
Previous•
"Sal--" Belum selesai putra bangsawan ini memberi salam, bajunya sudah ketumpahan wine yang dibawa oleh pelayan
"Ah, maafkan saya. Mari saya bantu mengantarkan anda ke ruang ganti" Ucap pelayan itu sambil menunduk
"Hei! Enak saja, kau kira berapa harga setelan ini?! Bahkan dengan gajimu 10 tahun juga belum bisa membeli setelan ini!" Teriak putra bangsawan itu dengan percaya diri
"M-maafkan saya" Ucap pelayan itu masih menunduk
"Kau kira dengan meminta maaf masalah bisa selesai?!" Teriak putra bangsawan itu dengan kesal
"Ada apa ini?" Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul
Present•
"Ada apa ini?" Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul
"A-ah, yang mulia. Ini bukan apa apa kok" Ucap putra bangsawan itu tergagap gagap karena takut dengan lawan bicaranya saat ini
"Marry, bawa putra bangsawan ini ke ruang ganti" Ucap orang tersebut yang ternyata---
"Papa! Ayo sini, kami sudah menunggu mu!~" Ucap Aria yang langsung mendekati orang tersebut yang ternyata ayahnya, sekaligus sang raja kerajaan ini
"Hm, baiklah" Ucap Arthur singkat lalu mengikuti Aria untuk menuju ke mejanya
-----------
Akhirnya setelah kejadian tadi, tidak ada lagi putra bangsawan yang berani mendekati Aria. Karna disamping nya ada sang raja kerajaan ini
"Kau mau makan apa?" Tanya Arthur ke Aria
"Hmn, aku ingin makan strawberry shortcakes" Ucap Aria dengan riang
"Baiklah, pelayan ambilkan strawbery shortcake satu" Perintah Arthur pada seorang pelayan yang sedang berdiri di dekat mereka
"Baik yang mulia" Ucap pelayan itu singkat lalu membungkuk dan pergi mengambil makanan yang diperintahkan oleh Arthur
-----------
**Saat ini jamuan makan malam nya sudah selesai, para tamu sudah dipersilahkan untuk pulang (Walau ada yang udh pulang duluan)
Dan sekarang pun Aria dan para kakaknya sedang berjalan menuju kamar mereka masing-masing sambil mengobrol
Tapi itu tidak terjadi lama, sampai seseorang menghampiri mereka**
"Tunggu!"
Kemudian setelah mendengar suara panggilan itu dari belakang mereka, mereka bertiga pun berbalik
"Ada apa?" Tanya Ares dengan senyuman yang menghiasi wajah tampan nya
"Uhm, bisa kah kalian mengantarkan ku ke kamarku? Aku kehilangan arah.." Ucap orang tersebut sambil menundukkan badannya sedikit dan juga kepalanya
"Ah, tentu. Ayo" Ucap Arion yang langsung mendekati orang tersebut lalu meraih tangan nya
"Siapa namamu?" Tanya Aria sambil menatap orang tersebut dengan penuh selidik, tapi juga dengan hangat dan perhatian
"Namaku adalah Kalvaro Vinata de Arte" Ucap orang tersebut sambil tersenyum hangat
"Oh, salah satu anggota delegasi itu ya?" Ucap Aria sambil berjalan pergi menuju kamar nya
-----------
**Kemudian akhirnya setelah berjalan beberapa menit, mereka pun telah selesai mengirim tamu mereka ke dalam kamarnya. Walau arah nya berlawanan dari kamar mereka...
Yang artinya, saat mereka ingin kembali ke kamar mereka. Itu cukup memakan waktu yang agak lama**
Tak ada balasan, hanya anggukan dan deheman sebagai kode seolah mereka berkata 'Iya, selamat tidur dan selamat malam juga'
"Selamat malam, selamat tidur" Ucap Arkhdal
Lagi-lagi ucapan itu hanya dijawab dengan deheman dan juga anggukan
"Selamat malam, selamat tidur" Ucap Aria yang telah sampai di depan kamarnya
"Selamat malam, Aria. Mimpi indah" Ucap Ares yang juga telah sampai di depan kamarnya
"Ya, Kak Ares juga" Ucap Aria sebelum ia memutar knop pintunya dan masuk ke dalam kamarnya
------------
**Paginya..
Tak ada yang spesial, mereka tetap melakukan rutin pagi mereka seperti biasanya. Seperti mandi, bersiap lalu pergi sarapan bersama para tamu
Setelah itu mereka pun melakukan kegiatannya masing-masing, ada yang pergi berlatih, membaca buku, sekedar berjalan-jalan, atau mengobrol dan mengakrabkan diri**
Lalu apa yang dilakukan FL kita disini?
"Yang mulia, salah satu designer yang dipanggil oleh yang mulia telah datang" Info Nina ke Aria yang sedang membolak-balik kertas didepan nya
"Baik, suruh dia menunggu di ruang tunggu yang berada dekat di kamarku" Ucap Aria lalu Nina pergi keluar kamarnya dan menuju ke tamu yang baru datang itu untuk mengantarkan nya ke ruang tunggu
Ya, dia sedang mempersiapkan dirinya untuk debutante nanti. Tentu saja ini karna paksaan ayah dan juga para kakaknya yang terus-menerus mendesaknya
------------
Kemudian setelah menunggu sekitar 5 menit, Aria pun akhirnya menunjukkan batang hidungnya.
"Baiklah, bisa kita mulai yang mulia?" Tanya orang tersebut sambil mengeluarkan katalog dress yang dibawanya untuk Aria
.
.
.
.
.
.
.
.
-\-\-\-\-\-\-\-
TBC, akhir nya chap ini selesai...
Gimana chap kali ini? Membosankan ya? Dikit ya? Maaf..
Jaga kesehatan terus ya!
Bye-bye, sampai jumpa
Jangan lupa untuk like, komen pendapat kalian tentang chap ini, dan juga jangan lupa masukin ke daftar bacaan favorit kalian dong!~