
Setelah mendapat jawaban yang meyakinkan dari Keno, istri Rogers pun tidak bisa untuk berkata apa apa lagi, dan merekapun segera keluar kamar dan menutup pintu
Dan yang tersisa di kamar ini pun hanya tinggal Reki dan Gadis yang terus mengerang kesakitan itu
"Sakiiiiiiiiittttt,,, mah tolong" Rintih Angel
Keno pun berdiri tidak jauh darinya "Tenanglah, tahan sebentar, ini pasti tidak akan lama" ucap Keno, dia pun melihat kalau bayangan hitam yang melilit tubuh Angel itu berbentuk menyerupai kelabang yang besar, dan bertaring putih yang tajam
Keno mengeluarkan kalungnya dan mendektkan kemulutnya "Maung, kemari lah, aku mebutuhkanmu" ucap Keno pada kalung kulit berbentuk kotak itu
Dan tidak lama, sosok bayangan yang menyerupai kucing besar itu pun tiba tiba muncul dari belakang Keno, dan berdiri di sebelah nya
"Maung,, Apa kamu lapar,?" ucap Keno
Si maungpun hanya terlihat mengangukan kepalanya
"Kalau gitu makan lah mahluk yang punya banyak kaki itu" ucap Keno yang mengarahkan pandanganya pada kelabang yang melilit Angel itu
Tidak menunggu lama Si maung pun langsung meloncat ke dekat tubuh Angel, dia mencoba langsung menggigit kelabang itu, namun si Maung terlihat sedikit kesulitan menggigitnya
Karena kelabang itu memberikan perlawanan pada si Maung, hingga membuat si Maung maju mundur menghindari serangan taring kelabang yang terlihat runcing itu
"Maung, apa kamu bisa mengalahkannya?, kalau tidak jangan memaksakan" ucap Keno
Tapi si Maung tetap mencoba melawan nya, hingga si maung pum mulai terlihat mengangkat 1 kaki depanya, dan munculah 4 buah cakar panjang yang bercahaya putih dari tanganya
Si maung pun langsung menebaskan cakar putihnya itu pada si kelabang besar bertaring tajam itu, dan 'Sret, sret, sret' alhasil bagian kepala si kelabang itu pun langsung terlihat terbelah menjadi beberapa bagian karena terkena serangan cakar si maung itu, dan kelabang itu pun tidak terlihat membuat perlawanan lagi pada si Maung
Si maung pun langsung menggitnya dan menarik kelabang yang melilit di tubuh Angel itu hingga perlahan membuatnya terlepas, si maungpun langsung memakannya perlahan
Angel pun terlihat menjadi lebih tenang setelah kelabang itu lepas dari tubuhnya, dan tidak terlihat kesakitan seperti tadi
Keno pun mendekat pada Angel untuk memastikan ke adaanya
"Apa kamu sudah merasa baikan" tanya Keno
"Su sudah, bagaimana kamu bisa menghilangkan rasa sakit ku hanya dengan menatap ku dan mengobrol sendirian" ucap Angel dengan suara masih lemas
"Kamu tidak perlu tau prosesnya, kalau di jelaskan pun otakmu tidak akan bisa mencerna nya" ucap Keno "Apa aku boleh memeriksa nadimu" ucap Keno
"Lakukan saja" ucap Angel
Keno pun langsung mengambil satu tangan Angel, dan dia pun tidak sengaja menyentuh gelang yang ada di tanganya, dan Keno pun langsung bisa melihat gambaran samar di otaknya tentang asal mula gelang itu
Keno sedikit terkejut karena kemampuan yang Reki miliki ternyata bisa juga di gunakan olehnya
"Apa gelang ini dari mantan kekasihmu?" tanya Keno
"Iya, kenapa kamu bisa tau?" tanya Angel yang masih terbaring
"Hanya tebakan saja, kurasa dia sangat sakit hati padamu" ucap Keno
"Kurasa memang begitu, dia memang tidak terima aku memutuskan nya,, Apa penyakit ku ada hubungan dengan masalahku denganya itu?" tanya Angel
