
Warning!!
Untuk orang-orang yang takut/phobia adegan berdarah. Harap jangan baca chap ini
Previous•
"K-kita akan ke Psikiater?" Ucap Evangeline saat melihat sebuah banner yang berada didepan tempat itu
"Iya" Ucap sang ibu singkat
Present•
"Jadi kelainan mental apa itu, Chole?" Tanya sang ibu kepada psikiater di depan nya, lebih tepatnya teman nya. Chole Lemira
"Evangeline menderita skizofrenia" Jawab sang psikiater yang sedang duduk di depan ibu Evangeline. Eminah (Nama ibu Evangeline)
"S-skizofrenia? Seperti apa itu Chole?" Tanya Eminah lagi dengan khawatir
"Gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik" Balas Chole
(Sumber: Google)
"H-ha? Apa penyebab nya, Chole?" Tanya Eminah dengan gugup
"Penyebab pasti skizofrenia tidak diketahui. Namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan" Jelas Chole ke Eminah
"I-itu bisa disembuhkan, kan?" Tanya Eminah lagi
"Ya, tentu saja bisa. Jika Evangeline sering terapi pasti ia bisa sembuh kok" Jawab Chole dengan senyum menghiasi wajahnya
"Haah, baguslah. Jadi bagaimana terapi nya? Apa geline harus kemari untuk terapi atau ada cara lain?" Tanya Eminah
"Evangeline bisa kemari untuk terapi atau juga bisa terapi di rumah. Ingat, jangan membuat dia kepikiran tentang hal hal yang bisa membuat skizofrenia nya kambuh. Kalau bisa bawa Evangeline pergi jalan jalan atau bersenang senang" Jelas Chole panjang lebar
"Baiklah, kalau begitu bisa susun jadwal untuk Evangeline terapi disini?" Tanya Eminah
"Tentu, uhmmm..." Jawab Chole yang kemudian langsung mengecek jadwal
"Ah, Evangeline bisa kemari setiap hari Selasa dan Kamis" Ucap Chole
"Baiklah, kalau begitu kami permisi. Ayo geline" Pamit Eminah kemudian mengajak putri semata wayangnya pergi dari tempat praktek Chole
"Dadah geline, aku menunggu kedatangan mu selanjutnya" Ucap Chole sambil melambaikan tangan nya
"Hm.. Dadah Tante Chole" Balas Evangeline dengan nada datar tapi ia membalas lambaian Chole
---------------------------
"Ibu, kita akan kemana?" Tanya Evangeline kepada Eminah
"Kita akan pergi jalan jalan ke taman bermain di dekat sini, dulu waktu kau kecil kamu selalu ingin pergi ke taman bermain kan?" Ucap Eminah sambil tersenyum ke arah Evangeline sebentar, kemudian lanjut menatap ke jalanan
'Tapi sekarang aku bukan anak kecil lagi.... Dan juga aku sudah tak ingin pergi kesana..' Ucap Evangeline dalam batin nya
Kemudian setelah obrolan singkat itu, Eminah dan Evangeline berangkat menuju taman bermain
-------------------------
"Tunggu disini sebentar ya geline, ibu akan membeli tiket masuk dulu" Ucap Eminah kepada Evangeline
Kemudian Evangeline pun mengangguk dan Eminah pun pergi untuk membeli tiket masuk nya
-------------------------
"L-loh? K-kak A-a-ares?" Ucap Evangeline dengan terbata bata karna kaget dengan apa yang ia lihat
'I-itu kak Ares kan?' Batin Evangeline bertanya tanya
'Benarkah itu dia?'
'Iya! Ia pasti kemari karna mencari keberadaanku yang tiba tiba menghilang!'
