
Reki pun segera pergi dari kediaman Kakek Permadi itu, dan hari ini dia berniat untuk mengunjungi tokonya lagi, tapi dia tidak melihat si maung pagi ini di dekatnya, dia memastikan kalau si maung pasti kembali kerumah Keyna lagi
Setelah beberapa waktu kemudian, Reki pun sudah sampai lagi di tokonya, dan dia mencoba duduk di kursi belakang etalase,
Meskipun perlengkapan di Tokonya sudah siap, tapi memang belum bisa buka karena barang jualanya juga belum datang,
Dan Reki pun mengingat Keyna, dan segera menghubunginya, dia ingin menanyakan perihal barang dari pemasok yang di hubungi Keyna kemarin
"Hallo key, "
"Iya hallo"
"Apa aku mengganggumu?" tanya Reki
"Tidak, aku tidak sibuk, kamu di mana sekarang?" tanya Keyna
"Aku sedang di toko sekarang, O yah Key, barang yang kamu pesa kapan bisa di kirim ke sini?" tanya Reki
"Soal barang, Katanya pagi ini juga sudah bisa langsung di kirim, jadi aku juga mau langsung kesana sekarang" ucap Keyna
"Oh, baiklah, kalau gitu aku tunggu" ucap Reki
"Iya"
Reki pun segera menutup sambungan telepon nya, dan diapun ke luar dan duduk di kursi luar untuk menunggu Keyna datang
Setelah beberapa saat Reki menunggu, akhirnya Keyna pun datang dengan sepeda motornya, dan berhenti tepat di depan toko mereka, diapun langsung turun dengan membawa si maung di dalam pet carrier
Keyna terlihat memakai stelan perawat berwarna biru muda, dengan rambut yang di ikat di belakang
"Haduh, kalau di perhatiin,, Cantik juga pacar lu ken, coba kalau dia mau sama gue" Gumam Reki pada dirinya sendiri
"Hay, cepet juga sampai nya" ucap Reki basa basi
"Iya, kan tidak terlalu jauh juga ke sini, kamu sudah lama di sini?" tanya Keyna
"Lumayan, aku ke sini dari tadi pagi," ucap Reki
"Semangat sekali" ucap Keyna, dia pun duduk di samping Reki
"Iyalah, O yah apa si maung merepotkanmu kemarin?" tanya Reki
"Tidak, dia sangat baik, cuma semalaman dia entah pergi kemana, dia tiba tiba hilang, padahal aku memasukan nya kedalam kandang, aku sampai panik mencarinya" ucap Keyna
"Kan sudah ku bilang, kebiasaanya memang begitu, jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Reki
"Begitu ya, aku lupa, o yah aku sekarang memakaikan pakaian kucing padanya, lihatlah" ucap Keyna sambil mengeluarkan si maung dari pet carrier
"Hhaaaahh, dia kan kucing jantan key, kenapa ada pitanya ?" ucap Reki, dia tidak kuasa untuk menahan tawanya saat melihat si maung yang biasanya sangar kalau malam, sekarang dia di buat seimut ini oleh Keyna
"Meouuuuuuuungng"
"Iya sabar sabar, kamu di perlakukan begini karena Keyna pasti sangat menyayangimu" ucap Reki yang sadar kalau si maung tidak suka dengan pakaian kucing yang di pakaikan padanya itu
"Memangnya kenapa?, bukan kah dia imut kalau pakai ini, ini bekas kucing ku yang dulu" ucap Keyna
"Meoung"
"Ya memang terlihat lucu, tapi dia sepertinya tidak menyukainya Key" ucap Reki
"Begitu kah, tapi dia tidak menolak" ucap Keyna
"Iya, tapi kurasa memang tidak papa juga sih" ucap Reki tersenyum aneh
"Meoung"
Tidak lama, mobil pengangkut Barang pesanan mereka pun akhirnya datang dan berhenti di depan toko mereka
"Sepertinya itu mobil pengantar barangnya Rek," ucap Keyna
"O Iya," Reki pun melihat ke arah mobil box yang menepi itu
Sang pengantarnya pun langsung menghampiri mereka, dan langsung melakukan prosedur serah terima barang,
Setelah barang mereka terima, merekapun segera berberes untuk merapihkan semua barang di tempatnya masing masing,
Hampir seharian mereka membereskan semua barang barang di sana, karena memang mereka hanya berdua melakukanya
"Huuuuhhhhh, Akhirnya tinggal sedikit lagi, O yah barang yang ini taruh di mana key" ucap Reki
"Taruh di rak sana saja" ucap keyna
"Oh, baik lah" ucap Reki
"O yah Rek, kalau masalah perizinan apa kamu sudah urus?" tanya Keyna yang sekarang duduk di depan etalase, dan sedang mengelus si maung yang duduk di atas etalase kaca itu
"Sudah, aku sudah meminta bantuan Kakek untuk melakukanya," ucap Reki
"Oh, kamu masih punya Kakek ya?" tanya Keyna
"Sebenarnya bukan Kakek asli, tapi dia sangat baik padaku" ucap Reki
"Oh, ku kira Kakek beneran, berati mulai besok toko kita bisa mulai beroperasi ya" ucap Keyna
"Boleh" ucap Keyna
"Tapi aku belum tau tempat makan daerah sini key, apa kamu tau?" ucap Reki
"Aku tau, tenang saja" ucap Keyna
"Oh baguslah, hari ini aku ingin menteraktirmu makan, kamu bebas untuk mententukan tempatnya,, ya anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena kamu sudah banyak membatu" ucap Reki
"Iya terimakasih" ucap Keyna
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang" ucap Reki
