
Previous•
'Hwaahhh, Aku rasanya sangat gugup' Ucap Aria di depan pintu ballroom
"Anda sudah siap, tuan putri?" Tanya seseorang dari belakang Aria
"Eh?!" Teriak Aria kaget dengan orang yang berada di belakang nya sekarang
Present•
"Ada apa? Kenapa kau kaget begitu?" Tanya orang yang berada di belakang nya Aria
"Tentu saja! Karna kan yang ada di belakang ku itu Papa!" Ucap Aria dengan sedikit kesal
"Maafkan aku, tuan putri karna sudah mengagetkan mu" Ucap orang dibelakang Aria yang ternyata raja kerajaan ini, Arthur dengan tawa kecil
Setelah berucap seperti itu, Arthur pun langsung mengkode para kesatria di depan pintu ballroom untuk membuka pintunya. Kemudian Arthur pun langsung menyambar tangan Aria dan ia genggam
"Yang mulia raja Arthur dan juga yang mulia Putri Arianne memasuki ruangan ballroom!" Umum salah satu kesatria tersebut dengan sihir pengencangan suara
Kemudian setelah kesatria tersebut mengumumkan kedatangan Aria dan Arthur, semua orang di dalam ballroom pun langsung memindahkan atensi nya ke arah pintu ballroom
"Ah itu dia"
"Anak itu?"
"Iya benar"
"Katanya ratu meninggal karena dia kan?"
"Iya, lihat wajahnya"
"Sangat arogan!"
Kurang lebih seperti itu bisik bisik orang yang melihat Aria dan Arthur masuk ke dalam ballroom
"May i have this dance, my lady? (Bolehkah saya menari dengan anda, ladyku)" Ucap Arthur sambil menunduk dan juga mengecup tangan Aria
" Sure (tentu)" Ucap Aria diiringi oleh anggukan pelan dan saat itu juga musik pun dimainkan
Kemudian setelah Aria dan Arthur berdansa, banyak pasangan pasangan lain yang mulai melangkah kan kakinya ke lantai dansa. Mereka semua berdansa sesuai dengan irama lagu yang dimainkan
------------------------
"Hihihi, mari biarkan tuan putri kecil itu bersenang-senang terlebih dahulu" Tawa seseorang yang memperhatikan Aria yang tersenyum bahagia saat sedang berdansa dengan Arthur
"Hm, jangan lupa untuk melakukan nya dengan cepat setelah itu" Ucap orang disampaingnya, lalu beranjak pergi dari tempat itu
"Baiklah baiklah, kau ingin pergi kemana?" Tanya orang yang pertama lagi ke teman nya itu
"Lebih baik kau memperhatikan pekerjaan mu daripada memperdulikan diriku" Ucap orang itu dengan dingin lalu pergi dari situ
"Ckckck, kamu ini sangat dingin" Ucap orang yang misterius tersebut yang belum memindahkan atensi nya pada Aria yang masih tersenyum
-------------------------
**Lalu akhirnya lagu pertama pun Selesai, lumayan banyak orang yang memilih untuk turun dari lantai dansa dan mengobrol, membangun hubungan bisnis dengan orang lain atau hanya sekedar bergosip
Lalu begitu juga dengan Aria, ia memilih untuk turun dari lantai dansa. Tetapi sebelum ia bisa turun kakak pertama nya, alias Arkhdal sudah mengajaknya berdansa lagi untuk lagu kedua. Tentu saja ia tak bisa menolaknya, dan berakhir menggangukkan kepalanya atas ajakan Arkhdal**
Kemudian, Lagu kedua pun dimulai..
