Reki's Indigo Story

Reki's Indigo Story
Berlatih



Sementara Keyna sibuk bermain dengan si maung di pangkuannya, Reki malah sibuk memperhatikan helemnya saja di depannya


"Key, kedepannya aku mungkin akan jarang kesini, jadi kalau kamu ada teman, kamu boleh ajak dia kerja di sini" ucap Reki


"Memangnya kamu mau kemana Rek" tanya Keyna


"Aku mulai besok mau ikut seseorang untuk belajar bisnis, jadi aku mungkin tidak akan punya banyak waktu untuk mengurus di sini" ucap Reki


"Begitu kah?, kamu tidak tanggung jawab sekali jadi bos" ucap Keyna


"Iya maaf, aku juga kan ingin lebih maju lagi, aku mungkin akan ke sini kali kali Key, jadi aku percayakan semua urusan di sini padamu, tenang saja, bagian mu akan lebih tinggi" ucap Reki


"Bukan masalah itu, aku sudah terbiasa dengan mu, jika harus dengan orang lain aku mungkin harus beradaptasi lagi" ucap Keyna, dia sadar betul kalau Reki sangat baik padanya, dia perhatian dan pengertian juga, jadi tentunya Keyna sangat nyaman dapat perlakuan itu, tapi yang dia tidak tau, ada harap harap Reki di balik perhatian dan kebaikannya itu, kalau Keyna masih sendiri sekarang, mungkin Reki masih akan tetap di sini, dan tidak akan punya pikiran untuk belajar bisnis lain lagi


"Iya maaf, tapi ini sudah jadi keputusan ku," ucap Reki


"Baiklah, terserah kamu saja," ucap Keyna sedikit tidak senang


Hari itu pun Reki habiskan dengan menjaga tokonya dan melayani pelanggan seperti sebelumnya, dan dia juga tidak banyak berbincang dengan Keyna sekarang, karena Reki sekarang merasa sedikit canggung padanya, tidak seperti sebelum Keyna jadi jadian dengan orang lain


Sore harinya mereka pulang ke rumah masing-masing, si maung di bawa Keyna lagi untuk pulang ke rumahnya, dan Reki pun pulang dengan motor barunya,


Reki pun berakselerasi di jalanan kota dengan cukup lihai, karena meskipun ini motor pertama nya, tapi ini bukan kali pertama dia mengendarai motor, karena pada saat dia jadi petugas kebersihan dulu, dia sering memakai motor di tempatnya kerja


Dengan segera Reki pun sampai ke depan rumah ibunya lagi, dia pun langsung memasukan motornya ke halaman rumah, dan memarkirkan nya di sana


Anggi yang mendengar ada suara motor Sport yang masuk ke halaman pun langsung membuka pintu, karena dia penasaran siapa yang datang dengan motor itu dia pun langsung menatap ke arah Reki dengan heran


Reki pun segera melepaskan helm nya


"Kak Reki, waaah, keren sekali motornya kak, ini punya mu?" tanya Anggi sambil melangkah menghampiri motor Reki


"Tentu saja, mana mungkin kali milik orang lain kakak bawa kesini kan" ucap Reki


"Keren banget" Anggi pun mengelus body motornya dengan perasaan kagum "Kak, apa aku boleh coba naik?" tanya Anggi yang penasaran


"Naik saja" ucap Reki yang memang sudah turun


Anggi pun mencoba untuk naik ke motor itu, tapi karena badan Anggi masih sedikit pendek dia cukup kesulitan untuk naik ke motor itu,


Tapi akhirnya dia berhasil juga "Haduh, susah juga menaiki motor ini" ucap Anggi


"Inikan motor untuk laki laki, bukan untuk anak gadis sepertimu" ucap Reki


"Tapi teman cewek sekelas ku ada kok yang bawa motor seperti ini ke sekolah" ucap Anggi


"Begitu ya, mungkin di tomboy" ucap Reki


"Kak kapan kapan antar aku ke sekolah pakai motor ini yah, biar teman teman Anggi pada sirik" ucap Anggi


"Kamu ini, kalau ke sekolah tu buat belajar, buka buat manasin orang lain" ucap Reki


"Ya kan memang gitu kalau di sekolah, siapa yang keren dia jadi sorotan, aku malah sering jadi bahan ledekan mereka karena ke sekolah aku di antar ibu pakai motor maticnya, gak ada keren kerennya" ucap Anggi


"Iya iya, besok kakak yang antar kamu ke sekolah" ucap Reki


"Yeee horeee, terima kasih kak" ucap Anggi girang


"O yah fotoim aku dulu sekarang, buat update di grup chat" ucap Anggi mengeluarkan ponselnya dan memberikan nya pada Reki


Reki pun mengambilnya "Kamu ini," ucap Reki diapun mencoba mengambil foto Anggi sedang naik motornya dari beberapa sudut yang menurut nya bagus


"Sudah nih," Reki mengembalikan ponsel Anggi lagi


"Iya" Anggi pun langsung melihat lihat hasil jepretan Reki itu "Waaah, bagus bagus ini, update semuanya ah" ucap Anggi


