
Aira pun hanya tersenyum melihat Reki yang seperti itu, diapun tidak ingin mengganggu Reki yang sedang galau bersama si Maung itu, jadi dia pun segera melajukan mobilnya
Aira pun membawa Reki pergi kesebuah kelinik tempat memeriksa kandungan, dan langsung memarkirkan mobilnya di depan kelinik itu "Sudah sampai, ayo turun" ucap Aira
"Mau apa kita kesini, apa nona mau mengobati sakit ku di sini?" ucap Reki asal
"Tidak, mana mungkin sakit hati bisa di obati di dokter kandungan, ada ada saja kamu" ucap Aira
"Terus kenapa kita kesini?" tanya Reki lagi
"Apa kamu lupa, seminggu lalu kita bicara soal memeriksa kanduangan di depan mamah kan, jadi aku ingin melakukanya sekarang, soalnya mamah sudah kekeh ingin melihat hasil pemeriksaan kandunganku, dia sepertinya sangat curiga kalau aku ini memang tidak hamil" ucap Aira
"Jelas saja mamahmu curiga, setauku kalau orang hamil itu suka mual dan muntah, tapi mamahmu mungkin tidak melihat itu darimu" ucap Reki acuh tak acuh
Aira pun taueperti baru tersadar dan menepuk jidatnya sendiri "Ya ampuuuun, kenapa aku tidak kepikiran soal itu, pantesan saja mamah begitu curiga, kenapa kamu baru bilang sekarang?" ucap Aira
Reki pun tidak menjawab Aira dan hanya menatap ke arah luar jendela
"Ya sudahlah aku akan melakukan itu nanti, sekarang kita cari hasil pemeriksaan dokter saja dulu, ayo Rek" ucap Aira keluar dari mobilnya
Tapi Reki seperti enggan menanggapi Aira, dan dia diam saja di dalam mobil
Aira pun membuka pintu belakang tempat Reki yang masih duduk di sana "Rek, ayolah antar aku kedalam, jangan diam saja" ucap Aira
"Kenapa tidak pergi sendiri saja, bukan kah itu urusan perempuan?" ucap Reki
"Iya, tapi aku mengajakmu kemari bukan untuk duduk dan diam saja di mobil, aku malu kalau kedalam sendirian, ini tempatnya orang memeriksa kehamilan, takutnya jadi banyak pertanyaan dari dokternya nanti kalau aku sendiri, aku juga belum pernah masuk ke kelinik seperti ini, aku kan masih gadis" ucap Aira
Reki merasa lucu dengan pernyataan Aira, tapi dia merasa sangat enggan untuk turun dari mobil, karena memang hatinya sedang di landa pilu sekarang
"Rekiii, ayolah" ucap Aira membujuk dengan menarik tangan Reki
Reki pun keluar dari dalam mobil Karena tarikan Aira yang sebenarnya tidak terlalu bertenaga, tapi dia pun menurut saja seperti boneka
Mereka pun segera masuk kedalam klinik pemeriksaan kandungan itu bersama, Aira terus mnggandeng tangan Reki untuk menjaganya agar dia tetap ikut, sementara si Maung Reki tinggalkan di mobil
Mereka sepintas memang mirip pasangan muda harmonis sungguhan, yang sengaja mengecek kehamilan bersama pasangan pribadi Aira bak seorang istri yang sengaja memeriksakan kandungannya di dampingi oleh sang suami
Mereka pun segera masuk ruangan dokter untuk pemeriksaan
"Mari silahkan duduk" ucap dokter kandungan itu
"Iya" Aira pun membawa Reki duduk bersamanya
Dia memang benar-benar merasa tidak terbiasa datang ketempat seperti ini, toh juga dia memang belum pernah hamil
"Apa ini kunjungan pertama Anda ke dokter kandungan?" tanya dokter itu
"Iya dok saya mau...."
