Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Tidak Akan Ada Obat



Keesokan paginya, Reki bangun dengan wajah yang cerah, dia bergegas ke kamar mandi dan kemudian segera bersiap untuk pergi ke tokonya, namun ada yang berbeda dari biasa nya di pagi ini


"Meouuung"


Reki pun terperangah dan mencari Asal suara si maung itu, dan dia pun melihat si Maung ada di tempat tidurnya sekarang


"Maung,, tumben kamu pagi pagi ada di kamarku, kenapa tidak di rumah Keyna?, kemarilah" ucap Reki yang sudah bersiap untuk keluar kamar


Seketika si Maung pun sudah ada dalam pangkuan Reki lagi, jika di depan Keyna si Maung selalu berjalan seperti kucing biasa, beda halnya jika Dia di depan Reki


Reki pun segera membawa si Maung keluar dari kamar "Pagi bu" ucap Reki yang melihat Bu Yuni sedang mengepak kuenya di meja


'Meoouung'


"Pagi Rek, sudah mau berangkat ya?, ini kan masih terlalu pagi" ucap bu Yuni


"Iya bu," Reki pun mendekat kepada Bu Yuni dan duduk di kursi tidak jauh darinya


"Minta satu bu" ucap Reki mengambil satu kue nya dan memakannya, dia sudah tidak sungkan lagi pada bu Yuni


"Iya ambil saja, O yah ibu baru liat lagi kucing mu ini, dari mana saja dia?" ucp bu Yuni menyentuh kepala si Maung


'Meoouung'


"Dia ku titipkan pada teman ku, o Iya bu, kenapa masih menjajakan kue di warung-warung, apa uang dari Reki masih kurang?" tanya Reki


"Tidak, uang dari kamu masih ibu simpan untuk cadangan keperluan sekolah Anggi, dia kan sudah mulai sekolah lagi sekarang, dan taun depan juga dia harus masuk kuliah kan" ucap bu Yuni


"Iya, tapi kalaau soal nanti, Reki kan bisa kasih lagi nanti" ucap Reki


"Tidak, kamu sudah terlalu banyak memberikan uang mu pada ibu, ibu tidak enak padamu, bukanya kamu juga ingin beli motor bagus untuk mu?, mending kamu kumpulin dulu uangnya" ucap bu Yuni


"Iya sih bu" ucap Reki


Sekarang dia punya uang, tapi dia belum berniat membeli motor impiannya, karena rencana dia sekarang ingin menyelesaikan hubungannya dulu dengan Aira, dan ingin memulai hubungan dengan Keyna, dia sangat optimis bisa jadian dengan Keyna


"Bu aku pergi dulu ya, ucap Reki" dia memberi salam dan kemudian segera beranjak


"Iya hati hati" ucap bu Yuni


Reki sengaja pergi lebih awal, karena dia ingin membeli sesuatu untuk Keyna dulu di jalan, dia membeli coklat dan setangkai bunga mawar putih, karena dia tau dari Keno kalau keyna memang menyukai bunga mawar berwarna putih


Seteah ke duanya di dapat, Reki pun melanjutkan perjalanan nya lagi, dan diapun segera sampai ke toko alat medisnya, dan langsung membukan pintu roling doornya, semua tampak normal seperti biasanya, diapun duduk manis di belakang etalase dan menunggu Keyna datang,


Tidak lama ada sebuah motor Sport yang menepi tepat di depan tokonya, pria di motor itu membawa seorang gadis berpakaian biru muda di belakangnya, dan si wanita itupun segera turun dan membuka helmnya


Reki pun terus memperhatikan ke arah mereka, Alangkah terkesimanya Reki, karena ternyata yang datang itu adalah Keyna yang di antar oleh seorang pria, dia terlihat sumringah kepada pria itu, Keyna pun juga memegang bunga mawar putih di tangannya


Hati Reki pun terasa sangat panas melihat pemandangan ini, dia tidak menyangka hari ini akan melihat pemandangan seperti ini "Siapa pria itu, apa ini artinya aku kena tikung?, ah mungkin dia temanya" gumam Reki menenangkan dirinya


Tidak lama pria itu pun pergi, dan Keyna pun terlihat melambaykan tangan padanya, dan setelah pria itu pergi, Keyna pun langsung masuk ke dalam toko dengan wajah yang sangat cerah seperti cuaca di luar


