Reborn As A King'S Daughter

Reborn As A King'S Daughter
|Chapter 29|



Previous•


"Ekhem, jadi Aria. Apa kau sudah menentukan pasangan dansa mu saat debutante mu nanti?" Tanya ayah Arkhdal, Ares, Arion dan Aria. Ya, sang raja kerajaan ini, Arthur


"Belum sih pa.." Ucap Aria sambil menyeruput pelan teh nya


"Tidak ada putra bangsawan yang menarik hatimu?" Tanya Arthur sekali lagi


"Tidak ada" Ucap Aria dengan cepat tanpa pikir panjang


"Jadi kau sama sekali belum menentukan pasangan dansa mu?" Sekarang giliran Ares yang bertanya kepada Aria


"Ada sih...." Ucap Aria mengantungi ucapan nya


Present•


"Hee?! Siapa?" Tanya Arion dengan antusias


"Wah, Aria kecil kita sudah mulai tumbuh dewasa ya" Ucap Ares lalu tersenyum dan mengelus pelan pucuk kepala Aria dengan lembut


"Ah, orang itu tentu saja adalah... Papa!" Ucap Aria dengan sangat antusias dengan senyuman manis yang tertampang di wajah cantik nan manis nya


//Ini ga typo, emg beneran ada kata 'Nan'//


"Kukira seorang pria bangsawan, padahal aku sudah siap-siap untuk meremukkan badan nya jika ia menyakiti mu" Ucap Arion dengan dingin dan juga kejam tapi matanya tidak menunjukkan sedikit pun kebohongan, yang artinya ia serius saat ini


"Ah?! Ka Arion benar-benar akan melakukan nya?" Tanya Aria sambil menatap Arion dengan tatapan mata yang sangat antusias


"Tentu saja! Aria kan adik kecil kami, tentu saja kita harus melindungi mu dari para pria bangsawan yang hanya mengincar uang, politik dan juga keluarga kerajaan" Ucap Arion dengan bijak


"Wahh, tak ku sangka ternyata Arion bisa sebijak ini" Ucap Ares sambil tertawa kecil dan juga sedikit bertepuk tangan


"Aku juga tak menyangka nya" Ucap Arkhdal singkat tapi masih dengan sikap cool nya


Kemudian mereka pun lanjut mengobrol, mulai dari membahas kerajaan, debutante Aria, keadaan kota-kota dan desa-desa kecil di kerajaan, tentang para prajurit yang sudah siap perang atau belum, sihir, obat obatan, bahkan hingga kejadian kejadian lucu yang pernah dialami mereka


---------------


"Ah, tak terasa hari sudah mulai malam" Ucap Ares yang sadar kalau sebentar lagi matahari akan terbenam sepenuh nya


"Langitnya indah ya" Ucap Arion sambil menatap langit yang berwarna gradasi jingga, warna merah muda dan juga sedikit warna kuning yang tercipta karna matahari sudah hampir tenggelam


"Iya, benar" Jawab sang Ayah yang juga sedang menatap langit


"Baiklah, ini sudah waktunya kita kembali, kan?" Ucap Aria sambil tersenyum dengan sangat manis, sangat cocok jika di padukan dengan warna langit yang sekarang sebagai background nya


"Iya, ayo kembali" Ucap Arkhdal yang lalu bangun dari duduknya


Kemudian setelah Arkhdal berdiri, Arthur, Arion, Ares, dan juga Aria ikut bangun dari duduk mereka dan kembali masuk ke dalam Istana


-----------------


"Yang mulia, saya sudah menyiapkan air mandi anda" Ucap Yvotte sambil menunduk sedikit


"Baiklah" Ucap Aria singkat lalu menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya itu


//Kyk kamar mandi pribadi gt//


----------------


Disisi lain...


"Ini sudah waktunya dia kembali" Ucap seseorang yang identitasnya tidak diketahui karna memakai pakaian serba hitam dan juga memakai tudung


"Oh, baiklah" Balas orang tersebut dengan mata merah yang bersinar


-----------------


Akhirnya hari yang di tunggu tunggu Aria datang juga, ya benar. Ini adalah hari debutante seorang putri kerajaan yang sangat besar dan kaya akan semua sumber daya nya, Arianne Ange La'Vincent


"Hwaahhhh, cepat ambil gaun nya"


"Eh, sepatu nya. Sepatunya"


"Eh?! Cepat berhias yang mulia"


"Salah, rambutnya di kepang disini"


"Jangan seperti itu, taruh aksesoris nya dengan perlahan disini"


