
Warning!!⚠️
•Banyak percakapan
•Bahasa tidak terlalu baku
------------------
Previous•
"Halo!~ Kau adiknya Ares ya?" Tanya orang didepan Aria, ia memiliki perawakan yang berbeda dengan baju yang terlihat sangat tebal karna baju itu terdiri dari banyak lapisan pakaian
"I-iya" Jawab Aria dengan sedikit gugup
"Tidak usah gugup begitu saat sedang bersamaku, manis" Ucap orang tersebut sambil mengedipkan sebelah matanya
"Hush! Jangan menggoda adikku!" Ucap Ares sambil melindungi adik kecilnya
"Tenanglah Ares, aku tidak berniat menggoda adikmu ini walau ia sangat manis" Ucap orang tersebut lalu tertawa pelan
"Namaku Wei Lan Ye, aku dari daratan sebrang" Ucap orang tersebut yang ternyata bernama Wei Lan Ye
"Kau bisa memanggil nya dengan sebutan Xiao Ye atau Ye ge ge, Aria" Ucap Ares sambil menunjuk Wei Lan Ye
"Ni hao Ye gege ( Halo kak Ye)" Ucap Aria dengan sedikit menunduk
"Wahhh, selain imut adikmu juga sangat sopan ya" Ucap Wei Lan Ye
"Tentu saja, adik ku git--" Belum selesai Ares berucap tiba tiba saja ada suara
'Brukk'
-------------
Present•
'Brukk' Suara Aria yang terjatuh pun terdengar
"Aria!" Teriak Ares, Arkhdal, Arthur dan juga Arion saat menyadari malaikat kecil mereka pingsan. Tentu saja, mereka langsung menghampiri Aria dan juga menyuruh pelayan untuk memanggil alchemist
"Cepat Panggil alchemist kerajaan!" Ucap Ares
Setelah itu sang pelayan pun langsung bergegas pergi memanggil alchemist Kerajaan. Dan Arkhdal langsung menggendong Aria dan membawanya ke kamarnya, selagi Arkhdal pergi Arthur, Ares, dan juga Arion menghilangkan ingatan para tamu-tamu yang datang serta beberapa pelayan
----------------------------
Dikamar Aria--
Saat ini Aria sedang di periksa oleh Alchemist kerajaan
"Apa yang terjadi dengan nya?" Tanya Arthur kepada sang Alchemist didepan nya
"Dia hanya pingsan karna terlalu lelah, yang mulia" Ucap Alchemist tersebut setelah mengecek keadaan Aria
"Biarkan dulu ia istirahat yang cukup, yang mulia. Nanti tuan putri Arianne juga akan bangun dengan sendirinya" Lanjut Alchemist tersebut
"Baiklah, ambil ini dan kembali lah" Ucap Ares lalu melemparkan sekantung koin emas kepada sang Alchemist
"Baiklah baiklah, terimakasih yang mulia. Saya pamit undur diri untuk kembali terlebih dahulu" Ucap Alchemist tersebut dengan sedikit menunduk lalu pergi keluar kamar Aria setelah menutup pintunya dengan pelan
---------------------------
"Aku ada dimana?" Tanya Aria pada dirinya sendiri
"Nak, kau tidak seharusnya disini" Ucap seseorang yang memakai jubah Hitam kehijauan yang tiba tiba saja muncul di depan Aria
"Siapa kamu?!" Tanya Aria lalu mundur sedikit dari posisi semula nya
"Aku? Penjaga gerbang kenyataan dan alam bawah sadar" Ucap orang tersebut sambil tersenyum, tapi senyuman itu cukup mengintimidasi
"P-penjaga g-gerbang K-kenayataan d-d-dan a-al-alam b-baqah sadar?!" Ucap Aria dengan tergagap gagap karna kaget akan ucapan orng didepan nya itu
"Kita sedang berada di perbatasannya" Ucap orang tersebut
"Tunggu sebentar, aku punya sebuah pertanyaan" Ucap Aria ke orang yang di depan nya
