
Setelah Keno menghajar dan membuat Angga berenang malam malam, diapun kembali ke kediaman ibunya lagi, dia pun membaringkan tubuh Reki di tempat tidurnya lagi, dan Keno pun segera keluar dari tubuhnya
Reki pun tersadar kembali "Gimana, apa si Angga sudah ketemu?" tanya Reki
"Sudah, dia sudah ku buat babak belur seperti lu di rumahnya," ucap Keno
"Baguslah, ngomong-ngomong apa lu memang hobinya mukulin orang semasa hidup lu?" tanya Reki
"Tentu saja, gue pemegang sabuk hitam di taekwondo kampus, banyak yang sering gue pukuli saat latihan, dan juga siapa pun yang berani mengganggu Keyna, pasti dia tidak akan selamat" ucap Keno bangga
"Lu memang laki Ken, pantas kalau Keyna sangat menyukai lu" ucap Reki
"Makanya, lu juga kudu belajar bela diri, biar lu bisa melindungi diri lu sendiri saat nanti gue sudah benar benar tidak ada" uacap Keno
"Jangan bilang gitu dong Ken, kalau lu gak ada, gue gak bakal punya teman" ucap Reki
"Kan lu sendiri yang bilang, gue gak mungkin tinggal di bumi ini selamanya, akan ada waktunya gue pergi ke alam gue yang lain kan" ucap Keno
"Iya sih" ucap Reki melemas
"Jangan khawatir, Si maung pasti akan tetap ada untuk ku kan" ucap Keno
"Ya,,,, tapi dia tidak bisa gue ajak bicara juga" ucap Reki
"Tapi gue yakin dia masih bisa bantu lu" ucap Keno
"Iya"
…
~
Keesokan paginya Reki merasa tubuhnya sudah lumayan membaik, jadi dia pun ingin beraktivitas seperti biasanya lagi, dan yang ada dalam pikirannya sekarang dia ingin membeli sebuah kendaraan untuk dirinya, karena uang yang tadinya untuk memutus Kontrak dengan Aira belum dia gunakan
Dia pun keluar rumah dan langsung berangangkat ke sebuah daeler motor resmi yang baru buka, diapun segera masuk ke dalam dan langsung melihat lihat motor Sport incaranya yang terpajang paling depan
"Wih, mantap nih, yang gini nih yang ku mau" gumam Reki sambil mengelus body motor Sport itu
Tidak lama seorang pegawai daeler pun menghampirinya "Cari motor jenis apa mas?" tanya seorang pegawai itu
"Aku mau jenis yang ini, berapa harganya?" tanya Reki menujuk sebuah motor Sport yang berwarna biru hitam, meskipun ada beberapa warna lain di sebelahnya, tapi dia memang menginginkan warna itu
Sales itu melihat tadi Reki turun dari kendaraan umum, dia pun langsung tersenyum meremehkan
"Mas, mending lihat lihat motor Lain saja dulu, kalau yang itu harga nya agak mahal" ucap Sales itu
"Oh, mahal ya" ucap Reki datar
Dia pun coba masuk kedalam, dan dia juga memang ingin melihat lihat sebentar, namun tidak ada motor lain yang dia sukak di dalam sana
Jadi dia pun kembali lagi ketempat motor incarannya lagi di depan
"Apa tidak jadi beli motor nya?" tanya Sales yang tidak mengikuti langkah Reki lagi, dia menyangka Reki hanya orang iseng yang mau tanya tanya soal motor saja
"Tentu saja jadi, aku tetap mau beli yang ini" ucap Reki santai, dia punya uang sekarang, jadi tentu saja dia sangat percaya diri
"Motor itu?, Baiklah, aku akan memberikan penjelasannya dulu, takut nya kamu kaget, DP motor itu sekitar 8 jutaan, dan angsuranya mulai dari 2, 6juta, apa kamu sanggup" tanya Sales itu yang mengira Reki tidak punya uang, karena dia pikir kalau dia banyak uang setidaknya dia naik taksi kemari, bukan naik angkutan umum
"Aku ingin bayar kes, apa bisa?" tanya Reki
"Kes?" Sales itu pun tersenyum meremehkan "Apa kamu yakin?,,, haraganya 60 jutaan lebih lho, apa kamu punya uang sebanyak itu?" tanya Sales itu
"Apa aku harus memperlihatkan saldo ku dulu kalau mau beli motor di sini, hhhh aku jadi malas belinya" ucap Reki sedikit kesal, dia merasa dirinya sangat di pandang rendah oleh Sales itu, dia pun berbalik dan ingin segera mencari daeler lain
"Tunggu pak" seorang pria yang kebetulan memperhatikan mereka dari mejanya pun breaksi, dia pun menghampiri Sales tadi "Kamu ini, apa begitu caramu memperlakukan pelanggan, pantesan saja kamu tidak pernah berhasil menjual motor motor di sini" ucap pria itu
Sales itu pun hanya menundukkan pandangannya "Ma maaf pak" ucap Sales itu
Dia pun segera menghampiri Reki "Saya Mohon maaf pak kalau pelayanan kami di sini kurang baik, silahkan lihat lihat lagi, biar saya temani, dan kalau bapak jadi membeli motor di sini, saya kasih diskon pak" ucap pria itu
"Baiklah, saya tetap mau yang warna biru itu, apa bisa langsung di proses transaksi nya?" tanya Reki
"Tentu saja bisa pak, mari ikut saya untuk mengurus pembayaran nya" ucap pria itu
