, tapi dia keburu sadar kalau Reki memang berpenampilan berbeda saat ini, dia juga sempat tidak mengenali Reki tadi kalau saja Aira tidak menyebut namanya


"Reki? kenapa penampilanmu berbeda?" tanya Bu Yuni


"Aku, aku sudah dapat kerja bu, O yah aku bawa makanan untuk Kalian, jadi kalian tidak perlu masak" ucap Keno


"Begitu kah?" ucap Bu Yuni yang merasa pangling degan Reki


Anggi juga hanya memperhatikan Reki saja karena dia merasa heran dengan penampilan Reki yang terlihat berbeda sekarang