Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Studi Banding



Reki pun langsung masuk ke dalam Rumah Keyna itu, dan si maung pun masih tetap di pangkuan Keyna


"Silahkan duduk" ucap Keyna


"Oh iya, terima kasih" ucap Reki


"Eh,, tidak papakan kucingmu aku pinjam?" ucap keyna


"Tidak apa, dia juga Sepertinya menyukaimu" ucap Reki


"Iya, aku juga menyukainya, lucu" ucap Keyna


"Ngomong-ngomong ada perlu apa kamu kemari?" tanya Keyna


"O yah, maksud kedatanganku kesini, aku mau mengajak kamu ........."


"Aku belum terpikirkan untuk punya pasangan lagi,, Keno baru meninggal beberapa hari lalu, jadi aku harap kamu tidak membahas soal hubungan" ucap Keyna memotong perkataan Reki


"Bukan bukan, bukan seperti itu maksudku, ini soal yang lain, maksudku Aku mengajak kamu kerjasama,,, aku pernah dengar dari Keno kalau kamu pernah kerja di tempat alat alat kesehatan, jadi aku sebenarnya kesini ingin meminta bantuan mu," ucap Reki


"Oh,,, begitu ya, apa yang bisa ku bantu?" ucap Keyna dengan wajah memerah karena dia salah paham


"Jadi gini, aku pernah dapat saran dari Keno untuk membuka sebuah toko alat kesehatan, tapi aku tidak tau harus memulainya darimana, jadi aku butuh kerjasama denganmu untuk membuka toko itu, apa kamu bisa membantuku?" ucap Reki


Keyna pun tidak langsung menjawabnya, dia merenung dan mempertimbangkan nya, sambil menggelitik perut si Maung di pangkuannya


"Apa kamu sangat dekat dengan Keno?" tanya Keyna


"Aku lumayan dekat dengan dia akhir-akhir ini, eh bukan, maksudku sebelum dia meninggal" ucap Reki


"Baiklah, aku mungkin bisa membantumu" ucap Keyna


"Sungguh?, syukurlah, kalau begitu kita langsung ke tempatnya saja sekarang" ucap Reki


"Baik" ucap Keyna


Merekapun segera bergegas pergi ke alamat yang di berikan Keno pada Reki, dan setelah sampai pada Alamatnya, Reki pun segera menyewa ruko itu pada sang pemilik,


Mereka masuk kedalam Ruko untuk melihat dan mengira ngira apa saja yang di perlukan untuk membuka tokonya, Keyna pun langsung mencatat semua kebutuhan yang di perlukan untuk membuka toko alat kesehatan, dan setelah semuanya di susun Keyna di kertas, Reki pun segera mencari semua yang Keyna tuliskan di secarik kertas itu


Reki hampir seharian mencari barang barang yang di perlukan, dan setelah keperluan untuk tempat sudah di dapat semuanya, Reki pun kembali ke ruko lagi


"Apa sudah dapat semua nya,?" tanya Keyna yang duduk di kursi dalam ruko, dengan masih bermain dengan si maung di pangkuannya


"Sudah, barangnya akan segera di kirim nanti,, O ya Key, kalau barang barang yang untuk di jual di toko kita, kita harus membelinya di mana?" tanya Reki


"Toko Kita,? ini tokomu" ucap Keyna


"Ya maksudku itu," ucap Reki menggaruk rambutnya


"Aku ada kenalan seorang pemasok alat alat kesehatan, aku akan menghubungi nya nanti kalau tempatnya sudah siap" ucap Keyna


"Oh, begitu ya, kalau begitu terimakasih, maaf sudah merepotkanmu" ucap Reki


Beberapa waktu menunggu, barang barang yang di beli Reki pun akhirnya di antar ke ruko, dan merekapun segera mengeset semua perlengkapan toko dengan arahan Keyna, dan Akhirnya toko merekapun sudah siap untuk di operasikan,


"Sip, beres juga akhirnya, tinggal nunggu barang jualannya saja, kita sudah bisa langsung buka kayaknya," ucap Reki


"Iya, kalau gitu aku akan segera menghubungi pemasoknya untuk mengirim barangnya kemari, tapi mungkin tidak bisa langsung datang siang ini juga, mungkin harus nunggu besok atau lusa" ucap Keyna


