Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Khawatir



Setelah hari mulai gelap, mereka pun kembali ke kamar Aira lagi, Keno juga sudah datang, dan si Maung sudah kembali ke wujud aslinya, namun Aira tidak menyadari nya karena dia memang tidak terlalu memperhatikan si maung


"Rek kita makan makan di luar yuk, lagi bosan di Rumah" ucap Aira


"Boleh non" ucap Reki


"Kalau gitu tunggu, aku bersiap dulu" ucap Aira


Aira pun segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya


"Widih, mau diner nih, sepertinya hubungan kalian ada kemajuan Rek" ucap Keno


"Ya, bisa di bilang kalau Aira mulai jinak sekarang, tapi kalau masalah hubungan yang real, sepertinya gue hanya bisa menghayalkanya saja, dia bersama gue hanya karena dia butuh peran palsu gue kan?" ucap Reki


"Ya sudah jalani saja, anggap saja lu latihan sebelum lu jadian sama Keyna kan" ucap Keno


"Itu juga sepertinya gak mungkin ken, karena Keyna baru saja punya pacar kemarin malam" ucap Reki


"Wah yang bener lu, gue belum pernah lihat Keyna di deketin pria lain" ucap Keno


"Masa iya gue bohong, gak ada untungnya buat gue bohongin hantu kan?" ucap Reki


"Wah gue cemburu nih kalau gini caranya, kalau gitu gue mau selidiki orang yang deketin Keyna dulu Rek, gue jadi penasaran,, sory gak bisa temani lu diner , good luck saja lah" ucap Keno yang segera naik ke punggung si maung untuk pergi langsung ke rumah Keyna


"Ya sudah, titip salam dari gue buat Keyna" ucap Reki


"Ah becanda lu gak asik, kalau lu bisa titip salam lewat gue, gue juga sudah beri salam Keyna duluan dari kemarin kemarin, kali" ucap Keno, dan kemudian dia pun segera menghilang dari pandangan Reki


Reki pun mendudukan dirinya lagi di sofa untuk menunggu Aira berganti pakaian,


dan tidak berselang lama Aira pun keluar dengan sudah mengenakan dres brokat berwarna merah marun yang sangat cantik, dan diapun segera duduk di meja riasnya untuk memoles sedikit wajahnya


Reki pun selalu saja di buat terpesona oleh kecantikan Aira yang menurutnya selalu berubah ubah setiap kali dia menggunakan baju yang berbeda


Setelah Aira sudah siap dengan penampilannya, diapun segera beranjak dari meja riasnya "Ayo pergi" ucap Aira


"Oh, iya" Reki pun segera beranjak menghampiri nya "Non, Anda sangat cantik" ucap Reki memuji


"Masa?, apa kamu sedang merayuku?" tanya Aira


"Bukan merayu non, ini hanya ungkapan saja" ucap Reki


"Baik lah, terima kasih, ayo pergi," ucap Aira yang segera membuka pintu kamarnya, dan merekapun segera pergi dari kediaman Kakek Permadi itu


Aira pun membawa Reki ke sebuah tempat yang sering di kunjungi nya dulu, dan merekapun tiba di sebuah cafe yang bernuansa cukup romantis, dan merekapun segera duduk di salah satu meja di dalam


"Sudah lama aku tidak makan di sini, kangen juga rasanya" ucap Aira


"Begitukah?, Apa biasanya nona makan di sini dengan pasangan?" tanya Reki


"Tidak, dulu aku punya seorang sahabat, dan aku sering makan di sini denganya waktu masih kuliah" ucap Aira


"Begitukah ?, sahabat atau pacar?" tanya Reki memastikan


"Ya sahabat lah, orang dia perempuan juga" ucap Aira


"Oh, pantasnya makan di tempat seperti ini dengan seorang pacar kan?" ucap Reki Asal


"Jangan bahas masalah pacar, males aku" ucap Aira


"Apa nona tidak pernah pacaran?" tanya Reki


"Sudah ku bilang, jangan bahas masalah pacar, bisakan?" ucap Aira


"Kenapa?,,, Atau pacar nona itu perempuan yang tadi di bilang nona ya?" tanya Reki asal


Seketika Aira pun merubah mimik wajahnya ke dalam mode menyeramkan lagi "Sembarangan saja kalau ngomong,, aku wanita normal,, kenapa kamu selalu menganggap ku berkelakuan negatif, apa aku terlihat seperti itu di matamu?" ucap Aira ketus


"Bukanya begitu, rasanya aneh jika gadis secantik nona tidak banyak penggemar atau pacar di masa lalu" ucap Reki


"Kamu bikin aku tidak napsu makan saja, malas aku jika harus curhat padamu" ucap Aira


"Iya maaf kalau nona merasa seperti itu, aku jadi makin penasaran, kenapa bahas pacar bisa menghancurkan mood nona?" ucap Reki dengan suara di pelankan


"Hhhhh,,, Sebenarnya aku malas cerita padamu, tapi dari pada kamu anggap aku yang aneh aneh lagi, aku akan cerita sedikit masalaluku, dulu, aku punya seorang pacar, dan seorang sahabat yang sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri, kami bertiga sudah sangat akrab satu sama lain, sampai suatu ketika sahabatku tiba-tiba mengaku kalau dirinya itu hamil, dan ironisnya yang menghamilinya adalah pacarku sendiri,, gila kan?, harusnya sekarang kamu paham kenapa aku tidak mau membahas masalah pacar" ucap Aira


