Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Berbuat Sama



Setelah memastikan kondisi Reki tidak terlalu parah,, Aira pun segera melajukan mobilnya untuk pulang ke kediaman Kakek Permadi, karena Reki memang enggan di bawa ke Rumah sakit oleh Aira


Setibanya di Rumah Kakek nya , Aira pun langsung turun dari mobil dan berniat untuk memapah Reki masuk ke rumah "Ayo, aku bantu kamu jalan" ucap Aira


"Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri" ucap Reki


Diapun segera turun sendiri


"Apa kamu yakin?" tanya Aira memastikan


"Iya" Reki pun mulai berjalan perlahan dengan menahan sakit di perutnya karena terkena pukulan tadi, dan tentu saja langkahnya itu sedikit gontai


"Aku bantu kamu saja lah, aku tidak tega melihat mu begini" ucap Aira yang langsung memapah Reki


"Baiklah, terimakasih kalau gitu" ucap Reki


Merekapun segera masuk ke dalam rumah, dan kebetulan Kakek Permadi juga belum tidur "Reki, kamu kenapa?" tanya Kakek Permadi yang melihat Reki di gandeng Aira masuk, dan dia juga melihat di wajah Reki terdapat beberapa luka lebam


"Tidak papa kek, aku hanya jatuh saja tadi" ucap Reki asal


"Jatuh gimana, orang dia di pukuli orang tadi kek" ucap Aira jujur


"Di pukuli orang?, kenapa kamu bisa sampai di pukuli orang?, apa kamu membuat masalah Rek?" tanya Kakek Permadi


"Seingat ku aku tidak punya masalah dengan siapapun tadi kek, aku juga tidak kenal dengan mereka" ucap Reki


"Ya sudah kalau gitu kamu istirahat saja, kakekk akan suruh orang untuk mencari mereka, di mana tempat kejadiannya?" tanya Kakek Permadi


"Di kafe dekat pusat kota kek, di jalan kenari" ucap Aira


"Oh ya sudah, bawa Reki masuk, besok kamu bawa dia kedokter" ucap Kakek Permadi yang langsung mengangkat ponselnya untuk menelpon


"Baik kek" ucap Aira


Aira pun segera memapah Reki lagi untuk ke kamarnya dan mendudukan Reki di sofa "Kamu duduk dulu, aku ambil kotak P3K dulu sebentar" ucap Aira


"Iya terimakasih" ucap Reki


Aira pun segera bergegas dari hadapan Reki


"Siapa yang membuatmu seperti ini Rek" tanya Keno yang beberapa saat lalu baru hadir di ruamah ini, dan mendapati temanya sudah babak belur


"Beberapa preman jalanan Ken, tapi aku sempat menyentuh barang mereka, dan melihat bayangan kalau mereka di suruh seseorang untuk memukulku, hanya saja tidak jelas siapa orangnya, karena yang menyuruh mereka itu hanya lewat telepon" ucap Reki


"Begitukah?, Sory, gue tidak ada di samping lu saat lu butuh bantuan, gue akan segera cari mereka, akan ku buat mereka menyesal karena sudah membuat lu seperti ini" ucap Keno


"Tidak per........."


Perkataan Reki terhenti karena Aira sudah datang dengan membawa kotak P3K di tanganya, "Kamu rebahan dulu, biar aku obati sedikit lukamu" ucap Aira


"Oh, baiklah" Reki pun segera membaringkan dirinya di sofa


"Mantap, menang banyak lu Rek, ini namanya sudah jatuh tertimpa bidadari, bukan tertimpa tangga ini mh" ucap Keno asal "Ya sudah gue akan pergi cari mereka, nikmati saja sakit lu" ucap Keno,


Reki pun ganya menatap Keno saja tanpa menjawab


Keno tidak menanyakan lagi di mana tempatnya, karena dia mendengar Aira menyebutkan temptanya tadi, dia pun segera naik ke punggung si maung lagi dan segera pergi dari sana


"Ssssh awww" desah Reki karena luka di wajahnya mulai di olesi antiseptik dengan kapas oleh Aira


"Perih ya?, tahan sedikit, ini supaya lukamu cepat sembuh" ucap Aira yang dengan telaten membersihkan luka Reki


"Iya" ucap Reki, dia pun terus menatapi Aira yang sedang serius mengobati lukanya itu, dia pun merasa hangat di hatinya, karena ini pertama kalinya dia dapat perhatian seperti ini dari seorang gadis


Setelah beberapa saat, Aira pun sudah selesai memasangkan perban di beberapa luka lecet Reki "Sudah, kamu langsung istirahat saja, kalau kamu masih merasa sakit, besok kita periksa ke dokter" ucap Aira


"Iya terimakasih, nona sudah mau mengobati ku, besok juga pasti sembuh" ucap Reki


"Itu bukan apa apa, kamu sudah sering menolongku kan, kalau hanya melakukan ini, ini bukan masalah" ucap Aira sambil membereskan semua peralatan ke dalam kotaknya lagi


Reki pun tersenyum bingung, karena pada dasarnya bukan dia yang selalu menolong Aira, tapi Keno, jadi tetap saja dia merasa punya hutang kebaikan pada Aira,


Setelah selesai merapihkan peralatannya, Aira pun menyimpan kotak itu lagi ke tempat nya semula,


Setelah nya diapun segera naik ke tempat tidurnya, dan berbaring menghadap ke arah Reki yang terlihat sedang menatap kosong pada langit-langit kamar


"Sudah, jangan melamun terus, tidurlah, kamu tidak perlu banyak pikiran, Kakek pasti akan menangkap mereka semua" ucap Aira