"Pagi Rek" sapa Keyna sambil tersenyum


"Pagi key" ucap Reki dengan wajah yang suram


"Kenapa pagi pagi sudah murung, apa kamu sakit?" tanya Keyna


"Iya, aku sedikit tidak enak badan" ucap Reki beralasan


"Kalau gitu kamua istirahat saja dulu didalam, biar aku yang jaga toko" ucap Keyna


"Tidak papa, aku di sini saja" ucap Reki


"Oh ya sudah" ucap Keyna


"O Iya key, siapa yang mengantar mu barusan?" tanya Reki penasaran


"Kamu lihat ya?,, Dia Jofan, aku baru saja jadian dengannya tadi Malam" ucap Keyna sambil sunyam senyum


Seketika Reki pun seperti merasa dadanya di hantam benda keras saat dia mendengar ucapan Keyna itu, itu terasa sangat menyesakan dadanya, tapi dia tidak menunjukkan nya di permukaan, dia hanya berusaha bersikap normal


"Oh, baguslah kalau kamu sudah bisa membuka hatimu untuk yang lain, aku ikut senang" ucap Reki sambil memaksakan senyuman di wajahnya


Sejujurnya dia merasa sangat sakit, tapi dia juga sadar kalau dia terhalang oleh statusnya sebagai suami Aira, jadi dia pun merasa tidak sepantasnya jika dia bilang cemburu atau melarang Keyna jadian dengan orang lain, itu pun membuat kekecewaannya semakin dalam pada Aira


Dia pun hanya bisa menyembunyikan kegalauannya itu dengan mengalihkan perhatiannya pada si Maung yang di pangkuannya


"Si maung pulang kerumahmu ya?, pantesan aku pagi pagi cari dia tidak ada," ucap Keyna yang sekarang sudah duduk di kursi


"Sinih maung, aku gendong" ucap Keyna sambil mengambil si Maung dari tangan Reki


Namun si Maung ternyata berontak dan meloncat kembali ke pangkuan Reki


"Meoung"


"Hah?, kenapa si Maung?, kenapa dia jadi tidak mau padaku Rek?" tanya Keyna


Reki pun memperhatikan si maung, dia hanya menebak kalau si Maung paham akan kondisi hatinya saat ini


"Entahlah, mungkin dia rindu padaku Key, jadi dia ingin bersamaku sekarang" ucap Reki


"Oh, kenapa begitu maung?, Ayolah sini" ucap Keyna membujuk, dia terus merayu si Maung tapi dia tetap tidak mau padanya


"Ah sudah lah, kurasa ucapan mu benar, si Maung memang rindu padamu" ucap Keyna, dia pun mulai memperhatikan ke sekitar Reki "Wiiiih, ada coklat sama bunga, untuk siapa Rek?" tanya Keyna yang melihat coklat dan bunga tergeletak di etalase


"Oh ini, ini untuk Aira" ucap Reki berdalih


"Kamu romantis juga ya pada istrimu, tapi Kenapa belum memberikan nya, kan sayang bunganya keburu layu nanti" ucap Keyna


"Iya, tadi tidak sempat memberikannya, jadi mungkin beli lagi yang baru nanti" ucap Reki


"Oh, selera istrimu sama dengan ku, suka mawar putih juga ya?" ucap Keyna


"I iya, sepertinya begitu" ucap Reki yang kalut


Reki sangat menyayangkan harus mengalami kejadian seperti ini, mereka pun sekarang duduk bersebelahan tapi tidak ada obrolan lagi setelahnya


Keyna sibuk dengan ponselnya sambil sunyam senyum sendiri, sementara Reki terus murung di temani si Maung


Beberapa saat kemudian, ada sebuah sedan hitam menepi di depan toko mereka, kemudian turun lah sesosok wanita cantik berpakaian formal dari mobil itu, dia pun langsung bergegas menghampiri toko alat medis itu


Reki tidak terlalu memperhatikan kedatangannya itu, karena dia sedang menatap kosong pada si Maung


Wanita itu pun berdiri di depan etalase, namun tidak ada yang menyapanya dari dalam toko, karena penunggunya sedang sibuk masing masing


"Hallo, apa ada orang di toko ini?" ucap Aira tiba tiba


Seketika Reki pun terperanjat, dan langsung menatap pada Aira, karena dia mengira ada pelanggan datang


