
Previous•
"Hwaaa, Akhirnya keluar Istana juga!" Ucap Aria dengan senang lalu melangkah kan kakinya menuju pasar
Tapi.... Sayang nya....
'Bughh'
Present•
"A-ah maafkan aku" Ucap Aria yang segera meminta maaf
**Tak ada balasan ataupun anggukan dari lawan bicaranya, dan orang tersebut langsung pergi dari hadapan Aria
Tentu saja Aria sangat kesal, tapi ia ingat ia tidak sedang di dalam istana yang bisa seenaknya memerintah orang. Dan juga ia sedang menyembunyikan identitasnya**
--------------
Saat ini Aria memilih menuju ke festival kecil"an yang dibuat oleh para rakyat setiap bulan
"Wahhh! Keren" Ucap Aria kagum akan pemandangan didepannya
Selama di festival itu Aria menikmati waktunya dengan melihat-lihat atau membeli makanan yang menarik. Ia juga melihat-lihat toko buku/peralatan sihir
-------------
Akhirnya Langit sudah berubah warna menjadi jingga dan matahari hampir tenggelam, Aria memilih kembali saat itu juga
------------
Sesampainya di Istana....
"YANG MULIAAA!" Panggil Yvotte dengan histeris melihat kepulangan Aria, padahal ia tak membawa apa"
"Hm? Ada apa? Ada masalah ya saat aku pergi?" Tanya Aria sambil melepas jubahnya
"Tidak, untunglah tidak ada" Ucap Yvotte yang membantu Aria
"Ah, oke. Yvotte, bisakah kau menyiapkan air mandi ku?" Tanya Aria
"Baik, yang mulia" Ucap Yvotte segera pergi meninggalkan Aria sendiri di dalam kamarnya
------------
"Tuan putri, air mandi anda sudah siap" Ucap Nina dengan sedikit menunduk
"Oke" Ucap Aria lalu pergi mandi
Skip setelah selesai bersiap-siap
------------
"Hah, rasanya sangat lelah tapi menyenangkan~" Ucap Aria yang sedang beristirahat didalam kamarnya menunggu jamuan makan malam dimulai
"Anda mau dipijat, yang mulia?" Tanya Yvotte
"Tidak perlu, nanti saja" Tolak Aria halus
"Baiklah, yang mulia jangan lupa tentang jamuan makan malam yang akan segera diadakan ya" Ucap Yvotte
"Baiklah, masih ada sekitar 45 menit kan? Biarkan aku istirahat dulu" Ucap Aria yang lalu memejamkan matanya
"Baik" Ucap Yvotte yang memilih keluar dari kamar Aria, membiarkan Aria untuk beristirahat
---------------
'Oi, bangunlah' Panggil suara yang sangat familiar ditelinga Aria
"HIRIO!"Ucap Aria lalu berlari memeluk Hirio
'H-hoi, jangan tiba-tiba berlari seperti itu' Peringat Hirio yang segera minggir ke samping saat Aria ingin memeluknya
"Dimana Lire?" Tanya Aria sambil menengok ke kiri dan kanan mencari keberadaan Lire
'Dia sedang pergi untuk mencari sesuatu' Ucap Hirio kepada Aria
"Sesuatu? Apa yang dia cari?" Tanya Aria
'Itu sesuatu yang sangat berharga, yang pasti itu juga sangat langka' Ucap Hirio memberitahu kepada Aria
"Berharga? Langka? Benda apa itu?" Ucap Aria dengan mata berbinar-binar
'Entahlah, aku juga tak tau. Dia hanya memberi tau ku seperti itu' Ucap Hirio sambil menaikan bahunya tanda ia tidak tau
"Hm, oke.." Ucap Aria agak kecewa
'Bagaimana jika kita bermain saja?' Saran Hirio yang mengetahui mood Aria yang mulai down
"Tidak, aku ingin istirahat dengan tenang dulu. Aku lelah" Ucap Aria lalu memilih keluar dari alam bawah sadarnya yang itu dan istirahat
--------------
"Hah, hah, hah" Deru nafas Aria yang berantakan terdengar didalam ruangan Aria
'Kenapa harus memimpikan hal itu?' Tanya Aria dalam batinnya lalu mengingat kembali mimpi miliknya
"Pergi kau anak sialan" Seorang wanita berucap dengan kesal
"Ta-ta-tapi ibu" Kata Seorang wanita berumur 27 tahun Yang sedang menangis
"Jangan panggil Aku Ibu dasar wanita ******!" Kata wanita tersebut
"Kau telah mempermalukan nama keluarga Kita dengan menjadi dokter ******!" Ucap wanita tersebut
"Tapi Ibu..." Ucap sang wanita berumur 27 tahun
-------------
"Nona sudah wak-- " Panggil Yvotte yang berhenti karna tiba tiba melihat Aria yang sedang bernafas dengan cepat, seperti orang ketakutan
"Ada apa nona? Apa ada penyusup? Pencuri? Pembunuh?" Tanya Yvotte sambil menenangkan Aria dengan memeluk nya dan juga mengelus punggung Aria
"T-tadi aku hanya mimpi buruk, tidak lebih" Ucap Aria yang nafasnya mulai kembali normal
"Oh iya, tadi kau ingin memberitahu ku apa?" Tanya Aria yang nafasnya sudah kembali normal
"Oh iya! Jamuan malamnya sudah dimulai, nona" Ucap Yvotte memberi tau Aria
"Ah baik, bantu aku merapikan diriku ya Yvotte!~" Ucap Aria dengan nada ceria nya
"Baik!" Ucap Yvotte yang lalu membantu Aria merapikan dirinya
-------------
Disisi lain.....