"Kurang lebihnya begitu" ucap Keno
"O yah sekarang beristirahat lah, supaya tubuhmu cepat kembali pulih" ucap Keno
"Baik dok, terimakasih" ucap Angel
"Aku bukan seorang dokter, panggil saja aku Reki" ucap Keno
"Oh, baiklah, terimakasih Rek" ucap Angel
Keno pun segera membuka pintu kamar Angel, dia pun langsung melihat wajah Istri Rogers di pintu
"Bagaimana?, apa penyakitnya bisa di identifikasi?" tanya nyonya Alin
"Dia sekarang sudah membaik, tinggal meminum vitamin saja dengan rutin, dan kondisinya akan capat pulih" ucap Keno
"Sudah membaik?, bagaimana bisa?" ucap nyonya Alin tidak percaya, dia pun segera masuk untuk membuktikan ucapan Keno
Nyonya Alin pun langsung duduk di pinggiran tempat tidur Angel yang sengaja menutup matanya karena lemas, dia sudah terlihat lebih tenang dan seperti sedikit kelelahan
"Sayang, Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya nyonya Alin
Angel pun membuka matanya dengan lesu "Iya bu, aku baikan," ucap Angel
Nyonya Alin pun langsung kaget dan langsung menoleh ke Reki "Bagaimana bisa kamu menyembuhkannya?, Kamu tidak bawa alat atau pun obat" ucap nyonya Alin keheranan
"Tidak semua penyakit harus di sembuhkan obat, dan penyakit Angel itu termasuk salah satunya" ucap Keno seolah mendalami karakter Reki
"Ini, ini sulit di percaya, kalau perkataanmu itu aku dengar setelah kamu menyembuhkan orang lain, aku tidak akan mempercayainya, tapi ini putriku sendiri yang kamu sembuhkan" ucap nyonya Alin, kemudian dia pun bangkit untuk menghampiri Reki, diapun meraih satu tangan Reki
"Maafkan ibu tadi sudah berkata kasar padamu, jangan masukan kedalam hati ya, ibu hanya terlalu mengkhawatirkan Angel saja tadi" ucap nyonya Alin
"Tidak apa bu, aku memakluminya" ucap Keno
"Rek, kamu memang bisa di andalkan, terima kasih banyak" ucap Rogers meraih pundak Reki
"Sama sama Om, Kalau gitu saya langsung pulang saja,, sudah malam om" ucap Keno
"Bu saya pamit, Angel semoga cepat pulih kembali" ucap Keno berpamitan
"Iya terimakasih banyak nak Reki," ucap nyonya Alin
"Makasih Rek" ucap Angel juga
"Iya sama sama, jangan lupa minum vitamin" ucap Keno
Reki pun segera beranjak ke luar dari kamar Angel, dan segera menuju lantai bawah bersama Rogers
"Rek kalau boleh tau, apa penyakit Angel itu?" tanya Rogers sambil mereka berjalan
"Gimana ngomongnya ya Om, takutnya Om gak akan percaya masalah yang gituan," ucap Keno
"Gituan apa?" tanya Rogers penasaran
"Apa Om percaya kalau ada mahluk yang tidak kasat mata di dunia ini" tanya Keno
"Ya Om antara percaya dan tidak sih Rek, jadi apa maksudmu Angel di ganggu mahluk tak kasat mata?" tanya Rogers
"Bisa di bilang begitu om" ucap Keno
"Sebentar sebentar, apa kamu ini sebenarnya seorang paranormal?" tanya Rogers
"Tidak om, aku hanya orang biasa biasa saja, hanya saja aku bisa melihat mahluk seperti mereka, dan kebetulan juga punya teman dari mahluk seperti mereka juga" ucap Keno berkata jujur mewakili Reki
"Oh seperti itu kah?, susah di cerna oleh akal Om Rek kalau masalah kayak gitu, tapi kenapa mahluk seperti itu mengganggu Putri om?" ucap Rogers
"Mahluk itu mahluk kiriman Om, mungkin itu dari orang yang pernah sakit hati pada putri Om, mungkin dia menyuruh seseorang yang punya hubungan dengan mahluk mahluk seperti itu untuk mengirimnya ke Angel" ucap Reki