"Apa itu? Tanyakan saja" Ucap orang tersebut yang menatap Aria dengan tatapan datar
"Sebenarnya selama ini aku dimana? Kenyataan kah? Atau justru alam bawah sadar ku?" Tanya Aria ke orang tersebut, berharap jawaban orang tersebut sesuai dengan keinginan nya
"Alam bawah sadar mu, selama ini kamu hanya koma. Lalu kamu pun masuk ke dunia alam bawah sadarmu ini--" Ucap orang tersebut yang berhenti sebentar untuk melihat ekspresi terkejut Aria
"Tenang saja, ingatan mu selama ini akan dihapus begitu kau kembali" Lanjut orang tersebut
"T-t-tidak T-tidak TIDAK! " Teriak Aria histeris sambil menarik rambutnya lalu jatuh terduduk karna terlalu kaget akan kenyataan tersebut
"Apa maksudmu? Kau ingin selamanya disana?" Tanya orang tersebut sambil menatap Aria dengan binggung
" Ya! Biarkan aku tinggal disana" Ucap Aria dengan cepat
"Sayangnya itu tidak bisa" Ucap orang tersebut
"SETIDAKNYA NYA BIARKAN AKU MEMILIKI INGATANKU--" Ucap Aria dengan air mata berlinang di pelupuk matanya
"Kumohon..." Ucap Aria yang air matanya sudah jatuh dari pelupuk matanya
"Baiklah..." Ucap orang tersebut
---------------------
Akhirnya pun Aria sampai ke dunia kenyataan nya, alias tempat yang ia tinggali selama 20 tahun sebelum pindah ke dunia alam bawah sadarnya
"DOKTER! SUSTER! ANAK SAYA SUDAH BANGUN!" Teriak seorang perempuan paruh baya lalu menekan tombol merah yang berada atas meja
Tak lama kemudian para tenaga medis pun langsung berlarian masuk ke kamar tersebut, lalu dibawa ke ruangan lain
-------------------------------
Sudah hampir 3 jam sang perempuan paruh baya tersebut menunggu diluar ruangan, ia terus berdoa dan berdoa setiap menit dan detik
Dan akhirnya, tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan tersebut
"Bagaimana keadaan anak saya dok?! Apa dia baik-baik saja? Apa dia sudah bebas dari koma panjang nya itu?" Tanya sang perempuan paruh baya tersebut yang langsung menanyakan banyak pertanyaan kepada dokter tersebut
"Tenang dulu Bu, anak ibu telah melewati koma panjang nya. Anak ibu juga baik baik saja, ia hanya tinggal perawatan selama kurang lebih 3 Minggu lalu ia bisa kembali" Ucap sang dokter yang menerangkan nya kepada sang perempuan paruh baya tersebut dengan tenang
"Dan juga ini adalah sebuah keajaiban, jarang sekali-- bahkan tidak pernah ada orang yang bisa bebas dari koma panjang tersebut" Lanjut sang dokter
"Ah, syukurlah" Ucap sang ibu dengan air mata yang sudah jatuh dari pelupuk matanya
"Iya, kalau begitu saya akan kembali dulu. Nanti para suster akan memindahkan anak ibu ke kamar rawatnya lagi" Ucap sang dokter lalu bergegas pergi
-------------------------
Kemudian perempuan tersebut pun dibawa kembali ke kamar rawatnya..
"Nak! Nak, kau sudah bangun?" Tanya sang ibu yang berada disamping perempuan tersebut
"I-ibu?" Tanya perempuan tersebut dengan ragu ragu
"Iya nak! Iya! Aku ibumu" Ucap sang ibu dengan senang lalu air mata sekali lagi jatuh dari pelupuk matanya
"K-kenapa aku ada disini?" Tanya sang anak kepada sang ibu
"Itu semua karena--"
✨ TBC ✨
Selamat menikmati chapter kali ini
Stay safe ya