~


Setelah beberapa saat, Reki pun membuka matanya lagi, pandanganya pun langsung mengarah ke Aira yang sekarang sudah terlelap


"Aira,,,,, Suatu saat nanti, aku pasti akan membalas kebaikan mu" gumam Reki berjanji pada dirinya sendiri


Tiba tiba Keno pun muncul kembali di kamar Aira "Dia cantik ya kalau sedang tidur" ucap Keno tiba tiba


Itu pun membuat lamunan Reki langsung buyar seketika "Ah lu ngagetin saja Ken" ucap Reki pelan


"Sepertinya lu sudah bisa menaklukan hati singa istri lu Rek" ucap Keno


"Tidak juga, ini hanya faktor kebetulan" ucap Reki


"Ya bagus, kebetulan lu memang selalu jadi keberuntungan lu,,,. O yah, aku sudah temukan sarang preman yang sudah memukuli mu, kita serang balik mereka, lalu beri mereka pelajaran, apa lu siap?" tanya Reki


"Tidak, gue tidak siap, gue babak belur sekarang, bisa apa aku" ucap Reki


"Itu urusanku" ucap Keno, diapun segera masuk ke tubuh Reki


Dengan segera Keno pun menguasai tubuh Reki, dia bangkit dari sofa, dan segera memakai sweater Reki dan langsung menghampiri si maung yang sudah menunggunya, Keno pun segera naik dan kemudian hilang di kegelapan



Keno pun segera tiba di depan sebuah rumah kecil yang di jadikan tempat berkumpul para preman yang menghajar Reki tadi


'Braaak' Keno pun langsung menendang pintu Rumah itu


Dan seketika semua preman yang sedang pesta minuman keras pun langsung terperanjat kaget, dan langsung melihat ke Arah Keno yang datang


Sebagian wajah Keno sekarang sedikit tertutup bayangan kupluk sweaternya, Hingga mereka pun tidak bisa melihat jelas wajah Reki sekarang


"Siapa kamu, berani beraninya masuk ke markas kami tampa permisi" ucap salah satu preman itu


"Sepertinya orang ini minta di hajar, datang datang langsung menendang pintu, tidak ada ahlak kau" ucap salah satu preman yang lain


"Ya sudah kalau gitu, tunggu apa lagi, kita hajar saja dia," ucap preman lainya, 5 preman itu pun segera melangkah mendekati Keno yang masih berdiri di pintu, karena mereka melihat Keno hanya datang sendirian, jadi mereka pun dengan tenang mendekati Keno


"Apa kalian tau kesalahan kalian?" tanya Keno yang sedikit menundukkan pandangannya


"Siapa ini orang, besar nyali juga bisa bertanya seperti itu di markas kita, tidakada takut takutnya dia" ucap seorang preman


"Alaahhh sikat saja langsung Bro, jangan pedulikan siapa dia" ucap salah satu Rekanya


5 orang itu pun langsung menyerang ke Arah Keno, dan Keno pun mengangkat pandanganya dan dengan cepat Keno pun menghindar dari mereka, dan sekelebat dia pun sudah berada di belakang mereka lagi


"Hah, kemana orang itu, cepat sekali larinya" ucap salah satu pria lusuh itu


"Aku di sini" ucap Keno


Serempak merekapun berbalik ke arah Keno yang di belakang mereka itu


Dan saat mereka berbalik Keno pun langsung memukul wajah orang yang paling dekat dengannya 'Habuk' "Aaaaak" Pri itu pun langsung terhuyung dan 'Guprak' dia pun jatuh ke lantai


Dan satu persatu pria pria itu pun mulai menghampiri Keno untuk menyerangnya, namun dengan kemampuan Keno yang mampu bergerak cepat tidak ada seorang pun yang bisa memukulnya,


Perkelahian pun tidak terelkan lagi, Keno memang marah melihat Reki yang di pukuli mereka hingga dia babak belur, jadi dia pun ingin membuat mereka merasakan hal yang sama seperti Reki, Dan satu persatu preman preman itu pun di pukuli oleh Keno Hinga mereka babak belur


Dia menggunakan sebilah kayu yang dia temukan di sana untuk menghajar semua preman itu,


Dan ketika semuanya sudah tidak bisa melawan Keno lagi, diapun melemparkan kayu itu kelantai "Ternyata cuma segini kemampuan Kalian, Hhhh dasar preman feminim" ucap Keno


Dia langsung melangkah menghampiri salah satu preman yang terkapar di lantai dan langsung mencengkram kerah jaket pria itu dan sedikit mengangkatnya dengan kasar "Siapa yang menyuruh kalian memukuli temanku?,, katakan!" ucap Keno


"Aku aku tidak tau," ucap Preman itu


'Plaaaaakk' tamparan keras dari Keno pun langsung mendarat di pipi preman itu, dan tapak lima jari pun tergambar samar di pipi preman itu


"Katakanah!, Apa perlu aku ulangi tamparanku suapaya kau menjawab" bentak Keno


"jangan jangan, be baiklah baiklah, aku katakan, yang menyuruh kami adalah bos Angga, dia menyuruh kami untuk menghajar temanmu, maksudku kamu tadi," ucap pria itu yang menyadari kalau wajah itu adalah pria yang mereka keroyok tadi, tapi dia tidak mengerti kenapa dia bilang kalau itu temanya


"Angga ya, aku akan mengunjunginya kalau begitu" ucap Keno yang langsung menurunkan kerah jaket si preman itu dengan kasar


Keno pun langsung melangkah keluar dari rumah itu, dan segera menunggangi si maung lagi untuk pergi dari sana