"Haduh, Om makain gak ngerti lagi tuh Rek, tapi yang penting Angel sudah sembuh sekarang, O yah, Om ada sedikit tanda terima kasih om untuk kamu" Rogers pun mengeluarkan sebuah kartu bang dari dompetnya
"Ini untukmu, di dalam nya ada uang 2 m, ya lumayan lah buat kamu tambah tambah modal usaha" ucap Rogers mengulurkan kartu itu pada Reki
Keno sedikit segan untuk mengambil nya, 'Gila Rek, 2 m lu dapetin hanya dalam waktu semalam, kalau gue jadi dokter setidaknya gue harus kerja berbulan bulan kan, lu memang beruntung Rek' pikir Keno
"Aduh Om, apa ini tidak terlalu berlebihan, saya jadi sungkan menerima nya" ucap Keno mewakili Reki
"Tidak papa, ambil saja" ucap Rogers mengambil satu tangan Reki dan menaruh kartu itu ke genggaman Reki
"Aduh, saya jadi enak nih om" ucap Keno sunyam senyum
"Ya harus gitu, Om juga sangat berhutang Budi padamu, karena kamu sudah bisa menyembuhkan putri Om, jujur saja penyakit Putri om itu sudah sangat meresahkan Om selama setengah taun ini, jadi kamu tidak perlu sungkan pada Om, kalau kamu perlu bantuan, kamu bisa hubungi Om juga" ucap Rogers
Keno tidak tau lagi harus bicara apa, dia sedikit iri pada keberuntungan Reki ini, tapi dia tidak habis pikir, 'kenapa tidak dari dulu Reki punya keberuntungan seperti ini' pikir Keno
Setelah itu, Keno pun kembali pulang bersama Kakek Permadi, tapi dia tidak mau menginap di Rumah Kakek Permadi, jadi dia pun di antar kembali ke Rumah bu yuni
"Terima kasih kek sudah antar, apa tidak mau masuk dulu" tanya Keno
"Tidak usah, sudah malam, O yah Rek, apa kamu tidak rindu pada istri mu?" ucap Kakek Permadi menggolok Reki
Keno pun tersenyum miris, "Sepertinya tidak kek" ucap Keno mewakili Reki, karena dia tau Reki sedang merasa sdikit kesal pada Aira
"Ya, sudah kalau begitu Kakek pulang" ucap Kakek Permadi, dia tau hubungan mereka itu seperti apa, dia bertanya seperti itu hanya mngetes Reki saja
"Iya kek" ucap keno
Supir Kakek Permadi pun segera melajukan mobilnya, dan perlahan mobil itu pun menghilang dari pandangan Keno
Kemudian Keno dan Reki pun berpisah lagi
Reki langsung memperhatiakn sekelilingnya "Kita sudah pulang lagi yah, apa urusan di sana sudah selesai?" tanya Reki
"Sudah, tenang saja urusanmu sudah beres, coba lu lihat di saku lu ada apa, lu pasti gak bakal percaya" ucap Keno
"Memangnya ada apa?" Reki pun merogoh saku celananya, dia pun menemukan sebuah kartu Bank
"Ini mh cuma kartu Bank Ken, apa hebatnya?" ucap Reki
"Kartu Bank nya memang biasa, tapi lu tau dalem nya berapa? 2M" ucap Keno
"Berapa? 2M?, yang bener lu Ken, masa hantu bercanda sama gue" ucap Reki meragukan Keno
"Ya kalau lu tidak percaya cek saja, itu dari Om Rogers, nomor PIN nya ada di saku lu juga?" ucap Keno
"Begitu kah?, kalau gitu aku bisa putus dari Aira?" ucap Reki
"Memangnya kapan lu jadian dengan Aira?" ucap Keno
"Ya maksudnya gue bisa batalin kontraknya,,,, Keyna, tunggu sebentar lagi, kita pasti akan jadian" ucap Reki seperti bersungguh-sungguh
"Heh, lu tega bener bilang gitu depan gue lu, Keyna itu pacar gue,, sakit hati gue di tikung sama lu Rek" ucap Keno asal
"Ah lu kan sudah tidak punya hati Ken, mana bisa sakit hati lu" ucap Reki
"Iya yah, Bener juga lu" ucap Keno
Mereka pun tertawa berbarengan dan segera beranjak masuk ke dalam Rumah, si Maung pun mengikuti mereka masuk dengan teleportasi