
Keno pun sedikit bingung untuk mencari di mana Angga berada, dia lupa menanyakannya pada Preman preman tadi, tapi Keno juga berpikir mereka juga belum tentu tau di mana Angga, jadi diapun tidak berniat kembali ke tempat preman itu lagi
"Bodoh sekali aku, ku rasa aku harus menanyakannya pada Aira dulu di mana Rumah si Angga, juga waktu ku sudah tidak banyak lagi di tubuh Reki sekarang" gumamnya
"Maung, kita kembali ke Rumah Kakek Permadi" ucap Keno
Sia Maung pun segera menggunakan kemampuan nya lagi untuk berpindah tempat
Seketika pandangan Keno pun menggelap dan beberapa saat kemudian dia mulai melihat kembali cahaya lampu dari depan ruma Kakek Permadi lagi
"Kenapa kita di luar?, kenapa tidak langsung di kamar Aira saja?, bukan kah kamu bisa juga bawa orang ke tempat yang temaram?" tanya Keno
Si maung pun hanya menggelengkan kepalanya
"Apa Aira menghidupkan lampu kamarnya?, dia kan sudah tidur tadi" ucap Keno menebak nebak
"Ya sudah, ketempat lain di dalam rumah saja" ucap Keno
Si maung pun segera berpindah tempat lagi ke dalam ruangan rumah yang sedikit gelap, merekapun kini hadir di gudang belakang Rumah Kakek Permadi
Keno pun langsung turun dari punggung si maung, dan tidak lama Keno dan Reki pun berpisah lagi
"Lho, kita di mana Ken?" tanya Reki bingung dan me mperhatikan sekeliling ruangan yang suasananya sedikit gelap
"Ini masih di Rumah Kakek, si maung tidak bisa membawamu langsung ke kamar Aira tadi, jadi dia bawa kita ke sini" ucap Keno
"Oh, Baiklah, ngomong-ngomong, kamu sudah bawa aku kemana tadi?" tanya Reki
"Aku sudah menghajar preman-preman yang memukulimu tadi" ucap Keno
"Benarkah,?,, lu memang teman gue yang paling baik ken, thanks ya, sudah belain gue" ucap Reki
"Sudahlah, tidak perlu tang teng tang teng segala, lu sudah jadi bagian dari keluarga gue kan, lu juga sudah banyak bantu nyokap gue,, jadi sudah sepantasnya gue belain lu, hanya saja gue belum kasih pelajaran ke si Angga yang sudah menyuruh preman preman itu memukulmu" ucap Keno
"Si Angga lagi yang membuat ulah?" tanya Reki
"Ya, kurasa dia masih dendam sama gue karena sudah memukuli dia di penginapan waktu itu" ucap Keno
"Begitu ya, kita jeblosin saja si Angga ke kantor polisi, dengan tuduhan pengeroyokan, beres kan" ucap Reki
"Kita tidak punya cukup bukti untuk bisa jeblosin si Angga ke penjara, secara dia banyak duit, dia akan mudah lolos dari tuduhan seperti itu, itu hanya akan membuang waktu lu saja, salah salah mungkin lu yang di jeblosin ke penjara dengan pasal pencemaran nama baik" ucap Keno
"Begitu ya, ribet juga,, ya sudah aku kembali dulu ke kamar Aira sekarang, aku ingin istirahat lagi" ucap Reki, dia pun segera beranjak keluar dari gudang belakang itu, dia pun berjalan menuju ke ruang tengah Rumah untuk ke kamar Aira
Namun dia mendapati kalau Aira ternyata sedang duduk sendirian di sofa Ruang tengah itu, dia duduk membelakangi Reki yang datangnya dari area belakang
"Sedang apa istri lu malam malam di sini Rek" tanya Keno
"Mungkin dia ngemil malam" ucap Reki berbisik
"Mungkin" ucap Keno manggut-manggut
Reki pun segera menghampiri nya karena merasa penasaran
"Non, sedang apa di sini malam malam?, bukanya tadi nona sudah tidur" tanya Reki
Aira pun langsung menoleh ke arah Reki dengan sedikit kaget
"Kamu dari mana?, kenapa keluar kamar malam malam, bukanya kamu sedang sakit" Aira malah balik bertanya pada Reki dengan nada khawatir
"Aku dari belakang non, nyari udara Segar" ucap Reki Asal
"Oh, ya sudah, kembali ke kamar kalau kamu sudah nemu udara segarnya" ucap Aira datar, dia pun berdiri dan segera beranjak ke kamar nya lagi
Reki pun langsung beradu pandang dengan Keno karena heran
"Apa menurutmu Aira aneh?" tanya Reki
"Ku Rasa Aira keluar kamar hanya karena menghawatirkan mu Rek" ucap Keno berpendapat
"Itu mustahil, dia tidak mungkin menghawatirkan ku seperti itu, pasti ada alasan lain" ucap Reki
"Tapi menurutku dia memang sudah ada perhatian padamu Rek" ucap Reki
"Itu juga sangat mustahil, gue tidak punya kelebihan apapun untuk di perhatikan,, tampan tidak terlalu, mapan juga belum kesampaian kan" ucap Reki
"Mending lu tanyain saja ke Aira biar jelas, apa dia perhatian atau tidak sama lu" ucap Keno
"Enggak lah, nanti di anggapnya gue halu, yang ada malah gue di cakar Aira nanti" ucap Reki yang langsung bergegas mengikuti Aira untuk ke kamar
Keno juga mengikuti Reki "Ya kalau nyakar nya dengan cakaran cinta gak bakalan sakit kali Rek" ucap Keno Asal sambil mengikuti langkah Reki di belakangnya
"Mungkin,,, tapi gimana kalau dia nyakarnya pakai cakaran harimau, bisa habis nanti gue kan" ucap Reki juga Asal
Reki pun segera masuk ke kamar Aira, dan memang lampu kamarnya di nyalakan Aira, jadi si maung tadi tidak bisa langsung kemari
Reki langsung kembali ke Sofanya lagi dan segera merebahkan dirinya lagi di sana, dia pun sejenak memperhatikan Aira yang sekarang tidur menyamping menghadap padanya, hanya saja Reki tidak begitu jelas melihat Aira tidur atau tidak
Reki pun segera terlelap kembali di Sofanya, sementara Keno seperti biasa pergi ke rumah Keyna untuk menemaninya
.