**Kemudian pelan pelan Evangeline melangkah kan kakinya menuju orang yang ia yakini bahwa itu adalah 'Ares'
Evangeline bahkan tak sadar kalau ia telah menjauh dari tempat yang ibu nya suruh untuk menunggu nya karna terlalu bersemangat untuk mencari 'Ares**'
-------------------------
"A-aku dimana?" Tanya Evangeline pada dirinya sendiri saat melihat dirinya tak lagi di tempat yang Eminah suruh untuk menunggu nya
"A-aku takut, dimana Ibu?" Ucap Evangeline
-------------------------
Sudah cukup lama Evangeline menunggu dan menunggu disana, berharap ada seseorang yang menemukan nya disana
"H-hei" Panggil seseorang yang berdiri di depan Evangeline
Kemudian Evangeline langsung mengangkat kepalanya keatas untuk melihat siapa yang memanggil nya
"Kenapa kau disini?" Tanya orang tersebut
"Aku tersesat" Balas Evangeline singkat
"Ayo ikut aku" Ucap orang tersebut lalu menarik tangan Evangeline untuk mengikuti nya
"K-kita akan kemana?" Tanya Evangeline ke orang tersebut
"Tempat dimana ada banyak anak anak yang tersesat mu" Ucap orang tersebut
"H-hei, aku bukan anak anak. Aku ini sudah dewasa!" Ucap Evangeline yang kesal akan ucapan orang tersebut
"Mana ada orang dewasa yang tersesat di taman bermain seperti mu" Ucap orang tersebut
"Siapa namamu?" Tanya orang tersebut pada Evangeline
"Evangeline, kau bisa memanggilku geline" Ucap Evangeline
"Ah, hallo geline. Salam kenal Aku Vincenzo" Ucap orang tersebut yang ternyata bernama Vincenzo
"Iya, salam kenal Vincenzo" Balas Evangeline
Kemudian sepanjang perjalanan Evangeline dan Vincenzo terus terusan Mengobrol. Mulai dari membicarakan hal penting, seperti umur, sekolah, dan juga rasi bintang. Sampai obrolan ringan seperti bercanda. Waktu terasa lama berlalu untuk mereka berdua
"Ah, Akhirnya kita sampai disini" Ucap Vincenzo dengan senyum menghiasi wajahnya
"Ah, iy---" Belum selesai Evangeline menjawab tiba tiba saja ucapan nya terpotong
"EVANGELINE!!" Teriak seseorang dari kejauhan
"Hosh.... Hosh.... Evan..geline.. Kau... darimana saja?" Ucap Eminah dengan nafas terengah-engah karna lelah berlarian mencari Evangeline
"Maaf ibu, tadi aku tersesat.." Balas Evangeline lalu menunduk dengan penuh penyesalan
"Jangan diulangi lagi ya sayang, ibu sangat khawatir" Ucap Eminah lalu memeluk Evangeline erat
'Aduh, memangnya aku itu invisible ya?' Batin Vincenzo
"Ah, terimakasih nak telah membawa Evangeline kemari. Apa kau salah satu pegawai disini?" Tanya Eminah kepada Vincenzo
"Ah bukan. Saya hafal tempat ini karna kakak saya bekerja disini, dan saya lumayan sering mampir kesini untuk menjemput nya" Jelas Vincenzo
"Ah begitu, sekali lagi terimakasih ya nak" Ucap Eminah lalu tersenyum
"Ah iya tentu" Balas Vincenzo lalu tersenyum juga
"Maaf nak, karna ibu sibuk mencarimu sekarang kita jadi tidak bisa jalan jalan disini. Lain kali baru kita kesini lagi ya Geline, ibu ada pekerjaan" Ucap Eminah lalu mengajak Evangeline pulang
"Uhm, baiklah. Dadah Vincenzo" Ucap Evangeline lalu melambaikan tangan nya ke Vincenzo
"Dadah, Evangeline. Senang bisa bertemu denganmu" Ucap Vincenzo lalu tersenyum
Kemudian setelah ucapan perpisahan itu, Eminah dan Evangeline pun ppulang
--------------------------
"Maaf nak, ibu harus pergi lagi. Kalau kau lapar, beli saja makanan. Uangnya sudah ibu taruh di atas meja ya!" Ucap Eminah lalu lekas pergi
"Ah, iya... Hati hati dijalan bu" Ucap Evangeline yang baru saja selesai mandi dan berpakaian
--------------------------
