Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Butuh Kesegaran



Mereka pun segera duduk di ruangan tamu yang tidak terlalu besar itu, Aira memilih duduk di sebelah Reki di sofa yang sama, sementara bu Yuni dan Anggi di kursi lain


"Anggi, cepat ambil kan minum untuk nona ini" ucap bu Yuni


"Tidak usah repot-repot bu, saya tidak akan lama di sini" ucap Aira


"Oh, Maaf ya Non, rumahnya sedikit berantakan" ucap bu Yuni


"Tidak papa bu," ucap Aira tersenyum


Bu Yuni pun mulai memperhatikan kalau duduk Reki dan Aira itu sangat berdekatan, meskipun masih ada tempat kosong di sisi lain Aira, tapi Aira tidak menggeser duduknya kesana, dan bu Yuni pun merasa kalau itu tidak mencerminkan seorang pekerja dan majikannya


"Apa kalian sebenarnya ada hubungan?" tanya bu Yuni curiga


"Hah?, Oh tidak bu, aku hanya bekerja pada Aira, maksudku nona" ucap Reki menyangkal


Aira pun sadar kalau duduknya memang terlalu dekat dengan Reki sekarang, jadi diapun segera menggeser duduknya hingga sekarang ada jarak antara dirinya dan Reki,


"Kami hanya terbiasa dekat saja bu, karena Reki memang asistenku" Ucap Aira beralasan


"Oh, baguslah kalau kalian memang sedekat itu, kalau boleh tau siapa nama nona ini?" tanya Bu Yuni


"Saya Leticia Aira Permadi, biasa di panggil Leticia, atau ada juga yang panggil Aira, saya juga memang lebih nyaman di panggil Aira bu" ucap Aira


"Oh, nama yang sangat cantik, persis seperti orangnya, apa nona Aira sudah menikah?" tanya bu Yuni


Aira pun sedikit ragu menjawabnya, dia melirik Reki sejenak "Saya sudah,, maksud saya saya belum" ucap Aira


"Oh, non Aira sangat cantik, pasti tidak akan sulit menemukan jodoh ya" bu Yuni menghela nafas "Kalau Reki,, tidak tau dia sudah punya pacar atau belum, karena ibu belum melihat dia bawa pacarnya kemari" ucap bu Yuni curcol, dia memang tidak tau Reki ada hubungan pernikahan dengan Aira, karena memang Reki juga tidak pernah membahasnya


"Ibu,,,, jangan bahas itu dong bu" ucap Reki protes, karena kata kata ibu angkatnya ini mengingatnya kepada Keyna lagi, dan itu membuatnya sedikit sesak


"Iy Iya maaf, kamu juga pasti dapat pacar cantik seperti nona Aira kok, kamu juga kan sangat tampan Rek" ucap bu Yuni sedikit memuji Reki


"Ah ibu ini bisa saja" ucap Reki


"O ya Rek, aku berangkat ke kantor sekarang ya, sudah siang" ucap Aira


"Ya sudah, hati hati di jalan" ucap Reki


"Iya, kamu juga istirahat yang benar, biar cepat kembali pulih" ucap Aira yang segera berdiri dari duduknya


"Iya"


"Bu saya pamit sekarang, sudah siang, saya harus ke kantor" ucap Aira berpamitan


Bu Yuni juga langsung berdiri "Iya hati hati Non, sering sering mampir kemari, lain kali kita minum teh" ucap bu Yuni


"Iya, kalau ada waktu, saya pasti mampir lagi" ucap Aira


"Rek cepet sembuh ya, aku pergi" ucap Aira


Diapun segera beranjak keluar diikuti bu Yuni juga yang mengantarkannya sampai depan pintu, Reki juga beranjak ke pintu untuk melihat Aira yang bergegas ke mobilnya lagi


"Kak Reki, kamu suka ya sama nona itu?" tanya Anggi tiba-tiba dari belakang


"Apaan sih Nggi, enggak lah, dia kan bos kakak" ucap Reki menyangkalnya


"Jangan bohong, kalian pasti cinlok kan, buktinya kalian sama Sama kasih perhatian" ucap Anggi yang menangkap gaya pamitan mereka itu menunjukan rasa saling perhatian satu sama lain


"Enggak lah, masa iya kakak naksir sama atasan, kakak juga masih sadar diri" ucap Reki


"Tidak ada yang salah dengan itu kan, ibu juga melihat kalau nona Aira punya perhatian khusus padamu, jadi menurut ibu sah sah saja kalau kamu naksir dia" ucap bu Yuni


Reki pun terdiam mendengar pernyataan bu Yuni


"Haduh kamu ada ada saja, sini ibu lihat lukamu, aduuuh kasihan kamu sampai lebam lebam gini, kamu segera istirahat saja di dalam" ucap bu Yuni yang sekarang fokus ke luka Reki, karena mobil Aira juga sudah melaju dan pergi dari jalan depan rumah


"Iya" Reki pun segera memasuki kamarnya dengan di antar bu Yuni,, dia segera merebahkan dirinya di tempat tidurnya


Dan Reki pun beristirahat dengan hanya di temani si maung di samping nya, cuma dia yang setia menunggunya sekarang, karena Anggi pergi sekolah, dan bu Yuni juga pergi karena harus mengantarkan kue ke toko-toko


Reki pun hanya menghabiskan hari itu dengan hanya beristirahat saja di kamar,


~


Setelah hari mulai gelap barulah Keno bisa datang padanya


"Hey Rek gimana kabar lu" ucap Keno yang tiba tiba muncul di samping Reki yang masih rebahan


"Lumayan membaik" ucap Reki


"Kita harus cari si Angga malam ini juga, gue masih penasaran pengen gebukin lagi tu si Angga, coba lu tanya ke Aira, di mana Alamat si Angga, pasti dia tau" ucap Keno