"Aira, kenapa kesini?" tanya Reki


"Aku ada perlu dengan mu, jadi aku mau mengajak mu keluar sekarang" ucap Aira


Reki pun menoleh ke Keyna sejenak, dia melihat Keyna hanya tersenyum saja pada Aira


"Untuk siapa coklat sama bunga? apa itu untuk temanmu?" tanya Aira karena dia melihat itu di atas etalase di depan Reki


Reki yang di tanya pun bingung sendiri, karena tadi dia sudah berbohong pada Keyna kalau itu untuk Aira, Aira mana mau coklat dan bunga darinya


"Tidak mbak, itu katanya buat mbak Aira, hanya saja tadi tidak sempat ngasih katanya" ucap Keyna


"Begitu kah?, apa itu benar Rek?" tanya Aira


"Iya" ucap Reki ragu ragu


"Kamu so sweet juga, tau saja kalau aku mau kesini, tapi aku ambil coklatnya saja, bunganya kamu kasihkan teman mu, kamu tau aku tidak suka bunga kan?, tidak bisa di makan juga" ucap Aira yang langsung mengambil kotak coklatnya


Reki pun hanya bisa menatapi Aira dengan tatapan kesal,


Aira pun langsung membuka coklat nya dan perlahan mencicipinya "Rek, Ayo pergi" ucap Aira


"Key, apa tidak papa kalau aku tinggal?" tanya Reki


"Tidak papa tenang saja, aku bisa jaga tokonya sendiri kok" ucap Keyna


"Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu" ucap Reki


Sebenarnya Reki bimbang antara harus pergi atau tidak dengan Aira, di sisi lain dia memang ingin pergi karena dia patah hati, tapi di sisi lain dia juga tidak ada mood untuk pergi dengan Aira,


Reki pun memilih untuk ikut Aira ke dalam mobil nya, dia duduk di kursi belakang seperti biasanya,


"Aku tau coklat ini sebenarnya untuk temanmu itu kan?, kenapa kamu bilang ini untuku?" tanya Aira


"Tidak papa" ucap Reki singkat


Aira pun menoleh pada Reki, "Kenapa wajahmu di tekuk begitu, kamu marah karena coklat nya aku ambil?" ucap Aira


"Tidak, siapa yang marah" ucap Reki


"Jangan bohong, jujur saja, kamu pasti ingin nyatakan cinta pada temanmu itu kan,? tapi keburu ada aku datang, jadi kamu tidak jadi memberikan nya karena takut kena denda pasal kontrak, begitu kan?" ucap Aira menebak nebak


"Tidak seperti itu, itu memang untuknya, tapi dia baru punya pacar semalam, jadi aku berdalih kalau coklat itu untukmu" ucap Reki jujur


Aira pun langsung tertawa terbahak mendengarnya


"Aha ha ha, lucu sekali, kasian, kamu di tikung orang ya?" ucap Aira mengolok


"Jahat sekali, bisa bisanya nona tertawa di atas penderitaanku" ucap Reki kesal


"Ya sudah jangan marah gitu, itu bagus kan, jadi kamu tidak perlu melanggar poin kontrak" ucap Aira


"Bagus menurutmu, tapi bagiku tidak" ucap Reki ketus


"Ya sudah jangan sedih gitu, gak enak lihatnya, wanita masih banyak kan?" ucap Aira


"Wanita memang banyak, tapi tidak mudah untuku bisa dekat dengan mereka, sekalinya ada yang dekat nona malah mangacaunya" ucap Reki sedikit marah


"Kata siapa tidak mudah?, buktinya sekarang aku dekat dengan mu dengan mudah" ucap Aira langsung teratwa lagi


Reki pun langsung memalingkan pandangannya ke luar jendela, dia merasa tidak akan ada obat yang bisa menyembuhkan sakitnya sekarang


"Sudah sudah, jangan sedih gitu,, kamu coba deh naik ke atas menara, kamu pasti bisa melihat kalau dunia ini tuh masih luas, dan pasti masih ada wanita yang mau dekat denganmu kan?" ucap Aira


"Ku kira kamu menyuruh ku naik untuk menyuruhku loncat dari atas menara" ucap Reki yang dengan malas menggubrisnya