
Previous•
Kemudian setelah menunggu sekitar 5 menit, Aria pun akhirnya menunjukkan batang hidungnya.
"Baiklah, bisa kita mulai yang mulia?" Tanya orang tersebut sambil mengeluarkan katalog dress yang dibawanya untuk Aria
Present•
"Ya" Jawab Aria singkat sambil melihat-lihat katalog baju nya
"Ehkem, yang mulia ku rasa dress berwarna emas ini bagus untuk debutante anda. Apa lagi sekarang banyak orang yang memakai design dress seperti itu" Saran sang designer
"Hm.. Tidak, aku memilih mencari dress berwarna biru" Ucap Aria yang matanya masih memperhatikan isi katalog baju yang berada di tangannya
"Biru ya.. Bagaimana jika dress nya berwarna biru pastel? Atau biru laut?" Saran designer itu lagi
"Boleh juga" Ucap Aria sambil sedikit mengangguk
"Bagaimana dengan design yang ini, yang mulia?" Saran sang designer sambil menunjuk ke salah satu design dress yang ada di dalam katalog tersebut
"Boleh juga.." Ucap Aria
-----------
Disisi lain--
"Kak, Aria lagi milih dress untuk debutante nya ya?" Tanya seseorang dengan nada sedikit manja
"Iya" Jawab seseorang yang dipanggil 'kak' oleh orang didepan nya dengan singkat bahkan tanpa mengalihkan perhatian nya dari kertas yang berada di tangan nya
"Huft, mana Kak Ares lagi nemenin tamu~
Aku bosan kak~" Ucap orang tersebut dengan nada merajuk
//Tau merajuk ga? Kek manja" gitu deh
"Rion, dari pada kau merajuk seperti itu lebih baik kau membantuku dengan berkas ini atau membantu Ares" Ucap orang di depan Arion masih sambil menatap selembar kertas yang di tangan nya
"Hwaa, ga ga ga. Ah, mending aku ke taman aja deh dari pada ngeliatin orang pacaran!" Ucap Arion yang langsung berdiri dan beranjak pergi
"Ngeliatin orang pacaran?" Tanya Arkhdal dengan binggung yang sekarang atensi nya sudah di Arion
"Iya! Kak Arkhdal sama kertas yang dari tadi kakak baca" Ucap Arion dengan pipi yang sedikit ia gembungkan lalu langsung pergi dari tempat itu
"Ha?" Tanya Arkhdal yang masih binggung dengan pernyataan adik manja nya itu
---------
Disisi lain...
(Tempat Ares)
"Wah, istana ini memang indah ya" Ucap salah satu tamu yang sedang Ares ajak jalan-jalan, Kalvaro Vinata de Arte
"Hahaha, terima kasih pujian nya pangeran Kalvaro" Tawa Ares pelan
"Tentu pangeran Ares" Balas Kalvaro Vinata de Arte dengan senyum indah yang terhias di wajah tampan nya
"Baiklah, ayo kita lanjutkan lagi keliling istana nya sebelum langit berubah menjadi gelap" Ucap Ares yang langsung di setujui tamu" disana
-----------
Skip Aria udah selesai milih" dress yang akan dia pakai
"Hwaahh, aku lelah" Ucap Aria yang langsung tiduran di atas sofa begitu sang designer pergi keluar ruangan
"Mau saya bawakan cake coklat?" Tanya Yvotte sambil tersenyum manis
"Mau mau mau!!" Jawab Aria dengan riang gembira sambil tersenyum lebar
"Baiklah, tunggu sebentar ya yang mulia" Ucap Yvotte yang langsung meninggalkan ruangan itu setelah mengelus pucuk kepala Aria sebentar
Kemudian tak lama setelah Yvotte pergi keluar kamar Aria, Aria pun memilih untuk pergi ke kamarnya dari pada menunggu di ruangan itu
-------------
"Hwah, di kamar sendiri memang lebih asik" Ucap Aria yang langsung merebahkan dirinya di atas kasurnya setelah sampai di kamarnya
'Tok tok tok' Suara pintu yang diketuk terdengar di Indra pendengaran Aria