Tidak lama bu Yuni pun menghampiri mereka "Kamu sudah beli motor Rek?" tanya bu Yuni


"Iya bu, tadi pagi" ucap Reki


"Syukurlah kalau kamu sudah bisa beli motor impianmu" ucap bu Yuni


"Iya bu" ucap Reki


Setelah Anggi merasa puas berada di atas motor Reki, di pun turun dengan sendirinya, dan mereka semua pun masuk ke dalam rumah lagi


~


Malam harinya seperti biasanya Keno sudah hadir di kamarnya, si Maung juga tidak absen dan juga hadir bersama mereka


"Rek, lu minat tidak latihan bela diri" tanya Keno


"Sebenarnya males sih, tapi boleh juga, memang nya mau latihan di mana kita, malam malam gini mana ada tempat latihan yang buka," ucap Reki


"Ngapain ke tempat latihan segala, apa lu gak sadar ada kalau lu punya teman master Taekwondo yang siap mengajari lu di mana pun" ucap Keno


"Oh,jadi maksudnya lu yang ajarin gue, Baiklah kalau begitu, kita latihan di sini saja" ucap Reki langsung bangkit dari duduknya


"Hhh, yang benar saja, di sini mana bia fokus, kita ke luar, kita cari tempat tenang dan luas" ucap Keno


"Oooh,, baik lah"


Mereka pun pergi dari ruang kamar Keno itu dengan bantuan si maung, Merekapun tiba di sebuah tempat latihan yang gelap,


"Ini di mana Ken?" tanya Reki bingung


"Ini tempat latihan di kampus ku, kamu nyalakan sak larnya di situ" ucap Keno


"Tapi ini gelap Ken, gue gek bisa lihat lu nunjuk kemana" ucap Reki


"Gak bawa senter si lu, kita kembali dulu saja, maung kita ambil senter dulu di rumah" ucap Keno


Tapi Si manung tetap disana, dia tidak melakukan teleportasi nya, tapi malah melakukan sesuatu hal lain, Mata si maung tiba tiba menyala putih terang, dan dengan cahaya dari matanya itu Maung mampu menerangi sedikit tempat itu seperti nyala 2 buah senter


"Wiiihh,canggih juga si maung, ada lampu depan nya juga, motor baru gue sepertinya kalah olehmu Maung, hanya sayang nya kamu tidak punya silinder untuk meraung kalau dalam mode ini" ucap Reki pada si maung yang memang tidak pernah bersuara saat dia dalam mode kucing bayang Raksasanya


Dia pun segera mencari saklar untuk menghidupkan lampu ruangan itu, dan Reki pun memperhatikan ruangan latihan yang cukup luas ini


"Baiklah, kita langsung mulai saja pemanasan" ucap Reki


Reki pun langsung mengikuti gerakan gerakan pemanasan dari Keno untuk melemaskan otot otonya, dan kemudian Keno pun mengajarkan gerakan gerakan dasar dari taekwondo yang di kuasainya,


Reki pun mengikuti nya meskipun dengan gerakan gerakan yang masih kaku, Reki pun terus berlatih melakukan gerakan gerakan yang sama itu berulang-ulang,


Setelah pengenalan gerakan dasar latihan pun berlanjut ke tahap pengenalan tehnik bertarung, bertahan, dan menyerang, dengan menggabungkan beberapa gerakan dasar itu menjadi sebuah tarian bela diri, meskipun masih banyak gerakan yang salah, tapi dia masih mencobanya lagi dan lagi


Perlahan tapi pasti, gerakan Reki pun mulai menemukan iramanya sendiri, meskipun masih belum bisa cepat dan bertenaga, tapi menurut Keno pemahamn Reki soal bela diri itu sudah lumayan terbuka


"Sudah cukup latihan malam ini, kita lanjutkan lagi besok" ucap Keno


"Ya baiklah, aku juga sudah ingin beristirahat" ucap Reki


Mereka pun segera menyudahi latihan mereka, karena hari juga sudah cukup larut, dan mereka pun kembali lagi ke rumah,


Setelah sampai Reki pun membersihkan dirinya kemudian Tidur, dan Keno seperti biasa menikmati kebebasannya malam ini dengan pergi ke luar dengan si maung yang menemaninya kemana pun


Dan seperti biasa, tempat pertama yang di kunjungi nya adalah Rumah Keyna,


Dia pun sekarang berada di kamar nya, Keyna juga sudah tertidur pulas dengan memeluk guling, "Key, aku senang kamu sudah bisa tidur nyenyak lagi seperti sekarang, teruslah seperti ini, aku tidak peduli siapa pun yang di sisimu nanti, yang penting kamu bisa menemukan senyuman mu lagi seperti sebelumnya, itu saja sudah cukup untuk bisa membuatku tenang" ucap Keno, diapun mengecup kening Keyna meskipun sebenarnya bibirnya tidak bisa menyentuh kening Keyna, tapi dia melakunya seolah dia bisa