"Tidak papa, kalau gitu, aku antarkan kamu pulang sekarang, kamu bisa menghubungi nya di rumahmu saja" ucap Reki


"Iya, baiklah" ucap Keyna


Reki pun segera mengantar Keyna pulang kembali ke Rumahnya



"Terima kasih kamu sudah mengantar ku pulang" ucap Keyna


"Tidak, Aku yang harusnya terimakasih padamu, O yah, kalau kamu tidak keberatan, apa kamu bersedia untuk sekalian mengurus toko kita nanti,? m maksudku toko ku" ucap Reki


"Tentu saja," ucap Keyna


"Bagus lah, kalau gitu aku pulang ya" ucap Reki


"Iya,, O yah, apa boleh maung tinggal di sini dengan ku dulu, aku menyukai nya, dia sangat penurut, beda sekali dengan kucing-kucing ku sebelumnya" ucap Keyna


Reki pun berpikir sejenak "Boleh saja, tapi nanti kamu jangan panik kalau dia tiba tiba hilang, itu memang kebiasanya, nanti pasti dia juga muncul lagi," ucap Reki


"Begitu kah, baiklah" ucap Keyna juga tidak banyak berpikir


"O yah aku minta nomor telepon mu key" ucap Reki


"Baik, kamu tulis saja" ucap Keyna, dia pun segera menyebutkan kan rentetan angka nomor ponselnya


Reki pun juga langsung menulisnya di ponselnya dan kemudian memanggilnya, dan langsung tersambung ke ponsel Keyna "Itu nomorku, kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi ku" ucap Reki


"Iya" ucap Keyna


"Maung, awas, kamu jangan nakal ya, kamu harus nurut pada nona Keyna," ucap Reki


"Bagus, kamu memang kucing baik" ucap Reki


"Apa kamu mengerti bahasanya?" tanya Keyna


"Tidaklah, mana mungkin aku mengerti bahasa kucing" ucap Reki tersenyum


Reki pun segera pergi dari Rumah Keyna, sementara si maung menemani Keyna yang memang membutuhkan teman untuk mengalihkan kesedihannya itu


Reki langsung pergi ke Rumah Kakek Permadi, meskipun dia tidak tau untuk apa dia kesana, tapi dia merasa ingin saja kesana, itu karena dia juga ingin memastikan ke adaan Kakek Permadi sekarang


Den beberapa waktu kemudian diapun sudah sampai lagi ke Rumah Kakek Permadi


Reki pun melihat kalau Kakek Permadi sedang duduk di kursi teras, jadi diapun langsung menghampiri nya


"Sore kek, apa Kakek sudah baikan?" tanya Reki


"Eh, Reki, baik baik, kake merasa cukup baikan sekarang"


"Syukurlah" ucap Reki


"Kamu duduk sini" ucap Kakek Permadi menunjuk kursi di sebelah nya


"Baik kek" ucap Reki


"Kamu dari mana?, Kakek tadi pagi cari kamu di kamar Aira, tapi kamu sudah tidak ada" ucap Kakek Permadi


"Iya kek, aku habis mengurus tempat untuk usaha kecil kecilan, dan baru beres barusan kek" ucap Reki


"Oh, memangnya kamu usaha apa?, kenapa tidak bilang ke Kakek kalau kamu perlu tempat usaha" ucap Kakek Permadi


"Tidak kek, aku tidak ingin merepotkan Kakek, aku hanya membuka toko alat kesehatan saja kek" ucap Reki


"Kenapa kamu buka toko, harusnya kamu buka klinik, bukan kah kamu bisa mengobati?" ucap Kakek Permadi


"Tidak kek, aku bukan dokter, jangan kan gelar, kuliahnya saja aku tidak pernah Kek" ucap Reki


"Begitu kah? padahal keahlianmu sepertinya cukup bagus, sayang kalau tidak di kembangkan, Kakek bisa merekomendasikan kamu pada rekan rekan Kakek nanti" ucap Kakek Permadi


"Tidak tidak, jangan kek, aku tidak percaya diri jika mengobati orang lain, kemapuanku itu tidak seberapa" ucap Reki


"Tidak, kemapuan mu itu lumayan, tapi sekarang kakek mau bahas toko mu dulu, Kakek mau kasih saran untuk usahamu" ucap Kakek Permadi,