"Permisi yang mulia Putri" Ucap orang tersebut sebelum masuk ke kamar Aria
"Iya, masuk lah" Balas Aria setelah ia sedikit merapihkan pakaian serta rambutnya sedikit
Kemudian setelah mendengar jawaban dari Aria, orang tersebut pun masuk dengan membuka pintu Aria dengan hati-hati dan pelan-pelan
"Ada apa?" Tanya Aria saat manik merahnya menangkap orang yang masuk ke kamarnya ternyata seorang pelayan
"Ini yang mulia, pesan dari tuan saya" Ucap pelayan tersebut sambil menyerahkan sebuah amplop berwarna putih agak kecoklatan dengan stampel merah keemasan dengan sebuah lambang bangsawan/Kerajaan
"Siapa tuan mu?" Tanya Aria sambil berjalan ke pelayan tersebut untuk mengambil amplop yang berisi surat dari tangan pelayan tersebut
"Silahkan lihat di dalam isi surat tersebut yang mulia. Saya pamit undur diri dulu yang mulia" Ucap pelayan tersebut yang langsung kabur setelah pamit dan menunduk
"Ah tung--" Ucap Aria yang belum selesai berbicara, ucapan nya sudah dipotong oleh suara pintu seperti--
'Brakk' Suara pintu yang di tutup dengan agak keras terdengar di Indra pendengaran Aria
"Ah, dia langsung kabur" Ucap Aria yang mulai membuka isi amplop tersebut
"APAAA?!" Teriak Aria histeris setelah membaca isi surat tersebut
------------
Kemudian tak lama setelah Aria membuka surat tersebut, Yvotte pun masuk ke kamar Aria dengan cake coklat dan juga teh di tangan nya (Pake nampan" gitu bawanya)
"Ini cake coklatnya yang mulia, saya juga membawa teh favorit anda" Ucap Yvotte setelah masuk ke kamar Aria
"Iya, letakan saja di sana" Ucap Aria sambil menunjuk ke meja yang terletak di samping jendela kamarnya
"Baik" Ucap Yvotte lalu meletakkan cake coklat dan teh nya di atas meja yang di tunjuk Aria tadi
"Ngomong apa isi surat yang di tangan anda, yang mulia?" Tanya Yvotte sedikit penasaran dengan isi surat tersebut
"Ah.. Isinya.." Ucap Aria dengan sedikit jeda di Kalimat nya
TBC.g
Oke, lanjut~
"Isinya adalah suratnya adalah lamaran dan juga ajakan untuk berdansa bersama saat pesta debutante ku" Ucap Aria sambil menghela nafas
"Oh.. Eh--" Ucap Yvotte saat menyadari ucapan Aria tadi
"EH?! LAMARAN?! KAU TERIMA TIDAK YANG MULIA?" Teriak Yvotte histeris setelah menyadari apa yang di ucapkan Aria tadi
"Iya, lamaran. Tentu saja ku TOLAK" Ucap Aria dengan senyuman manis tapi terlihat sangat kejam di mata Yvotte
--------------
Skipp
1 hari sebelum hari debutante nya Aria
Di siang hari yang terik... Ada sekeluarga yang sedang berkumpul
Jadi saat ini keluarga kerajaan sedang bercengkrama di taman istana, walau udara dan matahari nya panas tapi mereka kan punya sihir
"Ekhem, jadi Aria. Apa kau sudah menentukan pasangan dansa mu saat debutante mu nanti?" Tanya ayah Arkhdal, Ares, Arion dan Aria. Ya, sang raja kerajaan ini, Arthur
"Belum sih pa.." Ucap Aria sambil menyeruput pelan teh nya
"Tidak ada putra bangsawan yang menarik hatimu?" Tanya Arthur sekali lagi
"Tidak ada" Ucap Aria dengan cepat tanpa pikir panjang
"Jadi kau sama sekali belum menentukan pasangan dansa mu?" Sekarang giliran Ares yang bertanya kepada Aria
"Ada sih...." Ucap Aria mengantungi ucapan nya
TBC :D
Cukup sekian, klo pen tau lanjutan nya jan cuman mampir dong, di masukin ke daftar bacaan favorit kalian juga
Jangan lupa like nya, Komen juga ya~
pst, minta vote nya juga dong
BABAYYYY, STAY SAFE YA!!!