"Baiklah, kita tulis dulu data data anda, nama Anda Siapa?" ucap dokter itu
Aira pun tidak jadi mengutarakan niatanya,
"Leticia Aira Permadi" ucap Aira
Dokter itu pun mencatat nya, "Nama suami?" tanya nya lagi
"Reki" ucap Reki juga Antusias
Dokter itu juga mencatat nya "Baikalah, kapan terakhir kali Anda menstruasi?" tanya dokter itu
"Saya tidak hamil Dok" ucap Aira
"Oh, jadi untuk apa kalian datang kemari?" tanya dokter itu
"Sebenarnya kami kemari mau meminta bantuan dokter supaya bisa membuat pernyataan kalau saya hamil dok, dan sekalian meminta buktinya juga" ucap Aira
"Ibu,,, di sini itu bukan kantor RW yang bisa senaknya saja bisa memalsukan keterangan, kami menjaga baik komitmen kami di sini, dan semua yang kita tulis harus sesuai dengan hasil dari pemeriksaan kami" ucap dokter itu
"Tolong lah dok, mamah saya sakit, dia sangat ingin mendengar kalau saya hamil, kata dokter yang menanganinya juga dia bisa segera pulih kalau dia mendengar kabar bahagia" ucap Aira membual
"Begitu kah?, Baiklah kalau tujuanya untuk ke kebaikan, mungkin saya bisa membuat pengecualian, kalau begitu tunggu dulu sebentar, saya ambil dulu data datanya" ucap dokter itu, dia langsung beranjak masuk ke ruangan yang ada di sana
"Diam,,, kamu jangan banyak bertanya, nanti kedengaran dokter nya kalau aku jawab" ucap Aira dengan suara pelan, karena takut di dengar orang lain
"Oh baiklah," ucap Reki
Beberapa saat kemudian dokter pun kembali ke hadapan mereka lagi "Ini surat pemeriksaan yang menyatakan kalau anda hamil 4 bulan, dan ini Foto hasil USG nya yang kebetulan kami simpan" ucap dokter itu
"4 Bulan?, apa tidak bisa 2 bulan gitu dok?" tanya Aira, karena dia mengaku pada ibunya baru 2 bulan
"Kebetulan tidak Ada hasil USG yang baru 2 bulan, ada juga USG yang usianya sudah 20 dan 30 Minggu, tapi di usia itu harus kelihatan sudah lebih buncit" ucap dokter itu
"Begitu ya, ya sudah kalau gitu" ucap Aira
"Ga papakan sayang kalau aku sudah empat bulan?" tanya Aira pada Reki mendalami karakternya
Reki pun langsung menoleh ke Aira dengan bingung, 'Manis sekali' pikir Reki
"I Iya tidak papah" ucap Reki
Setelah Aira mendapatkan apa yang di inginkan nya, merekapun kembali ke mobil Aira dan segera meninggalkan kelinik
Sebelum membawa Reki pulang ke Rumah Kakek Permadi, Aira membawanya ke toko pakaian terlebih dahulu
Dan Rekipun Sekarang memakai stelan kemeja rapih yang langsung dia kenakannya di tempat pembelian, dan setelah Reki kelihatan Rapih, mereka pun segera beranjak keluar dari toko
"Memangnya Kita habis ini mau kemana? Kenapa aku harus Rapih seperti ini?" tanya Reki
"Kita mau pulang ke Rumah Kakek" ucap Aira yang berjalan di depan Reki
"Biasanya juga tidak perlu serapih ini kalau pulang ke Rumah Kakek" ucap Reki
"Aku bilang ke mamah kalau kamu ada tugas di luar kota seminggu ini, karena mamah memojokanku terus karena punya suami yang tidak pulang pulang,, jadi kalau tiba tiba kamu datang dengan penampilan seperti biasanya, mana mamah percaya kan?" ucap Aira
"Oh" Reki pun sedikit paham maksud dari Aira ini,
Dan merekapun segera melanjutkan perjalanan mereka ke Rumah Kakek Permadi,
Setibanya di Rumah merekapun segera masuk kedalam dan langsung duduk di sofa Ruang tengah, dengan si Maung yang juga duduk di pangkuan Reki
"Dari mana kamu Leticia, kenapa kamu tidak ke kantor?" ucap Veronika yang tiba tiba datang dari belakang mereka
Aira langsung saja meraih tangan Reki supaya terlihat sedikit romantis "Aku baru saja jemput suamiku dari bandara mah, dia kan baru pulang dari luar kota" ucap Aira
"Jangan kamu manjakan dia, dia juga sudah besar kan, dia sudah tau jalan, tidak perlu di jemput juga dia pasti bakal datang sendiri kesini, kamu juga kan punya tanggung jawab di kantor?" ucap Veronica
"Urusan kantor ada sekretaris ku yang bisa menghubungi kalau ada apa apa, juga kan tidak setiap hari aku jemput dia, O yah kami juga sudah melakukan Check up kehamilan barusan, apa mamah ingin melihat hasilnya?, bayinya sehat mah, mamah tidak perlu khawatir" ucap Aira
"Hmhhh, mamah malah mengharapkan bayimu itu tidak sehat di perutmu, mana hasilnya?, sini mamah lihat" ucap Veronika ketus
Aira pun memberikan surat keterangan dari dokter yang di dapatkan nya tadi
Veronika menerimanya dan langsung memperhatikan nya
"4 bulan??" Veronika pun langsung memperhatikan perut Aira yang masih terlihat Rata itu "Bukan kah kamu bilang baru 2 bulan?" tanya Veronika
"Oh itu, itu aku salah memperkirakan nya mah" ucap Aira
"Mamah tidak percaya!, kita Check up sekali lagi ke dokter dengan mamah" ucap Veronica
Aira pun berpikir kalau dia harus segera menghindari ibunya sekarang "Aku aku sedikit capek mah, juga aku sedikit mual sekarang mah, wuuo" Aira langsung berlaga menutup mulut dan memegang perut seperti menahan muntahnya
"Antar aku ke kamar mandi sayang, aku mau muntah sepertinya" ucap Aira pada Reki
"Haah?,, Oh baiklah, ayo sayang" Reki segera pura pura membantu Aira berdiri dan membantunya berjalan
"Wuuo, ah mual sekali rasanya, tidak biasanya begini" ucap Aira terus berpura pura di depan ibunya
"Mungkin karena kamu ke capean" ucap Reki menimpalinya
Veronika pun tidak menghentikan Aira, dia hanya bisa memperhatikan mereka yang perlahan melewatinya dan segera berjalan masuk ke kamar Aira