Meskipun harus melewati sesi tanya jawab dulu dengan Aira, tapi dia tetap memberitahu Reki alamat tempat Angga tinggal


"Sudah Ada, dia tinggal di alamat ini" ucap Reki memperlihatkan alamat yang tertera di ponselnya pada Keno


"Baiklah, kita kunjungi dia sekarang" ucap Keno


Diapun tidak menundanya lagi, dengan segera Keno pun masuk kedalam tubuh Reki, kemudian dia bangkit dan segera ke punggung si maung, dan segera menghilang di kegelapan



~


Sementara itu di sebuah Rumah yang lumayan mewah, dan tepatnya di area belakang rumah itu terlihat seorang pria dan wanita yang duduk di meja di pinggir kolam Renang


"Sayang, kita mending makan di luar saja, masa cuma minum minum di sini sih, bosan tau" ucap Sang wanita yang bermake-up tebal dan berpakaian seksi


"Aku sedang malas keluar, kamu mending pulang saja lah" ucap Angga


"Iiiiiiihh, kamu berubah sekarang, kamu gak Asiik lagi, ya sudah aku pulang, harusnya aku ikut teman teman ku saja ke bar tadi" ucap ketus wanita itu


Wanita itu pun segera pergi meninggalkan Angga


Sementara Angga langsung mengeluarkan kan ponselnya dan menelepon salah satu nomor yang ada di ponselnya


"Hallo sayaaaang, kamu lagi di mana sekarang?, jadikan kita diner?" tanya Angga pada orang yang di sebrang telpon


"jadi dong sayang, aku juga lagi suntuk nih di rumah"📲


"Ya sudah kalau gitu, aku jemput kamu nanti ke rumahmu dandan yang cantik ya, jangan lupa pakai baju yang seksi juga" ucap Angga


"Iya Iya, apa sih yang enggak buat kamu, asal kamu juga jangan lupa bawa hadiah untuku" 📲


"Tentu saja sayang, kamu mau apa pun nanti akan belikan" ucap Angga


"Iya, kamua memang pangeranku yang paling tampan dan baik hati, dadah sayang sampai jumpa nanti ya, aku siap siap dulu, emuach" 📲 ucap wanita di sebrang telpon


Angga pun segera mematikan ponselnya,


"Hhhhhh, dasar playboy cap kampak" ucap Keno yang sedari tadi bersandar di tembok dan mendengarkan di belakang Angga


Seketika Angga pun menoleh ke arah Reki dengan kaget


"Kamu, kamu siapa?, kenapa bisa masuk ke rumahku?" tanya Angga yang langsung berdiri dari duduknya


Angga tidak bisa melihat jelas wajah Reki, karena Reki memakai kupluk di sweaternya lagi seperti kemarin, juga karena memang Area belakang ini sedikit gelap


"Kamu tidak perlu tau aku siapa, yang pasti aku kesini hanya ingin menghajarmu" ucap Keno


"Kurang ajar, bagai mana kamu bisa lolos dari penjagaan di depan, apa kerjanya penjaga itu" Angga pun segera mengangkat ponselnya untuk menelpon penjaga Rumahnya


Namun dengan cepat Keno langsung menghampirinya, dan ponsel Angga pun langsung terjatuh karena dia kaget


"Kurang ajar" ucap Angga


Namun Keno langsung memukul perut Angga itu 'buk' ''Aaaah'' lirih Angga


Keno pun langsung melanjutkan dengan serangan lututnya yang mengarah ke perutnya lagi, namun Angga bisa menahanya dan dia mencoba untuk membalas pukulan Keno itu


Namun Keno mundur selangkah, hingga pukulan Angga itu pun meleset, Keno pun langsung ambil ancang-ancang dan langsung menendang Angga 'Pak' hingga dia pun sampai terjatuh ke Lantai oleh tendangan Keno itu 'brak' "Ssssh aw, kurang ajar" ucap Angga mencoba bangkit kembali


Namun Keno langsung menahanya dengan menginjakan kakinya pada tubuh Angga


"Kamu cari masalah dengan orang yang salah" ucap Keno


Dia pun langsung menendang nendang tubuh Angga yang tergeletak itu 'Pak,,, pak ,, pak' hingga Angga pun berteriak teriak kesakitan


"Aw Aw Aw, hentikan hentikan, aku bisa memberimu uang Aw, hentikan" teriak Angga


Tapi Keno tidak menghentikanya, dan setelah dia puas menendangnya, dia meraih kerah baju Angga dan memaksannya untuk berdiri


"Apa kamu merasa sedikit gerah?, seperti nya kamu butuh kesegaran" ucap Keno


"Apa maksudmu, siapa kamu sebenarnya?" tanya Angga


Keno pun langsung melemparkan tubuh Angga itu kedalam kolam yang airnya cukup dingin di malam seperti ini, 'Ceburrr' "Aup,,, Aup,,, aup" hanya itu suara yang bisa Angga keluarkan karena dia tidak bisa langsung berenang karena kaget, dan dia hanya bisa muncul dan tenggelam di permukaan Air kolam


Tapi setelah beberapa saat dia pun mulai bisa mengendalikan dirinya dan berenang ke tepian, dia pun langsung mencari cari keberadaan pria yang sudah memukulinya tadi, namun dia tidak bisa melihat siapapun di tepi kolam sekarang


Diapun naik ke pinggir kolam dengan susah payah, dia langsung terbaring di tepian kolam itu "Kurang ajaaaar, akan ku balas kau nanti, lihat saja aku pasti akan menangkapmu" triak Angga yang marah entah pada siapa, karena Keno juga sudah pergi dari sana


...~°~...