Kakek Permadi pun mulai berbicara panjang Lebar pada Reki


Reki di beri masukan-masukan oleh Kakek Permadi prihal ilmu berbisnis, dari mulai mecari barang yang berkualitas, dan konsep dan cara cara menarik minat pelanggan, agar nanti bisa bersaing dengan yang lainya, semuanya di bahas ringan oleh Kakek Permadi sambil sesekali bercanda,


Dan Reki juga sedikit sedikit paham poin poinnya, dan itu juga tidak terlalu membebani pikiran Reki yang masih tabu dalam dunia bisnis, karena pembahasan Kakek Permadi ini tidak terkesan serius, Namum banyak ilmu yang bisa di ambil dari pengalamannya itu


Reki pun sangat mengagumi pola pikir kakek Permadi yang menurutnya ber intelektual tinggi


Dan setelah mengobrol, Reki pun di ajak Kakek Permadi untuk melakukan studi banding ke beberapa toko alat alat kesehatan yang sudah terkemuka, dengan tujuan agar Reki menadapat wawasan lebih banyak


Dan Kakek Permadi juga mengajak Reki untuk berbincang dengan para pemilik pemilik toko, supaya lebih bisa mengoreksi kiat-kiat mereka yang sudah duluan terjun ke bidang ini


Dan benar saja , dengan cara seperti itu wawasan Reki pun mulai bertambah, dan dia mulai memahami secara rinci tentang bisnis yang akan di jalaninya ini, dia banyak mendapat ilmu tentang bisnisnya, entah itu dari Kakek Permadi, atau dar para pemilik toko


Reki tadinya berpikir usahanya ini Hanya membeli dan menjual saja, tapi sekarang dia paham kalau dia ingin bisa bersaing, dia tidak bisa mengandalkan pemahaman sesimpel itu, ada banyak cara dan siasat yang perlu di lakukan,


Dan sekarang diapun merasa benar benar sudah siap untuk memulai usahanya itu


Dan setelah mereka selesai dengan studi banding, Mereka pun segera pulang ke Rumah Kakek Permadi lagi, karena hari juga mulai gelap


Mereka pun turun dari mobil, dan berjalan untuk masuk ke Rumah


"Terima kasih kek, aku jadi banyak dapat ilmu di bidang ini sekarang, ku pikir usaha seperti itu hanya membeli dan menjual saja, tapi ternyata lumayan rumit juga" ucap Reki


"Ya begitulah,,,, kalau kamu ingin maju, kamu memang harus menggali informasi apapun yang berkaitan dengan bidang usaha yang ingin kamu jalani itu, kamu harus memahami bidang itu sampai ke akar-akarnya, supaya kamu bisa mempertimbangkan baik buruknya, dan cara mengantisipasi kemungkinan kemungkinan yag bisa terjadi kemudian hari, karena stiap usaha pasti punya kendala dan Resikonya masing masing, dan itu tidak hanya berlaku di bidang berjualan saja, dan di setiap usaha apapun memang harus seperti itu" ucap Kakek Permadi


"Iya kek, siap" ucap Reki


Merekapun segera melangkah masuk kedalam Rumah


"Bi, apa Aira sudah pulang?" tanya Kakek Permadi pada asiten Rumah


"Belum tuan, saya belum melihat non Aira pulang" ucap Asisten itu


"Benarkah, kemana dia? Tidak biasanya dia pulang telat" ucap Kakek Permadi, diapun langsung menghubungi Aira


"Hallo, Aira kamu di mana,?" ucap Kakek Permadi di telpon


"Hallo, apa kek?, Aira tidak dengar, di sini berisik"ucap Aira


"Memangnya kamu ini lagi di mana sekarang?" tanya Kakek Permadi lagi


"Halo halo kek, nanti lagi telponnya ya, Aira sekarang sedang bersama teman, dan mungkin pulangnya agak telat, tidak usah khawatir" ucap Aira, dan diapun langsung mematikan telponya


"Hallo, Aira, Hallo" Kakek Permadi pun melihat layar ponselnya dan ternyata panggilan nya sudah terputus


"Aira berada di tempat apa?, berisik sekali tempatnya" ucap Kakek Permadi