"Hee?! Kak Arkhdal curang ih!" Ucap Arion dengan sebal saat melihat Aria dan Arkhdal yang sedang berdansa di atas lantai dansa
"Hehehe, berarti habis ini giliran ku" Ucap Ares yang memperhatikan Aria dan Arkhdal yang sedang berdansa dari samping Arion yang sedang mengomel ngomel
"Ish! Curang! Curang! Curang! Harusnya kan aku duluan! Kita sudah sepakat!" Omel Arion karna memang tadinya mereka sudah membahas tentang giliran mereka berdansa dengan Aria, dan seharusnya Arion yang duluan
" Hihihi, aku sih tak masalah siapa yang duluan. Toh, ujung ujungnya aku juga bakal kedua" Ucap Ares sambil terkekeh melihat Arion yang makin kesal karna ucapan nya itu
"ISH! AKU KESAL SAMA KAK ARKHDAL!!" Teriak Arion dengan pelan dan frustasi, lalu ia mengacak ngacak pelan rambutnya yang sudah tertata rapi
"Yasudahlah, tenangkan dirimu Arion. Masa seorang pangeran kerajaan besar mengomel ngomel seperti ini?" Ucap Ares yang mulai merapihkan sedikit rambut Arion yang berantakan akibat kekesalannya
"Yasudahlah, aku pergi merapihkan diri dulu" Ucap Arion lalu beranjak pergi dari situ, dan memilih kembali ke kamarnya sebentar untuk merapikan dirinya
Kemudian setelah Arion pergi, Ares hanya menghabiskan waktunya menunggu Aria dan Arkhdal selesai berdansa dengan cara mengobrol dengan para bangsawan
---------------------------
Akhirnya pun giliran dansa sampai ke tangan Ares, lalu dilanjutkan hingga selesai. Lalu sekarang giliran Arion
"Ariaaa" Panggil Arion ke Aria
"Iya?" Tanya Aria singkat sambil tersenyum kearah Arion
"Ayo berdansa bersama ku!!" Ucap Arion yang tanpa tunggu lama langsung menyuruh seseorang untuk memainkan lagu berikutnya
"A-ah, baiklah" Ucap Aria yang sudah pasrah dengan keinginan kakaknya yang sangat manja ini
"Na? Jenna sayang"
"Nak, kumohon bangunlah"
"Cepatlah bangun, aku merindukan mu"
Kurang lebih seperti itu suara suara yang muncul dari dalam kepala Aria yang membuat kepalanya sedikit pusing karna suara suara tersebut
Alhasil, setelah berdansa dengan Arion dia memilih untuk beristirahat
----------------------------
' Suara apa itu? Dan lagi..... Jenna? Dimana aku pernah mendengar nama itu?" Batin Aria yang binggung dengan suara suara yang muncul di kepalanya
' Nak, kumohon bangunlah? Apa maksudnya? Memangnya si Jenna pingsan atau semacamnya? ' Tanya Aria pada dirinya sendiri
' Siapa Jenna itu sebenarnya? Dan kenapa tiba-tiba ada suara itu? ' Tanya Aria sekali lagi pada dirinya sendiri
"-Ria..."
' Jenna.... rasanya nama itu sangat familiar di telingaku, tapi aku pernah mendengar nya dimana ya?... ' Tanya Aria lagi kepada dirinya sendiri, lagi.
"-Ria!"
' Apa sebenarnya Maksud suara suara ini? ' Batin Aria yang bertanya tanya akan maksud semua suara itu
"Aria!" Panggil Ares yang benar-benar hampir berteriak kencang jika Aria tidak menjawab pertanyaan
"Ah, iya kak?" Ucap Aria yang kaget
"Kenapa kau benggong begitu?" Tanya Ares dengan tatapan penuh selidik
"A-aku hanya sedikit lelah karna berdansa dengan banyak orang" Ucap Aria dengan sedikit gugup
"Kau yakin? Kau tidak berbohong kan?" Tanya Ares sekali lagi dengan tatapan penuh intimidasi
"I-iya kak" Ucap Aria dengan yakin walau desikit gugup. Ya Aria memang tidak berbohong, karna berdansa dengan banyak orang sekaligus memanglah melelahkan
"Oke baiklah" Ucap Ares yang menyerah bertanya dan memilih untuk berhenti bertanya
"Tadi kenapa kakak memanggil ku? Apa ada masalah?" Tanya Aria ke Ares
"Oh, iya hampir saja aku lupa"
"Aku ingin mengenalkan mu kepada temanku" Ucap Ares sambil menatap Aria dengan tatapan ayo ikut lah denganku, nanti akan ku ajak bertemu
"Oh, baiklah. Ayo" Ucap Aria setelah mengerti arti tatapan kakaknya itu
"Iya, yuk!~" Ucap Ares lalu menggandeng tangan adik tersayang nya itu
---------------------------
"Halo!~ Kau adiknya Ares ya?" Tanya orang didepan Aria, ia memiliki perawakan yang berbeda dengan baju yang terlihat sangat tebal karna baju itu terdiri dari banyak lapisan pakaian
"I-iya" Jawab Aria dengan sedikit gugup
"Tidak usah gugup begitu saat sedang bersamaku, manis" Ucap orang tersebut sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hush! Jangan menggoda adikku!" Ucap Ares sambil melindungi adik kecilnya
"Tenanglah Ares, aku tidak berniat menggoda adikmu ini walau ia sangat manis" Ucap orang tersebut lalu tertawa pelan
"Namaku Wei Lan Ye, aku dari daratan sebrang" Ucap orang tersebut yang ternyata bernama Wei Lan Ye
"Kau bisa memanggil nya dengan sebutan Xiao Ye atau Ye ge ge, Aria" Ucap Ares sambil menunjuk Wei Lan Ye
"Ni hao Ye gege ( Halo kak Ye)" Ucap Aria dengan sedikit menunduk
"Wahhh, selain imut adikmu juga sangat sopan ya" Ucap Wei Lan Ye
"Tentu saja, adik ku git--" Belum selesai Ares berucap tiba tiba saja ada suara
'Brukk'
✨ TBC ✨
Wah, kira kira suara apa ya itu?~
Udh update 2x nih dalam seminggu, kecepetan ga sih up nya?
As always!
Jangan lupa like komen sama masukin ke daftar bacaan favorit kalian ya!!~
Thanks for the support ❤️