"Baiklah, ayo maung" Keyna pun segera menggendong si maung di depanya
Merekapun segera ke luar dan mengunci toko, dan mereka segera pergi dengan menggunakan motor Keyna yang di kendarai Reki
Mereka pun melalui perjalanan yang sedikit panjang, dan akhirnya sampai di sebuah kafe yang bernuansa modern minimalis
"Di sini, key" tanya Reki
"Iya, bolehkan makan di sini?, ini tempat biasa aku makan bersama Keno" ucap Keyna
"Boleh lah, tentu saja" ucap Reki
Mereka pun turun dari motor dan segera melangkah untuk memasuki ruangan cafe
"Tapi di sini makanan nya sedikit mahal, tidak apa kan?" ucap Keyna
"Tdak papa tenang saja, aku masih sanggup bayar, kamu tidak perlu khawatir," ucap Reki tersenyum
Dia memang berharap bisa sedekat ini dengan Keyna, karena menurut Reki, Keyna terlihat cukup baik, sederhana, dan lumayan cantik juga, intinya pas dengan kriteria Reki yang tidak terlalu tinggi
Merekapun masuk dan duduk di salah satu meja di dalam , mereka pun segera memesan makanan dan minuman, dan setelah menu yang mereka pesan tiba di meja, mereka pun langsung menyantapnya
"Kamu memang benar, makanan di sini enak enak," ucap Reki
"Tentu saja, kalau tidak, Mama mungki aku sering makan ke sini kan" ucap Keyna
"Iya, seleramu memang bagus" ucap Reki
Selagi mereka makan, dari arah luar masuk 2 orang pria yang bersetelan formal, dan kebetulan mereka memilih tempat duduk pas di belakang Reki, mereka terlihat cukup akrab
"Jadi gimana ceritanya Lu bisa gagal nidurin si Leticia, lu kan biasanya tidak pernah gagal buat nidurin cewek" ucap Salah satu pria itu
"Gak tau gue, padahal tinggal sedikit lagi pasti berhasil, gue juga bingung, kenapa asisten si Aira tiba tiba bisa ada di lemari penginapan, dan memukul gue sampai pingsan, sayang gue gak inget wajah si bangsat itu, gue sedikit mabuk kemarin" ucap Salah satu pria yang satunya
Seketika Reki pun menoleh pada mereka, karena dia merasa kenal dengan nama wanita yang mereka perbincangkan itu, dan Reki pun melihat kalau 2 pria itu tidak asing juga baginya, mereka adalah Ricard dan Angga
'jadi mereka sekongkol merencanakan itu?,gue kira kebetulan, gue Rekam ah, barangkali ada bukti buat Aira untuk jeblosin si Angga ke penjara' pikir Reki
Reki pun mengeluarkan Ponselnya dan memegangnya di bawah ketiaknya, dia mengira ngira saja mengarahkan kamera ponselnya pada mereka, Jadi sambil makan dia juga sambil merekam kedua pria di belakangnya itu, meskipun dia sedikit kesulitan, tapi dia tetap melakukanya
"Baikah, taruhan ini berarti gue yang menang kan?, sinih, mana duit gue" ucap Ricard
Angga pun mengeluarkan paper bag coklat yang di dalamnya penuh dengan uang "Ini duit lu, gue mengaku kalah kali ini, tapi gue belum nyerah, kita taruhan lagi kedepannya, gue pasti tidak akan gagal lagi nanti" ucap Angga
"Baik, tapi sekarang kita ganti taruhannya, kalau lu kali ini bisa meniduri Aira, dan mengirim buktinya pada suaminya, gue kasih lu Ferrari kesayangan gue, tapi kalau lu gagal, lu kasih mobil lambo kesayangan lu itu ke gue, gimana?" ucap Ricard
Angga pun terdiam sejenak, "Deal, gue setuju" ucap Angga dengan yakin
Setelah itu mereka pun memesan minuman untuk mereka,, mereka tidak sadar kalau ada Reki yang dekat dengan meja mereka
Setelah mereka selesai membahas perkara mereka, Reki pun menyudahi rekamannya dengan sedikit deg degan, dia takut kalu mereka akan sadar kalau mereka di rekamnya, dia pun kembali menaruh Ponselnya di sakunya,
Tapi untung nya tidak ada yang sadar dengan gelagat Reki ini, termasuk Keyna yang di hadapannya sekarang
Tidak lama merekapun sudah menghabiskan makanan mereka, "Key, habis ini kamu mau kemna?" tanya Reki
"Kalau sudah tidak ada urusan lagi di toko, aku mungkin pulang saja" ucap Keyna
"Jangan dulu pulang dong, mending kita nonton dulu, gimana?" ucap Reki
"Tidak ah, aku agak males, aku ingin mengajak main si maung saja di Rumah, boleh kan aku pinjam si maung lagi" ucap Keyna
"Boleh, kamu bawa saja, kalau kamu sudah bosan kamu bisa kembalikan, Iya kan maung?" ucap Reki
"Meoung"
"Kalau aku tidak bosan gimana?" ucap Keyna yang sekarang mengelus kepala si maung di pangkuannya
"Ya jangan di kembalikan saja"
ucap Reki yang merasa Keno juga tidak akan keberatan, toh itu juga bukan miliknya,
"Sungguh?, terimakasih kalau gitu, aku janji akan merawatnya dengan baik" ucap Keyna tersenyum
"Baiklah , kalau gitu, aku langsung antar kamu pulang sekarang" ucap Reki
"Iya, baiklah" ucap Keyna
Setelah Reki membayar semua makanan yang mereka makan, Merekapun segera beranjak pergi dari sana, Reki pun sebisa mungkin tidak memperlihatkan wajahnya pada Angga dan juga Ricard, yang sekarang masih minum minum di sana