Di dalam jamuan makan malam...
"Loh? Dimana Aria?" Tanya Arion yang sudah mencari Aria diseluruh area jamuan makan malam
"Entahlah, aku juga belum melihat nya dari tadi siang" Ucap Ares
"Apa jangan-jangan dia diculik?!" Ucap Arion panik
"Bisa jadi!" Ucap Ares yang mulai panik juga
"Hei, kalian. Jangan terlalu panik begitu, Aria pasti ada didalam kamarnya kok" Ucap sang kakanda mereka
"Oh" Tanya itu yang keluar dari mulut mereka berdua
-------------
Kemudian, setelah beberapa saat.. Akhirnya pun Aria datang juga ke jamuan makan malamnya
"Haii!~" Sapa Aria dengan ceria ke para kakak nya
"Aria!~ Tadi kukira kau diculik lagi tau!" Ucap Arion yang langsung berlari ke arah Aria
"Hahaha, tenang lah kak. Aku tidak diculik kok, hanya saja tadi aku ketiduran makanya agak telat" Ucap Aria diselingi tawa manisnya yang mengundang beberapa lirikan dari anak bangsawan dan juga beberapa anggota delegasi
"Loh? Kok bisa sampe ketiduran? Kau lelah? Ngapain aja?" Tanya Ares bertubi-tubi
"Iya, aku lelah. Dan juga tadi aku bermain sampe kelelahan" Ucap Aria sedikit berbohong
"Ah oke~ Lain kali jangan sampe kecapekan ya mainnya Aria!~" Ucap Ares sambil mengusap pelan pucuk kepala Aria
"Hmn, udh mulai blm ka jamuan nya?" Tanya Aria
"Sebentar lagi, ayok kita ke tempat duduk aja dulu"
----------
Akhirnya setelah menunggu sekitar 5 menit, jamuan nya pun dimulai..
"Baiklah, mari kita mulai jamuan ini!" Teriak Sang raja dari kerajaan ini, alias Arthur. Ayah dari Arkhdal, Ares, Arion dan Aria
"Mari bersulang untuk kedatangan para anggota delegasi kerajaan Vinte" Ucap Arthur lalu mengangkat gelas wine nya
"Ya! Bersulang!" Ucap para bangsawan di dalam acara jamuan itu yang juga mengangkat gelas mereka
------------
Kemudian **jamuan makan malam itu dipenuhi dengan obrolan para bangsawan. Mereka memanfaatkan jamuan ini untuk mencari banyak relasi dengan menikahkan putri mereka
Tentu saja tidak sedikit putra bangsawan yang mencoba mendekati Aria, tapi langsung dihalangi oleh para pelayan yang secara 'tidak sengaja' menumpahkan minuman ke baju mereka**.
"Hallo yang mulia putri Ar---" Ucap seorang putra bangsawan yang berusaha mengajak Aria mengobrol
"Ah, maafkan saya" Ucap salah satu pelayan yang menumpahkan minuman ke baju putra bangsawan
"Iya, tak apa kok" Ucap sang putra bangsawan dengan senyum menghiasi wajahnya
"Salam untuk yang mulia putri Aria" Ucap pangeran mahkota kerajaan Vinte, Kenzo Alvaro de Arte dengan sedikit menunduk dan senyum menghiasi wajah tampan nya
"Ah, iya. Salam untuk anda juga" Ucap Aria dengan senyum mengembang
"Sal--" Belum selesai putra bangsawan ini memberi salam, bajunya sudah ketumpahan wine yang dibawa oleh pelayan
"Ah, maafkan saya. Mari saya bantu mengantarkan anda ke ruang ganti" Ucap pelayan itu sambil menunduk
"Hei! Enak saja, kau kira berapa harga setelan ini?! Bahkan dengan gajimu 10 tahun juga belum bisa membeli setelan ini!" Teriak putra bangsawan itu dengan percaya diri
"M-maafkan saya" Ucap pelayan itu masih menunduk
"Kau kira dengan meminta maaf masalah bisa selesai?!" Teriak putra bangsawan itu dengan kesal
"Ada apa ini?" Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul
-TBC! Kira kira siapa ya orang itu??-
Sampai jumpa! Semoga hari kalian menyenangkan!~
Jaga kesehatan terus ya
Jangan lupa komen, like, and masukin ke daftar bacaan favorit kalian ya!~
Pstt, minta vote nya juga dong! Makasih ^^