Kemudian Evangeline pun memilih untuk mencari makanan yang bisa ia makan di kulkas dibanding pergi keluar rumah lalu mencari makanan
"Ah ketemu, ada beberapa bungkus makanan disini" Ucap Evangeline setelah menemukan beberapa bungkus makanan di dalam kulkas
Kemudian setelah menemukan makanan, Evangeline pun memilih untuk duduk di ruang tamu sambil menikmati makanan nya
Merasa rumah yang cukup sepi, dan juga bosan. Ia pun memilih untuk menyetel Tv
"Terjadi kecelakaan di jalan xxx beberapa saat yang lalu. Warga yang menemukan nya langsung menelpon ambulan. Tapi sayangnya saat ambulan datang orang tersebut telah meninggal dun---" Belum selesai reporter menjelaskan berita Evangeline langsung mematikan televisi rumahnya
"Hosh hosh hosh... I-i-itu tidak mungkin ibu kan? Iya kan? Hahahaha, iya. Tentu saja tidak mungkin! Ibu pasti sedang bekerja di kan--" Belum selesai Evangeline berdialog sendiri tiba tiba saja ada telepon datang dari nomor tidak dikenal
"H-halo?" Tanya Evangeline dengan gugup
"Apakah ini bagian keluarga dari seorang wanita bernama Eminah?" Tanya orang yang sedang menelpon Evangeline
"Y-ya, aku anaknya" Ucap Evangeline tak luput dari kegugupan nya, ia takut apa yang akan dikatakan orang tersebut sesuai dengan apa yang ia duga
"Maaf, tapi sayangnya ibumu telah meninggal. Turut berduka cita nak...." Ucap orang tersebut, ternyata dugaan Evangeline benar
"T-tidak......" Ucap Evangeline lalu ponsel yang sedang berada di genggaman nya pun jatuh
"TIDAK! IBU! INI TIDAK MUNG---" Belum Selesai Evangeline berucap tiba tiba saja penyakit nya kambuh
"K-kak A-arkhdal?" Tanya Evangeline saat melihat sosok di depan nya
**Namun sosok yang Evangeline sebut sebagai 'Arkhdal' tidak membalas apapun, ia hanya tersenyum
Entah Evangeline telah terhipnotis atau apa, tiba tiba saja Evangeline berjalan menuju arah Arkhdal. Arkhdal juga mulai berjalan menjauh, mereka terus melakukan hal itu sampai secara tidak sadar atau tidak. Mereka sampai ke dapur**
"Aria.... adikku" Ucap 'Arkhdal'
"I-iya?" Tanya Evangeline
"Maukah kau menemui kita lagi?" Tanya 'Arkhdal'
"IYA! TENTU SAJA MAU!" Balas Evangeline dengan cepat dan tidak ragu ragu
"Maka gunakan itu, bunuhlah dirimu sendiri. Bukankah saat kau kemari kau dalam keadaan kritis?" Ucap sosok 'Arkhdal' tersebut sambil menunjuk salah satu pisau yang berada di dapur tersebut
"J-jadi aku harus bunuh diri?" Tanya Evangeline
"Iya adikku" Ucap sosok 'Arkhdal' tersebut
"Kau tidak mau bertemu kita lagi?" Tanya 'Arkhdal'
"Aku... Mau" Ucap Evangeline lalu mengambil pisau tersebut
"Maka lakukan lah!" Ucap 'Arkhdal'
"Y-ya" Balas Evangeline lalu mengarahkan pisau ke arah lehernya
Kemudian dengan perlahan Evangeline pun mendekatkan pisau tersebut ke lehernya, semakin dekat dan dekat, terus mendekat dan dekat. Hingga akhirnya pisau tersebut pun mulai menyentuh leher Evangeline
Saat itulah Evangeline mulai ragu..
Tapi sosok 'Arkhdal' terus meyakinkan Evangeline, hingga akhirnya...
•
•
Evangeline pun bunuh diri... Ia memotong lehernya sendiri..
**TAMAT**
Iya, akhirnya sad ending. Ada yang mengira endingnya?
Saya ucapkan terimakasih kepada para pembaca yang telah membaca karya saya ini sampai tamat, kalian sungguh luar biasa
Terimakasih juga pada orang-orang yang sudah vote
Terimakasih untuk orang-orang yang sudah like di tiap Chapter novel ini
Terimakasih pada komen komen kalian!!
TERIMAKASIH UNTUK SEMUA DUKUNGAN KALIAN!!!
Sekian dari saya, Author novel Reborn as a King's Daughter