~
Keesokan Paginya Reki pun mulai terbangun, diapun langsung melirik ke tempat tidur Aira, namun dia tidak melihat Aira di sana
Reki pun mencoba bangun untuk mendudukan dirinya di sofa, tapi dia merasa kalau semua badannya terasa sakit sekarang, mungkin karena pukulan pukulan preman semalam yang baru bisa dia rasakan
"Layan sakit sakit juga badanku" gumam Reki
"Meoung"
"Aira kemana maung?" tanya Reki menoleh ke si maung yang duduk di lantai
"Meoung"
Tidak lama pintu kamar Aira terbuka, dan Aira pun masuk dari luar dengan bersetelan baju olah raga, dengan handuk kecil yang tergantung di lehernya "Pagi Rek,, apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Aira
"Masih lumayan sakit non," ucap Reki yang sekarang memaksakan dirinya untuk duduk
"Apakah perlu aku antar kamu ke dokter?" tanya Aira
"Tidak perlu, sepertinya aku hanya butuh beristirahat saja, apa Nona bisa suruh orang untuk Antar saya ke Rumah ibuku?" tanya Reki
"Kalau kamu mau pulang, biar aku yang antar kamu saja" ucap Aira
"Apa tidak merepotkan?" tanya Reki
"Tidak, aku sekalian pergi ke kantor saja," ucap Aira
"Baiklah kalau begitu, terimakasih sebelumnya" ucap Reki
Aira pun segera membersihkan dirinya dan segera berpenampilan Rapih seperti biasanya, kemudian Aira pun segera mengantarkan Reki ke Rumah ibunya
Setelah sampai di rumah ibunya dia pun turun dari mobil bersama Aira juga yang ternyata ikut turun
"Jadi kamu tinggal di sini Rek?" tanya Aira
"Iya, terimakasih sudah Antar, apa mau mampir dulu?" tanya Reki basa basi
"Tentu saja, aku ingin bertemu dengan ibumu" ucap Aira
"Benarkah?, aduh jadi gak enak ngajak masuknya juga" ucap Reki yang mengira Aira tidak akan mau masuk ke Rumah biasa seperti itu
"Enakin saja" ucap Aira yang melangkah duluan menuju ke halamanRumah ibu Angkat Reki
Reki pun terdiam sejenak menatap punggung Aira yang mulai melangkah itu, kemudian dia pun juga mengikuti nya di belakang
Sesampainya di teras Aira pun berdiri di sana dan sejenak meperhatikan tanaman tanaman hijau di pot yang ada di depan rumah ibu angkat Reki itu
"Asri juga rumahnya" ucap Aira
"Ibu memang menyukai tanamn hias" ucap Reki yang sekarang sudah bersiap mebuka pintu
Diapaun segera membukanya "Bu, aku pulang" ucap Reki
"Tumben kamu baru pulang, kamu tidur di mana?" tanya bu Yuni tampa menoleh, karena dia sedang fokus menata kue di wadahnya bersama Anggi seperti biasanya
"Aku tidur di tempat majikan ku bu, dan kebetulan dia juga berkunjung kemari sekarang " ucap Reki
Bu Yuni pun langsung menoleh "Majikan mu berkunjung?, aduh Rumah masih berantakan begini" ucap bu Yuni sedikit kaget dan menoleh pada Reki "Lho Rek, wajah mu kenapa lebam lebam begitu??" tanya bu yuni yang baru sadar
"Tidak papa, kemarin hanya ada sedikit kecelakaan saja" ucap Reki
Bu Yuni pun menghampiri Reki yang masih berdiri di pintu masuk itu "Hati hati dong Rek kalau kerja, ya sudah suruh masuk saja majikan mu, masa di suruh nunggu di luar juga" ucap bu Yuni
"Iya,,,, "Non, mari masuk" ucap Reki
Aira yang masih melihat lihat tanaman di halaman pun menoleh "Oh iya" Aira pun segera menghampiri Reki dan bu Yuni
"Bu" sapa Aira mengangguk dan tersenyum pada bu Yuni
Bu Yuni pun sampai tertegun memperhatikan wajah cantik Aira itu, dan kemudian diapun tersadar dan sedikit gelagapan
"Ma mari non masuk, tapi maaf Rumahnya agak berantakan" ucap bu Yuni
"Tidak papa mah,, eh maksud saya tidak apa bu" ucap Aira meralat kata katanya lagi, karena dia mungkin masih merasa terbawa peran palsunya sebagai istri Reki
...~°~...