Reborn As A King'S Daughter

Reborn As A King'S Daughter
|Chapter 25|



Previous•


"Selamat pagi yang mulia" Ucap Yvotte dengan sopan ke Aria yang baru saja bangun


"Euhm.." Tidak ada ucapan selamat pagi kembali ke Yvotte, tentu saja Yvotte sudah biasa dengan kelakuan Tuan nya yang seperti ini


"Nona, sebentar lagi ada anggota delegasi dari kerajaan tetangga akan datang!" Ucap Yvotte


"Anggota Delegasi?" Tanya Aria dengan binggung


"Ya, yang............"


Present•


"Ya, yang pernah saya ceritakan itu yang mulia" Ucap Yvotte


"Oh, yang itu" Ucap Aria sambil mengusap matanya


"Siapkan air mandi ku, Yvotte" Ucap Aria


"Baik, yang mulia" Ucap Yvotte lalu ia pergi keluar kamar Aria


---------


Selesai segala persiapan~


"Kapan mereka akan datang?" Tanya Aria yang sedang berjalan menuju ruang makan untuk pergi sarapan


"Mungkin pada tengah hari, yang mulia"Ucap Nina yang berada di belakang Aria


"Oh? Untuk apa mereka kesini? Bukan kah harus nya urusan perdamaian sudah selesai?" Tanya Aria


"Iya yang mulia, mereka datang untuk menghadiri debutante anda dan juga untuk beristirahat sebelum pergi ke gunung Stiere (Baca: Se-ti-e-re)" Jelas Nina


"Untuk apa mereka pergi ke gunung Stiere?" Tanya Aria dengan wajah binggung


"Itu salah satu daerah perbatasan, dan hampir seper empatnya milik mereka" Ucap Nina


Tidak ada jawaban apapun dari Aria selain sebuah deheman. Memang kerajaan di pulau ini ada hampir 9, kenapa hampir? Karena ada yang sudah diombrak-ambrik oleh kerajaan lain atau setengah daerahnya di kuasai oleh kerajaan lain


//Segitu aja, kalau kepanjangan nanti kalian pusing sendiri :>//


-----------


Di ruang makan


"Aria!~ Kau sudah tau?" Tanya Arion dengan wajah cerahnya


"Iya" Jawab Aria lalu


"Ayo mulai makan dulu" Ucap Ares dengan bijak


Kemudian mereka pun mulai makan


------------


Selesai makan, di taman kerajaan


"Aria, kau tidak pergi untuk membeli gaun?" Tanya Ares sambil memandangi dokumen


"Tidak, aku malas pergi" Ucap Aria yang sedang bermain puzzle


" Kan bisa memanggil designer nya ke Istana" Ucap Ares lalu melepaskan pena di tangannya, dan mengusap pelan pucuk kepala Aria


Kemudian hanya kesunyian yang mengelilingi mereka, karena sama sama sibuk dengan hal yang berada didepan nya


-------


**Tepat tengah hari sekarang, matahari sedang berada di tengah-tengah langit yang cerah dengan beberapa awan berwarna putih


Para anggota delegasi pun sampai di Istana**


"Selamat datang para pangeran dari kerajaan Vinte" Sambut Ares dengan wajah cerah-ceria seperti cuaca sekarang


"Terimalah sambutannya pangeran Ares" Balas pangeran Kalvaro Vinata de Arte dengan sopan dan senyuman menghiasi wajah tampan nya


//Baca ulang chapter 9 klo lupa pangeran ini//


"Silahkan masuk dan beristirahat, yang mulia" Ucap salah satu butler menuntun arah para tamu


//Ares? Dia udh teleport duluan//


----------


Mari kita lihat apa yang FL kita lakukan...


"Nonaaa, anda ingin pergi kemana? Para tamu sudah datang"Tanya Yvotte saat melihat Aria berganti baju dan memakai sebuah jubah hitam yang bisa menutupi hampir semua tubuh Aria


"Aku ingin pergi sebentar, nanti aku kembali kok" Ucap Aria yang sedang merapikan topi jubah nya


"K-kapan nona akan kembali?" Tanya Yvotte dengan takut


//Ya iyalah, gmn ga takut. Nanti dibunuh Ayah&para kakaknya gimana?//


"Sebelum matahari tenggelam pasti aku akan kembali kok!" Ucap Aria yang sedang mengambil tas kecil miliknya yang berisi uang


"T-tap----" Ucap Yvotte yang terpotong


"Bye bye!" Ucap Aria lalu berteleport ke gerbang Istana


//Iya karna, di bagian gerbang Istana itu ada mantra yang bisa membatalkan segala sihir"


----------


Setelah Aria keluar Istana~


"Hwaaa, Akhirnya keluar Istana juga!" Ucap Aria dengan senang lalu melangkah kan kakinya menuju pasar


Tapi.... Sayang nya....


'Bughh'


TBC!!!


**IYE, TAU. PENDEK BGT YE? MAAP GAIS


SAIA SIBUK :')


MAAF!!! NEXT UPDATE DIUSAHAKAN LEBIH BANYAK KOK!


BYE BYE!~


Jangan lupa like komen sama masukin ke daftar bacaan favorit kalian ya**!~