Kurang lebih seperti itu kehebohan di dalam kamar Aria pada pagi hari ini


----------------


"Rion, BANGUN!" Teriak orang tersebut yang sudah kesal sambil menggoyang goyangkan Bahu Arion


"Mhm? Ka Ares? Ada apa? Masa masih pagi begini udh rapih banget?" Ucap Arion bertubi tubi dengan kesadaran yang belum 100%


"Haish! Kau ini, hari ini kan debutante nya Aria! Tentu saja aku harus sudah rapih" Ucap Ares sambil merapikan sedikit pakaian nya


"OH IYA! DEBUTANTE ARIA!" Teriak Arion yang sepertinya sekarang kesadaran nya sudah 80%


"Nah, cepat sana bersiap siap" Ucap Ares ke Arion yang tadi berteriak


Tidak ada jawaban lagi yang keluar dari mulut Arion, ia hanya mengangguk pelan lalu pergi bersiap siap. Sedangkan Ares memilih menunggu nya di luar kamarnya, ia memilih berjalan jalan sekitar Istana


-------------------


Akhirnya setelah lama bersiap siap, Aria siap juga. Ia telah memakai gaun biru nya yang terdapat sedikit warna emas dan putih, Serta beberapa aksesoris lain nya. Ia juga memakai sepatu yang berwarna putih, tidak. Lebih tepatnya itu mirip seperti sepatu kaca


"Wahhh, Anda cantik sekali tuan putri~" Ucap Nina yang melihat Aria yang telah selesai bersiap-siap


"Terima kasih, Nina" Ucap Aria dengan senyum menghiasi wajahnya cantiknya


"Baiklah! Kini Anda telah siap yang mulia" Ucap Yvotte yang ingin pamit undur diri


"Yvotte" Panggil Aria dengan suara halus


"Iya yang mulia?" Tanya Yvotte dengan ekspresi binggung


"Boleh kah aku makan? Dari tadi pagi-- Tidak, dari aku bangun, aku belum makan. Aku sangat lapar rasanya" Ucap Aria lalu menatap Yvotte dengan sangat polos


"Tentu saja, yang mulia. Saya akan mengambilkan nya" Ucap Yvotte lalu benar-benar pergi keluar Aria


Tak lama setelah Yvotte keluar kamar Aria, para pelayan yang membantu Aria bersiap-siap tadi mulai ikut keluar juga perlahan-lahan. Satu-satu dari mereka mulai pamit undur diri...


--------------------


Kemudian hingga akhirnya, Aria pun ditinggal sendirian di dalam kamarnya. Daripada bosan hanya diam dan menunggu, Aria memilih mengobrol dengan seseorang. Ya benar, orang itu adalah dia.


'Je t'appelle Hirio' Panggil Aria ke Hirio, iya


siapa lagi kalau bukan dia?


'Ada apa, Aria?' Tanya Hirio begitu datang terpanggil


' Aku bosan, temani aku mengobrol yuk ' Ucap Aria lalu tersenyum ke arah Hirio


' Oh iya, selamat atas debutante mu ya ' Ucap Hirio ke Aria


' Haha, kurasa kau terlalu cepat mengatakan nya Hirio. Debutante ku bahkan belum mulai Hirio ' Ucap Aria dengan tawa kecil


' Hm, aku hanya hanya takut kita tidak bisa lagi bertemu nantinya ' Ucap Hirio pelan


' Hahahaha, itu mustahil kan? ' Tawa Aria pun pecah setelah mendengar ucapan Hirio


----------------


Kemudian Tak lama setelah itu, Yvotte pun masuk dengan segelas susu dan juga sepiring roti


"Hanya itu?" Tanya Aria dengan lemas


"Iya yang mulia, setidaknya ini bisa membuat anda sedikit kenyang" Ucap Yvotte sambil mengganguk sedikit


"Haahh, yasudahlah" Ucap Aria kemudian menghela helaan nafas dan memakan roti itu


------------------


Akhirnya waktu yang ditunggu tunggu datang juga, ya benar. Debutante Aria.


'Hwaahhh, Aku rasanya sangat gugup' Ucap Aria di depan pintu ballroom


"Anda sudah siap, tuan putri?" Tanya seseorang dari belakang Aria


"Eh?!" Teriak Aria kaget dengan orang yang berada di belakang nya sekarang


TBC•---


Jangan lupa dimasukin ke daftar favorit kalian, like, juga komen ya!!~


*psst, bagi vote nya juga dong


BYEE, STAY SAFE!!