"Begitu kah?, apa nona merelakan pacar nona itu dengan sahabat nona?" tanya Reki


"Jangan bahas itu lagi, kalau masih bahas aku mending pulang sekarang" ucap Aira dengan matanya yang berkaca-kaca


Reki pun mulai sadar kalau topik itu memang terlalu sensitif untuk Aira "Oh, baiklah, maaf"


"Entah lah, aku juga korban dari di selingkuhi pacar non, jadi antara percaya dan tidak percaya" ucap Reki


"Kalau aku sudah tidak ingin percaya lagi Rek" ucap Aira dengan wajah yang malas


Tidak lama pelayan cafe pun membawa pesanan mereka "Selat menikmati" ucap pelayan yang menaruh piring piring menu yang di bawanya itu ke meja


"Iya terimakasih" ucap Aira


Tidak menunggu lagi Aira pun segera menyantapnya perlahan


Sementara Reki masih memperhatikan wajah Aira yang terlihat muram itu, dia jadi merasa sedikit bersalah karena dia terlalu banyak bertanya


"maaf, aku tidak tau kalau pertanyaan ku bisa membuatmu sedih seperti ini" ucap Reki


"Tidak apa, ini bukan salahmu" ucap Aira sedikit acuh tak acuh


Reki pun segera menyantap makananya juga, dan merekapun makan dengan tenang tanpa ada lagi percakapan yang terdengar dari mereka


~


Sementara itu di meja lain, duduk seorang pria yang terus memperhatikan Aira dan juga Reki sedari tadi, jaraknya lumayan jauh, jadi tentu si pria itu tidak mendengar percakapan Aira dan Reki


'Rupanya yang memukulku di penginapan itu suami mu Leticia, kenapa kamu bilang dia itu asistenmu, lihat saja, akan ku beri dia pelajaran' pikir Angga yang juga sedang diner bersama cewek mainannya



Setelah selesai makan, Aira dan Reki pun berniat untuk langsung pulang, jadi merekapun segera keluar dari cafe itu, dengan Reki yang mengikuti langkah Aira di belakangnya


Namun setelah mereka hampir sampai di depan mobil Aira, mereka berpapasan dengan beberapa orang berpenampilan preman, awalnya Reki tidak terlalu peduli


Namun salah satu dari mereka langsung menangkap pundak Reki dari belakang dan menariknya kasar, dan tentu saja Reki jadi menghadap ke arah orang yang menariknya tadi


"Ada apa Om?" tanya Reki pada mereka


"Ada hadiah untukmu" ucap si pria itu


Mereka pun langsung saja memukuli Reki beramai ramai, 'buk buk buk buk' hanya suara itu yang terdengar


Aira yang melihat Reki tiba tiba di pukuli orang pun sontak kaget, diapun langsung berteriak teriak untuk meminta bantuan


"Toloong, tolooong, teman saya di pukuli, hey hentikan kalian" triak Aira yang juga mencoba mendorong salah satu tubuh preman yang memukuli Reki itu


Namun apa lah daya tenaganya tidak cukup kuat, jadi diapun tidak di hiraukan oleh pria yang memukul itu


"Toloooooong,Tolooooooog" triak Aira lagi


Teriakan Aira itu pun memancing perhatian beberapa petugas keamanan cafe dan beberapa orang orang yang ada di sekitar tempat itu, hingga mereka pun langsung bergegas ke arah teriakan Aira, dan para preman itu pun menyadari adanya bantuan yang datang


"Bro bro kita cabut bro," ucap salah satu preman itu, dan merekapun segera lari karena takut oleh masa


Aira pun langsung menghampiri Reki yang tergeletak di tanah yang sesekali terbatuk karena perutnya di pukul juga 'uhukuhuk'


"Rek,,,,, Rek,,, apa kamu tidak papah?" tanya Aira panik


"Ada apa bu, ada apa bu" tanya beberapa orang dan petugas yang menghampiri mereka


"Teman saya di pukuli preman pak, tolong bantu dia untuk naik ke mobil" ucap Aira


Beberapa orang pun langsung mencoba untuk mengejar ke arah larinya preman tadi, namun preman itu sudah naik ke motornya dan mereka langsung pergi


Reki pun langsung di bawa beberapa orang lainya untuk naik ke mobil Aira, dan Aira juga segera naik ke mobilnya


"Rek, kamu tidak papa kan? kamu kuat kan?" tanya Aira yang menoleh ke arah Reki yang duduk di kursi belakang


"Tidak aku tidak papa, tenang saja" ucap Reki


"Baiklah kalau gitu kita ke Rumah sakit sekarang ya" ucap Aira yang khawatir


"Tidak perlu, ini hanya luka kecil saja" ucap Reki


"Tapi aku takut kamu kenapa-napa Rek" ucap Aira


"Begitu kah? kenapa nona menghawatirkan ku?" ucap Reki yang menangkap kata kata Aira itu adalah kekhawatiran


"Aku, aku tidak khawatir padamu, aku aku hanya tidak mau kamu mati di mobilku saja," ucap Aira


Reki pun tersenyum rumit "Oh, ku kira nona khawatir karena aku terluka, tenang saja non, aku tidak akan mati hanya karena beberapa pukulan preman tadi" ucap Reki terlihat biasa saja, tapi sebenarnya dia menahan rasa sakitnya,