Reki pun bergegas mengikuti pria itu dan segera melakukan proses pembayaran nya, dan mengurus persyaratannya,, Reki pun langsung mendapatkan kunci motornya, karena dia ingin langsung mencoba motor yang di dambakanya ini, dia pun meminta agar motor nya langsung di urus supaya bisa langsung dia gunakan
Setelah semuanya selesai Reki pun segera berjalan melewati Sales yang tadi, diapun dengan sengaja menenteng kunci dan menggoyang goyangkanya di tangannya, itu supaya di lihat oleh si Sales yang tadi meremehkan nya
Wajah Sales yang tadi itu pun sedikit pucat, dia seperti menunjukan sebuah penyesalan, andai dia tadi yang melayani, mungkin dia akan dapatkan bonus penjualan, sayang dia harus gigit jari sekarang
"Iya silahkan pak, terima kasih atas kunjungannya ke daeler kami," ucap pria tadi
"Iya sama sama", Reki langsung menghidupkan mesinya, dia pun menarik gas berkali-kali supaya raungan motor Sport nya itu bisa di dengar Sales yang tadi, sia memang sangat sebal padanya
Jika biasanya dia hanya menerima jika di rendahkan, tapi mulai kali ini dia bertekad tidak akan mau di rendahkan orang lagi
Reki pun segera pergi menggunakan motor barunya itu, tidak lupa dia juga membeli helm tidak jauh dari sana, jadi tampilan Reki pun sekarang sudah mirip dengan anak motor sungguhan
Dia pun mengendarai motornya untuk pergi ke tokonya, karena dia memang belum ke sana lagi semenjak dia tau Keyna punya pacar
Sesampainya di depan toko, Reki pun langsung memarkirkan motornya di sana, dia pun segera Turun dari motornya, dan dia melihat Keyna yang juga sedang memperhatikannya dari dalam toko
Diapun bergegas mendekati toko tanpa membuka helmnya, dan diapun segera masuk ke dalam
"Hey mas, kamu mau apa masuk kemari, kamu maling ya?" tanya Keyna panik, karena dia kaget ada yang masuk ke tokonya secara tiba tiba, dia tidak bisa melihat wajah Reki yang masih menggunakan Helm itu
Reki pun hanya tersenyum di balik helm fulface hitamnya
"Jangan macam macam, aku bisa panggil polisi kesini" ucap Keyna, dia segera mengeluarkan ponselnya dengan gemetaran
Reki pun malah sengaja lebih mendkat pada Keyna, dia senang bisa mengerjainya seperti ini, padahal dia tidak ada maksud begitu pada awalnya
"Minta uang" ucap Reki sambil membuka kaca helmnya
"Ti tidak, tidak ada uang di sini, ja jangan berbuat macam macam, aku akan panggil polisi" ucap Keyna dengan memperlihatkan ponsel di tangannya, tapi dia tidak mencari nomor untuk dia panggilnya karena dia gugup
"Key, ini aku, masa kamu tidak kenal" ucap Reki yang perlahan membuka helmnya
"Reki??, iiiiiihhhhh kamu bikin aku kaget saja, ku kira kamu ini penjahaat" ucap Keyna
"Iya maaf, aku lupa buka helmnya tadi" ucap Reki
"Kamu bilang kek kalau itu kamu" ucap Keyna sedikit ketus
"Iya maaf" Reki pun menaruh helmnya di etalase, dan dia duduk di kursi dekat Keyna
"O yah, kamu kemana saja sih 2 hari ini, aku repot tau" ucap Keyna mencubit pangkal lengan Reki
"Aku sedikit ada urusan" ucap
"Lho, wajah mu kenapa Rek?, kok ada bekas memar memar gitu?" tanya Keyna
"Aku jatuh kemarin" ucap Reki
"Oh, kasian, ngomong-ngomong motor mu keren juga tuh, baru ya?" tanya Keyna
"Iya"
"Kamu kenapa sih Rek, jawabnya kok kayak males gitu,gak biasanya tau, apa kamu punya masalah?" tanya Keyna
"Masa sih?, aku biasa saja perasaan" ucap Reki, dia mana mungkin mengakui kalau dia sakit hati padanya
"Enggak, kamu gak biasa," ucap Keyna
Reki pun hanya tersenyum
"Rek, si maung aku pinjam lagi dong, aku kesepian di rumah" ucap Keyna
'Meoung'
Reki pun menoleh ke belakang, ternyata si maung ada di belakangnya, dia memang tidak mengajak si maung tadi, jadi dia tidak sadar kalau ada dia di sini
"Bukanya kamu sudah punya pacar key,?, kalau sepi suruh saja pacarmu temani kamu?" ucap Reki
"Iiiihhh kamu, kok ngomong nya gitu sih, ya beda dong, mana mungkin aku suruh dia temani aku setiap saat kan" ucap Keyna
"Ya sudah, kamu tanyakan saja pada si maung langsung" ucap Reki
Keyna pun beranjak dari kursinya dan segera menggendong si Maung di pelukannya, si maung juga tidak berontak seperti sebelumnya, jadi diapun langsung membawanya duduk
"Sepertinya dia sudah mau lagi padaku" ucap Keyna
'Meoouung'
"Kenapa kamu kemarin kemarin, kamu ngambek ya?, maaf kalau aku tidak pernah memberimu makanan,, majikan mu yang melarangnya, jadi kamu jangan marah lagi yah" ucap Keyna pada si Maung
Reki pun menghela nafas mendengar Keyna mebujuk si Maung, karena dia yang sebenarnya sedang suntuk padanya, jadi harusnya Reki yang Keyna bujuk,